{"id":144,"date":"2026-06-09T07:11:54","date_gmt":"2026-06-09T07:11:54","guid":{"rendered":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/?p=144"},"modified":"2026-06-09T07:11:54","modified_gmt":"2026-06-09T07:11:54","slug":"3-kajian-kitab-al-muntakhobat-2026-fii-maa-huwa-al-manaqib","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/2026\/06\/09\/3-kajian-kitab-al-muntakhobat-2026-fii-maa-huwa-al-manaqib\/","title":{"rendered":"(3). KAJIAN KITAB AL MUNTAKHOBAT (2026) : FII MAA HUWA AL MANAQIB"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-small-font-size wp-block-paragraph\"><strong>oleh UST. DR. ABDUR ROSYID JUHRO M, Fil. I.&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size wp-block-paragraph\">KAJIAN RAMADHAN 2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size wp-block-paragraph\">Bertempat di&nbsp;Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Kedinding Surabaya<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size wp-block-paragraph\">AHAD PAGI, 22 FEBRUARI 2026 (4 RAMADHAN 1447 H)<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"686\" height=\"386\" src=\"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/image.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-136\" srcset=\"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/image.png 686w, https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/image-300x169.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 686px) 100vw, 686px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">BAGIAN 1: Hierarki Kitab Hadis dan Alasan di Balik Jumlah Hadis Sahih Bukhari<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di dalam Islam, penentuan hukum memiliki tata urutan atau hierarki yang jelas<sup><\/sup>. Sumber hukum pertama dan utama yang dicari dalilnya adalah Al-Qur&#8217;an<sup><\/sup>. Jika suatu perkara tidak ditemukan hukumnya di dalam Al-Qur&#8217;an, maka langkah berikutnya adalah mencarinya di dalam kitab-kitab hadis<sup><\/sup>. Di sinilah para ulama menerapkan tingkatan validitas hadis<sup><\/sup>. Dua kitab sahih yang menempati posisi teratas adalah <em>Sahih Bukhari<\/em> dan <em>Sahih Muslim<\/em><sup><\/sup>. Meskipun keduanya merupakan kitab hadis yang sahih, para ulama sepakat bahwa kitab tersahih setelah Al-Qur&#8217;an (<em>ashahhul kutub ba&#8217;dal Qur&#8217;an<\/em>) adalah <em>Sahih Bukhari<\/em>, baru kemudian disusul oleh <em>Sahih Muslim<\/em><sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika dillihat dari segi kuantitas, <em>Sahih Bukhari<\/em> sebenarnya memiliki jumlah hadis yang lebih sedikit, yaitu sekitar 9.000-an hadis<sup><\/sup>. Sementara itu, <em>Sahih Muslim<\/em> memuat jumlah yang lebih banyak, yakni sekitar 11.000-an hadis<sup><\/sup>. Walaupun jumlahnya lebih sedikit, tingkat kesahihan <em>Sahih Bukhari<\/em> dinilai lebih tinggi karena Imam Bukhari menerapkan kriteria dan syarat yang jauh lebih ketat dan selektif dalam menyaring sebuah hadis dibandingkan dengan Imam Muslim<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di bawah level dua kitab sahih tersebut, terdapat empat kitab Sunan utama, yaitu <em>Sunan Abu Dawud<\/em>, <em>Sunan An-Nasa&#8217;i<\/em>, <em>Sunan At-Tirmidzi<\/em>, dan <em>Sunan Ibnu Majah<\/em><sup><\/sup>. Keempat kitab Sunan ini, jika digabungkan dengan dua kitab Sahih di atas, membentuk enam kitab landasan hadis yang dikenal luas dalam <em>Ulumul Hadis<\/em> dengan istilah <em>Kutubus Sittah<\/em><sup><\/sup>. Menariknya, semua imam besar pengarang <em>Kutubus Sittah<\/em> ini memberikan ruang tersendiri di dalam kitab mereka untuk membahas tentang <em>manaqib<\/em> (kisah keluhuran)<sup><\/sup>. Imam Muslim menulis bab khusus bernama <em>Kitabul Fadhail<\/em> dan <em>Kitabu Fadhailis Shahabah<\/em><sup><\/sup>. Imam Abu Dawud menulis bab <em>Fi Fadhli Ashabi Rasulillah<\/em> <sup><\/sup>, Imam At-Tirmidzi menyusun <em>Kitabul Manaqib an Rasulillah<\/em> <sup><\/sup>, Imam An-Nasa&#8217;i membuat bab <em>Wafa bin Nadzri<\/em> <sup><\/sup>, dan Imam Ibnu Majah melengkapinya dengan bab <em>Fi Fadhli Ashabi Rasulillah<\/em><sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">BAGIAN 2: Cerita Hafalan Hadis Imam Bukhari dan Hadis yang Dibawa ke Kubur<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suatu ketika, Imam Bukhari pernah ditanya oleh seseorang mengenai jumlah hadis yang beliau kuasai<sup><\/sup>. Beliau menjawab, <em>&#8220;Hafidztu&#8230;<\/em> Aku menghafal 100.000 hadis sahih dan 100.000 hadis yang belum sempat aku teliti.&#8221; <sup><\/sup>Artinya, secara total Imam Bukhari menghafal 200.000 hadis<sup><\/sup>. Perlu dipahami bahwa menghafal hadis bagi ulama kelas dunia bukan sekadar menghafal redaksi kalimat ucapan Rasulullah (<em>matan<\/em>) saja<sup><\/sup>. Menghafal <em>matan<\/em> cenderung mudah bagi yang paham bahasa Arab<sup><\/sup>. Namun, Imam Bukhari menghafal seluruh jalur periwayatan (<em>sanad<\/em>) yang rumit, detail, dan berputar-putar dari Rasulullah, ke sahabat A, ke sahabat B, ke tabiin, hingga sampai ke beliau<sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mendengar jawaban itu, orang tersebut bertanya lagi, &#8220;Jika engkau menghafal sampai 100.000 hadis sahih, mengapa engkau hanya menuliskan dan memasukkan sekitar 9.000 hadis saja ke dalam kitabmu?&#8221; <sup><\/sup>Imam Bukhari menjawab dengan bijak, <em>&#8220;Likhowfil malal&#8230;<\/em> Aku khawatir para pembaca dan orang yang mengaji akan merasa bosan jika kitabnya terlalu tebal.&#8221; <sup><\/sup> Bayangkan, kitab dengan 9.000 hadis saja terkadang belum pernah kita pegang atau miliki di rumah, bagaimana jadinya jika beliau membukukan seluruh 100.000 hadis sahih tersebut? Tentu akan memakan berpuluh-puluh atau ratusan jilid kitab<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari kisah ini, muncul sebuah renungan besar: jika yang beliau hafal ada 100.000 hadis sahih dan yang dibukukan hanya 9.000, lalu di manakah sisa 91.000 hadis sahih lainnya? Sisa hadis tersebut ikut terkubur dan dibawa meninggal oleh Imam Bukhari<sup><\/sup>. Oleh karena itu, sungguh tidak bijaksana jika pada zaman sekarang ada orang yang dengan mudahnya membidahkan atau menyesatkan suatu amalan hanya dengan alasan, &#8220;Amalan ini tidak ada hadisnya, tidak ada dalilnya di kitab hadis.&#8221; <sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup>Ingat, ada puluhan ribu hadis sahih lain yang tidak sempat tertulis di <em>Kutubus Sittah<\/em><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup>. Sebuah amalan bisa jadi pernah diucapkan, dilakukan, atau disetujui secara diam-diam oleh Rasulullah (<em>hadis taqriri<\/em>) <sup><\/sup>, namun riwayatnya tidak sampai dibukukan dalam kitab-kitab hadis yang kita pegang hari ini<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">BAGIAN 3: Cerita Metodologi Kitab Ihya Ulumuddin dan Karamah Pertemuan Imam Ghazali dengan Rasulullah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kisah serupa mengenai keluasan ilmu yang melampaui teks kitab hadis juga terjadi pada <em>Hujjatul Islam<\/em> Imam Al-Ghazali<sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup>. Di dalam mahakarya beliau, kitab <em>Ihya Ulumuddin<\/em>, terdapat metodologi penyusunan dalil yang sangat luar biasa dan terstruktur<sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup>. Metode ini pula yang kemudian ditiru oleh Hadratus Syekh KH. Achmad Asrori Al-Ishaqy dalam menyusun kitab <em>Al-Muntakhobat<\/em> jilid 1 sampai 5<sup><\/sup><sup><\/sup>. Strukturnya selalu diawali dengan ayat Al-Qur&#8217;an sebagai fondasi, disusul dengan hadis-hadis, kemudian menyertakan pendapat sahabat (<em>atsar<\/em>), dan diakhiri dengan pendapat para tabi&#8217;in<sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suatu ketika, ada seorang murid atau jemaah yang meneliti kitab <em>Ihya Ulumuddin<\/em> dan bertanya kepada Imam Al-Ghazali, &#8220;Wahai Imam Ghazali, saya telah meneliti kitab Ihya ini. Saya menemukan banyak sekali hadis di dalamnya yang setelah saya cari, ternyata tidak ada di dalam kitab-kitab hadis resmi (<em>kutubul hadis<\/em>). Dari mana engkau mendapatkan hadis-hadis tersebut?