Mauidhoh Hasanah oleh Syekh Abdul Qodir Bin Muhammad Al-Kattani (Maroko)
(Diterjemahkan dan dikembangkan oleh Habib Abbas bin Abu Bakar Al-Haddad)
MAJLIS DZIKIR MAULIDURRASUL SAW & HAUL AKBAR AL FITHRAH SURABAYA 2026
Bertempat di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Kedinding Surabaya
AHAD PAGI, 25 JANUARI 2026 (6 SYA’BAN 1447 H)

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada baginda besar Nabi Muhammad SAW, keluarga, serta para sahabatnya yang mulia. Kita berkumpul di hari dan majelis yang penuh berkah ini untuk menghidupkan kembali ingatan kita kepada para imam umat Islam, khususnya Sulthonul Auliya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani RA, yang cahayanya terus memancar di hati orang-orang beriman sepanjang sejarah.
Sosok Ulama dan Khidmah Ilmiah
Kehadiran kami di sini merupakan bagian dari estafet dakwah dan pendidikan (madrasah) yang diwariskan oleh para pendahulu kami. Salah satu bentuk khidmah terhadap umat adalah penyusunan kitab Safatul Ahadith Nabawiyah Syarifah, sebuah kumpulan hadis-hadis sahih dari Kutubus Sihah—seperti Shahih Bukhari, Muslim, Ibnu Hibban, hingga Al-Mustadrak—yang telah disusun dan ditahkik selama puluhan tahun. Kitab ini merangkum persoalan akidah, hukum, hingga akhlak (syamail), meneruskan metode para ulama ahli hadis terdahulu.
Mengenang Sayyid Umar bin Hamid Al-Jailani: Syahid di Jalan Dakwah
Pertemuan ini juga diselimuti suasana duka sekaligus takzim atas wafatnya Sayyid Al-Habib Umar bin Hamid Al-Jailani. Beliau adalah ulama besar, seorang mufti bermazhab Syafi’i di Makkah, yang seluruh hidupnya diwakafkan untuk ilmu dan dakwah.
Kepergian beliau di tengah perjalanan menuju Indonesia adalah sebuah kesaksian atas kejujuran niat (syahidun au syahidu sidqin). Beliau menempuh jarak ribuan kilometer, meninggalkan kampung halaman di Hadramaut dan Makkah, hanya untuk menyapa umat Nabi Muhammad SAW di Indonesia. Sebagaimana firman Allah:
“Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah.”.
Kematian tidak menyurutkan langkah beliau. Beliau wafat saat hendak menghadiri Majelis Al-Khidmah, memenuhi undangan yang telah direncanakan bertahun-tahun sebelumnya. Meski keluarga besar Al-Khidmah berharap beliau dimakamkan di Meteseh di samping Romo Kiai Ahmad Asrari Al-Ishaqi, namun atas keinginan keluarga, beliau kini beristirahat di samping Gubah Al-Habib Ahmad bin Alwi Al-Haddad (Habib Kuncung) di Kalibata, Jakarta.
Kedekatan Dua Guru: Romo Kiai Ahmad Asrari dan Habib Umar Jailani
Terdapat kesepakatan luar biasa dalam metode pendidikan antara Romo Kiai Ahmad Asrari Al-Ishaqi dengan Habib Umar bin Hamid Al-Jailani. Keduanya adalah sosok yang setiap gerak-gerik dan amalnya selalu mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW.
Kasih sayang mereka melampaui batas hubungan guru dan murid. Habib Umar pernah mengumpulkan putra-putri Romo Kiai Asrari dan berkata, “Kalian semua adalah anak-anakku”. Inilah hubungan ubuwah (kebapakan) yang tulus, di mana seorang guru memandang muridnya sebagai darah dagingnya sendiri.
Begitu pula dalam karya ilmiah, Romo Kiai menyusun kitab Al-Muntakhabat yang isinya penuh dengan kecintaan kepada Nabi, dan kitab tersebut diberikan kata pengantar (taqrid) oleh Habib Umar Jailani.
