Sambutan dan Ungkapan rasa duka oleh KH. M. Husni Mubarak
MAJLIS DZIKIR MAULIDURRASUL SAW & DZIKIR FIDA’ AL FITHRAH SURABAYA 2026
Bertempat di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Kedinding Surabaya
SABTU MALAM, 24 JANUARI 2026 (6 SYA’BAN 1447 H)

Majelis mulia Haul Akbar Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah tahun ini dibuka dengan untaian syukur dan selawat yang mendalam. Di hadapan para habaib, masyaikh, dan seluruh aimmatul khususiyah—termasuk Habib Hamid Mauladdawilah, Habib Najib bin Hasan Al Haddad, Habib Umar bin Abdullah Assegaf, hingga jajaran pengurus PWNU Jawa Timur—suasana khidmat menyelimuti ribuan jemaah yang hadir.
Amanah di Tengah Duka
Menyampaikan sambutan di tempat ini bukanlah hal yang mudah. KH M. Husni Mubarak mengungkapkan rasa rendah hatinya, menyatakan bahwa ia berbicara semata-mata karena menjalankan perintah dari keluarga besar Hadratus Syekh Ahmad Asrori Al-Ishaqi. “Meskipun berat dan merasa tidak pantas, kami hanya bisa mengatakan sami’na wa atha’na,” tuturnya.
Beliau juga menyampaikan salam dari K. Muhammad Ain El Yaqin Al Ishaqi yang berhalangan hadir pada malam tersebut karena sedang melakukan perjalanan ke Jakarta untuk melayat wafatnya guru mulia, Sayyidina Al Habib Umar bin Hamid Al Jailani.
Antara Syukur dan Kehilangan
Perasaan jemaah pada Haul Akbar kali ini digambarkan sebagai campuran antara senang dan sedih. Rasa senang muncul karena warisan rohani Hadratus Syekh Ahmad Asrori Al-Ishaqi, yakni Majelis Al Khidmah, dapat terlaksana dengan lancar dan dihadiri ratusan ribu jemaah. Ada keyakinan kuat bahwa ruhaniah Hadratus Syekh hadir dan merasa bangga melihat istiqamah para muridnya.
Namun, duka mendalam tak terbendung atas wafatnya Sayyidina Al Habib Umar bin Hamid Al Jailani tepat satu hari sebelum acara, saat beliau dalam perjalanan menuju Pondok Al Fithrah. Mengutip hadis Nabi SAW, wafatnya seorang alim adalah musibah yang tak tergantikan, meninggalkan lubang yang tidak bisa ditutup oleh apa pun. Bagi keluarga besar Al Ishaqi, Habib Umar bukan sekadar guru, melainkan sosok ayah yang pernah merangkul putra-putri Hadratus Syekh dan berkata, “Kalian semua adalah anak-anakku”.
Hakikat Zikir dan Keikhlasan Guru
Dalam kesempatan ini, KH M. Husni Mubarak mengingatkan kembali nasihat Hadratus Syekh Ahmad Asrori bahwa zikir adalah kunci dari seluruh kebaikan dunia dan akhirat (Adzzikru matlabu kulli khair). Beliau menekankan bahwa mendirikan majelis zikir mungkin mudah, namun membuat majelis yang dihadiri oleh Baginda Nabi Muhammad SAW adalah hal yang sulit. Melalui keberkahan para guru, diyakini Majelis Al Khidmah ini senantiasa mendapatkan nadrah (pandangan rahmat) dari Rasulullah SAW.
Pesatnya perkembangan Al Khidmah hingga ke mancanegara—seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand—menjadi bukti keikhlasan Hadratus Syekh Ahmad Asrori Al-Ishaqi sebagai seorang Waliyun min auliyaillah. Meskipun beliau telah wafat bertahun-tahun lalu, cahaya majelis ini justru semakin terang dan meluas.
Kekuatan Kalimat Tauhid
Jemaah diingatkan bahwa zikir yang dibaca, terutama kalimat Laa ilaha illallah, memiliki nilai yang luar biasa beratnya di timbangan akhirat, melebihi tujuh langit dan bumi. Kalimat ini adalah “benteng Allah” yang menjamin keamanan dari api neraka dan menjadi tiket otomatis menuju surga bagi mereka yang mengucapkannya di akhir hayat. Selain itu, setiap bacaan Al-Qur’an dan manaqib yang dihadiahkan kepada orang tua menjadi sebab diampuninya dosa-dosa mereka.