&#8221; <sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Imam Al-Ghazali menatap muridnya dengan penuh kasih sayang dan memanggilnya dengan sebutan, <em>&#8220;Ya walad&#8230;<\/em> Wahai anakku.&#8221; <sup><\/sup>Kebiasaan menganggap murid sebagai anak atau teman akrab (<em>konco pondok<\/em>\u2014sebagaimana Hadratus Syekh memperlakukan para santri Al-Fitrah) adalah ciri khas kasih sayang para ulama sufi<sup><\/sup>. Beliau menjawab, &#8220;Ketahuilah wahai anakku, setiap kali aku hendak menuliskan sebuah hadis di dalam kitab <em>Ihya Ulumuddin<\/em>, aku tidak menyusunnya sembarangan. Aku bertawasul dan mengirimkan Al-Fatihah kepada Rasulullah SAW<sup><\/sup>. Atas izin Allah, Rasulullah hadir secara nyata di hadapanku<sup><\/sup>. Lalu aku membacakan hadis tersebut dan mengonfirmasikannya langsung: <em>&#8216;Ya Rasulullah, betulkah engkau pernah menyabdakan hadis ini?&#8217;<\/em> Jika Rasulullah mengangguk membenarkan, barulah hadis itu berani aku tulis di dalam kitab.&#8221; <sup><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di dalam kitab <em>Ihya Ulumuddin<\/em> terdapat kurang lebih 4.848 hadis<sup><\/sup>. Ini mengindikasikan bahwa selama proses mengarang kitab tersebut, Imam Al-Ghazali telah bertemu secara spiritual dengan Rasulullah SAW sebanyak 4.848 kali guna mengklarifikasi kesahihan hadisnya<sup><\/sup>. Itulah mengapa ketika para peneliti hadis (<em>pentahqiq<\/em>) di zaman sekarang memeriksa catatan kaki kitab <em>Ihya<\/em> dan terkadang menuliskan <em>Lam ajid lahu aslan<\/em> (&#8220;Aku tidak menemukan sumber sanad aslinya di kitab hadis mana pun&#8221;) <sup><\/sup>, hal itu bukan berarti hadisnya palsu, melainkan karena hadis tersebut didapatkan langsung melalui jalur mukasyafah langsung kepada Rasulullah SAW<sup><\/sup>. Imam Al-Ghazali menyusun kitab monumental ini saat melakukan khalwat (menyepi) di atas menara Masjid Damaskus, Suriah, sebuah perjuangan spiritual tingkat tinggi yang membuatnya layak digelari sebagai benteng Islam<sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">BAGIAN 4: Kedekatan Spiritual Hadratus Syekh KH. Achmad Asrori Al-Ishaqy dengan Sayyid Muhammad Al-Maliki<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain <em>Kutubus Sittah<\/em>, banyak sekali kitab-kitab muktabar lain yang dijadikan fondasi hukum dan memuat bab khusus mengenai <em>manaqib<\/em> serta sifat-sifat keluhuran para nabi dan wali<sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup>. Di antaranya adalah kitab <em>Syama&#8217;il Muhammadiyah<\/em> karya Imam At-Tirmidzi, <em>Syama&#8217;ir Rasul<\/em> karya Ibnu Katsir, <em>Dalailun Nubuwwah<\/em> karya Imam Al-Baihaqi, hingga kitab kontemporer seperti <em>Al-Insanul Kamil<\/em> dan <em>Adz-Dzakhair Al-Muhammadiyah<\/em> karya ulama besar Makkah, Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hubungan antara Hadratus Syekh KH. Achmad Asrori Al-Ishaqy dengan Sayyid Muhammad Al-Maliki bukan sekadar hubungan biasa, melainkan ikatan rohani sufi yang sangat dalam<sup><\/sup>. Suatu ketika, Hadratus Syekh memimpin jemaah Al-Khidmah pergi umrah dan sowan ke pondok pesantren Sayyid Muhammad Al-Maliki di Makkah<sup><\/sup>. Rombongan tersebut terdiri dari jemaah laki-laki dan perempuan<sup><\/sup>. Perlu diketahui, sepanjang sejarahnya, pondok Sayyid Muhammad di Makkah sangat ketat dan selektif, mereka tidak pernah menerima tamu perempuan, bahkan adat Arab secara umum sangat menjaga privasi agar orang lain tidak sembarangan menginap jika ada perempuan di rumah tersebut<sup><\/sup>. Namun, khusus untuk menghormati Hadratus Syekh dan jemaah Al-Khidmah, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Sayyid Muhammad Al-Maliki membuka pintu pondoknya luas-luas dan mempersilakan jemaah perempuan masuk<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ciri kebesaran akhlak kedua tokoh sufi ini terlihat jelas saat acara penutupan<sup><\/sup>. Sayyid Muhammad dengan penuh hormat mempersilakan Hadratus Syekh untuk memimpin doa<sup><\/sup>. Namun, karena rasa tawaduk (rendah hati) yang luar biasa, Hadratus Syekh menolak dengan halus, bahkan setelah didesak bagaimanapun<sup><\/sup>. Akhirnya, Sayyid Muhammad sendiri yang mengalah untuk berdoa<sup><\/sup>. Uniknya, saat berdoa, Sayyid Muhammad memegang erat kedua belah tangan Hadratus Syekh<sup><\/sup>. Dalam tradisi tasawuf, tindakan ini bermakna: <em>&#8220;Aku yang melafalkan doa, namun tolong bantu antarkan doa ini secara batiniah agar mengetuk pintu arsy Allah.&#8221;<\/em> <sup><\/sup>Keindahan adab, saling menghormati, dan ketundukan hati tanpa ego egois ini adalah teladan spiritual yang luar biasa bagi seluruh jemaah<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">BAGIAN 5: Landasan Al-Qur&#8217;an dan Hadis tentang Pentingnya Pembacaan Manaqib<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Praktik pembacaan <em>manaqib<\/em> (kisah hidup orang saleh) memiliki landasan dalil yang sangat kokoh langsung dari Al-Qur&#8217;an dan Al-Hadis<sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup>. Di dalam Al-Qur&#8217;an, Allah SWT berulang kali memerintahkan Rasulullah SAW untuk menceritakan kisah-kisah umat terdahulu<sup><\/sup>. Melalui Surat Al-A&#8217;raf ayat 176, Allah berfirman: <em>&#8220;Faqshushil qashasha la&#8217;allahum yatafakkaruun&#8221;<\/em> (Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir dan mengambil pelajaran)<sup><\/sup>. Cerita masa lalu dihadirkan bukan sekadar dongeng, melainkan sebagai <em>ibrah<\/em> atau teladan bagi orang-orang yang berakal (<em>liulil albabi<\/em>) <sup><\/sup>, sebagaimana kisah Nabi Yusuf AS yang disebut sebagai <em>Ahsanal Qashash<\/em> (cerita terbaik) karena kronologinya yang utuh dan penuh hikmah<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahkan dalam Surat Hud ayat 120, Allah menegaskan fungsi utama dari menceritakan kisah-kisah para utusan terdahulu: <em>&#8220;Wa kulla nnaqushshu &#8216;alaika min anbaa&#8217;ir rusuli maa nutsabbitu bihi fu&#8217;aadaka&#8221;<\/em> (Dan semua kisah rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu Muhammad, agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu)<sup><\/sup>. Ayat ini mengandung rahasia besar: Rasulullah SAW yang memiliki tingkat keimanan paling agung\u2014bahkan setan yang ditugaskan iblis untuk menggodanya justru takluk dan masuk Islam karena kehebatan iman beliau\u2014masih dirasa perlu oleh Allah untuk mendengarkan kisah nabi-nabi terdahulu agar hatinya semakin mantap dan kuat<sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup>. Jika seorang nabi mulia saja membutuhkan kisah keteladanan agar hatinya teguh, apalagi kita manusia biasa yang imannya sering naik turun dan penuh kekurangan? <sup><\/sup><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Landasan ini diperkuat oleh sabda Rasulullah SAW mengenai fadhilah mengingat dan menceritakan orang-orang mulia<sup><\/sup>:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><em>Dzikrul anbiya&#8217; minal &#8216;ibadah:<\/em> Mengingat dan menceritakan kisah para nabi adalah bagian dari ibadah.