Wasiat untuk Umat: Saling Mencintai karena Allah
Romo Kiai Ahmad Asrari meninggalkan wasiat yang diringkas dari hadis sahih riwayat Imam Ibnu Hibban. Beliau menekankan pentingnya umat Islam untuk saling mencintai, menghormati, dan menyayangi.
Ada hamba-hamba Allah yang bukan Nabi maupun Syuhada, namun para Nabi dan Syuhada cemburu melihat kedekatan mereka dengan Allah. Siapakah mereka? Mereka adalah kaum yang saling mencintai karena Allah (fii ruhillah), meskipun tidak ada hubungan nasab di antara mereka.
Ciri-ciri mereka adalah:
- Wajah yang Bercahaya: Jika dipandang, akan membuat kita langsung teringat kepada Allah.
- Ketawadhu’an dan Akhlak: Mengayomi semua kalangan, dari anak kecil hingga orang tua.
- Keteguhan Hati: Mereka tidak mengenal rasa takut atau sedih dalam menjalankan perintah Allah.
Penutup
Semoga perkumpulan kita dalam rangka Haul Akbar ini menjadi wasilah agar kita dikumpulkan bersama para kekasih Allah, para wali, dan ulama, serta pada puncaknya dikumpulkan bersama Baginda Nabi Muhammad SAW di akhirat kelak.
Sumber: Channel YT ALWAVA
Link Full Video
Pertanyaan, kerjasama, atau laporan konten hubungi kami:
Email : ngaji.anina99@gmail.com
Youtube : @anina99dotcom
Tiktok : @anina99dotcom
Whatsapp : +62 895-6117-07936
Saluran WA : Ngaji Bareng Anina
subtitle:
Hadirin hadirat yang kami muliakan.
Selanjutnya
marilah kita ikuti, kita simak bersama
mauidah hasanah yang dalam hal ini mohon
berkenan paring dawuh tetamu agung kita
Syekh Abdul Qadir Alkadani dari Maroko
dan akan diterjemahkan langsung ke dalam
bahasa Indonesia oleh beliau yang mulia
Habib
Abbas bin Abu Bakar Alhaddad.
Kepada beliau berdua disilakan.
Allahumma sholli ala sayyidina
Muhammad
Asalamualaikum.
Asalamualaikum warahmatullah.
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Ayyuhal ikhwatul mukminun.
Alhamdulillahi rabbil alamin wa
afdalusati
waammut taslimi alal mabus rahmatanil
alamin
waa alihi wa ashabihil ghuril mayamin
waman ihtadaa biadihim ila yaumiddin.
Allahumma alimna ma yanfa'una wanfaf'na
bima allamtana
wazidna ilman wailman wa hikmatan innaka
antal alimul halimul hakim.
Allahumrahli sadri wahlul uqdatan min
lisani yafqahu qauli w
nastami fial yaumil mubarak wafial
haflil mubarak ihyaan lidikra imam min
aimmatil aam
waam min aamil umatil islamiahikum
hua sayidi asikh abd Abdul Qadir
Aljailani
radhiallahu anhu wa ardah
alladziana madrasatan fil ilmi wal amal
wa manaratan fizuhdi watarbiah
wala yazalu nuruhu mumtaddan fi qulubil
mukminina abral tarikh
ghair anna had jam mubarak
alladzi urida lahu an yakuna ijtimaikrin
wahtifa
imtil
umtil islamiah
yaktim lana bias jalal
wahuaqal
fi hadfl
walim
habib sayidi umar ibn hamid aljailani
radhiallahu anhu ardah
alladzi qadima
wasab mubarakah
wakin allahahuahu wahu fiqwah
wafiumi
min um andanusiaakuna
liq akhir shahid sidqin ala wafai
waulama
fakana huznqalika
husnfuskuruikahil
karim
ahlillah
waiman minal ulama akabirin
mahalaha alaiqa
mahaallah alaih
rahikuna wahua fiqallah
kilometrat linas
mubarakinhairullahu
wahua jana
mutawajihan ilausia
fakanat wafatuhu
fi safar
khatimatuhu
fi hijratin ilallahi wa rasulih wasadaqa
fihi qulu
