Mauidhoh Hasanah oleh KH Najib Zamzami
MAJLIS DZIKIR MAULIDURRASUL SAW & HAUL AKBAR CIREBON RAYA – JAWA BARAT 2026
Bertempat di Masjid Syarif Abdurrahman (Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat)
Jum’at Malam Sabtu, 30 Januari 2026 (12 Sya’ban 1447 H)

Dalam suasana penuh khidmat Majlis Dzikir Maulidurrasul SAW dan Haul Akbar Cirebon Raya 2026 di Cirebon, Jawa Barat, mauidhoh hasanah disampaikan oleh KH Najib Zamzami dari Kediri, Jawa Timur. Beliau membuka tausiyah dengan pujian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala serta shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, dan para sahabatnya.
Beliau menyampaikan penghormatan kepada para habaib, ulama, keluarga dzurriyah para masyayikh, para pejabat, pengurus thariqah dan Al-Khidmah, takmir masjid, serta seluruh jamaah yang hadir. Dengan penuh tawadhu’, beliau juga menyampaikan permohonan maaf jika dalam penyampaian terdapat kekurangan.
Memohon Berkah, Bukan Sekadar Rezeki
Dalam mukadimahnya, beliau mengingatkan pentingnya keberkahan dalam hidup. Rasulullah ﷺ mengajarkan doa:
Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya’ban wa balighna Ramadhan.
Artinya, yang diminta bukan sekadar umur panjang atau kelapangan waktu, tetapi keberkahan dalam bulan-bulan tersebut.
Beliau menuturkan kisah seorang wali yang berdoa, “Allahumma barik li fi rizqi.” Muridnya yang merasa lebih berilmu bertanya, mengapa tidak langsung meminta rezeki saja? Sang guru menjawab bahwa berkah adalah “jundun min junudillah” — pasukan rahasia Allah yang jika hinggap pada sesuatu, maka sedikit menjadi cukup, sempit menjadi lapang, dan biasa menjadi luar biasa.
Rezeki sudah dijamin Allah:
Wa ma min dabbatin fil ardhi illa ‘alallahi rizquha
Tidak ada satu pun makhluk melata di bumi kecuali Allah telah menjamin rezekinya.
Karena itu, yang lebih utama adalah memohon keberkahan. Majelis dzikir dan haul ini pun diharapkan menjadi majelis yang diguyur berkah Allah, diberkahi Rasulullah ﷺ, serta diberkahi para guru dan wali Allah.
Keteladanan Bisr bin al-Harith al-Hafi: Empat Kunci Kemuliaan
KH Najib Zamzami mengisahkan seorang wali besar, Bisr bin al-Harith al-Hafi, yang hidup pada abad ke-2 Hijriah. Ia dikenal sebagai “Al-Hafi” (yang tanpa alas kaki) karena tidak mengenakan sandal ketika berjalan di Madinah sebagai bentuk penghormatan kepada bumi yang di dalamnya dimakamkan Rasulullah ﷺ.
Dalam sebuah mimpi, beliau bertemu Rasulullah ﷺ. Nabi bertanya, dengan apa Allah meninggikan derajatmu dibandingkan teman-temanmu?
Dijelaskan bahwa kemuliaannya disebabkan oleh empat hal:
- Mengikuti Sunnah Nabi ﷺ (Ittiba’ Sunnah)
Setia menapaki jejak Rasulullah dalam ibadah dan akhlak. - Berkhidmah kepada Orang Saleh (Khidmat as-Shalihin)
Melayani dan mendukung perjuangan para wali dan ulama. - Memberi Nasihat Kebaikan kepada Sesama (Wasiyyah li Ashabik)
Mengajak orang lain kepada jalan kebaikan. - Mencintai Sahabat dan Ahlul Bait Nabi ﷺ
Ini adalah simbol Ahlussunnah wal Jamaah: cinta kepada sahabat dan keluarga Nabi tanpa berlebih-lebihan dan tanpa merendahkan.