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Dzikrush shalihin kafarah:<\/em> Mengingat dan menceritakan kisah para wali dan orang-orang saleh dapat menjadi wasilah penggugur dosa-dosa kita. Mengingat kebaikan mereka membawa pengaruh rohani yang dahsyat, sama halnya dengan mengingat kematian dan kuburan yang dapat melembutkan hati serta mendekatkan seseorang ke dalam surga.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">BAGIAN 6: Tanda Akhir Zaman dan Pentingnya Menghadiri Majelis Istigasah \/ Haul<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika kita memperhatikan realitas kehidupan sosial saat ini, tanda-tanda datangnya hari kiamat seolah-olah sudah tampak jelas di depan mata<sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup>. Fenomena perilaku di mana banyak laki-laki menyerupai perempuan dan sebaliknya, baik dari cara berpakaian maupun bertingkah laku, sudah marak terjadi<sup><\/sup>. Selain itu, krisis moral dan hilangnya sifat amanah juga menjadi penanda yang nyata; orang yang jujur dan amanah justru disingkirkan serta tidak dipercayai, sementara orang-orang yang khianat justru diberi panggung dan amanah besar<sup><\/sup>. Dunia luar terasa begitu rusak dan mengkhawatirkan<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, suasana batin yang sebaliknya akan kita rasakan ketika kita melangkahkan kaki dan hadir di dalam majelis-majelis zikir, seperti majelis Al-Khidmah atau menghadiri Haul Akbar<sup><\/sup><sup><\/sup>. Di tengah jutaan atau ratusan ribu orang saleh yang berkumpul\u2014konon dalam suatu Haul Akbar bisa dihadiri hingga 850.000 orang\u2014rasa takut akan kiamat yang dekat itu seakan sirna<sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup>. Mengapa? Karena melihat masih begitu banyaknya ulama, habaib, dan umat Islam yang bersujud, menangis, dan berzikir, memunculkan keyakinan bahwa rahmat Allah masih turun dan kiamat masih jauh<sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup>. Kiamat hanya akan terjadi ketika dunia ini benar-benar telah rusak total dan tidak ada lagi orang saleh yang tersisa<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh karena itu, mari kita jaga hati kita di majelis ilmu dengan mengamalkan ibadah terbaik, yaitu <em>tarkul hiyal<\/em> (meninggalkan tipu daya\/rekayasa buruk) <sup><\/sup>, serta menjaga modal utama orang alim, yaitu menjauhkan diri dari sifat takabur (sombong)<sup><\/sup>. Ilmu itu sifatnya seperti air; ia hanya akan mengalir ke tempat yang rendah (hati yang tawaduk) dan mustahil air ilmu akan mengalir naik ke atas bukit yang tinggi (hati orang yang sombong dan takabur)<sup><\/sup>. Bersihkan pula hati dari sifat hasud (iri hati atas nikmat orang lain yang disertai keinginan agar nikmat orang tersebut hilang)<sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup>. Yang diperbolehkan hanyalah <em>ghibthah<\/em>, yaitu merasa iri melihat kesalehan orang lain (misal melihat orang lain lancar menghafal Al-Qur&#8217;an), lalu memacu diri sendiri untuk meniru amalan baiknya tanpa ada niat menjatuhkan orang tersebut<sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">BAGIAN 7: Kisah Ketegasan Hukum Syekh Junaid Al-Baghdadi Terhadap Al-Hallaj<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Syekh Abul Qasim Junaid Al-Baghdadi adalah seorang ulama besar yang dianugerahi gelar <em>Sayyidut Tha&#8217;ifah<\/em> (pemimpin para ulama sufi)<sup><\/sup>. Beliau menduduki posisi sentral spiritual yang sejajar dengan Syekh Izzuddin bin Abdissalam selaku <em>Sultanul Ulama<\/em> dan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani selaku <em>Sultanul Auliya<\/em><sup><\/sup>. Hadratus Syekh KH. Achmad Asrori semasa hidupnya memiliki keinginan spiritual yang mendalam untuk berziarah ke makam tiga wali besar di kota Baghdad, Irak: Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Syekh Junaid Al-Baghdadi, dan Syekh Sari As-Saqati<sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup>. Namun, cita-cita ziarah tersebut belum sempat terwujud secara lahiriah karena kondisi konflik keamanan di Irak yang tidak menentu sejak tahun 1990-an<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Syekh Junaid Al-Baghdadi memiliki seorang murid bernama Husain Al-Hallaj<sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup>. Akibat kedalaman makrifat dan kondisi spiritualnya yang tenggelam dalam kecintaan (<em>mukasyafah<\/em> dan <em>jazab<\/em>), Al-Hallaj mengucapkan kalimat kontroversial (<em>syathahat<\/em>) di depan publik: <em>&#8220;Inni Anallah&#8230; Subhani&#8221;<\/em> (Sesungguhnya akulah Allah, Maha Suci Aku)<sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup>. Ia merasa zat Allah telah menyatu di dalam dirinya (<em>ittihad\/hulul<\/em>)<sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup>. Secara esensi tasawuf tingkat tinggi, hal ini dipahami oleh para ahli makrifat<sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup>. Namun, karena diucapkan di depan khalayak awam, ucapan ini menimbulkan kegemparan besar di Baghdad<sup><\/sup>. Khalifah Dinasti Abbasiyah mengirim surat hingga enam kali kepada Syekh Junaid agar menegur muridnya, namun tidak dihiraukan<sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup><sup><\/sup>. Baru pada surat ketujuh, Syekh Junaid mengambil tindakan tegas demi menjaga stabilitas syariat umat<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Syekh Junaid kemudian melepas jubah sufinya yang berbahan wall halus dan menggantinya dengan jubah ulama fikih<sup><\/sup>. Beliau menegaskan, <em>&#8220;Aku akan mengadili muridku, Al-Hallaj, menggunakan kacamata fikih dan syariah, bukan dengan kacamata tasawuf. Karena jika dinilai dengan tasawuf, ia tidak salah. Namun di hadapan syariat fikih, ucapannya keliru dan bisa merusak akidah orang awam.&#8221;<\/em> <sup><\/sup>Al-Hallaj akhirnya dijatuhi hukuman mati di tengah lapangan<sup><\/sup>. Menakjubkannya, setiap kali anggota tubuh Al-Hallaj dipotong, tetesan darahnya yang jatuh ke tanah secara ajaib membentuk tulisan lafaz <em>&#8220;Allah, Allah&#8221;<\/em><sup><\/sup>. Sebelum wafat, Al-Hallaj berpesan kepada pengikutnya, <em>&#8220;Kalian yang mengikutiku mendapatkan satu pahala, namun hakim dan eksekutor yang menghukumku (termasuk Syekh Junaid) mendapatkan dua pahala karena mereka berijtihad menjaga syariat.