taala waman yakhruj min baitihi
muhajiran ilallahi wa rasulihi
tumma yudrikhul maut faqad waqa'a ajruhu
alallah
radhiallahu an sayidi al habib umar
yakunim fiqhin wa hadisin
wa syariatin
wa usul fiqh balana
qulub
yaftahu allahu bihiluba qblqul
walif nufusa qabla yuqar masail
Jil
hafizah
ma haya nabawiin kabirwad
jam w husna samtin
walina janib
kana faqihan syafiiyan rashan tasad
limtai
fi makkah waqal
rahimahullah
khulq laat tawadan
wala yat waqaran
balat aklaquayahu
muhammadiyatanuhu
mauzunatan
wasamtuhu hikmah
yajmau wala yufarriq wauqarribu
Laqad sikhuna alhib Umar baidanwa
la yatuhratan
walaan
wa innama badala umrahu kullahu lilmi
wadwati ilallah watanaqala bainal
buldani mualliman wa mursyidan
wabarqia
wahua had
fakana khitamu
fakana khitamu hayatihi
syahidun au syahidu sidqin ala masirati
ulama musibah
Islam wakinalfahu
min ilmin nafiin waarin thayibinamizin
shiniratin
tash lahuallah
qablanas
tanfizan liwasiyatihi
wa israri
darurati
minabi
wam mubarak
minar nusqin min kitabi ahadis
nabawiahfah
wah ahadia
itfaq
wabiradimahu
asrahil
akarim fial baladibtisalaniatihi
sayakunu
bayanu kitab fi munasabatin
Wallahuakul haqallaha
taala
rabbal arsyilim
faqidali
alrif billah biw rahmatihi waf
darajatahuin
waajiahu
islam musliminair ja waulim ahlahu
muhabb
Nabi sallallahu alaihi wasallam linas
min yadil habibil mustofaatan
haniatan lazma ba'daha abadan.
Walhamdulillahi
rabbil alamin. Wasalamualaikum
warahmatullahi taala wabarakatuh.
Waalaikumsalam. warahmatullahi
wabarakatuh.
duduk berdiri
Quran
Had rasulullah.
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillah alhamdulillah
alladzi
Allahumma shi wasallim wikim
ala sayidina Muhammad
shatan tunjil
ah amin
amasal
hadirin wal hadirat rahimakumullah.
Yang saya hormati, yang saya muliakan
segenap para alim ulama, para masyaikh,
para asatizah, para habaib yang telah
hadir di hadapan kita bersama kita
guru-guru kita. Kita doakan untuk mereka
semua semoga panjang umur. Amin. Sehat
walafiat, dimurahkan rezekinya, diangkat
derajatnya oleh Allah Subhanahu wa
taala. Begitu pula yang saya hormati
keluarga besar Romo Kiai Ahmad Asrari
Alisaki rahimahullah
min auladim fadilatul Ustaz Faq Gus Nik
Gus Kevin dan beserta keluarga kita
doakan untuk mereka semoga mereka dapat
menjalankan amanah guru-guru mereka,
orang tua mereka dengan sebaik-baiknya
perjalanan amanah baginda besar Muhammad
sallallahu alaihi wasbihi wabarak
wasallam
Begitu pula aparat pemerintah yang
dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa
taala.
Begitu juga komunitas Usafi Kopler yang
dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa
taala.
MaaSyaral hadirin wal hadirat
rahimakumullah. Di sini kami diminta
untuk menterjemahkan daripada guru kita
seorang ulama besar yang datang dari
negeri Maroko Al-Maghrib. Beliau adalah
seorang ulama, seorang syekh, seorang
alim al-Allamah almuhaqq Sayidina Syekh
Abdul Qadir bin Muhammad bin Muhammad
bin Jafar al-Kittani al-Maghribi. Beliau
adalah seorang ulama besar yang telah
menyusun kitab yang begitu indah, kitab
kumpulan-kumpulan hadis Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Yaitu kitab
Safatul Ahadtin Nabawiyah Syarifah.