Harapan dan Doa untuk Negeri
Menutup sambutannya, sebuah kisah inspiratif tentang seorang pendosa dari zaman Nabi Musa diceritakan. Orang tersebut diampuni segala dosanya hanya karena rasa cintanya saat mencium nama “Muhammad” di kitab Taurat. Jika seorang dari umat terdahulu saja mendapat ampunan karena cinta kepada Nabi, maka umat Nabi Muhammad yang berkumpul berselawat ribuan kali tentu lebih layak mendapatkan syafaat.
Sambutan diakhiri dengan doa yang menggetarkan hati: memohon pembersihan hati dari sifat sombong, hasud, dan ujub ; memohon kesehatan bagi keluarga Hadratus Syekh agar terus bisa membimbing jemaah ; serta doa agar Surabaya, Jawa Timur, dan Indonesia menjadi wilayah yang aman dan makmur (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur).
Sumber: Channel YT ALWAVA
Link Full Video
Pertanyaan, kerjasama, atau laporan konten hubungi kami:
Email : ngaji.anina99@gmail.com
Youtube : @anina99dotcom
Tiktok : @anina99dotcom
Whatsapp : +62 895-6117-07936
Saluran WA : Ngaji Bareng Anina
subtitle:
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillah.
Alhamdulillahilladzi
minhu badaal hamdu wa ilaihi ya'udu wa
kulluaiin kadzalik.
Wasalatu wasalamu ala sayyidina
Muhammadin
muadhi turqi wal masalik
wa ala alihi wa ashabihi wa tabiihim min
majzubin wasalik
shatan wasalaman
daimaini bidawamil mulki wal malik
walhamdulillahi ala dalalik
Amma ba'du.
yang sangat kami muliakan,
kami cintai,
para habaib,
para masyaikh,
serta seluruh aimmatul khususiyah
yang hadir di dalam majelis yang mulia
ini.
Nakhusu bzikri sayyidinal habib
hamid maulad dawilah.
Wa sayyidunal habib
Najib bin Hasan al Haddad
wa sayyidun al Habib Umar bin Abdullah
Asgaf
wa Sayyid Al Habib Muhammad bin Smit
wa sayyidinal Habib Mustofa Al Jufri
wa sayyidinal Habib Mustofa Al-Haddar
almukarram
Kiai K. H. Munir Abdullah,
Al-Mukarram K. H. Najib Zamzami,
almukarram
K. Ha. Badruss Salam
serta Ketua PWN Jawa Timur, almukarram
K. H. Abdul Hakim Mahfud
beserta seluruh habaib lainnya,
seluruh masyaikh lainnya,
serta seluruh aimmatul khususiyah yang
mohon maaf.
belum bisa kami sebutkan satu persatu
tanpa mengurangi rasa hormat dan cinta
dari kami.
Yang juga sangat kami muliakan
keluarga,
sanad dan kerabat
min hadratus Syekh
Muhammad Utsman Al-Ishaqi radhiallahu
anhu.
juga yang sangat kami muliakan,
kami cintai,
keluarga besar
daripada guru kita Hadratus Syekh Ahmad
Asrori Al-Ishaqi radhiallahu anhu
wabil khusus
Ibu Hajah Mutiah Setiawati beserta
seluruh putra dan putri beliau.
Semoga beliau semuanya diberikan
kesehatan dan panjang umur oleh Allah
Subhanahu wa taala sehingga terus bisa
membersamai kita semua dan membimbing
kita semua. Amin.
Yang juga sangat kami muliakan para
pejabat pemerintah
baik sipil maupun TNI Polri
serta seluruh jajaran kepengurusan
Alkhidmah dan Thariqah baik di tingkat
pusat, wilayah maupun daerah.
serta seluruh panitia
yang telah mengkhidmahkan sejak
berminggu-minggu yang lalu
mengkhidmahkan tenaga, waktu dan
pikirannya demi terwujudnya acara haul
akbar Pondok Pesantren Assalafi Alfitrah
pada hari ini. Semoga Allah Subhanahu wa
taala membalas khidmah panjenengan
seindah-indah balasan dan Allah berikan
kepada panjenengan semua bahagia di
dalam kehidupan. Amin.
yang juga sangat kami muliakan, kami
cintai, dan kami banggakan,
hadirin hadirat
seluruh jemaah alkhidmah
juga rekan-rekan Uksafi Kopler Community
baik yang berasal dari Jawa Timur, Jawa
Tengah, Jawa Barat ataupun seluruh
Indonesia ataupun juga yang berasal dari
yang datang dari Malaysia,
Singapura, Thailand, ataupun
wilayah-wilah wilayah-wilayah lainnya
yang semoga senantiasa dirahmati oleh
Allah, senantiasa diberikan kesehatan
oleh Allah, senantiasa di atas mahabbah
kepada Sayyidina Muhammad sallallahu
alaihi wasallam.