&#8221;<\/em> Inilah indahnya adab tingkat tinggi para kekasih Allah yang tidak saling menyalahkan meski berbeda sudut pandang<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">BAGIAN 8: Ciri Hati yang Mendapatkan Cahaya Hidayah dari Allah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di dalam kitab <em>Latifah Al-Mardhiyyah<\/em>, terdapat sebuah nasihat berharga dari Sayyidina Syekh Syarafuddin radhiallahu &#8216;anhu mengenai tanda-tanda orang yang hatinya dipilih oleh Allah untuk menerima pancaran cahaya hidayah dan kebahagiaan ketuhanan (<em>shohiban nuri\/sa&#8217;adah al-ilahiyyah<\/em>)<sup><\/sup>. Salah satu indikator utamanya sangat sederhana namun mendalam: apabila orang tersebut mendengarkan kisah karamah, keluhuran, atau riwayat perilaku para ulama besar (<em>akabir<\/em>) zaman dahulu meskipun hanya sedikit saja, maka hatinya akan langsung merasa bahagia, menyambut dengan tangan terbuka, dan langsung memercayainya dengan penuh cinta<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika diceritakan bagaimana hebatnya karamah Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Sunan Ampel, Habib Abu Bakar Assegaf, Syaikhona Kholil Bangkalan, atau Hadratus Syekh Kiai Asrori Al-Ishaqy, ia langsung percaya tanpa ada keraguan atau penolakan di dalam hatinya<sup><\/sup>. Rasa percaya yang spontan ini muncul karena adanya <em>munasabah haqiqiyyah<\/em>\u2014yaitu adanya hubungan batin dan ikatan rohani yang kuat antara sang wali yang diceritakan dengan ruh si pendengar<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebaliknya, pada zaman sekarang, sangat sulit menemukan orang yang hatinya bersih dan mudah memercayai wilayah kewalian<sup><\/sup>. Kelompok orang yang percaya justru menjadi minoritas<sup><\/sup>. Di media sosial seperti X (Twitter) atau YouTube, banyak sekali paham-paham baru yang hobi menolak, mengkritik, bahkan menafikan keberadaan para wali Allah<sup><\/sup>. Padahal, jumlah wali Allah di muka bumi ini selalu tetap dan jangkep, yakni sebanyak 124.000 wali, dan jumlah ini tidak akan berkurang satu pun hingga akhir zaman nanti ketika ditutup oleh turunnya Nabi Isa AS sebagai penutup para wali (<em>wali khatam<\/em>)<sup><\/sup>. Mengapa orang-orang zaman sekarang sulit percaya? Karena <em>La ya&#8217;riful wali illal wali<\/em> (tidak ada yang bisa mengetahui seorang wali kecuali sesama wali)<sup><\/sup>. Oleh karena itu, jika hati kita merasa tenang dan langsung percaya saat mendengar kisah-kisah manaqib para kekasih Allah, bersyukurlah, karena itu adalah tanda valid bahwa Allah sedang membuka hati kita untuk menerima cahaya-Nya<sup><\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber: Channel YT <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/@ALFITHRAH\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">ALWAVA<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Link <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=clmz1Hsbcsc\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Full Video Kajian<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"#03. KAJIAN KITAB AL MUNTAKHOBAT FII MAA HUWA AL MANAQIB OLEH : UST. H. ABDUR ROSYID M, Fil. I.\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/clmz1Hsbcsc?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertanyaan, kerjasama, atau laporan konten hubungi kami:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Email : ngaji.anina99@gmail.com<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Youtube : <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/@anina99dotcom\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">@anina99dotcom<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tiktok : <a href=\"https:\/\/www.tiktok.com\/@anina99dotcom\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">@anina99dotcom<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Whatsapp : <a href=\"https:\/\/wa.me\/+62895611707936\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">+62 895-6117-07936<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saluran WA : <a href=\"https:\/\/whatsapp.com\/channel\/0029Vb76nco2P59hlSsFjH2i\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Ngaji Bareng Anina<\/a><\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>1\n00:00:11,135 --> 00:00:13,155\n&#91;musik]\n\n2\n00:00:15,720 --> 00:00:17,740\n&#91;musik]\n\n3\n00:00:20,279 --> 00:00:22,980\ne &#91;musik]\n\n4\n00:00:26,855 --> 00:00:28,875\n&#91;musik]\n\n5\n00:00:40,680 --> 00:00:42,879\nQiriah wqsabandiah\n\n6\n00:00:42,879 --> 00:00:46,120\nahli turil\n\n7\n00:00:47,039 --> 00:00:50,840\nsyekh abadil jilani\n\n8\n00:00:50,840 --> 00:00:54,680\nabim aziz\n\n9\n00:00:54,680 --> 00:00:57,680\nhadmadagi\n\n10\n00:00:58,519 --> 00:01:01,320\nwadr syekhina\n\n11\n00:01:58,439 --> 00:02:01,759\nBismillah. Bismillahirrahmanirrahim.\n\n12\n00:02:08,759 --> 00:02:13,599\nWal imam Muslim fi shahihi bikitabil\n\n13\n00:02:13,599 --> 00:02:15,760\nfadhail.\n\n14\n00:02:15,760 --> 00:02:19,760\nBegitu juga Imam Muslim dalam kitab\n\n15\n00:02:19,760 --> 00:02:23,720\nSahih Muslim membuat bab khusus yang\n\n16\n00:02:23,720 --> 00:02:27,160\nmenjelaskan yang berisi tentang manaqib.\n\n17\n00:02:27,160 --> 00:02:31,200\nJudul babnya kitabil fadil\n\n18\n00:02:31,200 --> 00:02:34,640\nwa kitabi fadili shabah.\n\n19\n00:02:34,640 --> 00:02:38,840\nWal Imam Abu Dawud fi Sunanihi in dalam\n\n20\n00:02:38,840 --> 00:02:42,680\nkitab Sunan Abu Dawud.\n\n21\n00:02:42,680 --> 00:02:45,480\nSunan Abu Dawud\n\n22\n00:02:45,480 --> 00:02:47,200\nbibab\n\n23\n00:02:47,200 --> 00:02:50,200\nfi fadli ashabi rasulillahi sallallahu\n\n24\n00:02:50,200 --> 00:02:54,120\nalaihi wasahbihi wasallam ing dalam bab\n\n25\n00:02:54,120 --> 00:02:57,120\nkeutamaan sahabat-sahabat Rasulullah bab\n\n26\n00:02:57,120 --> 00:02:58,800\ntersendiri\n\n27\n00:02:58,800 --> 00:03:01,920\nw Imam at-Turmudzi\n\n28\n00:03:01,920 --> 00:03:04,599\nfi Sunani dalam kitab\n\n29\n00:03:04,599 --> 00:03:07,319\nSunan Turmudzi\n\n30\n00:03:07,319 --> 00:03:10,640\nbikitabil Manaqib an Rasulillah\n\n31\n00:03:10,640 --> 00:03:13,720\nsallallahu alaihi wasallam.\n\n32\n00:03:13,720 --> 00:03:16,400\nWal Imam Annasai\n\n33\n00:03:16,400 --> 00:03:18,640\nfi sunanihi\n\n34\n00:03:18,640 --> 00:03:23,159\nbibabil wafa bin nadri. Imam an-nasai\n\n35\n00:03:23,159 --> 00:03:25,480\ndalam kitab sunannya\n\n36\n00:03:25,480 --> 00:03:28,480\nmembuat bab tersendiri. Babul wafa bin\n\n37\n00:03:28,480 --> 00:03:30,439\nnadri.\n\n38\n00:03:30,439 --> 00:03:33,920\nWal Imam Ibnu Majah fi Sunani. Dalam\n\n39\n00:03:33,920 --> 00:03:39,239\nkitab Sunan Ibnu Majah bibabin fi fadili\n\n40\n00:03:39,239 --> 00:03:42,400\nashabi rasulillah sallallahu alaihi wa\n\n41\n00:03:42,400 --> 00:03:45,120\nalihi wasahbihi wasallam. Jadi lengkap\n\n42\n00:03:45,120 --> 00:03:50,040\nya ee wagalika nanti disebutkan oleh\n\n43\n00:03:50,040 --> 00:03:53,560\nHadratus Syekh ee\n\n44\n00:03:53,560 --> 00:03:56,239\nselain kitab\n\n45\n00:03:56,239 --> 00:04:00,239\ndua kitab sahih yang kita tahu Sahih\n\n46\n00:04:00,239 --> 00:04:05,480\nBukhari dan Sahih Muslim.\n\n47\n00:04:05,480 --> 00:04:08,879\nTingkatan level berikutnya ada kitab\n\n48\n00:04:08,879 --> 00:04:11,200\nSunan empat,\n\n49\n00:04:11,200 --> 00:04:15,680\nSunan Abu Dawud, Sunan Annasai,\n\n50\n00:04:15,680 --> 00:04:20,000\nSunan At-Turmudzi dan Sunan Ibnu Majah.\n\n51\n00:04:20,000 --> 00:04:24,919\nSunan Al-Arbaah empat kitab Sunan\n\n52\n00:04:24,919 --> 00:04:28,680\nditambah dua kitab sahih tadi\n\n53\n00:04:28,680 --> 00:04:31,160\nenam. Sehingga\n\n54\n00:04:31,160 --> 00:04:33,520\nada istilah di dalam ulumul hadis\n\n55\n00:04:33,520 --> 00:04:38,880\nkutubus sittah. Enam kitab hadis\n\n56\n00:04:38,880 --> 00:04:41,479\nitu sebagai\n\n57\n00:04:41,479 --> 00:04:43,240\ndasar\n\n58\n00:04:43,240 --> 00:04:45,039\nlandasan\n\n59\n00:04:45,039 --> 00:04:49,680\nee penentuan hukum. Jadi hierarkinya\n\n60\n00:04:49,680 --> 00:04:53,120\nsusunannya itu\n\n61\n00:04:53,120 --> 00:04:56,080\ndicari di dalam Al-Qur'an.