{"id":101,"date":"2026-02-13T02:47:35","date_gmt":"2026-02-13T02:47:35","guid":{"rendered":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/?p=101"},"modified":"2026-02-13T02:47:36","modified_gmt":"2026-02-13T02:47:36","slug":"khidmah-dan-air-mata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/2026\/02\/13\/khidmah-dan-air-mata\/","title":{"rendered":"Khidmah dan Air Mata"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sambutan dan Ungkapan rasa duka oleh KH. M. Husni Mubarak\u00a0<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size wp-block-paragraph\">MAJLIS DZIKIR MAULIDURRASUL SAW &amp; DZIKIR FIDA&#8217; AL FITHRAH SURABAYA 2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size wp-block-paragraph\">Bertempat di\u00a0Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Kedinding Surabaya<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size wp-block-paragraph\">SABTU MALAM, 24 JANUARI 2026 (6 SYA&#8217;BAN 1447 H)<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"320\" height=\"180\" src=\"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Sambutan-dan-Ungkapan-rasa-duka-HAF-2026.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-105\" srcset=\"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Sambutan-dan-Ungkapan-rasa-duka-HAF-2026.jpg 320w, https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Sambutan-dan-Ungkapan-rasa-duka-HAF-2026-300x169.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Majelis mulia Haul Akbar Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah tahun ini dibuka dengan untaian syukur dan selawat yang mendalam. Di hadapan para habaib, masyaikh, dan seluruh <em>aimmatul khususiyah<\/em>\u2014termasuk Habib Hamid Mauladdawilah, Habib Najib bin Hasan Al Haddad, Habib Umar bin Abdullah Assegaf, hingga jajaran pengurus PWNU Jawa Timur\u2014suasana khidmat menyelimuti ribuan jemaah yang hadir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Amanah di Tengah Duka<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menyampaikan sambutan di tempat ini bukanlah hal yang mudah. KH M. Husni Mubarak mengungkapkan rasa rendah hatinya, menyatakan bahwa ia berbicara semata-mata karena menjalankan perintah dari keluarga besar Hadratus Syekh Ahmad Asrori Al-Ishaqi. &#8220;Meskipun berat dan merasa tidak pantas, kami hanya bisa mengatakan <em>sami&#8217;na wa atha&#8217;na<\/em>,&#8221; tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beliau juga menyampaikan salam dari K. Muhammad Ain El Yaqin Al Ishaqi yang berhalangan hadir pada malam tersebut karena sedang melakukan perjalanan ke Jakarta untuk melayat wafatnya guru mulia, Sayyidina Al Habib Umar bin Hamid Al Jailani.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Antara Syukur dan Kehilangan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perasaan jemaah pada Haul Akbar kali ini digambarkan sebagai campuran antara senang dan sedih. Rasa senang muncul karena warisan rohani Hadratus Syekh Ahmad Asrori Al-Ishaqi, yakni Majelis Al Khidmah, dapat terlaksana dengan lancar dan dihadiri ratusan ribu jemaah. Ada keyakinan kuat bahwa ruhaniah Hadratus Syekh hadir dan merasa bangga melihat istiqamah para muridnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, duka mendalam tak terbendung atas wafatnya Sayyidina Al Habib Umar bin Hamid Al Jailani tepat satu hari sebelum acara, saat beliau dalam perjalanan menuju Pondok Al Fithrah. Mengutip hadis Nabi SAW, wafatnya seorang alim adalah musibah yang tak tergantikan, meninggalkan lubang yang tidak bisa ditutup oleh apa pun. Bagi keluarga besar Al Ishaqi, Habib Umar bukan sekadar guru, melainkan sosok ayah yang pernah merangkul putra-putri Hadratus Syekh dan berkata, &#8220;Kalian semua adalah anak-anakku&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Hakikat Zikir dan Keikhlasan Guru<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam kesempatan ini, KH M. Husni Mubarak mengingatkan kembali nasihat Hadratus Syekh Ahmad Asrori bahwa zikir adalah kunci dari seluruh kebaikan dunia dan akhirat (<em>Adzzikru matlabu kulli khair<\/em>). Beliau menekankan bahwa mendirikan majelis zikir mungkin mudah, namun membuat majelis yang dihadiri oleh Baginda Nabi Muhammad SAW adalah hal yang sulit. Melalui keberkahan para guru, diyakini Majelis Al Khidmah ini senantiasa mendapatkan <em>nadrah<\/em> (pandangan rahmat) dari Rasulullah SAW.