Masyaallah jazakumullahir. Susunan kitab
dari beberapa kitab-kitab hadis
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
yang semuanya dari Kutubus Sihah.
kemudian diringkas oleh beliau dengan
berbagai macam
ee isi di tempat kitab beliau yang
bersangkutan dengan aqaid, bersangkutan
dengan ahkam wasyamail yang hal tersebut
nanti beliau akan jelaskan di dalam
pertemuan dengan para ulama, para
masyaikh di dalam kitab tersebut. Dan
kitab tersebut sudah disusun oleh beliau
sejak 20 tahun yang lalu. Bahkan 50
tahun yang lalu beliau setelah mentahkik
kitab ini di dalam pengumpulan
hadis-hadis sahih yang disepakati oleh
mereka para ulama-ulama Allah Subhanahu
wa taala. Min ahad min ulama min ulamil
ahadis. Di antaranya ada sahih al Imam
al Bukhari wa Muslim.
Kemudian ada Ibnu aluwat Ibnu Hibban,
Ibnu Khuzaimah. almustadrak. Kemudian
Musnad Abi Awanah, Ibnu Sak Almaqdisi
ahadit Mukhtar. Kemudian almuntaqal
ibnil Jarud. Masyaallah tabarakallah
kitab qayimah. Begitu pula beliau juga
mengikuti estafet madrasah pendidikan
daripada kakek beliau Sayidina Syekh
Jafar Muhammad bin Jafar al-Kittani.
Beliau adalah seorang ulama besar yang
telah menyusun kitab Arrisalatul
Mustatrafah dibayani ahadisil masyhurah.
Ini kitab memang kami pelajari di kota
Makkah bersama Sayid Muhammad Alwi
Almaliki. Kitab alladzi lam yusbaqlahu
minal ulama. metode-metode para
ulama-ulama muhadisin sejak zaman jam al
hadis dari mereka para tabiin sampai
aimmah al imamuti jazakumullah khair
dengan kakek beliau sayidina syekh
jaafar alkitani dan beliau ini adalah
seorang profesor doktur yang di mana
beliau menceritakan kepada al-fagqir
beliau dulu adalah seorang pelajar dari
insinyur beliau adalah seorang insinyur
kemudian belajar ilmu ilmu pendidikan,
ilmu syariah. Kemudian sehingga beliau
menjadi profesor doktor sehingga beliau
menyusun kitab ini di dalam disertasi
kitab beliau dalam kitab Safatul
Ahaditin Nabawiyah Asyarifah.
Wajakumullah khair dengan kedatangan
beliau. Dan di sini beliau juga diundang
oleh Sayid Umar Jailani serta
mengungkapkan kalimat beliau dengan
selawat dan salam kepada baginda besar
Muhammad sallallahu alaihi wasbihi
wabarak wasallam. Beliau mengungkapkan
doa semoga kita dapat berkumpul di
tempat yang penuh mulia ini bersama
baginda besar Muhammad sallallahu alaihi
wasahbihi wabarak wasallam yang di mana
perkumpulan ini adalah perkumpulan yang
begitu indah
perkumpulan yang di mana alamal islami
mereka semua merayakan daripada zikra
hauliah Syekh Abdul Qadir aljailani yang
alhamdulillah beliau datang ke tempat
ini diundang
untuk
menyampaikan yang telah diundang oleh
Sayidina Syekh Asayyid Al Habib Umar bin
Hamid bin Abdul Hadi AlJailani ketika di
perjalanan masyaallah tabarakallah
beliau memang sudah lama diundang oleh
Al Habib Umar Jailani. Sebelum 5 tahun
yang lalu, 6 tahun yang lalu diajak ke
Indonesia untuk berdakwah bersama.