\n\n62\n00:04:56,080 --> 00:04:58,080\nKalau tidak ada di dalam Al-Qur'an\n\n63\n00:04:58,080 --> 00:05:03,199\ndicari dalam kitab hadis. Hadis pertama\n\n64\n00:05:03,199 --> 00:05:05,320\nyang dicari dalilnya kalau tidak dalam\n\n65\n00:05:05,320 --> 00:05:08,199\nAl-Qur'an adalah Sahih Bukhari dulu\n\n66\n00:05:08,199 --> 00:05:11,280\nkemudian Sahih Muslim. Meskipun\n\n67\n00:05:11,280 --> 00:05:14,560\nsama-sama sahihnya tapi asahul kutub\n\n68\n00:05:14,560 --> 00:05:16,759\nAlquran adalah Sahih Bukhari. Kitab\n\n69\n00:05:16,759 --> 00:05:19,160\ntersahih setelah Al-Qur'an adalah Sahih\n\n70\n00:05:19,160 --> 00:05:20,840\nBukhari. Kemudian Sahih Muslim. Kalau\n\n71\n00:05:20,840 --> 00:05:24,240\ntidak ada dicari di empat kitab Sunan\n\n72\n00:05:24,240 --> 00:05:26,199\nini.\n\n73\n00:05:26,199 --> 00:05:29,199\nDiundesin?\n\n74\n00:05:31,120 --> 00:05:34,240\nDan kemudian kitab-kitab hadis yang lain\n\n75\n00:05:34,240 --> 00:05:38,039\nmengikuti gitu ya.\n\n76\n00:05:40,360 --> 00:05:42,319\nTentang kitab Sahih Bukhari dan Sahih\n\n77\n00:05:42,319 --> 00:05:45,319\nMuslim.\n\n78\n00:05:47,680 --> 00:05:51,319\nDi dalam ulumul hadis begini.\n\n79\n00:05:51,319 --> 00:05:55,520\nSahih Bukhari itu jumlah hadisnya\n\n80\n00:05:55,520 --> 00:05:58,880\nsebetulnya lebih sedikit daripada Sahih\n\n81\n00:05:58,880 --> 00:06:01,199\nMuslim.\n\n82\n00:06:01,199 --> 00:06:02,639\nDi kamar-kamar insyaallah ada. Kalau\n\n83\n00:06:02,639 --> 00:06:05,319\nSahih Bukhari, Sahih Muslim. Ini\n\n84\n00:06:05,319 --> 00:06:07,840\nlebih sedikit cuma sekitar 9.000-an\n\n85\n00:06:07,840 --> 00:06:12,759\nhadis. Sahih Muslim 11.000an hadis.\n\n86\n00:06:12,759 --> 00:06:18,240\nTapi meskipun lebih sedikit, lebih sahih\n\n87\n00:06:18,440 --> 00:06:20,759\ntingkatannya, lebih sahih sahih Bukhari\n\n88\n00:06:20,759 --> 00:06:23,599\ndibandingkan sahih Muslim. Meskipun\n\n89\n00:06:23,599 --> 00:06:29,199\nsama-sama sahih. Karena Sahih Bukhari ee\n\n90\n00:06:29,199 --> 00:06:32,039\nlebih ketat\n\n91\n00:06:32,039 --> 00:06:34,680\nsyaratnya untuk menentukan sebuah hadis\n\n92\n00:06:34,680 --> 00:06:37,360\nsahih atau tidak lebih ketat Imam\n\n93\n00:06:37,360 --> 00:06:40,800\nBukhari dibandingkan Imam Muslim.\n\n94\n00:06:40,800 --> 00:06:43,360\nMakanya para ulama sepakat lebih sahih\n\n95\n00:06:43,360 --> 00:06:45,440\nSahih Bukhari dibandingkan dengan Sahih\n\n96\n00:06:45,440 --> 00:06:49,360\nMuslim. Nah, suatu ketika\n\n97\n00:06:49,360 --> 00:06:52,800\nImam Bukhari itu ada yang\n\n98\n00:06:52,800 --> 00:06:55,440\nImam Bukhari ditanya\n\n99\n00:06:55,440 --> 00:06:57,680\nya Imam Bukhari\n\n100\n00:06:57,680 --> 00:07:00,919\n9.000 hadisnya ya 9.000 sekali lagi\n\n101\n00:07:00,919 --> 00:07:04,440\nsahih Muslim sekitar 11.000-an.\n\n102\n00:07:04,440 --> 00:07:07,599\nEe wahai Imam Bukhari\n\n103\n00:07:07,599 --> 00:07:11,520\nber kitab berapa berapa? Hadis yang\n\n104\n00:07:11,520 --> 00:07:13,479\nengkau hafal.\n\n105\n00:07:13,479 --> 00:07:17,080\nKata Imam Bukhari, hafidtu. Saya hafal\n\n106\n00:07:17,080 --> 00:07:22,960\n100.000 hadis sahih dan 100.000 hadis\n\n107\n00:07:22,960 --> 00:07:26,440\nyang belum sempat saya teliti.\n\n108\n00:07:26,440 --> 00:07:29,599\nJadi, beliau hafal 200.000\n\n109\n00:07:29,599 --> 00:07:31,280\nhadis.\n\n110\n00:07:31,280 --> 00:07:34,639\n200.000 hadis. 100 sahih, 100-nya belum\n\n111\n00:07:34,639 --> 00:07:36,919\nsempat beliau teliti.\n\n112\n00:07:36,919 --> 00:07:39,520\n100.000 itu bukan cuma sanad, bukan cuma\n\n113\n00:07:39,520 --> 00:07:42,319\nmatannya saja ya, bukan cuma misalnya\n\n114\n00:07:42,319 --> 00:07:44,360\ninnamal amalu biniat, bukan cuma itunya\n\n115\n00:07:44,360 --> 00:07:46,039\nsaja,\n\n116\n00:07:46,039 --> 00:07:51,800\ntapi sanadnya an an itu dan itu\n\n117\n00:07:51,800 --> 00:07:54,520\nmenghafal sanad itu jauh lebih rumit,\n\n118\n00:07:54,520 --> 00:07:56,879\njauh lebih sulit daripada menghafal\n\n119\n00:07:56,879 --> 00:07:58,520\nmatan.\n\n120\n00:07:58,520 --> 00:08:01,039\nMatan kan maaf ucapan Rasulullah gitu\n\n121\n00:08:01,039 --> 00:08:05,720\nloh. Kalau orang paham bahasa Arab ya\n\n122\n00:08:05,720 --> 00:08:09,440\nmudah menghafal matan itu. Yang itu kan\n\n123\n00:08:09,440 --> 00:08:11,319\nsanadnya\n\n124\n00:08:11,319 --> 00:08:15,120\nee ilustrinya seperti ini. Misalnya\n\n125\n00:08:15,120 --> 00:08:16,639\nRasulullah menyemakkan hadis kepada\n\n126\n00:08:16,639 --> 00:08:18,720\nsahabat Abu Bakar, sahabat Abu Bakar\n\n127\n00:08:18,720 --> 00:08:20,680\nkepada sahabat Umar, kemudian sahabat\n\n128\n00:08:20,680 --> 00:08:23,240\nUtsman, sahabat Ali dan kepada tabiin\n\n129\n00:08:23,240 --> 00:08:27,199\ndan terus jalurnya itulah hadis A, hadis\n\n130\n00:08:27,199 --> 00:08:30,000\nB. Misalnya Rasulullah menyampaikan itu\n\n131\n00:08:30,000 --> 00:08:31,879\nkepada yang pertama kali mendengar\n\n132\n00:08:31,879 --> 00:08:34,760\nsahabat Ali dulu, kemudian sahabat\n\n133\n00:08:34,760 --> 00:08:36,680\nUtsman, kemudian sahabat Umar, sahabat\n\n134\n00:08:36,680 --> 00:08:38,919\nAbu Bakar, kemudian sahabat yang lain.\n\n135\n00:08:38,919 --> 00:08:41,120\nJadi muter-muter begitu lah. Imam\n\n136\n00:08:41,120 --> 00:08:44,200\nBukhari hafal sanad-sanadnya beliau itu\n\n137\n00:08:44,200 --> 00:08:47,440\nyang 100.000 hadis itu. 100.000 hadis\n\n138\n00:08:47,440 --> 00:08:51,839\nsahih. Kata yang bertanya tadi,\n\n139\n00:08:51,839 --> 00:08:54,760\n\"Kenapa jenengan cuma\n\n140\n00:08:54,760 --> 00:08:58,000\nmenulis 9.000 1000 hadis memuat 9.000\n\n141\n00:08:58,000 --> 00:09:00,399\nhadis. Padahal hadis yang jenengan hafal\n\n142\n00:09:00,399 --> 00:09:04,160\n100.000 hadis. Kata beliau, \"Saya\n\n143\n00:09:04,160 --> 00:09:05,680\nkhawatir\n\n144\n00:09:05,680 --> 00:09:08,240\npembaca bosan.\n\n145\n00:09:08,240 --> 00:09:10,399\nSaya khawatir yang ngaji bosan. Likhafil\n\n146\n00:09:10,399 --> 00:09:12,240\nmalal.\" Saya khawatir bosan kalau\n\n147\n00:09:12,240 --> 00:09:15,600\nkebanyakan hadis Rp100.000,\n\n148\n00:09:15,600 --> 00:09:19,079\n9.000 saja belum punya di rumah kan\n\n149\n00:09:19,079 --> 00:09:20,760\nada yang belum pernah megang mungkin\n\n150\n00:09:20,760 --> 00:09:23,040\nR9.000. Gimana kalau Rp100.000 bisa\n\n151\n00:09:23,040 --> 00:09:26,000\nberapa? Puluh ratus jilid mungkin.\n\n152\n00:09:26,000 --> 00:09:30,240\nMalal. Saya khawatir pembaca bosan. K.\n\n153\n00:09:30,240 --> 00:09:33,519\nSaya ingin mengatakan begini.\n\n154\n00:09:33,519 --> 00:09:36,399\nYang beliau hafal Rp100.000,\n\n155\n00:09:36,399 --> 00:09:40,160\nyang beliau masukkan cuma 9.000.\n\n156\n00:09:40,160 --> 00:09:41,800\nPertanyaannya\n\n157\n00:09:41,800 --> 00:09:45,000\ndi mana 91.000\n\n158\n00:09:45,000 --> 00:09:49,120\nhadis sahih lain yang beliau hafal\n\n159\n00:09:49,120 --> 00:09:52,040\ndibawa ke kuburan beliau.\n\n160\n00:09:52,040 --> 00:09:53,440\nPaham?\n\n161\n00:09:53,440 --> 00:09:57,680\ndibawa meninggal oleh beliau.\n\n162\n00:09:57,839 --> 00:10:00,200\nPaling tidak yang beliau hafalnya 91.000\n\n163\n00:10:00,200 --> 00:10:03,640\nbeliau bawa ke dalam kuburan beliau.\n\n164\n00:10:03,640 --> 00:10:05,440\nJadi\n\n165\n00:10:05,440 --> 00:10:08,839\nkalau ada orang sedikit-sedikit berkata,\n\n166\n00:10:08,839 --> 00:10:11,720\n\"Amalan ini enggak ada hadisnya. Amalan\n\n167\n00:10:11,720 --> 00:10:13,720\nini enggak dalilnya. Quran, hadis enggak\n\n168\n00:10:13,720 --> 00:10:17,600\nada. Please deh.\n\n169\n00:10:17,600 --> 00:10:20,120\nPaham?\n\n170\n00:10:20,120 --> 00:10:22,920\nIya. Tidak ada di 90 di kitab hadis\n\n171\n00:10:22,920 --> 00:10:25,480\n9.000 itu di 11.000 juga enggak ada lah.