MaaSyiral hadirin wal hadirat
rahimakumullah.
Wabil khusus kepada para habaib, kepada
para masyaikh, kepada para kiai.
Kami memohon izin menyampaikan dua hal.
Yang pertama kami meminta izin untuk
berbicara
di tempat ini. Walaupun kami belum bisa
apa-apa dan juga sangat merasa tidak
pantas duduk di tempat ini, tetapi kami
diperintah oleh keluarga besar Hadratus
Syekh. Kami diperintahkan
oleh keluarga besar Hadratus Syekh Ahmad
Asrori Al-Ishaqi radhiallahu anhu.
Sehingga meskipun berat, meskipun merasa
tidak pantas, kami hanya bisa mengatakan
sam'na wa'na.
Yang kedua,
kami menyampaikan salam daripada guru
kita. K. Muhammad Ain Alyaqin Al Ishaqi.
Karena pada malam hari ini beliau belum
bisa mendampingi kulo panjenengan
sedoyo.
Sebagaimana kemarin kita telah tahu
bersama bahwa ketika
ada kabar wafatnya daripada guru mulia
kita, Sayidina Al Habib Umar bin Hamid
AlJailani, maka beliau kemudian
melakukan safar ke Jakarta.
Insyaallah beliau baru balik dan bisa
hadir di tengah-tengah kita besok. Kita
doakan semoga beliau sehat, lancar dalam
perjalanan dan besok bisa kembali
membersamai kulo panjenengan. Amin.
Amin. Allahuma amin.
Maasyiral hadirin wal hadirat seluruh
jemaah al khidmah yang dimuliakan oleh
Allah.
Kami duduk di tempat mulia ini. Kita
semua duduk di dalam majelis haul akbar
ini dengan dua perasaan yang bercampur
aduk.
Antara perasaan senang sekaligus juga
sedih.
Pertama, perasaan senang disebabkan
bahwa saat ini
haul akbar yang telah kita persiapkan
berhari-hari atau berminggu bahkan sejak
berbulan-bulan yang lalu alhamdulillah
telah terlaksana dengan baik dan lancar.
Majelis alkhidmah ini merupakan warisan
daripada guru kita Hadratus Syekh Ahmad
Asrari Al-Ishaqi.
Maka kami yakin bahwa saat ini beliau
datang di tengah-tengah kita, hadir di
tengah-tengah kita dan kami yakin beliau
senang dan bangga melihat panjenengan
semua. Amin.
Yang kedua, hadirin hadirat
rahimakumullah,
bahwa kita merasa sedih, kita merasa
berduka
bahwa satu hari menjelang perayaan,
menjelang majelis haul akbar Pondok
Pesantren Assalafi Al-Fitra ini, kita
semua mendengar wafatnya guru mulia
kita, seorang alim besar, guru bagi kita
semua, Sayidina Al Habib Umar bin Hamid
bin Abdul Hadi aljailani.
Beliau wafat dalam perjalanan menuju
pondok pesantren As-Salafi Al-Fitrah.
Maka hal ini, hadirin hadirat
rahimakumullah,
adalah merupakan musibah yang begitu
besar,
merupakan kesedihan yang begitu berat.
Sebagaimana disebutkan dalam sebuah
hadis yang diriwayatkan oleh Al Imam Al
Baihaqi dalam kitab beliau Syuabul Iman
bahwa Nabi besar Muhammad sallallahu
alaihi wasallam bersabda, "Mautul alim
musibatun la tujbar."
Wafatnya seorang ulama yang alim,
seorang alim adalah musibah yang tidak
bisa digantikan dengan apapun.
Dan wafatnya seorang alim adalah
meninggalkan lubang yang tidak akan bisa
ditutup dengan apapun.
Bahkan Nabi besar Muhammad sallallahu
alaihi wasallam bersabda, "Mautuatin
aar min mauti alim." Wafatnya satu
kelompok, satu kabilah, satu wilayah itu
lebih ringan dari wafatnya seorang alim.