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pesatnya perkembangan Al Khidmah hingga ke mancanegara\u2014seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand\u2014menjadi bukti keikhlasan Hadratus Syekh Ahmad Asrori Al-Ishaqi sebagai seorang <em>Waliyun min auliyaillah<\/em>. Meskipun beliau telah wafat bertahun-tahun lalu, cahaya majelis ini justru semakin terang dan meluas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kekuatan Kalimat Tauhid<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jemaah diingatkan bahwa zikir yang dibaca, terutama kalimat <em>Laa ilaha illallah<\/em>, memiliki nilai yang luar biasa beratnya di timbangan akhirat, melebihi tujuh langit dan bumi. Kalimat ini adalah &#8220;benteng Allah&#8221; yang menjamin keamanan dari api neraka dan menjadi tiket otomatis menuju surga bagi mereka yang mengucapkannya di akhir hayat. Selain itu, setiap bacaan Al-Qur&#8217;an dan manaqib yang dihadiahkan kepada orang tua menjadi sebab diampuninya dosa-dosa mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Harapan dan Doa untuk Negeri<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menutup sambutannya, sebuah kisah inspiratif tentang seorang pendosa dari zaman Nabi Musa diceritakan. Orang tersebut diampuni segala dosanya hanya karena rasa cintanya saat mencium nama &#8220;Muhammad&#8221; di kitab Taurat. Jika seorang dari umat terdahulu saja mendapat ampunan karena cinta kepada Nabi, maka umat Nabi Muhammad yang berkumpul berselawat ribuan kali tentu lebih layak mendapatkan syafaat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sambutan diakhiri dengan doa yang menggetarkan hati: memohon pembersihan hati dari sifat sombong, hasud, dan ujub ; memohon kesehatan bagi keluarga Hadratus Syekh agar terus bisa membimbing jemaah ; serta doa agar Surabaya, Jawa Timur, dan Indonesia menjadi wilayah yang aman dan makmur (<em>baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber: Channel YT <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/@ALFITHRAH\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">ALWAVA<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Link <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=BRMgFkEruHs\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Full Video<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Sambutan dan Ungkapan rasa duka - Haul Akbar PonPes Al Fithrah Surabaya 2026 - Al Khidmah\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/BRMgFkEruHs?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertanyaan, kerjasama, atau laporan konten hubungi kami:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Email : ngaji.anina99@gmail.com<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Youtube : <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/@anina99dotcom\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">@anina99dotcom<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tiktok : <a href=\"https:\/\/www.tiktok.com\/@anina99dotcom\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">@anina99dotcom<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Whatsapp : <a href=\"https:\/\/wa.me\/+62895611707936\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">+62 895-6117-07936<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saluran WA : <a href=\"https:\/\/whatsapp.com\/channel\/0029Vb76nco2P59hlSsFjH2i\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Ngaji Bareng Anina<\/a><\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>subtitle:\nBismillahirrahmanirrahim.\nAsalamualaikum\nwarahmatullahi\nwabarakatuh.