Teladan Guru: Jalan Bersambung hingga kepada Allah
KH Najib Zamzami menegaskan bahwa keempat sifat tersebut nyata dalam diri guru besar Al-Khidmah, almarhum KH Ahmad Asrori Al-Ishaqi. Beliau mendidik murid-muridnya untuk ittiba’ kepada Rasulullah ﷺ, berkhidmah kepada para wali, dan mencintai sahabat serta Ahlul Bait.
Beliau dikenal memiliki hubungan yang sangat dekat dengan para habaib dan ulama, serta aktif menghadiri haul dan majelis-majelis dzikir. Dalam pandangan beliau, seorang yang sampai kepada Allah (washil) belum cukup; ia harus menjadi muslih, yaitu orang yang mengajak orang lain untuk ikut sampai kepada Allah.
Beliau menekankan pentingnya sanad dan bimbingan guru. Tidak ada orang yang sampai kepada Allah sendirian tanpa tuntunan guru yang mursyid. Sebagaimana dalam peristiwa Isra’ Mi’raj dan turunnya wahyu, Allah mengutus Malaikat Jibril untuk mendampingi Rasulullah ﷺ. Ini menunjukkan bahwa dalam perjalanan ruhani, bimbingan adalah keniscayaan.
Keikhlasan dalam Dakwah: Tidak Mencari Popularitas
Satu hal yang sangat ditekankan adalah akhlak. Dalam majelis Al-Khidmah, tidak pernah dijumpai baliho atau media yang mengedepankan gambar pribadi sang guru secara berlebihan. Ini menjadi simbol bahwa yang dicari bukan figur, bukan popularitas, tetapi Allah dan Rasul-Nya.
Jika ingin mencari nama, tentu bisa saja memasang foto besar di mana-mana. Namun jalan yang ditempuh adalah jalan akhlak dan ilmu. Dakwah bukan panggung pencitraan, melainkan ladang pengabdian.
Menjaga Generasi dan Menghidupkan Bulan Sya’ban
Beliau mengingatkan agar generasi penerus — anak cucu — tidak jauh dari majelis dzikir, tidak jauh dari orang-orang saleh, dan tetap terhubung dengan para guru.
Di bulan Sya’ban, amalan harus ditingkatkan, terlebih menjelang Nisfu Sya’ban. Malam tersebut disebut sebagai malam dibukanya pintu langit untuk doa dan ampunan. Dalam sejarah Islam, juga terjadi perpindahan kiblat dari Masjidil Aqsha ke Ka’bah Al-Musyarrafah pada bulan ini.
Momentum ini hendaknya tidak dilewatkan, terutama dalam mengamalkan amaliah yang telah dituntunkan para guru.
Penutup
Tausiyah ditutup dengan doa agar seluruh jamaah senantiasa diberi keberkahan, istiqamah dalam mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ, setia berkhidmah kepada orang-orang saleh, dan tetap berada dalam naungan cinta kepada sahabat serta Ahlul Bait.
Semoga majelis ini menjadi sebab turunnya rahmat dan keberkahan bagi Cirebon Raya dan seluruh kaum muslimin.
Wallahu al-Muwaffiq ila Aqwamith Thariq.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sumber: Channel YT ALWAVA
Link Full Video
Pertanyaan, kerjasama, atau laporan konten hubungi kami:
Email : ngaji.anina99@gmail.com
Youtube : @anina99dotcom
Tiktok : @anina99dotcom
Whatsapp : +62 895-6117-07936
Saluran WA : Ngaji Bareng Anina
subtitle:
Hadirin hadirat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Selanjutnya marilah
kita dengarkan bersama mauidatul hasanah
yang pada malam hari ini dimohonkan
dapat disampaikan
oleh K. H. Najib Zamzami dari Kediri,
Jawa Timur. Kepada beliau waktu dan
tempat dipersilakan. Allahumma sholli
ala sayyidina Muhammad
warahmatullahi
wabarakatuh.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahi wafa
wasalatu wassalamu ala sayyidina
Muhammadin nabiyil mustofa
wa ala alihi wa ashabih ahli sidqi wal
wafa. Amma ba'd wala haula wala quwwata
illa billahil aliyil adzim.
