oleh UST. DR. ABDUR ROSYID JUHRO M, Fil. I.
KAJIAN RAMADHAN 2025
Bertempat di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Kedinding Surabaya
AHAD PAGI, 2 MARET 2025 (2 RAMADHAN 1446 H)

1. Sejarah Penulisan Kitab dan Al-Khidmah
Kitab Al-Muntakhobat fi Syu’abil Manakib merupakan salah satu karya monumental dari Hadratus Syekh KH. Ahmad Asrori al-Ishaqi. Ada beberapa fakta menarik terkait penulisan kitab ini dan sejarah jamaah Al-Khidmah:
- Produktivitas Saat Sakit: Kitab ini ditulis oleh beliau saat sedang dalam keadaan sakit. Berbeda dengan orang umum yang beristirahat total saat sakit, beliau justru menjadi jauh lebih produktif dalam mengarang kitab dibandingkan saat sehat.
- Praktik Mendahului Teori: Nama “Al-Khidmah” sudah diperkenalkan sejak tahun 90-an, namun baru secara resmi diluncurkan pada 25 Desember 2005 di Meteseh. Beliau telah mempraktikkan ritual amaliah (seperti Manakib dan Haul) selama puluhan tahun sebelum akhirnya membukukan aturan dan teorinya.
- Istilah Ritual: Beliau mengistilahkan peringatan Maulid Nabi sebagai Hadrah Nabawiyah, sedangkan pembacaan Manakib Syekh Abdul Qadir al-Jailani disebut sebagai Hadrah Ghautsiyah.
2. Meluruskan Pandangan Mengenai Manakib
Dalam kitabnya, Hadratus Syekh Ahmad Asrori menjawab tuduhan pihak-pihak yang menganggap jamaah Manakib lebih mengutamakan Manakib di atas Al-Qur’an dan Sholawat.
- Tujuan Manakib: Beliau menegaskan bahwa Manakib bukan untuk meninggalkan zikir, wirid, atau doa-doa nabawiyah, melainkan sebagai wasilah memohon pertolongan Allah melalui tawasul kepada Rasulullah dan para wali-Nya.
- Landasan Syariat: Manakib termasuk dalam kategori amal yang taat karena berada dalam koridor hukum Islam.
3. Hakikat Amal: Hubungan Hati dan Fisik
Ust. Abdur Rosyid menjelaskan definisi “Amal” berdasarkan penjelasan dalam kitab tersebut. Secara umum, amal adalah gerakan anggota tubuh atau hati.
Klasifikasi Amal
| Jenis Amal | Parameter | Status |
| Taat | Sesuai dengan hukum Syariat. | Berpahala/Baik |
| Maksiat | Tidak sesuai dengan hukum Syariat. | Berdosa/Buruk |
Beliau juga mengingatkan untuk tidak terburu-buru menilai buruk amal orang lain jika kita tidak memiliki ilmu tentang hal tersebut, karena lisan dan hati akan dimintai pertanggungjawaban.
4. Keberagaman Ekspresi dalam Tasawuf
Perbedaan gerakan fisik dalam ibadah seringkali dipicu oleh perbedaan kondisi batin (hal) yang dirasakan oleh seorang hamba. Hal adalah pemberian spontan dari Allah yang mewarnai gerakan tubuh.
- Definisi Tasawuf: Terdapat lebih dari 2.000 definisi tasawuf yang muncul karena perbedaan pengalaman spiritual para ulama.
- Perbedaan Thariqah: Perbedaan cara berzikir (keras, sirri/rahasia, atau dengan gerakan tertentu) semuanya benar sejauh tujuannya adalah mengekspresikan rasa rindu dan cinta kepada Allah.
- Karakter Sufi: Istilah Sufi sering dikaitkan dengan hati yang bening (shofa), penggunaan pakaian bulu domba (suf), atau sifat yang toleran dan lembut.
5. Pentingnya Menjaga Hati (Al-Qolbu)
Kajian ini ditutup dengan menekankan bahwa fisik adalah cerminan dari hati. Sebagaimana sabda Rasulullah, dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging (mudghah); jika ia baik, maka seluruh tubuh baik.
- Cermin Perilaku: Apa yang ditulis di media sosial atau diucapkan oleh lisan adalah gambaran dari apa yang tersimpan dalam hati.
- Kisah Teladan KH. Ahmad Asrori: Saat pembangunan sebuah musala tertunda karena uangnya disalahgunakan oleh pemborong, beliau tidak menyalahkan orang lain, melainkan justru melakukan introspeksi diri (muhasabah) atas niatnya. Ini menunjukkan kualitas hati yang bersih yang selalu mengedepankan prasangka baik (husnudzon).
- Khusyuk: Jika hati seseorang khusyuk, maka anggota tubuhnya akan tenang dalam beribadah.
Sumber: Channel YT ALWAVA
Link Full Video Kajian
Pertanyaan, kerjasama, atau laporan konten hubungi kami:
Email : ngaji.anina99@gmail.com
Youtube : @anina99dotcom
Tiktok : @anina99dotcom
Whatsapp : +62 895-6117-07936
Saluran WA : Ngaji Bareng Anina