\n\n172\n00:10:25,480 --> 00:10:27,480\nAda 91.000 hadis yang lain loh yang\n\n173\n00:10:27,480 --> 00:10:32,120\nbeliau bawa ke dalam makam beliau gitu.\n\n174\n00:10:32,120 --> 00:10:34,000\nJadi kalau sedikit-sedikit orang bidah,\n\n175\n00:10:34,000 --> 00:10:36,440\nbidah, bidah, sesat, sebentar, sebentar\n\n176\n00:10:36,440 --> 00:10:39,040\ndulu. Bisa jadi itu pernah diucapkan\n\n177\n00:10:39,040 --> 00:10:41,800\noleh Rasulullah perbuatan itu atau\n\n178\n00:10:41,800 --> 00:10:44,240\ndilakukan oleh beliau. Pernah diucapkan\n\n179\n00:10:44,240 --> 00:10:46,800\natau pernah dilakukan atau para sahabat\n\n180\n00:10:46,800 --> 00:10:49,360\nmelakukan. Rasulullah melihat.\n\n181\n00:10:49,360 --> 00:10:52,120\nRasulullah no komen enggak bilang iya\n\n182\n00:10:52,120 --> 00:10:54,000\ntapi melarang juga tidak. Tapi kan hadis\n\n183\n00:10:54,000 --> 00:10:56,680\njuga hadis takririah itu kan persetujuan\n\n184\n00:10:56,680 --> 00:10:58,639\nbeliau.\n\n185\n00:10:58,639 --> 00:11:01,320\nPaham ya? Jadi enggak boleh dikit-dikit\n\n186\n00:11:01,320 --> 00:11:04,000\nenggak ada di dalam kitab hadisnya.\n\n187\n00:11:04,000 --> 00:11:05,680\nE Sahih Bukhari, Muslim, Abu Daud,\n\n188\n00:11:05,680 --> 00:11:07,279\nNasiatul itu maa enggak ada misal\n\n189\n00:11:07,279 --> 00:11:10,519\nsunanul sunanul arbaah tadi atau kita\n\n190\n00:11:10,519 --> 00:11:14,079\nyang lain nanti dulu.\n\n191\n00:11:14,079 --> 00:11:18,920\nIni pernah terjadi kepada\n\n192\n00:11:18,920 --> 00:11:21,200\nee Imam Al-Ghazali radhiallahu taala\n\n193\n00:11:21,200 --> 00:11:23,079\nanhu.\n\n194\n00:11:23,079 --> 00:11:25,000\nEe pelajar kitab-kitabnya kan dipelajari\n\n195\n00:11:25,000 --> 00:11:29,839\nya Imam Al-Ghazali kitab apa misalnya?\n\n196\n00:11:29,839 --> 00:11:32,800\nIljamul Awam ya kan? Ijamul Awam\n\n197\n00:11:32,800 --> 00:11:36,519\npelajaran. Kemudian\n\n198\n00:11:36,519 --> 00:11:39,320\nmaqsadul asna pelajaran kan syarah\n\n199\n00:11:39,320 --> 00:11:42,000\nasmaul husna\n\n200\n00:11:42,000 --> 00:11:44,639\npernah terjadi kepada kitab beliau Ihya\n\n201\n00:11:44,639 --> 00:11:46,279\nUlumuddin.\n\n202\n00:11:46,279 --> 00:11:49,480\nKalau ini pasti sering dengar kitab ini.\n\n203\n00:11:49,480 --> 00:11:51,440\nAda pasti di kamar Ihya Ulumuddin itu\n\n204\n00:11:51,440 --> 00:11:52,720\nada yang empat jilid, ada yang lima\n\n205\n00:11:52,720 --> 00:11:55,959\njilid tergantung cetakannya ya.\n\n206\n00:11:55,959 --> 00:11:59,120\nAda jemaah sahabat, ada jemaah Imam\n\n207\n00:11:59,120 --> 00:12:02,399\nGhazali yang bertanya kepada beliau\n\n208\n00:12:02,399 --> 00:12:04,000\nya Imam Ghazali.\n\n209\n00:12:04,000 --> 00:12:07,600\nSaya teliti, saya lihat di kitab engkau\n\n210\n00:12:07,600 --> 00:12:09,800\nini, di kitab jenengan Ihya Ulumuddin\n\n211\n00:12:09,800 --> 00:12:13,680\nitu ada banyak sekali hadis\n\n212\n00:12:13,680 --> 00:12:16,560\nyang tidak saya temukan di kitab-kitab\n\n213\n00:12:16,560 --> 00:12:18,279\nhadis.\n\n214\n00:12:18,279 --> 00:12:21,079\nPaham maksudnya?\n\n215\n00:12:21,079 --> 00:12:22,959\nImam Ghazali itu radhiallahu taala anhu\n\n216\n00:12:22,959 --> 00:12:25,320\ndalam kitab Ulmuddinnya metodologinya\n\n217\n00:12:25,320 --> 00:12:27,639\nluar biasa.\n\n218\n00:12:27,639 --> 00:12:30,199\nDan hadratus Syekh kemudian\n\n219\n00:12:30,199 --> 00:12:31,920\nee saya mengatakannya meniru atau\n\n220\n00:12:31,920 --> 00:12:34,440\nbagaimana melakukan hal yang sama dengan\n\n221\n00:12:34,440 --> 00:12:38,279\nkitab almuntahabat jilid 1 sampai 5 itu\n\n222\n00:12:38,279 --> 00:12:40,079\ndi awal bab itu Imam Ghazali dan\n\n223\n00:12:40,079 --> 00:12:44,040\nHadratus Syekh ee\n\n224\n00:12:44,040 --> 00:12:46,240\nmenuliskan ayat Al-Qur'an dulu sebagai\n\n225\n00:12:46,240 --> 00:12:48,079\ndalil, sebagai landasan. misalnya\n\n226\n00:12:48,079 --> 00:12:50,560\nmenjelaskan tentang baiat gitu ya,\n\n227\n00:12:50,560 --> 00:12:53,320\nakhdul ahdi atau baiat di jilid tiga.\n\n228\n00:12:53,320 --> 00:12:56,279\nBeliau menulis dulu ayat ayat Qur'an\n\n229\n00:12:56,279 --> 00:12:58,560\nyang menjelaskan tentang landasannya\n\n230\n00:12:58,560 --> 00:13:03,120\nbaiat, dalilnya baiat, kemudian hadis,\n\n231\n00:13:03,120 --> 00:13:05,560\nQurannya banyak, hadis sahih dan\n\n232\n00:13:05,560 --> 00:13:08,040\nselanjutnya. Kemudian setelah itu Imam\n\n233\n00:13:08,040 --> 00:13:10,199\nGhazali dan juga Hadratus Syekh setelah\n\n234\n00:13:10,199 --> 00:13:14,760\nhadis menulis pendapat sahabat asar.\n\n235\n00:13:14,760 --> 00:13:17,000\nBagi orang yang membedakan bahwa asar\n\n236\n00:13:17,000 --> 00:13:19,440\nitu bukan hadis. Setelah asar beliau\n\n237\n00:13:19,440 --> 00:13:22,720\nmenulis pendapat tabiin\n\n238\n00:13:22,720 --> 00:13:25,199\ntentang baiat.\n\n239\n00:13:25,199 --> 00:13:28,240\nstrukturnya, metodologinya seperti itu.\n\n240\n00:13:28,240 --> 00:13:32,519\nNah, kata jemaahnya kepada Imam Ghazali,\n\n241\n00:13:32,519 --> 00:13:35,320\n\"Ya, Imam Ghazali, saya lihat, saya\n\n242\n00:13:35,320 --> 00:13:38,199\nteliti di hadis Ihyaul, di kitab Ihyaul\n\n243\n00:13:38,199 --> 00:13:41,959\nMuddin ini ada banyak sekali hadis\n\n244\n00:13:41,959 --> 00:13:44,600\nyang saya teliti kok tidak ada di dalam\n\n245\n00:13:44,600 --> 00:13:48,000\nkutubul hadis. Engkau dapatkan dari mana\n\n246\n00:13:48,000 --> 00:13:49,360\nhadis itu?\"\n\n247\n00:13:49,360 --> 00:13:53,720\nDi kitab-kitab hadis enggak ada\n\n248\n00:13:53,720 --> 00:13:56,720\nayat Quran ada di Qurannya.\n\n249\n00:13:56,720 --> 00:13:58,880\nHadis kok tidak ada di kitab hadisnya?\n\n250\n00:13:58,880 --> 00:14:01,959\nTerus engkau dapatkan dari mana?\n\n251\n00:14:01,959 --> 00:14:05,440\nKata Imam Ghazali, \"Ya walad, katanya,\n\n252\n00:14:05,440 --> 00:14:07,920\nya walad, wahai anakku.\" Beliau itu\n\n253\n00:14:07,920 --> 00:14:09,800\nmenganggap\n\n254\n00:14:09,800 --> 00:14:13,199\nmuridnya itu sebagai anak. Ya, walad.\n\n255\n00:14:13,199 --> 00:14:16,600\nHadratus Syekh dulu kalau nyebut santri\n\n256\n00:14:16,600 --> 00:14:18,240\nalfitrah itu enggak santri, enggak.\n\n257\n00:14:18,240 --> 00:14:21,240\nEnggak\n\n258\n00:14:21,399 --> 00:14:24,000\nsantri-santri niku gak beliau itu beliau\n\n259\n00:14:24,000 --> 00:14:27,800\nnyebutnya itu konco-konco pondok niku\n\n260\n00:14:27,800 --> 00:14:30,120\nkonco jadi santri itu sampean itu semua\n\n261\n00:14:30,120 --> 00:14:33,360\ndianggap teman sama beliau itu keren ini\n\n262\n00:14:33,360 --> 00:14:35,480\nkasih sayang beliau berdua gitu ya Imam\n\n263\n00:14:35,480 --> 00:14:38,040\nGazim menyebutkan ya walad wahai anakku\n\n264\n00:14:38,040 --> 00:14:40,519\nbeliau konco-konco pondok niku katanya\n\n265\n00:14:40,519 --> 00:14:43,480\ngitu kata Imam Ghazali ya walad wahai\n\n266\n00:14:43,480 --> 00:14:46,480\nanakku santrinya ini ya\n\n267\n00:14:46,480 --> 00:14:48,199\nketahuilah\n\n268\n00:14:48,199 --> 00:14:51,639\nSetiap kali saya mau menulis hadis di\n\n269\n00:14:51,639 --> 00:14:55,360\ndalam kitab kitab Ihya Ulumuddin ini,\n\n270\n00:14:55,360 --> 00:14:58,079\nsaya tawasul dulu kepada Rasulullah,\n\n271\n00:14:58,079 --> 00:15:00,360\nkirim fatihah kepada beliau. Kemudian\n\n272\n00:15:00,360 --> 00:15:04,560\nRasulullah pasti hadir di depan saya.