Maasyiral habaib
wal ulama almuhtaramin,
keluarga famili dari zuriah si Mbah Romo
Kiai Haji Muhammad Utsman Alisqi,
keluarga dan para putra-putri dari guru
kita Romo Ihya Ahmad Asril Ashaqi.
Wahusu bidzikri
alkarim ibnil karim K. K Haji
Ainul Yakin bin Ahmad Asrari
dan Kiai Gusay Gorfi
Alishaqi
hafidahumullahuallah
baqaahum al atami sihah waliah.
Para pejabat pemerintah TNI sipil PORI.
Para aimmatil khususyah.
para pengurus dalam atariqoh dan
alkhidmah dalam berbagai tingkatan
takmir Masjid Abdurrahman Cirebon
dan banyak pihak yang tidak kami sebut
satu persatu
tanpa mengurangi raos takzim kami kepada
para beliau
umum para muridin, muhibbin, muktakidin
dan para hadirin hadirat yang dirahmati
Allah subhanahu wa taala.
Pengumuman pertama,
gara-gara salah sangka
dari panitia, akhirnya saya jadi
tersangka.
Disangka bisa mau
tapi tasmau bil muidirun
min antaru.
Gaung namanya melegar di mana-mana tapi
isinya pepesan kosong.
Sehingga
mohon maaf barangkali yang kami
sampaikan tidak pada pas pada waktunya.
Di samping para jemaah dari ikhwan-hwat
kami yang
rombongan Wali Songo sejumlah 40 bisu
ke Jakarta.
Dan untuk pertama kalinya mudah-mudahan
bisa ziarah kepada
Sayidul Habib Umar bin Hamid bin Hadi
aljailani di Jakarta.
Hadirin rahimakumullah.
Iktifaan waktu
1 bulan kemarin
dan bulan sekarang dan insyaallah bulan
yang akan datang.
Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi
wasahbihi wasallam berdoanya
selalu dibarengi dengan kalimah berkah.
Allahumma barik lana fi Rajab wa
Syak'ban wa bighna Ramadan.
Dalam kata lain, ada seorang
min auliyaillah
berdoa di hadapan para muridnya.
Allahumma barikli fi riizki.
Karena murid lebih mungkin lebih
sekolahnya tinggi,
langsung bertanya kepada sang guru,
"Kenapa ndak langsung to the point
Allahzukqni?"
Kata sang guru, sang wali
bahwa berkah itu adalah jundun min
junudillah.
prajurit-prajurit rahasia Allah yang
hinggap di mana saja.
Kalau rezeki sudah dijamin oleh Allah,
wama min dabatin fil ardhi illa alallahi
rizquha.
Sesuatu apapun yang bernyawa di atas
bumi berjalan
menggeremet
apa menggermet
di atas bumi pasti direzeki di diberi
rezeki oleh Allah.
Oleh karena itu, malam ini kita hanya
mohon berkah kepada Allah Subhanahu wa
taala. Mudah-mudahan majelis ini disorot
dan digerojok berkah oleh Allah,
diberkahi oleh baginda Rasul Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Diberkahi
oleh para guru-guru kita. Terlebih
Sultan Aulia Sayidina Syekh Abdul Qadir
Jailani dan guru kita Sayidina Syekh
Ahmad Asrari bin Muhammad Utman Alishaqi
radhiallahu anhu wih. Amin. Amin ya
rabbal alamin.
Dalam ketokohan seorang wali
tersebut satu nama
Al Imam Abu Nasr
Biser bin Harit Alhafi radhiallahu anhu.
Beliau hidup di era dan lahir di tahun
150 Hijriah
disebut Alhafi karena tawadukunnya dan
akhlaknya luar biasa.
Tidak pernah pakai sandal ketika
berjalan di atas bumi Madinah Munawarah.
Para orang lain bertanya, "Wahai guru,
kenapa panjenengan tidak pakai sandal?