\nAlhamdulillah.\nAlhamdulillahilladzi\nminhu badaal hamdu wa ilaihi ya'udu wa\nkulluaiin kadzalik.\nWasalatu wasalamu ala sayyidina\nMuhammadin\nmuadhi turqi wal masalik\nwa ala alihi wa ashabihi wa tabiihim min\nmajzubin wasalik\nshatan wasalaman\ndaimaini bidawamil mulki wal malik\nwalhamdulillahi ala dalalik\nAmma ba'du.\nyang sangat kami muliakan,\nkami cintai,\npara habaib,\npara masyaikh,\nserta seluruh aimmatul khususiyah\nyang hadir di dalam majelis yang mulia\nini.\nNakhusu bzikri sayyidinal habib\nhamid maulad dawilah.\nWa sayyidunal habib\nNajib bin Hasan al Haddad\nwa sayyidun al Habib Umar bin Abdullah\nAsgaf\nwa Sayyid Al Habib Muhammad bin Smit\nwa sayyidinal Habib Mustofa Al Jufri\nwa sayyidinal Habib Mustofa Al-Haddar\nalmukarram\nKiai K. H. Munir Abdullah,\nAl-Mukarram K. H. Najib Zamzami,\nalmukarram\nK. Ha. Badruss Salam\nserta Ketua PWN Jawa Timur, almukarram\nK. H. Abdul Hakim Mahfud\nbeserta seluruh habaib lainnya,\nseluruh masyaikh lainnya,\nserta seluruh aimmatul khususiyah yang\nmohon maaf.\nbelum bisa kami sebutkan satu persatu\ntanpa mengurangi rasa hormat dan cinta\ndari kami.\nYang juga sangat kami muliakan\nkeluarga,\nsanad dan kerabat\nmin hadratus Syekh\nMuhammad Utsman Al-Ishaqi radhiallahu\nanhu.\njuga yang sangat kami muliakan,\nkami cintai,\nkeluarga besar\ndaripada guru kita Hadratus Syekh Ahmad\nAsrori Al-Ishaqi radhiallahu anhu\nwabil khusus\nIbu Hajah Mutiah Setiawati beserta\nseluruh putra dan putri beliau.\nSemoga beliau semuanya diberikan\nkesehatan dan panjang umur oleh Allah\nSubhanahu wa taala sehingga terus bisa\nmembersamai kita semua dan membimbing\nkita semua. Amin.\nYang juga sangat kami muliakan para\npejabat pemerintah\nbaik sipil maupun TNI Polri\nserta seluruh jajaran kepengurusan\nAlkhidmah dan Thariqah baik di tingkat\npusat, wilayah maupun daerah.\nserta seluruh panitia\nyang telah mengkhidmahkan sejak\nberminggu-minggu yang lalu\nmengkhidmahkan tenaga, waktu dan\npikirannya demi terwujudnya acara haul\nakbar Pondok Pesantren Assalafi Alfitrah\npada hari ini. Semoga Allah Subhanahu wa\ntaala membalas khidmah panjenengan\nseindah-indah balasan dan Allah berikan\nkepada panjenengan semua bahagia di\ndalam kehidupan. Amin.\nyang juga sangat kami muliakan, kami\ncintai, dan kami banggakan,\nhadirin hadirat\nseluruh jemaah alkhidmah\njuga rekan-rekan Uksafi Kopler Community\nbaik yang berasal dari Jawa Timur, Jawa\nTengah, Jawa Barat ataupun seluruh\nIndonesia ataupun juga yang berasal dari\nyang datang dari Malaysia,\nSingapura, Thailand, ataupun\nwilayah-wilah wilayah-wilayah lainnya\nyang semoga senantiasa dirahmati oleh\nAllah, senantiasa diberikan kesehatan\noleh Allah, senantiasa di atas mahabbah\nkepada Sayyidina Muhammad sallallahu\nalaihi wasallam.\nMaaSyiral hadirin wal hadirat\nrahimakumullah.\nWabil khusus kepada para habaib, kepada\npara masyaikh, kepada para kiai.\nKami memohon izin menyampaikan dua hal.\nYang pertama kami meminta izin untuk\nberbicara\ndi tempat ini. Walaupun kami belum bisa\napa-apa dan juga sangat merasa tidak\npantas duduk di tempat ini, tetapi kami\ndiperintah oleh keluarga besar Hadratus\nSyekh. Kami diperintahkan\noleh keluarga besar Hadratus Syekh Ahmad\nAsrori Al-Ishaqi radhiallahu anhu.\nSehingga meskipun berat, meskipun merasa\ntidak pantas, kami hanya bisa mengatakan\nsam'na wa'na.\nYang kedua,\nkami menyampaikan salam daripada guru\nkita. K. Muhammad Ain Alyaqin Al Ishaqi.\nKarena pada malam hari ini beliau belum\nbisa mendampingi kulo panjenengan\nsedoyo.\nSebagaimana kemarin kita telah tahu\nbersama bahwa ketika\nada kabar wafatnya daripada guru mulia\nkita, Sayidina Al Habib Umar bin Hamid\nAlJailani, maka beliau kemudian\nmelakukan safar ke Jakarta.\nInsyaallah beliau baru balik dan bisa\nhadir di tengah-tengah kita besok. Kita\ndoakan semoga beliau sehat, lancar dalam\nperjalanan dan besok bisa kembali\nmembersamai kulo panjenengan. Amin.\nAmin. Allahuma amin.\nMaasyiral hadirin wal hadirat seluruh\njemaah al khidmah yang dimuliakan oleh\nAllah.