Maka hadirin hadirat rahimakumullah.
Sayidina Al Habib Umar Aljailani.
Bagi kita semua jemaah alkhidmah, beliau
adalah teladan, beliau adalah panutan
setelah wafatnya guru kita Hadratus
Syekh Ahmad Asrori.
Dan bagi kami keluarga besar daripada
Hadratus Syekh Ahmad Asrari Al-Ishaqi,
beliau bukan hanya guru, beliau bukan
hanya panutan, tetapi beliau adalah
seorang ayah bagi kami.
2 tahun lalu kami masih ingat persis
bahwa Habib Umar mengumpulkan putra dan
putri Hadratus Syekh semuanya mengajak
foto bersama. Setelah itu beliau
berkata, "Yang sampai sekarang kami
ingat, kalian semua adalah anak-anakku."
Kalian semua adalah anak-anakku.
Kita doakan semoga Sayidina Al Habib
Umar bin Hamid AlJailani
diangkat derajatnya di sisi Allah
Subhanahu wa taala. Mendapatkan makam
yang mulia di sisi Allah subhanahu wa
taala. Berkumpul bersama guru kita
Hadratus Syekh Ahmad Asrari Al-Ishaqi
radhiallahu anhu. Berkumpul bersama
datuk beliau, Sultanul Auliya Sayidina
Syekh Abdul Qadir AlJailani dan
berkumpul bersama Sayyidina Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Amin. Amin.
Allahumma amin.
MaaSyiral hadirin wal hadirat
rahimakumullah.
Hadratus Syekh Ahmad Asrari Al-Ishaqi.
Dalam sekian banyak kesempatan beliau
sering memberikan nasihat kepada kula
panjenengan agar kita semangat untuk
hadir di dalam majelis zikir.
Nasihat yang sering beliau disampaikan,
yang sering beliau sampaikan, yang juga
disebutkan dalam kitab beliau
Muntakhabat.
Beliau mengatakan, "Adzzikru matlab
matlabu kulli khair."
Zikir adalah pintu atau kunci dari
seluruh kebaikan dunia dan akhirat.
Wtimuhuin
fil islam. Dan berkumpul di dalam
majelis zikir seperti ini adalah
merupakan salah satu syiar Allah yang
paling agung.
Nasihat kedua yang disampaikan oleh
Hadratus Syekh adalah bahwa mudah
membuat sebuah majelis zikir.
Mudah memang membuat sebuah majelis
zikir. Tapi yang sulit bagi beliau
adalah membuat sebuah majelis zikir.
Yang mana majelis zikir itu dihadiri
oleh Nabi Besar Muhammad sallallahu
alaihi wasallam.
Maka hadirin hadirat seluruh jemaah
alkhidmah rahimakumullah.
Kita yakin di dalam majelis ini berkat
daripada Sultanul Auliya Sayidina Syekh
Abdul Qadir AlJ Jailani, berkat daripada
Hadratus Syekh Muhammad Utsman
Al-Ishaqi, berkat daripada guru mulia
kita Hadratus Syekh Ahmad Asrari
Alisaki. Majelis ini dihadiri oleh Nabi
Besar Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Kita semua yang hadir di sini
mendapatkan nadrah, pandangan, rahmat
daripada Nabi Besar Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Dan kita berharap
semoga kelak kita dikumpulkan oleh Allah
bersama Nabi besar Muhammad sallallahu
alaihi wasallam.
MaaSyiral hadirin wal hadirat
rahimakumullah.
Inilah majelis zikir alkhidmah.
Inilah majelis zikir alkhidmah yang
didirikan oleh Hadratus Syekh Ahmad
Asrari Al-Ishaqi radhiallahu anhu.
Inilah majelis alkhidmah yang nyalanya,
cahayanya telah dinyalakan oleh beliau
20 tahun yang lalu.
Tetapi setelah beliau wafat, majelis ini
tidak semakin surut, tetapi justru
semakin berkembang.
Minggu lalu kami menghadiri majelis di
Sumatera Selatan. Sebelumnya kami hadir
di Batam, di Malaysia dan di berbagai
tempat lainnya.
Ini menunjukkan apa, hadirin hadirat
rahimakumullah? Menunjukkan bahwa guru
kita Hadratus Syekh Ahmad Asrari
al-Ishaqi adalah seorang yang ikhlas,
seorang yang mukhlis.
Beliau seorang waliyun min auliyaillahi
taala. Seorang wali. seorang wali Allah.