Tetapi perjalanan beliau ketika
berangkat dari Oman kemudian beliau
wafat di perjalanan rahimahullah
rahmatal abrar. Ketahuilah bahwasanya
beliau Al Habib Umar al Jailani beliau
adalah seorang ulama besar. Beliau
adalah seorang yang mengikuti perjalanan
baginda besar Muhammad sallallahu alaihi
wasahbihi wabarak wasallam. Begitu juga
bagaimana beliau Al Habib Umar Al
Jailani dengan sifat-sifat beliau,
akhlak budi perkti beliau yang di mana
beliau berangkat keluar dari Hadramut,
dari Turki, kemudian dari Oman berangkat
ke negeri Indonesia untuk menjalankan
dakwah karena Allah Subhanahu wa taala
untuk melindungi dan menyampaikan kepada
umat Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasbihi wabarak wasallam. Begitu panjang
perjalanan beliau alaf kilometrat itu.
Begitu panjang perjalanan beliau ratusan
km karena untuk berdakwah kepada Allah
subhanahu wa taala. Ini semua adalah
perjalanannya hijrahnya beliau untuk
sampai ke negeri Indonesia. Teringat
perkataan seorang ulama besar sayidinal
habibid Muhammad Ali Malik.
Lihat bagaimana Sayidil Habib Umar
Aljailani. Beliau di dalam perjalanannya
beliau tidak takut di dalam perjalanan
dakwahnya beliau walaupun yang dihadapi
adalah kematian. Beliau meninggal di
dalam perjalanan beliau. Kalau kematian
saja dihadapi oleh beliau, apalagi harus
meninggalkan keluarga, apalagi harus
meninggalkan kampung halaman. MaaSyaral
hadirin, jemaah yang dimuliakan oleh
Allah Subhanahu wa taala. Begitu pula
beliau mensifatkan bagaimana sayidina
Habib Asayyid Al Habib Umar bin Hamid
aljailani yang telah mengumpulkan hati
kita, yang telah membuka hati kita
sehingga beliau ini adalah seorang ulama
besar, seorang imam, seorang sayid yang
di mana keturunan daripada Sayyid Al
Imam Syekh Abdul Gadir Jailani yang
dikatakan oleh beliau tadi mengatakan
bahwasanya beliau adalah orang yang
selalu mengikuti perjalanan Baginda
besar Muhammad sallallahu alaihi washi
wabarak wasallam setiap harakatnya,
setiap amalnya, setiap kehidupannya
dengan ketawaduannya, dengan senyumnya,
dengan akhlaknya, dengan budi pekertinya
sehingga beliau ini banyak menjadikan
simahnya beliau [tertawa] adalah bagian
daripada warisahnya Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. semalam
bagaimana Fadilatul Ustaz K. Husni
menyampaikan bahwasanya Sayid Umar
Jailani begitu dengan kedekatannya dari
Romo Kiai Ahmad Asrari Al-Ishaqi. Beliau
ini saking dekatnya dengan beliau sampai
mengatakan setelah [tertawa] wafat Romo,
beliau mengatakan kepada putra-putra
kiai, putri-putri kiai dikumpulkan
semua. Anda semua adalah auladi wa
banati. Engkau semua adalah anak-anakku
dan putri-putriku. Lihat bagaimana
pendidikan seorang imam, pendidikan
seorang ulama yang di mana beliau ini
menjadikan seoranguwah yang
murid-muridnya bunuah. Inilah alagah
yang begitu besar antara hubungan
seorang guru dengan seorang anak, yaitu
seperti orang tua sendiri dan anak-anak
sendiri. Kemudian beliau juga
menyampaikan bahwasanya beliau adalah
seorang ulama yang tinggal di kota
Makkah, duduk di kota Makkah. Beliau
adalah seorang mufti afta bi fqh
Syafi'iyah dengan metode fikih Syafi'i
di kota Makkah rahimahullah rahmatal
abrar. Kemudian beliau juga mengatakan
bahwasanya umurnya Habib Umar Jailani
kehidupannya beliau hanya untuk
berdakwah kepada Allah Subhanahu wa
taala. Menulis tulisan untuk Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Menulis untuk umat Nabi Muhammad
sallallahu alaihi albihi wabarak
wasallam. Begitu banyak karangan beliau,
tulisan beliau, bahkan tahkik dari
kitab-kitab beliau, bahkan taqarid,
begitu banyak kata-kata sambutan dari
para ulama-ulama di seluruh penjuru
dunia. Mereka meminta memohon untuk
mendapatkan sambutan tulisan dari Sayid
Habib Al Habib Umar Al Jailani.