\nKami duduk di tempat mulia ini. Kita\nsemua duduk di dalam majelis haul akbar\nini dengan dua perasaan yang bercampur\naduk.\nAntara perasaan senang sekaligus juga\nsedih.\nPertama, perasaan senang disebabkan\nbahwa saat ini\nhaul akbar yang telah kita persiapkan\nberhari-hari atau berminggu bahkan sejak\nberbulan-bulan yang lalu alhamdulillah\ntelah terlaksana dengan baik dan lancar.\nMajelis alkhidmah ini merupakan warisan\ndaripada guru kita Hadratus Syekh Ahmad\nAsrari Al-Ishaqi.\nMaka kami yakin bahwa saat ini beliau\ndatang di tengah-tengah kita, hadir di\ntengah-tengah kita dan kami yakin beliau\nsenang dan bangga melihat panjenengan\nsemua. Amin.\nYang kedua, hadirin hadirat\nrahimakumullah,\nbahwa kita merasa sedih, kita merasa\nberduka\nbahwa satu hari menjelang perayaan,\nmenjelang majelis haul akbar Pondok\nPesantren Assalafi Al-Fitra ini, kita\nsemua mendengar wafatnya guru mulia\nkita, seorang alim besar, guru bagi kita\nsemua, Sayidina Al Habib Umar bin Hamid\nbin Abdul Hadi aljailani.\nBeliau wafat dalam perjalanan menuju\npondok pesantren As-Salafi Al-Fitrah.\nMaka hal ini, hadirin hadirat\nrahimakumullah,\nadalah merupakan musibah yang begitu\nbesar,\nmerupakan kesedihan yang begitu berat.\nSebagaimana disebutkan dalam sebuah\nhadis yang diriwayatkan oleh Al Imam Al\nBaihaqi dalam kitab beliau Syuabul Iman\nbahwa Nabi besar Muhammad sallallahu\nalaihi wasallam bersabda, \"Mautul alim\nmusibatun la tujbar.\"\nWafatnya seorang ulama yang alim,\nseorang alim adalah musibah yang tidak\nbisa digantikan dengan apapun.\nDan wafatnya seorang alim adalah\nmeninggalkan lubang yang tidak akan bisa\nditutup dengan apapun.\nBahkan Nabi besar Muhammad sallallahu\nalaihi wasallam bersabda, \"Mautuatin\naar min mauti alim.\" Wafatnya satu\nkelompok, satu kabilah, satu wilayah itu\nlebih ringan dari wafatnya seorang alim.\nMaka hadirin hadirat rahimakumullah.\nSayidina Al Habib Umar Aljailani.\nBagi kita semua jemaah alkhidmah, beliau\nadalah teladan, beliau adalah panutan\nsetelah wafatnya guru kita Hadratus\nSyekh Ahmad Asrori.\nDan bagi kami keluarga besar daripada\nHadratus Syekh Ahmad Asrari Al-Ishaqi,\nbeliau bukan hanya guru, beliau bukan\nhanya panutan, tetapi beliau adalah\nseorang ayah bagi kami.\n2 tahun lalu kami masih ingat persis\nbahwa Habib Umar mengumpulkan putra dan\nputri Hadratus Syekh semuanya mengajak\nfoto bersama. Setelah itu beliau\nberkata, \"Yang sampai sekarang kami\ningat, kalian semua adalah anak-anakku.\"\nKalian semua adalah anak-anakku.\nKita doakan semoga Sayidina Al Habib\nUmar bin Hamid AlJailani\ndiangkat derajatnya di sisi Allah\nSubhanahu wa taala. Mendapatkan makam\nyang mulia di sisi Allah subhanahu wa\ntaala. Berkumpul bersama guru kita\nHadratus Syekh Ahmad Asrari Al-Ishaqi\nradhiallahu anhu. Berkumpul bersama\ndatuk beliau, Sultanul Auliya Sayidina\nSyekh Abdul Qadir AlJailani dan\nberkumpul bersama Sayyidina Muhammad\nsallallahu alaihi wasallam. Amin. Amin.\nAllahumma amin.\nMaaSyiral hadirin wal hadirat\nrahimakumullah.\nHadratus Syekh Ahmad Asrari Al-Ishaqi.\nDalam sekian banyak kesempatan beliau\nsering memberikan nasihat kepada kula\npanjenengan agar kita semangat untuk\nhadir di dalam majelis zikir.\nNasihat yang sering beliau disampaikan,\nyang sering beliau sampaikan, yang juga\ndisebutkan dalam kitab beliau\nMuntakhabat.\nBeliau mengatakan, \"Adzzikru matlab\nmatlabu kulli khair.\"\nZikir adalah pintu atau kunci dari\nseluruh kebaikan dunia dan akhirat.\nWtimuhuin\nfil islam. Dan berkumpul di dalam\nmajelis zikir seperti ini adalah\nmerupakan salah satu syiar Allah yang\npaling agung.\nNasihat kedua yang disampaikan oleh\nHadratus Syekh adalah bahwa mudah\nmembuat sebuah majelis zikir.\nMudah memang membuat sebuah majelis\nzikir. Tapi yang sulit bagi beliau\nadalah membuat sebuah majelis zikir.\nYang mana majelis zikir itu dihadiri\noleh Nabi Besar Muhammad sallallahu\nalaihi wasallam.\nMaka hadirin hadirat seluruh jemaah\nalkhidmah rahimakumullah.