Beliau seorang kamil sekaligus mukmil.
Beliau seorang wasil sekaligus musil.
Buktinya apa? Buktinya adalah bahwa
adanya jemah alkidmah semakin hari
semakin besar. Bahkan acara ini
insyaallah dihadiri 700 sampai 800.000
jemaah.
Inilah hadirin hadirat rahimakumullah.
Majelis alkhidmah. Majelis yang kelak
kita akan tahu ketika kita telah
meninggalkan dunia ini. Kita akan tahu
betapa majelis seperti ini adalah
majelis yang begitu berharga.
Saat-saat kita hadir di dalam majelis
ini adalah saat-saat yang kelak kita
ketika kita menghadap kepada Allah, maka
saat-saat seperti inilah yang akan
berkesan bagi kita.
Dan inilah majelis yang bisa akan
menjadi andalan kita baik dunia maupun
di akhirat.
Kenapa demikian hadirin hadirat
rahimakumullah? Karena Hadratus Syekh
Ahmad Asrori Al-Ishaqi
memberikan bimbingan kepada kulo
panjenengan membaca sekian banyak zikir
di dalam majelis ini. Yang mana
zikir-zikir yang diajarkan di dalam
majelis zikir alkhidmah adalah
kalimat-kalimat yang mempunyai nilai
yang begitu agung di sisi Allah
Subhanahu wa taala.
Mempunyai keutamaan yang keutamaan
begitu yang begitu luar biasa.
Sebagaimana yang disebutkan dalam
Al-Qur'an dan sunah-sunah Nabi Besar
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Salah satu zikir yang tadi telah kita
baca adalah kalimat lailahaillallah.
Kalimat lailahaillallah adalah sebuah
kalimat
yang kata Allah dalam sebuah hadis qudsi
sebagaimana diriwayatkan oleh Al Imam
Tirmidzi,
kalimat lailahaillallah jika ditimbang
dalam satu sisi timbangan dan sisi yang
lain diletakkan tujuh langit, tujuh bumi
beserta seluruh isinya, maka sisi yang
di situ terdapat kalimat
lailahaillallah. Itulah yang lebih
berat.
Kalimat lailahaillallah sebagaimana
disebutkan juga dalam hadis lain kata
Allah lailahaillallah
hisni
famanakala hisni fahua amin.
Kalimat lailahaillallah adalah
bentengku. Kata Allah siapa yang masuk
ke dalam bentengku maka dia akan selamat
dari siksa api nerakaku.
Wamanana akhir kalamihi la ilahaillallah
dakhalal jannah. Barang siapa yang akhir
ucapannya ketika meninggalkan dunia dia
mengucapkan kalimat lailaha
illallah maka dia akan mendapatkan tiket
secara otomatis ke surga Allah Subhanahu
wa taala. Inilah isi daripada majelis
alkhidmah yang kulo panjenengan hadir
malam ini di dalamnya.
Majelis alkhidmah ini, hadirin, adalah
majelis yang juga akan membuat senang
kedua orang tua kita. Kenapa demikian?
Karena setiap zikir yang kita baca,
Al-Qur'an yang kita baca, manaqib yang
kita baca, selawat yang kita baca,
kemudian kita kirimkan kepada kedua
orang tua kita, maka pasti itu akan
sampai dan insyaallah akan menjadi sebab
diampuninya dosa-dosa mereka oleh Allah
Subhanahu wa taala.
Dan hadirin, kalimat lailahaillallah
adalah merupakan sebuah kalimat yang
agung yang agung yang semoga kulo
panjenengan diberikan oleh Allah
istikamah mengucapkan kalimat ini sampai
ketika kita meninggalkan dunia ini.
Amin. MaaSyiral hadirin wal hadirat
rahimakumullah.
Majelis alkhidmah inilah
yang akan menyambungkan kita dengan Nabi
Besar Muhammad.
Majelis seperti inilah yang akan
menjadikan kita mempunyai hubungan cinta
dengan Nabi Besar Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Orang yang mempunyai
hubungan cinta dengan Nabi Besar
Muhammad, yang mempunyai hubungan kuat
dengan Nabi Besar Muhammad, maka dia
hidupnya pasti akan dibahagiakan oleh
Allah Subhanahu wa taala.