\n\n273\n00:15:04,560 --> 00:15:06,839\nSaya tanyakan kepada Rasulullah, \"Ya\n\n274\n00:15:06,839 --> 00:15:08,600\nRasulullah, betulkah engkau pernah\n\n275\n00:15:08,600 --> 00:15:11,199\nmengatakan hadis ini?\" Saya bacakan\n\n276\n00:15:11,199 --> 00:15:13,399\nhadisnya. Kalau beliau mengangguk baru\n\n277\n00:15:13,399 --> 00:15:15,360\nsaya tulis di di dalam kitab Ihya\n\n278\n00:15:15,360 --> 00:15:17,720\nUlumuddin ini.\n\n279\n00:15:17,720 --> 00:15:20,040\nJadi langsung diklarifikasikan kepada\n\n280\n00:15:20,040 --> 00:15:23,199\nbeliau, ditanyakan kepada beliau. Dan di\n\n281\n00:15:23,199 --> 00:15:26,000\ndalam kitab H Ulumuddin itu ada kurang\n\n282\n00:15:26,000 --> 00:15:29,800\nlebih 4.848\n\n283\n00:15:29,800 --> 00:15:32,279\nhadis. 4848\n\n284\n00:15:32,279 --> 00:15:35,560\nhadis. Itu artinya selama ngarang kitab\n\n285\n00:15:35,560 --> 00:15:38,959\nIhya Ulumuddin itu, Imam Ghazali bertemu\n\n286\n00:15:38,959 --> 00:15:42,399\ndengan Rasulullah sebanyak 4.848\n\n287\n00:15:42,399 --> 00:15:45,000\nkali.\n\n288\n00:15:45,000 --> 00:15:48,000\nKeren.\n\n289\n00:15:48,079 --> 00:15:50,680\nLangsung dinatakan pada Rasulullah. Jadi\n\n290\n00:15:50,680 --> 00:15:53,600\ntadi itu kalau tidak ada di dalam\n\n291\n00:15:53,600 --> 00:15:55,399\nkutubul hadis jangan langsung\n\n292\n00:15:55,399 --> 00:15:59,720\nmenjustice, memvonis sesat, bidah. Tidak\n\n293\n00:15:59,720 --> 00:16:02,440\nada dalilnya. Nanti dulu ada banyak\n\n294\n00:16:02,440 --> 00:16:05,240\nhadis yang dihafal oleh imam-imam hadis\n\n295\n00:16:05,240 --> 00:16:07,160\ntapi tidak sempat tidak ditulis di dalam\n\n296\n00:16:07,160 --> 00:16:10,000\nkitab hadis.\n\n297\n00:16:10,000 --> 00:16:12,560\nSilakan dibaca kitab Ihul Ulumuddinnya.\n\n298\n00:16:12,560 --> 00:16:15,319\nKitab Ulumuddin yang ada tahkiknya di\n\n299\n00:16:15,319 --> 00:16:18,160\nbawahnya, ada catan kakinya itu ada\n\n300\n00:16:18,160 --> 00:16:21,040\nbeberapa ada banyak hadis di atasnya\n\n301\n00:16:21,040 --> 00:16:24,040\nmisalkan Al-Qur'an ada ada ayat Quran di\n\n302\n00:16:24,040 --> 00:16:25,880\nbawahnya ada tulisannya Al-Qur'an surat\n\n303\n00:16:25,880 --> 00:16:29,399\napa hadis misalkan Sahih Bukhari jilid\n\n304\n00:16:29,399 --> 00:16:32,000\nberapa misalnya atau rawahu siapa. Ada\n\n305\n00:16:32,000 --> 00:16:34,480\nbeberapa hadis yang ada hadisnya di\n\n306\n00:16:34,480 --> 00:16:37,560\nbawah. Peneliti, pentahkik itu enggak\n\n307\n00:16:37,560 --> 00:16:39,519\nmenemukan hadis itu di dalam kitab apa.\n\n308\n00:16:39,519 --> 00:16:41,440\nSehingga ditulis\n\n309\n00:16:41,440 --> 00:16:45,199\nlam ajid lahu aslan. Lam ajid lahu\n\n310\n00:16:45,199 --> 00:16:47,680\naslan. Saya tidak bisa. Saya tidak\n\n311\n00:16:47,680 --> 00:16:49,959\nmenemukan sumber hadis ini dari mana,\n\n312\n00:16:49,959 --> 00:16:52,639\ndari kitab apa\n\n313\n00:16:52,639 --> 00:16:54,480\nitu. Karena Rasul, karena Imam Ghazali\n\n314\n00:16:54,480 --> 00:16:56,639\nlangsung mengklarifikasi langsung\n\n315\n00:16:56,639 --> 00:16:58,720\nbertanya langsung kepada Rasulullah\n\n316\n00:16:58,720 --> 00:17:00,959\nsallallahu alaihi wasallam.\n\n317\n00:17:00,959 --> 00:17:05,240\nitu se se sedetail itu ulama zaman dulu\n\n318\n00:17:05,240 --> 00:17:09,280\nitu dan Ihya Ulumuddin itu dikarang oleh\n\n319\n00:17:09,280 --> 00:17:13,799\nbeliau ketika beliau ee jadi sambil\n\n320\n00:17:13,799 --> 00:17:17,640\nsambil apa ya menyepi sambil bertapa,\n\n321\n00:17:17,640 --> 00:17:20,799\nsambil khalwah di atas menara Masjid\n\n322\n00:17:20,799 --> 00:17:24,679\nDamaskus Suryo di paling atas sana\n\n323\n00:17:24,679 --> 00:17:27,199\nada toilet ustaz. Ya, enggak. Jadi\n\n324\n00:17:27,199 --> 00:17:30,960\nbayangin saja berapa berapa hari sekali\n\n325\n00:17:30,960 --> 00:17:33,440\nbeliau buang hajat, berapa hari sekali\n\n326\n00:17:33,440 --> 00:17:37,720\nbeliau ee apanya? batal wudu karena\n\n327\n00:17:37,720 --> 00:17:40,120\nharus turun naik. J kalau kita pasti\n\n328\n00:17:40,120 --> 00:17:43,200\nenggak sanggup. Itu itu sehebat itu\n\n329\n00:17:43,200 --> 00:17:45,919\nulama zaman dulu itu sehingga beliau\n\n330\n00:17:45,919 --> 00:17:51,200\ndinamakan hujjatul Islam.\n\n331\n00:17:51,400 --> 00:17:53,640\nee sandaran pegangannya orang-orang\n\n332\n00:17:53,640 --> 00:17:56,120\nIslam dan Ihya Ulumuddin\n\n333\n00:17:56,120 --> 00:18:00,600\nadalah kitab tasawuf terbesar yang\n\n334\n00:18:00,600 --> 00:18:04,600\ndikaji di seluruh belahan dunia ini.\n\n335\n00:18:04,600 --> 00:18:05,960\nJadi tentang hadis seperti itu ya.\n\n336\n00:18:05,960 --> 00:18:10,799\ntentang hadis itu wagir dalzalika\n\n337\n00:18:10,799 --> 00:18:14,000\nee hatta al Imam Bukhari wahairuika atof\n\n338\n00:18:14,000 --> 00:18:16,760\nke depan ini kan hatta imamul Bukhari\n\n339\n00:18:16,760 --> 00:18:20,760\nsahih iku jadi wal imamu muslim wal\n\n340\n00:18:20,760 --> 00:18:23,760\nimamu wal imamu wairuika n liane\n\n341\n00:18:23,760 --> 00:18:25,880\nmengkonomengkono\n\n342\n00:18:25,880 --> 00:18:29,679\nshahihul buk akhirihi min kutubil hadisi\n\n343\n00:18:29,679 --> 00:18:33,320\nsaking piro-pikir hadis almuktabaroti\n\n344\n00:18:33,320 --> 00:18:35,840\nkang den wilang-wilang\n\n345\n00:18:35,840 --> 00:18:37,640\nyang diperhitungkan\n\n346\n00:18:37,640 --> 00:18:40,080\nalmuktamadu tukang denda diakan\n\n347\n00:18:40,080 --> 00:18:43,880\ntetanggenan dijadikan fondasi\n\n348\n00:18:43,880 --> 00:18:47,080\nalmutawatiratu kang tumpo-tumpo\n\n349\n00:18:47,080 --> 00:18:49,840\nmutawatir viral\n\n350\n00:18:49,840 --> 00:18:52,919\nseperti selain enam hadis tadi\n\n351\n00:18:52,919 --> 00:18:55,640\nkasyamailil muhammadiyah koyo kitab\n\n352\n00:18:55,640 --> 00:18:59,159\nsyamail muhammadiyah lil imam turmudzi\n\n353\n00:18:59,159 --> 00:19:01,000\nimam turmudzi selain ngarang kitab sunan\n\n354\n00:19:01,000 --> 00:19:03,679\njuga ngarang kitab yang lain wasyamair\n\n355\n00:19:03,679 --> 00:19:04,799\nrasul\n\n356\n00:19:04,799 --> 00:19:08,360\nsallallahu alaihi wasallam lil Imam Ibnu\n\n357\n00:19:08,360 --> 00:19:11,159\nKatsir. Jadi kitab-kitab ini juga\n\n358\n00:19:11,159 --> 00:19:15,480\nmembuat memuat manaqib. Wadalain\n\n359\n00:19:15,480 --> 00:19:17,000\nnubuwati\n\n360\n00:19:17,000 --> 00:19:20,559\nlan kitab dalail nubuwah lil imam\n\n361\n00:19:20,559 --> 00:19:25,200\nalbaihagi wani imam baihagiqarofil\n\n362\n00:19:25,200 --> 00:19:27,520\nmustofa dan kitab syaroful mustofa\n\n363\n00:19:27,520 --> 00:19:32,240\nsallallahu alaihi wahbi wasallam\n\n364\n00:19:32,240 --> 00:19:35,280\nlil imam abi said\n\n365\n00:19:35,280 --> 00:19:39,880\nabdul malik bin abi utsman muhammad\n\n366\n00:19:39,880 --> 00:19:43,720\nalkarausyi an-naisabur\n\n367\n00:19:44,240 --> 00:19:47,120\nee penjelasan tentang Sahih Bukhari dan\n\n368\n00:19:47,120 --> 00:19:49,720\nSahih Muslim bisa dibaca di Taisil\n\n369\n00:19:49,720 --> 00:19:52,880\nMustala hadis ulumbul hadis itu wasail\n\n370\n00:19:52,880 --> 00:19:55,720\nkubra dan kitab Khasaisul Kubra lil Imam\n\n371\n00:19:55,720 --> 00:19:58,720\nAssuyuti\n\n372\n00:19:58,760 --> 00:20:02,039\nwa Muhammad kitab Muhammad sallallahu\n\n373\n00:20:02,039 --> 00:20:04,960\nalaihi wa alihi asahbihi wasallam\n\n374\n00:20:04,960 --> 00:20:07,720\nalinsan kamil\n\n375\n00:20:07,720 --> 00:20:11,919\nwadzakhair almuhammadiyah\n\n376\n00:20:12,159 --> 00:20:16,120\nkaro-karone insan kamil wir muhammadiyah\n\n377\n00:20:16,120 --> 00:20:20,480\niku imam muhammad bin alawi bin abbas\n\n378\n00:20:20,480 --> 00:20:24,280\nalmaliki alhasani\n\n379\n00:20:24,280 --> 00:20:28,679\nwik li kitab lan liane mengkonono\n\n380\n00:20:28,679 --> 00:20:31,280\ninsan kamil wir muhammadiyah bahkan\n\n381\n00:20:31,280 --> 00:20:33,880\nsayid muhammad almaliki yang fotonya ada\n\n382\n00:20:33,880 --> 00:20:37,400\nsama beliau itu loh pegangan tangan itu\n\n383\n00:20:37,400 --> 00:20:39,919\njuga di dalam dua kitabnya insan kamil\n\n384\n00:20:39,919 --> 00:20:41,919\ndanhir muhammadiyah ya membuat bab\n\n385\n00:20:41,919 --> 00:20:45,480\ntersendiri tentang manaqib.