\nKita yakin di dalam majelis ini berkat\ndaripada Sultanul Auliya Sayidina Syekh\nAbdul Qadir AlJ Jailani, berkat daripada\nHadratus Syekh Muhammad Utsman\nAl-Ishaqi, berkat daripada guru mulia\nkita Hadratus Syekh Ahmad Asrari\nAlisaki. Majelis ini dihadiri oleh Nabi\nBesar Muhammad sallallahu alaihi\nwasallam. Kita semua yang hadir di sini\nmendapatkan nadrah, pandangan, rahmat\ndaripada Nabi Besar Muhammad sallallahu\nalaihi wasallam. Dan kita berharap\nsemoga kelak kita dikumpulkan oleh Allah\nbersama Nabi besar Muhammad sallallahu\nalaihi wasallam.\nMaaSyiral hadirin wal hadirat\nrahimakumullah.\nInilah majelis zikir alkhidmah.\nInilah majelis zikir alkhidmah yang\ndidirikan oleh Hadratus Syekh Ahmad\nAsrari Al-Ishaqi radhiallahu anhu.\nInilah majelis alkhidmah yang nyalanya,\ncahayanya telah dinyalakan oleh beliau\n20 tahun yang lalu.\nTetapi setelah beliau wafat, majelis ini\ntidak semakin surut, tetapi justru\nsemakin berkembang.\nMinggu lalu kami menghadiri majelis di\nSumatera Selatan. Sebelumnya kami hadir\ndi Batam, di Malaysia dan di berbagai\ntempat lainnya.\nIni menunjukkan apa, hadirin hadirat\nrahimakumullah? Menunjukkan bahwa guru\nkita Hadratus Syekh Ahmad Asrari\nal-Ishaqi adalah seorang yang ikhlas,\nseorang yang mukhlis.\nBeliau seorang waliyun min auliyaillahi\ntaala. Seorang wali. seorang wali Allah.\nBeliau seorang kamil sekaligus mukmil.\nBeliau seorang wasil sekaligus musil.\nBuktinya apa? Buktinya adalah bahwa\nadanya jemah alkidmah semakin hari\nsemakin besar. Bahkan acara ini\ninsyaallah dihadiri 700 sampai 800.000\njemaah.\nInilah hadirin hadirat rahimakumullah.\nMajelis alkhidmah. Majelis yang kelak\nkita akan tahu ketika kita telah\nmeninggalkan dunia ini. Kita akan tahu\nbetapa majelis seperti ini adalah\nmajelis yang begitu berharga.\nSaat-saat kita hadir di dalam majelis\nini adalah saat-saat yang kelak kita\nketika kita menghadap kepada Allah, maka\nsaat-saat seperti inilah yang akan\nberkesan bagi kita.\nDan inilah majelis yang bisa akan\nmenjadi andalan kita baik dunia maupun\ndi akhirat.\nKenapa demikian hadirin hadirat\nrahimakumullah? Karena Hadratus Syekh\nAhmad Asrori Al-Ishaqi\nmemberikan bimbingan kepada kulo\npanjenengan membaca sekian banyak zikir\ndi dalam majelis ini. Yang mana\nzikir-zikir yang diajarkan di dalam\nmajelis zikir alkhidmah adalah\nkalimat-kalimat yang mempunyai nilai\nyang begitu agung di sisi Allah\nSubhanahu wa taala.\nMempunyai keutamaan yang keutamaan\nbegitu yang begitu luar biasa.\nSebagaimana yang disebutkan dalam\nAl-Qur'an dan sunah-sunah Nabi Besar\nMuhammad sallallahu alaihi wasallam.\nSalah satu zikir yang tadi telah kita\nbaca adalah kalimat lailahaillallah.\nKalimat lailahaillallah adalah sebuah\nkalimat\nyang kata Allah dalam sebuah hadis qudsi\nsebagaimana diriwayatkan oleh Al Imam\nTirmidzi,\nkalimat lailahaillallah jika ditimbang\ndalam satu sisi timbangan dan sisi yang\nlain diletakkan tujuh langit, tujuh bumi\nbeserta seluruh isinya, maka sisi yang\ndi situ terdapat kalimat\nlailahaillallah. Itulah yang lebih\nberat.\nKalimat lailahaillallah sebagaimana\ndisebutkan juga dalam hadis lain kata\nAllah lailahaillallah\nhisni\nfamanakala hisni fahua amin.\nKalimat lailahaillallah adalah\nbentengku. Kata Allah siapa yang masuk\nke dalam bentengku maka dia akan selamat\ndari siksa api nerakaku.\nWamanana akhir kalamihi la ilahaillallah\ndakhalal jannah. Barang siapa yang akhir\nucapannya ketika meninggalkan dunia dia\nmengucapkan kalimat lailaha\nillallah maka dia akan mendapatkan tiket\nsecara otomatis ke surga Allah Subhanahu\nwa taala. Inilah isi daripada majelis\nalkhidmah yang kulo panjenengan hadir\nmalam ini di dalamnya.\nMajelis alkhidmah ini, hadirin, adalah\nmajelis yang juga akan membuat senang\nkedua orang tua kita. Kenapa demikian?\nKarena setiap zikir yang kita baca,\nAl-Qur'an yang kita baca, manaqib yang\nkita baca, selawat yang kita baca,\nkemudian kita kirimkan kepada kedua\norang tua kita, maka pasti itu akan\nsampai dan insyaallah akan menjadi sebab\ndiampuninya dosa-dosa mereka oleh Allah\nSubhanahu wa taala.