Dalam sebuah kisah
yang diriwayatkan oleh Sayidina Al Imam
Abu Nuaim al-Asfihani radhiallahu anhu
disebutkan bahwa pada zaman dahulu
ketika zaman Nabi Musa alaihialatu
wasalam ada seorang ahli maksiat yang
mana dia menghabiskan 200 umurnya untuk
bermaksiat kepada Allah. 200 tahun
usianya untuk bermaksiat kepada Allah.
Hadirin, orang ini ketika wafat tidak
ada satuun masyarakat yang mau merawat
jenazahnya.
Bahkan dalam riwayat tersebut disebutkan
jenazahnya dilempar ke tempat sampah.
Maka saat itu Allah Subhanahu wa taala
mewahyukan kepada Nabi Musa alaihiatu
wasalam. Wahai Musa, pergilah engkau ke
tempat ini, ke desa ini.
Carilah salah satu kekasihku yang
kemarin telah wafat. Carilah jenazahnya
dan kemudian rawatlah, mandikan,
salatlah dan kemudian kuburkanlah."
Nabi Musa alaihialatu wasalam kemudian
pergi ke tempat yang ditunjukkan oleh
Allah subhanahu wa taala.
Di tempat yang ditunjukkan oleh Allah
Subhanahu wa taala tersebut, Nabi Musa
melihat ada mayat yang dibuang begitu
saja di tempat sampah.
Nabi Musa kemudian tanya-tanya kepada
Bani Israil, kenapa mereka tidak mau
merawat mayat ini? Disebutkan kepada
Nabi Musa, karena dia ahli maksiat. Dia
orang yang zalim. Dia menghabiskan 200
tahun hidupnya untuk bermaksiat kepada
Allah Subhanahu wa taala.
Nabi Musa alaihiatu wasalam kemudian
mengangkat kedua tangan beliau
bermunajat berdoa kepada Allah. Ya Rabb
israil syahidu annahuatin.
Ya Allah kenapa jenazah ini tidak ada
satuun yang merawat sebagaimana
keterangan daripada Bani Israil karena
dia menghabiskan 200 tahun umurnya untuk
bermaksiat kepadamu ya Allah. Apa kata
Allah? Tentu aku tahu wahai Nabi Musa.
Aku adalah Tuhan yang maha tahu.
Tetapi tahukah engkau wahai Nabi Musa?
Seburuk-buruk orang ia pasti tetap
mempunyai satu sisi kebaikan.
Orang ini kata Allah innahu
taur
Muhammadinahuahuaiakartikaahu
jamiunubih. Kata Allah, seburuk-buruk
orang wahai Nabi Musa, dia tetap
mempunyai satu sisi kebaikan. Dan
tahukah engkau wahai Nabi Musa, orang
ini pernah suatu saat dia membuka kitab
Taurat.
Ketika dia membuka kitab Taurat, di
dalam Taurat dia melihat tulisan nama
Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Dia tahu bahwa Nabi besar
Muhammad belum dilahirkan.
Dia tahu bahwa Nabi besar Muhammad
sallallahu alaihi wasallam adalah rasul
akhir zaman yang menjadi penutup para
nabi dan para rasul dan menjadi pemimpin
para nabi dan para rasul.
Maka saat itu, wahai Musa, timbul rasa
cinta dalam hatinya kepada Nabi Besar
Muhammad walaupun Nabi besar Muhammad
belum dilahirkan.
Maka dia ciumi tulisan Muhammad dalam
kitab Taurat. Dia letakkan kitab Taurat
di atas kepalanya. Kemudian dia
berselawat kepada Nabi Besar Muhammad.
Karena itu wahai Musa, kata Allah, "Aku
adalah zat yang pandai berterima kasih.
Karena dia memulai memuliakan, mencintai
orang yang paling aku cintai, maka aku
berterima kasih kepadanya dan aku ampuni
seluruh dosanya." Hadirin hadirat
rahimakumullah, inilah berkat daripada
cinta kepada Nabi Besar Muhammad, Bani
Israil. Seorang Bani Israil yang juga
bukan merupakan umatnya Nabi Besar
Muhammad, tetapi dia mendapatkan ampunan
dari Allah, berkat daripada Nabi Besar
Muhammad.
Bukankah kita lebih pantas
mendapatkannya?
Bukankah kita lebih layak mendapatkan
syafaat daripada Nabi Besar Muhammad?
Kita berkumpul di sini atas sesar cinta
kepada Nabi Besar Muhammad. Kita
berkumpul di sini berselawat
berkali-kali bahkan ribuan kali.
berselawat kepada Nabi Muhammad. Semoga
Nabi Besar Muhammad menerima cinta kita.