Jazakumullah khair. Kemudian musibah
yang datang kepada beliau,
wafatnya beliau
di negara Indonesia. Saya mengatakan
ketika mendapatkan telepon dari keluarga
Romo, "Habib, insyaallah nanti yang
menyampaikan muhadarah
ketika Habib Umar duduk nanti
insyaallah." Saya terus terang
dibohongin sama keluarga. Perjalanan
Habib nanti Habib Umar duduk, antum yang
ceramah menyampaikan
ceramah di hadapan para jemaah. Ternyata
subhanallah beliau wafat di perjalanan.
Subhanallah. Alhamdulillah. Rasa syukur
kepada Allah Subhanahu wa taala. Ahlan
wasahlan wa marhaban bifakidil ummah
sayidil habib
alalim alallamah almurabbi asaliik
almursyid. Sampai di sini Romo. Beliau
mensifati sayyidina Al Habib Umar al
Jailani dengan kata-kata yang begitu
indah. alqih
almuhaqfi
almus
almutak bilak akahirah
almuta bilabil bahirahiaulallahu
al wasallam almasudfi
walam wal fathir rabbani almadhud bil
ilfad bil hifasri wal faidur rahmani
assayid umar bin hamid bin abdul hadi
aljailan
Alhadrami Almakki. Saya tambahkan beliau
Alhadrami wiladatan lahir di Hadramut wa
Makki nasy'atan. Dan beliau hidup di
kota Makkah dan menjadi mufti di kota
Makkah dan seorang imam yang menjadi
rujukan mereka para santri, para murid.
Kemudian wadafnan fi Indonesia.
Beruntung kita masyarakat Indonesia
dengan kedatangan seorang imam, seorang
syekh yang dikuburkan di Jakarta yang
alhamdulillah memang kami sudah
menyampaikan pesan daripada keluarga
besar alkitmah.
Alkhitmah mengharapkan kalau Al Habib
Umar Jailani dimakamkan di Meteseh di
jiwar Romo Kiai Ahmad Asrari Al-Ishaqi.
Tetapi karena keadaan dan keinginan
keluarga, beliau dimakamkan di Jakarta
di pemakaman Al Habib Ahmad bin Alwi Al
Haddad di Kaliata tempat yang begitu
baik tepat di samping gubahnya beliau
dan di dalam gubbah Al Habib Ahmad bin
Alwi Al Haddad rahimahullah rahmat al
abrar. Begitu pula beliau Al Habib Umar
Jailani. Bagaimana hubungan beliau telah
meninggalkan murid, telah meninggalkan
santri, telah meninggalkan teman, telah
meninggalkan sahabat yang begitu banyak.
Dan beliau juga mewasiatkan kepada Prof.
Dr. Sayyid Abdul Qadir bin Muhammad
al-Qani. Beliau menyampaikan untuk
menghadiri Majelis Alkhidmah. perjalanan
beliau tidak ditunda sehingga sampai ke
tempat ini yang di tempat yang penuh
dengan barakah ini. MaaSyaral hadirin
jemaah yang dimuliakan oleh Allah
subhanahu wa taala. Itulah sekelumit
yang disampaikan oleh beliau Sayidina
Syekh Abdul Qadir
bin Muhammad Alkitani. Sedikit saya
ingin menambahkan,
Romo Kiai Ahmad Asrari Alis dengan
Sayidina Al Habib Umar bin Hamid.
bin Abdul Hadi AlJ Jailani.
Keduanya ada kesepakatan di dalam metode
pendidikan.