\nDan hadirin, kalimat lailahaillallah\nadalah merupakan sebuah kalimat yang\nagung yang agung yang semoga kulo\npanjenengan diberikan oleh Allah\nistikamah mengucapkan kalimat ini sampai\nketika kita meninggalkan dunia ini.\nAmin. MaaSyiral hadirin wal hadirat\nrahimakumullah.\nMajelis alkhidmah inilah\nyang akan menyambungkan kita dengan Nabi\nBesar Muhammad.\nMajelis seperti inilah yang akan\nmenjadikan kita mempunyai hubungan cinta\ndengan Nabi Besar Muhammad sallallahu\nalaihi wasallam. Orang yang mempunyai\nhubungan cinta dengan Nabi Besar\nMuhammad, yang mempunyai hubungan kuat\ndengan Nabi Besar Muhammad, maka dia\nhidupnya pasti akan dibahagiakan oleh\nAllah Subhanahu wa taala.\nDalam sebuah kisah\nyang diriwayatkan oleh Sayidina Al Imam\nAbu Nuaim al-Asfihani radhiallahu anhu\ndisebutkan bahwa pada zaman dahulu\nketika zaman Nabi Musa alaihialatu\nwasalam ada seorang ahli maksiat yang\nmana dia menghabiskan 200 umurnya untuk\nbermaksiat kepada Allah. 200 tahun\nusianya untuk bermaksiat kepada Allah.\nHadirin, orang ini ketika wafat tidak\nada satuun masyarakat yang mau merawat\njenazahnya.\nBahkan dalam riwayat tersebut disebutkan\njenazahnya dilempar ke tempat sampah.\nMaka saat itu Allah Subhanahu wa taala\nmewahyukan kepada Nabi Musa alaihiatu\nwasalam. Wahai Musa, pergilah engkau ke\ntempat ini, ke desa ini.\nCarilah salah satu kekasihku yang\nkemarin telah wafat. Carilah jenazahnya\ndan kemudian rawatlah, mandikan,\nsalatlah dan kemudian kuburkanlah.\"\nNabi Musa alaihialatu wasalam kemudian\npergi ke tempat yang ditunjukkan oleh\nAllah subhanahu wa taala.\nDi tempat yang ditunjukkan oleh Allah\nSubhanahu wa taala tersebut, Nabi Musa\nmelihat ada mayat yang dibuang begitu\nsaja di tempat sampah.\nNabi Musa kemudian tanya-tanya kepada\nBani Israil, kenapa mereka tidak mau\nmerawat mayat ini? Disebutkan kepada\nNabi Musa, karena dia ahli maksiat. Dia\norang yang zalim. Dia menghabiskan 200\ntahun hidupnya untuk bermaksiat kepada\nAllah Subhanahu wa taala.\nNabi Musa alaihiatu wasalam kemudian\nmengangkat kedua tangan beliau\nbermunajat berdoa kepada Allah. Ya Rabb\nisrail syahidu annahuatin.\nYa Allah kenapa jenazah ini tidak ada\nsatuun yang merawat sebagaimana\nketerangan daripada Bani Israil karena\ndia menghabiskan 200 tahun umurnya untuk\nbermaksiat kepadamu ya Allah. Apa kata\nAllah? Tentu aku tahu wahai Nabi Musa.\nAku adalah Tuhan yang maha tahu.\nTetapi tahukah engkau wahai Nabi Musa?\nSeburuk-buruk orang ia pasti tetap\nmempunyai satu sisi kebaikan.\nOrang ini kata Allah innahu\ntaur\nMuhammadinahuahuaiakartikaahu\njamiunubih. Kata Allah, seburuk-buruk\norang wahai Nabi Musa, dia tetap\nmempunyai satu sisi kebaikan. Dan\ntahukah engkau wahai Nabi Musa, orang\nini pernah suatu saat dia membuka kitab\nTaurat.\nKetika dia membuka kitab Taurat, di\ndalam Taurat dia melihat tulisan nama\nNabi Besar Muhammad sallallahu alaihi\nwasallam. Dia tahu bahwa Nabi besar\nMuhammad belum dilahirkan.\nDia tahu bahwa Nabi besar Muhammad\nsallallahu alaihi wasallam adalah rasul\nakhir zaman yang menjadi penutup para\nnabi dan para rasul dan menjadi pemimpin\npara nabi dan para rasul.\nMaka saat itu, wahai Musa, timbul rasa\ncinta dalam hatinya kepada Nabi Besar\nMuhammad walaupun Nabi besar Muhammad\nbelum dilahirkan.\nMaka dia ciumi tulisan Muhammad dalam\nkitab Taurat. Dia letakkan kitab Taurat\ndi atas kepalanya. Kemudian dia\nberselawat kepada Nabi Besar Muhammad.\nKarena itu wahai Musa, kata Allah, \"Aku\nadalah zat yang pandai berterima kasih.\nKarena dia memulai memuliakan, mencintai\norang yang paling aku cintai, maka aku\nberterima kasih kepadanya dan aku ampuni\nseluruh dosanya.\" Hadirin hadirat\nrahimakumullah, inilah berkat daripada\ncinta kepada Nabi Besar Muhammad, Bani\nIsrail. Seorang Bani Israil yang juga\nbukan merupakan umatnya Nabi Besar\nMuhammad, tetapi dia mendapatkan ampunan\ndari Allah, berkat daripada Nabi Besar\nMuhammad.