Semoga Nabi Besar Muhammad menerima
cinta kita. Dan hadirin yang terakhir,
marilah kita semua
menundukkan pandangan kita. Kita
tundukkan hati kita sejenak datang
kepada Allah.
datang kepada Allah dengan pengakuan
atas seluruh dosa-dosa kita di tempat
yang penuh dengan keberkahan ini, di
tempat ataupun makam yang insyaallah
mustajabah dan semua doa akan dikabulkan
oleh Allah di tempat mulia ini. Kita
minta kepada Allah untuk seluruh hajat
kita. Kita minta kepada Allah untuk
seluruh hajat kita di majelis yang mulia
ini. Bismillah. Alhamdulillah.
Bismillahirrahmanirrahim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahiabbil alamin. Ya Allah.
Ya Allah. Ya Rahman ya Rahim ya Rauf. Ya
Karim. Inilah kami ya Allah jemah
alkhidmah. Inilah kami ya Allah jamaah
alkhidmah. Inilah kami ya Allah jemaah
alkhidmah. Inilah kami ya Allah para
pecinta guru kami, Hadratus Syekh Ahmad
Asrari Alisaki radhiallahu anhu. Kami ya
Allah berkumpul di sini melaksanakan
tuntunan yang telah diajarkan oleh guru
kami Hadratus Syekh Ahmad Asrari
Al-Ishaqi.
Semasa beliau ada di tengah-tengah kami,
ya Allah, beliau senantiasa mengajak
kami untuk mencintai Nabi Besar
Muhammad.
Senantiasa beliau mengajarkan kami untuk
mengamalkan ajaran dan sunah-sunah Nabi
Besar Muhammad. Beliau senantiasa
mengajarkan kepada kami untuk
meninggalkan apa yang dilarang oleh Nabi
Besar Muhammad. Ya Allah, mata ini
memang tidak pernah melihat Nabi Besar
Muhammad, tapi mata ini pernah menangis
rindu kepada Nabi Besar Muhammad. Berkah
daripada Hadratus Syekh Ahmad Asrari.
Berkah daripada Hadrat Syekh Muhammad
Utsman. Berkah daripada Sultanul Auliya,
Sayidina Syekh Abdul Qadir AlJailani.
Izinkanlah kami ya Allah kelak bisa
berjumpa dengan Nabi Besar Muhammad.
Izinkanlah mata kami memandang Nabi
Besar Muhammad. Ya Allah ya Rahman,
sebagaimana Engkau kumpulkan kami di
acara Majelis Alkhidmah ini karena cinta
kepada Nabi Besar Muhammad. Kumpulkanlah
kami kelak ya Allah bersama Nabi Besar
Muhammad sebagaimana Engkau kumpulkan
kami ya Allah karena cinta kepada
Sultanul Auliya Sayidina Syekh Abdul
Qadir AlJailani atas dasar cinta kepada
Hadratus Syekh Muhammad Utsman Al-Ishaqi
atas dasar cinta kepada Hadratus Syekh
Ahmad Asrari Al-Ishaqi. Jadikanlah
beliau senang terhadap apa yang kami
lakukan pada malam hari ini. dan
kumpulkanlah kami bersama sosok-sosok
mulia tersebut. Ya Allah. Ya Allah,
walaupun mata ini masih sering melihat
yang haram, walaupun tubuh kami masih
sering bermaksiat kepada-Mu, tetapi ya
Allah hari ini kami datang mengakui
dosa-dosa kami, berkah daripada Hadratus
Syekh, jangan engkau halangi mata ini
daripada melihat keindahan Nabi Besar
Muhammad.
Ya Allah.
Jika yang pantas berkumpul bersama Nabi
Besar Muhammad hanya orang-orang yang
hatinya bersih dan kami di sini adalah
orang yang hatinya sangat kotor ya
Allah. Maka berkat daripada guru kami
Hadratus Syekh Ahmad Asrari Al-Ishaqi,
bersihkanlah hati kami ya Allah.
Bersihkanlah hati kami ya Allah agar
pantas bertemu dan berkumpul bersama
Nabi besar Muhammad.
Bersihkanlah hati kami ya Allah.
hilangkan sifat ujub dari hati kami,
hilangkan sifat hasud dari hati kami.