Padahal bumi Madinah itu sangat
panasnya.
Kata beliau menjawab, "Bagaimana saya
tega pakai sandal? Di dalam perut bumi
Madinah ini ada jasad kuliah baginda
Rasul Muhammad sallallahu alaihi
wasallam."
Sangkit tawaduknya seperti itu. Kemudian
satu kali beliau bermimpi langsung
ketemu baginda Rasul Muhammad sallallahu
alaihi wasallam.
Mudah-mudahan kita bisa bermimpi ketemu
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Dalam pertemuan Syekh Biser bin Harit
Alhafi
kepada Rasulullah langsung bertanya, "Ya
Biser,
bimadza
arofaallahu baina akronik."
Wahai biser alhafi, dengan apa dan
karena apa
meninggikan derajatmu melebihi daripada
teman-temanmu sejawat para wali yang
lain?
Sang Kiai Bisr Alhafi menjawab, "Allahu
wa rasuluh a'lam." Hanya Allah dan
Rasulnya yang paham.
Maka Rasulullah pun menterjemah dengan
sendiri. Satu,
biddiwa kali sunnati.
Atas dasar engkau mengikuti jejak
sunahku,
sunah Nabi Besar Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Dan setelah beliau
wafat diteruskan oleh para sahabat.
sahabat habis dit para tabiin dan begitu
seterusnya sampai zaman sekarang lewat
para guru-guru kita semua.
Yang kedua
kata Rasulullah bihidmatika shihin.
Atas dasar engkau berkhidmah kepada
orang saleh
maka kau diangkat derajatnya oleh Allah
subhanahu wa taala.
Dan yang ketiga,
wasihatika
liashabik.
Ajakan bagus ajaan nasihat pada
teman-teman sejawatmu. Bahkan pada
orang-orang yang di bawah kita secara
umur atau kita semuanya tanpa pandang
umur diajak kebaikan.
Yang terakhir,
wa mahabbatika
liash ashabi
wa ahli baiti.
Atas dasar cintamu dan ikutmu kepada
para sahabatku dan para keluarga baginda
Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi
wasallam.
Para jemaah yang dirahmati Allah.
Menurut himmat kami alfakir
bahwa keempat-empat hal itu telah ada
pada jasad dan diri baginda guru kami,
guru kita semuanya.
Khadil almarhum wal mardhi anhu Romawi
Ahmad Asril Ashaqi radhiallahu anhu
wardah.
Beliau mendidik kita semua untuk ittiba
lunati Rasulillah sallallahu alaihi
wasallam. diajak ibadah, diajak
berakhlak, diajak ber
kebaikan yang lain tanpa pandang bulu.
Yang kedua, khidmatikal shihin.
Romoi mengajak alkhidmah untuk
berkhidmah pada orang saleh.
Sepertimana yang tadi disampaikan oleh
ketua umum PB Alkhidmah
bahwa Romo Kiai Ahmad Asrori punya
hubungan sangat amat dekat kepada
Alhabib almarhum Al Habib Umar bin Hamid
bin Hadi AlJ Jailani.
Bahkan
saya yakin
pertama kali nomor satu yang pertama
saya ulangi lagi pertama kali disik dewe
nomor siji kawitan
yang membawa Habib Umar ke Indonesia
adalah beliau Ri Ahmad Ashaqi
radhiallahu
dan bertahun-tahun mesti rawuh dalam
haul akbar di pondok tercinta Alfitrah
Assalafi Kedinding Surabaya.
khidmahnya kepada para orang saleh luar
biasa.
Dan menurut ham Romoi Ahmad Asri bukan
hanya orang saleh tapi orang muslih
yang mengajak yang lain beri menjadi
saleh.
Muslihun wahidun khairun min katirin
min shihin kasirin.
Orang muslih satu itu lebih baik
daripada orang-orang yang lain yang
tidak muslih.
Beliau bukan hanya wasil tapi musil.