\nBukankah kita lebih pantas\nmendapatkannya?\nBukankah kita lebih layak mendapatkan\nsyafaat daripada Nabi Besar Muhammad?\nKita berkumpul di sini atas sesar cinta\nkepada Nabi Besar Muhammad. Kita\nberkumpul di sini berselawat\nberkali-kali bahkan ribuan kali.\nberselawat kepada Nabi Muhammad. Semoga\nNabi Besar Muhammad menerima cinta kita.\nSemoga Nabi Besar Muhammad menerima\ncinta kita. Dan hadirin yang terakhir,\nmarilah kita semua\nmenundukkan pandangan kita. Kita\ntundukkan hati kita sejenak datang\nkepada Allah.\ndatang kepada Allah dengan pengakuan\natas seluruh dosa-dosa kita di tempat\nyang penuh dengan keberkahan ini, di\ntempat ataupun makam yang insyaallah\nmustajabah dan semua doa akan dikabulkan\noleh Allah di tempat mulia ini. Kita\nminta kepada Allah untuk seluruh hajat\nkita. Kita minta kepada Allah untuk\nseluruh hajat kita di majelis yang mulia\nini. Bismillah. Alhamdulillah.\nBismillahirrahmanirrahim.\nBismillahirrahmanirrahim.\nAlhamdulillahiabbil alamin. Ya Allah.\nYa Allah. Ya Rahman ya Rahim ya Rauf. Ya\nKarim. Inilah kami ya Allah jemah\nalkhidmah. Inilah kami ya Allah jamaah\nalkhidmah. Inilah kami ya Allah jemaah\nalkhidmah. Inilah kami ya Allah para\npecinta guru kami, Hadratus Syekh Ahmad\nAsrari Alisaki radhiallahu anhu. Kami ya\nAllah berkumpul di sini melaksanakan\ntuntunan yang telah diajarkan oleh guru\nkami Hadratus Syekh Ahmad Asrari\nAl-Ishaqi.\nSemasa beliau ada di tengah-tengah kami,\nya Allah, beliau senantiasa mengajak\nkami untuk mencintai Nabi Besar\nMuhammad.\nSenantiasa beliau mengajarkan kami untuk\nmengamalkan ajaran dan sunah-sunah Nabi\nBesar Muhammad. Beliau senantiasa\nmengajarkan kepada kami untuk\nmeninggalkan apa yang dilarang oleh Nabi\nBesar Muhammad. Ya Allah, mata ini\nmemang tidak pernah melihat Nabi Besar\nMuhammad, tapi mata ini pernah menangis\nrindu kepada Nabi Besar Muhammad. Berkah\ndaripada Hadratus Syekh Ahmad Asrari.\nBerkah daripada Hadrat Syekh Muhammad\nUtsman. Berkah daripada Sultanul Auliya,\nSayidina Syekh Abdul Qadir AlJailani.\nIzinkanlah kami ya Allah kelak bisa\nberjumpa dengan Nabi Besar Muhammad.\nIzinkanlah mata kami memandang Nabi\nBesar Muhammad. Ya Allah ya Rahman,\nsebagaimana Engkau kumpulkan kami di\nacara Majelis Alkhidmah ini karena cinta\nkepada Nabi Besar Muhammad. Kumpulkanlah\nkami kelak ya Allah bersama Nabi Besar\nMuhammad sebagaimana Engkau kumpulkan\nkami ya Allah karena cinta kepada\nSultanul Auliya Sayidina Syekh Abdul\nQadir AlJailani atas dasar cinta kepada\nHadratus Syekh Muhammad Utsman Al-Ishaqi\natas dasar cinta kepada Hadratus Syekh\nAhmad Asrari Al-Ishaqi. Jadikanlah\nbeliau senang terhadap apa yang kami\nlakukan pada malam hari ini. dan\nkumpulkanlah kami bersama sosok-sosok\nmulia tersebut. Ya Allah. Ya Allah,\nwalaupun mata ini masih sering melihat\nyang haram, walaupun tubuh kami masih\nsering bermaksiat kepada-Mu, tetapi ya\nAllah hari ini kami datang mengakui\ndosa-dosa kami, berkah daripada Hadratus\nSyekh, jangan engkau halangi mata ini\ndaripada melihat keindahan Nabi Besar\nMuhammad.\nYa Allah.\nJika yang pantas berkumpul bersama Nabi\nBesar Muhammad hanya orang-orang yang\nhatinya bersih dan kami di sini adalah\norang yang hatinya sangat kotor ya\nAllah. Maka berkat daripada guru kami\nHadratus Syekh Ahmad Asrari Al-Ishaqi,\nbersihkanlah hati kami ya Allah.\nBersihkanlah hati kami ya Allah agar\npantas bertemu dan berkumpul bersama\nNabi besar Muhammad.\nBersihkanlah hati kami ya Allah.\nhilangkan sifat ujub dari hati kami,\nhilangkan sifat hasud dari hati kami.\nHilangkan sifat sombong dari hati kami,\nhilangkan kebencian dan permusuhan dari\nhati kami. Ya Allah. Ya Allah, jika yang\npantas melihat dan bersama Nabi Besar\nMuhammad adalah hamba-hamba-Mu yang\nsaleh yang tidak pernah meninggalkan\nsalat, yang istiqamah dalam ibadah, yang\nistiqamah di dalam membaca Al-Qur'an dan\nberzikir kepada-Mu ya Allah. Berkat\ndaripada Hadratus Syekh Ahmad Asrari,\nberkat daripada Hadrat Syekh Muhammad\nUtsman, berkat daripada Sultanul Auliya,\nSayidina Syekh Abdul Qadir Aljailani.