Hilangkan sifat sombong dari hati kami,
hilangkan kebencian dan permusuhan dari
hati kami. Ya Allah. Ya Allah, jika yang
pantas melihat dan bersama Nabi Besar
Muhammad adalah hamba-hamba-Mu yang
saleh yang tidak pernah meninggalkan
salat, yang istiqamah dalam ibadah, yang
istiqamah di dalam membaca Al-Qur'an dan
berzikir kepada-Mu ya Allah. Berkat
daripada Hadratus Syekh Ahmad Asrari,
berkat daripada Hadrat Syekh Muhammad
Utsman, berkat daripada Sultanul Auliya,
Sayidina Syekh Abdul Qadir Aljailani.
Jadikanlah kami ya Allah satu di antara
mereka yang saleh itu. Jika yang pantas
bersama Nabi besar Muhammad adalah
hamba-Mu yang bertakwa yang jauh dari
perbuatan dosa, maka berkat daripada
Hadratus Syekh Ahmad Asrori, berkat
daripada Hadratus Syekh Muhammad Utsman,
berkat daripada Sultanul Auliya,
Sayidina Syekh Abdul Qadir alJailani.
Jadikanlah semua orang yang hadir di
sini ya Allah bertaubat dari segala
perbuatan dosa setelah ini. Ya Allah, ya
Allah, ya Rahman. Kami bertawasul berkat
daripada kedudukan Sultanul Auliya,
Sayidura Syekh Abdul Qadir Aljailani.
Berkat daripada kedudukan Hadratus Syekh
Muhammad Utsman. Berkat daripada
kedudukan Hadratus Syekh Ahmad Asrari.
Ampunilah seluruh dosa-dosa kami ya
Allah.
Ampunilah seluruh dosa-dosa kami ya
Allah.
Ampunilah seluruh dosa-dosa kami ya
Allah.
Tutuplah seluruh aib kami ya Allah.
Tutuplah seluruh aib keluarga kami ya
Allah. Tutuplah seluruh aib semua orang
yang hadir di majelis ini. Ya Allah. Ya
Allah. Hari ini kami baru saja
ditinggalkan oleh guru kami sayidinal
Habib Umar bin Hamid aljailani. Ya Allah
berikanlah kesabaran kepada kami,
berikan kesabaran kepada keluarga
beliau, dan tempatkanlah beliau pada
makam yang mulia di sisiMu ya Allah.
Tempatkanlah beliau di makam yang mulia
di sisiMu, ya Allah di samping Nabi
Besar Muhammad. Ya Allah, semoga seluruh
keluarga Hadratus Syekh selalu diberikan
kesehatan dan panjang umur sehingga
terus bisa melanjutkan warisan dan
perjuangan daripada apa yang
ditinggalkan oleh ayahanda beliau. Dan
ya Allah jadikanlah kota Surabaya, Jawa
Timur, Indonesia dan wilayah-wilayah
lainnya menjadi tempat yang aman, tempat
yang subur. Bimbinglah seluruh
penduduknya dan jadikanlah sebagai
baldatun thayibatun warabbun gfur. Ya
Allah, jadikanlah perkumpulan al-khidmah
ini sebagai wasilah kami, sebagai
wasilah bagi kami, anak istri kami,
kedua orang tua kami, semua orang yang
kami cintai sebagai wasilah untuk
mendapatkan rida-Mu ya Allah. sebagai
wasilah agar kelak kami semua bisa
memandang wajah keagungan dan
keindahan-Mu. Ya Allah, kabulkanlah doa
kami. Ya Allah, kabulkanlah doa kami. Ya
Allah, kabulkanlah doa kami, Ya Allah.
Jika yang berdoa ini ya Allah tidak
layak Engkau ijabah, bukankah di antara
yang mendengar dan mengaminkan ada yang
layak Engkau ijabah doanya, Ya Allah?
Jika ya Allah hanya Engkau hanya
menerima doa-doa orang yang saleh, maka
kepada siapa kami para pendosa ini
meminta? Ya Allah rabbana taqobbal minna
innaka antul alim wat alaina innaka ant
tawwabur rahim.
wa akabanhamdulillahilamin.
MaaSyiral hadirin wal hadirat seluruh
jemah al khidmah yang semoga senantiasa
dirahmati oleh Allah. Demikian apa yang
bisa kami sampaikan. Atas segala
kekurangannya kami mohon maaf
sebesar-besarnya yang benar dari Allah
yang salah murni kebodohan dan
kekhilafan kami secara pribadi. Walu
minkum. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.