Mereka mengikuti
khutbahnya Nabi Muhammad, perjalanan
Nabi Muhammad, sunah-sunah Nabi Muhammad
sehingga di hati mereka
ada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasi
wabar wasallam. Lihat bagaimana Al Habib
Umar Jailani menulis, mentahkik,
mentakrid semua adalah untuk Nabi
Muhammad sallallahu ala alihi wabarak
wasallam. Romo kiai
di akhir umur beliau telah menyusun
kitab al-muntaakabat.
Kitab al-muntaakabbat yang disusun oleh
Romo lima jilid. Isinya semuanya Nabi
Muhammad. Taaluk bin Nabi Muhammad.
Cinta dengan Nabi Muhammad. Dekat dengan
Nabi Muhammad. bayan keterangan dari
banyak para ulama-ulama Allah Subhanahu
wa taala dikumpulkan oleh beliau dan
kemudian ditakrif diberikan kata
pengantar oleh Al Habib Umar Jailani
kedekatan beliau sampai di sini Roma
membuat wasiat kalimat beliau yang
begitu indah
di dalam kitab Ihda
hadiah memang kitab ini tidak ada banyak
takrid beberapa para ulama-ulama Di
antaranya Al Habib Umar Aljailani.
Kemudian beliau hanya menyampaikan di
dalam ihdail thibin murabbil muridin
untuk ayahanda beliau. Alalim billah
waddal alallah walqid alallah umdatian
murabbi ruhi wa jasadi hadrati syekhi
walidi
asyekh algudwa Muhammad Utsman Nadi Al
Ishaqi. Kemudian untuk ibunda beliau
Sayidati Alwalid almarhumah
almagfurulaha Siti Qariyah. Kemudian
untuk putra beliau, nah di sini inti
wasiat daripada Romo K. Ahmad
dan kepada seluruh umat Islam
wasah
hadirin. Kemudian beliau menyampaikan,
"Wallahi inna wujuahum lanur wa innahum
laalanur wa ulaika hum auliyaullah
haqqan haqqan haqqan." Kata-kata beliau,
wasiat beliau ini teringat dengan hadis
sahih yang diriwayatkan oleh sayidina
Imam Ibnu Hibban.
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
menyampaikan
rasulullahi wasah
Allah Subhanahu wa taala ala inyaallah
laufun alaihim wahzanun. Lihat hadis
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
diringkas oleh Romo di dalam kitab
sambutan beliau yang hal ini adalah
wasiat untuk kita semua. Bukan hanya
wasiat kepada alkhidmah tetapi wasiat
untuk alamil islami untuk semua umat
Nabi Muhammad sallallahu alaihi was w
wasallam. Beliau mengatakan untuk saling
cinta, saling menghormati yang
sebagaimana disampaikan oleh baginda
besar Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Sesungguhnya ada hamba-hamba
Allah Subhanahu wa taala yang di mana
mereka memiliki kedekatan diri dengan
Allah Subhanahu wa taala. Mereka bukan
nabi.
Mereka ini bukan nabi. Tetapi para
anbiya dan para syuhada cemburu kepada
mereka
dengan perjalanan mereka mengikuti Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Sampai para sahabat tanya, "Ya
Rasulullah, manhum laallana nuhibhum?"
Siapa mereka? Semoga kami bisa cinta
dengan mereka. Q Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam.
Mereka adalah sekelompok kaum yang
saling cinta, yang saling menghormati,
yang saling sayang, yang saling
menghargai. Lihat ini adalah perjalanan
program daripada Romo dan Al Habib Umar
Al Jailani yang di mana beliau
mengatakanuhillahirrahinabin
tidak ada urusan dengan kerohani mereka.