\nJadikanlah kami ya Allah satu di antara\nmereka yang saleh itu. Jika yang pantas\nbersama Nabi besar Muhammad adalah\nhamba-Mu yang bertakwa yang jauh dari\nperbuatan dosa, maka berkat daripada\nHadratus Syekh Ahmad Asrori, berkat\ndaripada Hadratus Syekh Muhammad Utsman,\nberkat daripada Sultanul Auliya,\nSayidina Syekh Abdul Qadir alJailani.\nJadikanlah semua orang yang hadir di\nsini ya Allah bertaubat dari segala\nperbuatan dosa setelah ini. Ya Allah, ya\nAllah, ya Rahman. Kami bertawasul berkat\ndaripada kedudukan Sultanul Auliya,\nSayidura Syekh Abdul Qadir Aljailani.\nBerkat daripada kedudukan Hadratus Syekh\nMuhammad Utsman. Berkat daripada\nkedudukan Hadratus Syekh Ahmad Asrari.\nAmpunilah seluruh dosa-dosa kami ya\nAllah.\nAmpunilah seluruh dosa-dosa kami ya\nAllah.\nAmpunilah seluruh dosa-dosa kami ya\nAllah.\nTutuplah seluruh aib kami ya Allah.\nTutuplah seluruh aib keluarga kami ya\nAllah. Tutuplah seluruh aib semua orang\nyang hadir di majelis ini. Ya Allah. Ya\nAllah. Hari ini kami baru saja\nditinggalkan oleh guru kami sayidinal\nHabib Umar bin Hamid aljailani. Ya Allah\nberikanlah kesabaran kepada kami,\nberikan kesabaran kepada keluarga\nbeliau, dan tempatkanlah beliau pada\nmakam yang mulia di sisiMu ya Allah.\nTempatkanlah beliau di makam yang mulia\ndi sisiMu, ya Allah di samping Nabi\nBesar Muhammad. Ya Allah, semoga seluruh\nkeluarga Hadratus Syekh selalu diberikan\nkesehatan dan panjang umur sehingga\nterus bisa melanjutkan warisan dan\nperjuangan daripada apa yang\nditinggalkan oleh ayahanda beliau. Dan\nya Allah jadikanlah kota Surabaya, Jawa\nTimur, Indonesia dan wilayah-wilayah\nlainnya menjadi tempat yang aman, tempat\nyang subur. Bimbinglah seluruh\npenduduknya dan jadikanlah sebagai\nbaldatun thayibatun warabbun gfur. Ya\nAllah, jadikanlah perkumpulan al-khidmah\nini sebagai wasilah kami, sebagai\nwasilah bagi kami, anak istri kami,\nkedua orang tua kami, semua orang yang\nkami cintai sebagai wasilah untuk\nmendapatkan rida-Mu ya Allah. sebagai\nwasilah agar kelak kami semua bisa\nmemandang wajah keagungan dan\nkeindahan-Mu. Ya Allah, kabulkanlah doa\nkami. Ya Allah, kabulkanlah doa kami. Ya\nAllah, kabulkanlah doa kami, Ya Allah.\nJika yang berdoa ini ya Allah tidak\nlayak Engkau ijabah, bukankah di antara\nyang mendengar dan mengaminkan ada yang\nlayak Engkau ijabah doanya, Ya Allah?\nJika ya Allah hanya Engkau hanya\nmenerima doa-doa orang yang saleh, maka\nkepada siapa kami para pendosa ini\nmeminta? Ya Allah rabbana taqobbal minna\ninnaka antul alim wat alaina innaka ant\ntawwabur rahim.\nwa akabanhamdulillahilamin.\nMaaSyiral hadirin wal hadirat seluruh\njemah al khidmah yang semoga senantiasa\ndirahmati oleh Allah. Demikian apa yang\nbisa kami sampaikan. Atas segala\nkekurangannya kami mohon maaf\nsebesar-besarnya yang benar dari Allah\nyang salah murni kebodohan dan\nkekhilafan kami secara pribadi. Walu\nminkum. Wasalamualaikum warahmatullahi\nwabarakatuh.<\/code><\/pre>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sambutan dan Ungkapan rasa duka oleh KH. M. Husni Mubarak\u00a0 MAJLIS DZIKIR MAULIDURRASUL SAW &amp;&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[6,9,44,42,43,12,45],"class_list":["post-101","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-mauidhoh-hasanah","tag-al-fithrah-surabaya","tag-al-khidmah","tag-duka-mendalam","tag-habib-umar-bin-hamid-al-jailani","tag-haul-akbar-al-fithrah","tag-kh-m-husni-mubarok","tag-wafat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=101"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":106,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101\/revisions\/106"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=101"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=101"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=101"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}