Beliau bukan hanya sampai kepada Allah,
tapi mengajak yang lain untuk
bersambutinya kecuali satu dua. Di
majelis ini hanya ada Allah wa Rasuluh.
Ketika kita dalam satu hadir ini ada
yang punya hajat dari rumah
sendiri-sendiri, ada yang punya
problematik sendiri-sendiri. Mungkin
saya lagi kesus kesusahan ekonomi,
mungkin ada keluarga kami yang
bermasalah.
Kita berdoa di sini itu bagian kecil dan
itu dimaklumi.
Tapi yang terbesar adalah di majelis ini
ada Allah dan Rasul
dan hanya dituntun oleh para guru-guru
kita.
Romoi dawuh tidak ada ceritanya orang
berangkat sendiri tanpa diantarkan oleh
guru-guru yang menyambungkan kepada
orang-orang di atasnya sampai kepada
Allah Subhanahu wa taala.
Sebagaimana Isra Mikraj, sebagaimana
Nuzulul Quran,
momentum dua yang tidak pernah diterima
oleh nabi-nabi selain Baginda Rasul
Muhammad sallallahu alaihi wasallam
itu selalu Allah paring dawuh kepada
malaikat Jibril Alaih Salam untuk
menyamai baginda Rasul sallallahu alaihi
wasallam.
Malaikat Jibril diperintah untuk
menurunkan wahyu kepada baginda rasul.
Malaikat Jibril diperintah oleh Allah
untuk mendampingi perjalanan Isra Mikraj
baginda Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Wah, ini menunjukkan tidak
mungkin kita berangkat sendiri tanpa
diantar oleh orang-orang guru yang
mursyid, yang musil menyampaikan kita
kepada Allah Subhanahu wa taala. Dan
alhamdulillah alkhidmah punya segalanya
punya Rawi Ahmad Ashaqi radhiallahu
anhu.
Apalagi dibuktikan yang terakhir
yang namanya mahabbatika li ashabihi wa
ahli baiti. Dan ini simbol daripada
ahlusunah wal jamaah.
Para jemaah yang dirahmati Allah,
saya matur k panjenengan para ikhwan
akhwat alkhidmah terutama
termati
bahwa Romoiai ngajak kita ini
dalam berbagai hal
tentu akhlak, ilmu, dan yang lain-lain.
Tidak adakan pernah dalam majelis
alkhidmah ini yang pampfletnya,
yang balehonya, yang medsosnya selalu
dibaringi gambarnya Romo Yi.
Ini menunjukkan bahwa kalau kamu di
Alkitmah jangan mencari saya.
Hanya ada satu Allah dan Rasul-Nya itu
akhlak.
Kalau mungkin saya lagi kepengin jadi
calon mesti diat perapatan saya pasang
gambar saya dan pakai kaos juga.
Ini gak
ajakan yang lebih mulia itu dengan
akhlak dan ilmu. Oleh karena itu,
berbahagialah para jemah al khidmah dan
kita berdoa mudah-mudahan kita bisa
senantiasa nerek Romo Kiai sampai kita
san Allah subhanahu wa taala. Jangan
mandik kepada kita semua. Bagaimana
dengan generasi-generasi kita, anak cucu
kita? Jangan sampai jauh dari alkhidmah,
jauh dari para ibadillah shihin, jauh
para orang-orang yang saleh. Sebagaimana
R Ahmad Ashaqi radhiallahu anhu. Allahum
bariklana fi sakban wigna Ramadan. Di
bulan Syakban ini banyak amaliah yang
perlu kita tambah. Lebih-lebih
insyaallah nanti pada Nisfu Syakban.
Pintu langit dibuka
untuk kita memohon dan mohon ampunan
pada Allah Subhanahu wa taala. Bahkan
dalam sejarah Nisb Syakban adalah malam
perpindahan kiblat minal Masjidil Aqsa
kembali kepada Ka'bah almusyarah. Ini
tidak boleh kita tinggalkan terutama
amaliah yang telah dituntunkan oleh guru
kita.
Kurang lebihnya mohon maaf. Wallahul
mufiq. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.