Kita ini bukan keluarga. Kita bertemu di
sini karena Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Kita bertemu di sini jamiyah
alkhidmah. Kita semua di sini tidak
urusannya dengan nasab. Semuanya karena
Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Min giri arhamin wal
intisabin. Kemudian beliau mengatakan
wujuhum nur ala manabir minur. Wajah
mereka bercahaya. Kalau kita pandang
kita langsung ingat kepada Allah
subhanahu wa taala. Lihat, tanyakan
kepada teman-teman kita, para
ulama-ulama kita yang di mana mereka
melihat sosok Romo Kia. Ahmad Asrari
yang memandang melihat Sayidina Syekh
Muhammad Utsman Alisahaqi. Masyaallah
tabarakallah. Kalau kita memandang
mereka, kita langsung ingat dengan Allah
Subhanahu wa taala. Kita melihat Al
Habib Umar Jailani. Kita langsung ingat
dengan Allah Subhanahu wa taala dengan
ketawaduannya beliau, dengan akhlaknya
beliau, dengan budi pekertinya beliau,
dengan santunnya beliau, dengan
anak-anak kecil, dengan orang-orang
dewasa, dengan orang tua, semua
mengayomi. Saya terkejut dengan Al Habib
Umar Jailani di Makkah, di Hadramut, di
Maroko, di Syria, di Mesir, di Indonesia
beliau dicintai. Inilah sosok
orang-orang yang di hatinya ada Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam
selalu mengikuti perjalanan Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasbihi
wabarak wasallam. Dikatakan di dalam
hadis Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam, "Humulladina
ukirallah." Mereka kalau dipandang kita
selalu langsung ingat kepada Allah
Subhanahu wa taala. Wujuhum nurir minur
lafuna khafanas w yahzanuna hazinanas.
Di sini disampaikan oleh Romo yakunas
wahzanuna
as. Lihat Romo juga menyampaikan mereka
tidak kenal sedih, mereka tidak kenal
takut perjalanan yang begitu jauh
sehingga yang membawa beliau kematian.
Yang membawa beliau adalah wafat
pertemuan dengan Allah Subhanahu wa
taala. Dikatakan tadi oleh Sayid
Muhammad Ali Al Maliki, jangankan
kematian, jangankan hanya beri berpisah
dengan keluarga, berpisah dengan famili,
berpisah dengan kampung halaman kematian
dihadapi oleh mereka. Mereka tidak kenal
takut dan tidak kenal sedih. Ini semua
bagian daripada ayat suci Al-Qur'an. Ala
inna auliya Allah la khaufun alaihim w
hum yahzanun. Alladzina amanu wanu
yattaquun.
Mereka para wali-wali Allah Subhanahu wa
taala yang mereka tidak kenal sedih,
mereka tidak kenal takut, mereka
memiliki keimanan bertakwa di jalannya
Allah Subhanahu wa taala sehingga mereka
dimuliakan fidil akhirah. Yang hal
tersebut tidak bisa digantikan dengan
dunia seisinya bisyarah minallah
subhanahu wa taala. Maasyaral hadirin
jemaah yang dimuliakan oleh Allah
subhanahu wa taala. Kemudian yang
terakhir beliau Sayidina Syekh Abdul
Qadir beliau menyampaikan semoga
perkumpulan kita di sini dengan zikra
hauliah dari Syekh Abdul Qadir alJailani
kemudian hauliat masyaikh dan para ulama
wakasah lidina Syekh Romo Ahmad Asrari
al-Ishaqi dengan faqidul ummah yang
kemarin seakan-akan Habib Umar Jailani
sudah merencanakan wafatnya beliau.
Beliau satu hari sebelum puncak acara
alkhidmah untuk mengenang beliau,
mendoakan beliau, kita doakan semoga
beliau dikumpulkan bersama baginda besar
Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan
semoga kita yang cinta kepada beliau,
yang cinta kepada Romo, yang cinta
kepada Syekh Abdul Gadir Jailani, yang
cinta dengan mereka para ulama-ulama
Allah Subhanahu wa taala, kita
dikumpulkan bersama mereka, dikumpulkan
bersama para wali-wali Allah,
dikumpulkan oleh para ulama-ulama Allah
Subhanahu wa taala. dikumpulkan bersama
baginda besar Muhammad sallallahu alaihi
wasi w wasallam. Allahun
hasanah wail akaballahuidina
Muhammad walhamdulillahiabbil alamin
walamualaikum
warahmatullahi taala wabarakatuh
Bapak Ibu Bu