\n\n386\n00:20:45,480 --> 00:20:49,039\nJadi Hadratus Syekh itu umrah bersama\n\n387\n00:20:49,039 --> 00:20:53,159\njemaah al khidmah gitu ya. Solah ke\n\n388\n00:20:53,159 --> 00:20:58,039\nSayid Muhammad di Makkah\n\n389\n00:21:01,400 --> 00:21:04,400\ndi pondok beliau rombongan laki-laki dan\n\n390\n00:21:04,400 --> 00:21:07,080\nperempuan. Sepanjang sejarah, Sayid\n\n391\n00:21:07,080 --> 00:21:09,679\nMuhammad itu pondoknya tidak pernah\n\n392\n00:21:09,679 --> 00:21:13,000\nmenerima tamu perempuan. Karena orang\n\n393\n00:21:13,000 --> 00:21:15,159\nArab itu kan selektif gitu ya, Arab kan\n\n394\n00:21:15,159 --> 00:21:17,279\nselektif. Tidak pernah menerima tamu\n\n395\n00:21:17,279 --> 00:21:20,720\nperempuan. Satu. Yang kedua,\n\n396\n00:21:20,720 --> 00:21:24,480\nkalau ada kalau orang punya anak\n\n397\n00:21:24,480 --> 00:21:28,200\nperempuan tidak mau menerima\n\n398\n00:21:28,200 --> 00:21:30,360\nmemperbolehkan orang lain nginp di\n\n399\n00:21:30,360 --> 00:21:31,760\nrumahnya.\n\n400\n00:21:31,760 --> 00:21:33,360\nOrang Arab itu akhlaknya sampai sejauh\n\n401\n00:21:33,360 --> 00:21:36,559\nitu. Yang pertama\n\n402\n00:21:36,559 --> 00:21:39,960\ntentang beliau Sayid Muhammad tidak\n\n403\n00:21:39,960 --> 00:21:42,200\npernah menerima santri ee jemaah\n\n404\n00:21:42,200 --> 00:21:44,840\nperempuan. Tapi ketika jemah al khidmah\n\n405\n00:21:44,840 --> 00:21:47,960\numrah dipimpin oleh Hadratus Syekh ada\n\n406\n00:21:47,960 --> 00:21:50,480\njemah perempuannya. Itu untuk yang\n\n407\n00:21:50,480 --> 00:21:52,919\npertama kalinya beliau mempersilakan\n\n408\n00:21:52,919 --> 00:21:54,840\njemah perempuan masuk ke dalam pondok.\n\n409\n00:21:54,840 --> 00:21:59,520\nBeliau keren itu menerima Hadratus Syekh\n\n410\n00:21:59,520 --> 00:22:01,559\nyang ada searching nanti kalau liburan\n\n411\n00:22:01,559 --> 00:22:04,840\ndi rumahnya Ar Samad Asrori bersama\n\n412\n00:22:04,840 --> 00:22:06,640\nSayid Muhammad Almaliki itu pasti muncul\n\n413\n00:22:06,640 --> 00:22:09,360\nitu di YouTube itu\n\n414\n00:22:09,360 --> 00:22:13,159\nee ini kelihatan sekali\n\n415\n00:22:13,159 --> 00:22:19,919\nciri dua orang besar ciri dua orang sufi\n\n416\n00:22:19,919 --> 00:22:22,480\nketika selesai gitu ya selesai selesai\n\n417\n00:22:22,480 --> 00:22:25,640\nacara gitu ya selesai acara\n\n418\n00:22:26,200 --> 00:22:28,880\nSayid Muhammad mempersilakan hadrat saya\n\n419\n00:22:28,880 --> 00:22:32,039\nuntuk berdoa. Ee bahasa kitanya mogaom\n\n420\n00:22:32,039 --> 00:22:34,240\nkiai silakan doa. Hadrutu saya enggak\n\n421\n00:22:34,240 --> 00:22:37,559\nmau. Enggak mau dipaksa seperti apapun.\n\n422\n00:22:37,559 --> 00:22:40,120\nAkhirnya dikembalikan kepada beliau.\n\n423\n00:22:40,120 --> 00:22:43,960\nBeliau mau berdoa akhirnya tapi megang\n\n424\n00:22:43,960 --> 00:22:46,039\ntangan beliau. pegang tangannya Hadratus\n\n425\n00:22:46,039 --> 00:22:48,520\nSyekh pegang tangan kiri beliau pegang\n\n426\n00:22:48,520 --> 00:22:51,400\ntangan kanan Hadratus Syekh beliau mau\n\n427\n00:22:51,400 --> 00:22:54,240\nberdoa itu dalam budaya dalam tradisi\n\n428\n00:22:54,240 --> 00:22:57,919\ntasawuf boleh saya mau berdoa tapi\n\n429\n00:22:57,919 --> 00:23:00,600\ntolong bantu saya untuk menyampaikannya\n\n430\n00:23:00,600 --> 00:23:03,320\nkepada Allah\n\n431\n00:23:03,320 --> 00:23:06,600\nkeren ya itu tawadunnya beliau berdua\n\n432\n00:23:06,600 --> 00:23:09,799\nitu luar biasa\n\n433\n00:23:09,799 --> 00:23:11,679\ncoba lihat inilah adab beliau berdua\n\n434\n00:23:11,679 --> 00:23:14,520\nluar biasa di juga ketika makan\n\n435\n00:23:14,520 --> 00:23:17,039\nmisalnya kalau enggak tersentuh itu\n\n436\n00:23:17,039 --> 00:23:19,400\nkebangketan jamaah al khidmah itu satu\n\n437\n00:23:19,400 --> 00:23:22,679\nitu betapa ada beliau berdua\n\n438\n00:23:22,679 --> 00:23:24,919\npenghormatan Sayid Muhammad kepada hadir\n\n439\n00:23:24,919 --> 00:23:28,880\ndan jemahnya dua\n\n440\n00:23:28,880 --> 00:23:31,480\nee orang Arab itu kalau punya anak\n\n441\n00:23:31,480 --> 00:23:34,919\nperempuan tidak akan mau menerima orang\n\n442\n00:23:34,919 --> 00:23:38,000\nlain laki-laki nginp di rumahnya ini\n\n443\n00:23:38,000 --> 00:23:39,760\nundang-undang ini semacam undang-undang\n\n444\n00:23:39,760 --> 00:23:42,000\nkebiasaan adat gitu ya al-adatad\n\n445\n00:23:42,000 --> 00:23:44,360\nalmuhakamah adat itu kan suka kadang\n\n446\n00:23:44,360 --> 00:23:47,760\nkemudian dijadikan hukum.\n\n447\n00:23:47,760 --> 00:23:50,159\nHabib Umar bin Hamid bin Abdul Hadi\n\n448\n00:23:50,159 --> 00:23:54,840\nAljilani radhiallahu taala anhu itu\n\n449\n00:23:54,840 --> 00:23:59,960\ntinggal di Makkah ketika pondok\n\n450\n00:23:59,960 --> 00:24:01,840\nee\n\n451\n00:24:01,840 --> 00:24:04,840\nsiapa yang di Madinah\n\n452\n00:24:04,840 --> 00:24:07,919\nketika pondok Habib siapa yang di\n\n453\n00:24:07,919 --> 00:24:12,000\nMadinah itu dibubarkan pondoknya\n\n454\n00:24:12,000 --> 00:24:14,880\nAllah gada gak lupa saya\n\n455\n00:24:14,880 --> 00:24:16,640\npadahal banyak santri-santri istri\n\n456\n00:24:16,640 --> 00:24:21,440\nAgus-Agus Indonesia yang mondok di sana\n\n457\n00:24:21,440 --> 00:24:24,679\nkesulitan nyari tempat di Makkah mau\n\n458\n00:24:24,679 --> 00:24:27,240\nngaji di mana gitu.\n\n459\n00:24:27,240 --> 00:24:30,000\nbeberapa datang ke Habib Umar Aljalani\n\n460\n00:24:30,000 --> 00:24:34,279\nke rumah beliau, minta ngaji di beliau,\n\n461\n00:24:34,279 --> 00:24:36,760\nminta tinggal di rumah beliau. Ya,\n\n462\n00:24:36,760 --> 00:24:40,520\nkarena ada kultur adat budaya tadi.\n\n463\n00:24:40,520 --> 00:24:43,520\nHabib Umar Aljilani tidak mau.\n\n464\n00:24:43,520 --> 00:24:47,440\nTapi di saat yang sama\n\n465\n00:24:47,440 --> 00:24:52,159\nHabib Umar justru manggil Gus Faiq.\n\n466\n00:24:52,159 --> 00:24:54,600\nMas Fai kan pernah ngaji di beliau di\n\n467\n00:24:54,600 --> 00:24:57,760\nMakkah. ditemani Mas Alok pada saat yang\n\n468\n00:24:57,760 --> 00:25:02,520\nsama ketika beliau tidak mau menolak\n\n469\n00:25:02,520 --> 00:25:04,720\nee santri-santri Indonesia yang mau\n\n470\n00:25:04,720 --> 00:25:06,440\ntinggal di rumah beliau, ngaji ke\n\n471\n00:25:06,440 --> 00:25:10,039\nbeliau, beliau justru manggil Mas Faiq\n\n472\n00:25:10,039 --> 00:25:12,039\nputra nanti bergantian kata Habib Umar,\n\n473\n00:25:12,039 --> 00:25:15,279\n\"Mas Faiq gantian Mas Niko waktu itu.\n\n474\n00:25:15,279 --> 00:25:17,440\nKebetulan saya ikut mendengarkan dawuh\n\n475\n00:25:17,440 --> 00:25:19,320\nbeliau.\n\n476\n00:25:19,320 --> 00:25:22,640\nHabib Umar Aljilani bikin kamar khusus\n\n477\n00:25:22,640 --> 00:25:25,880\nbuat Mas Faiq tinggal di sana.\n\n478\n00:25:25,880 --> 00:25:29,120\nuntuk ngaji kepada beliau spesial yang\n\n479\n00:25:29,120 --> 00:25:30,440\nlainnya yang sudah di Makkah beliau\n\n480\n00:25:30,440 --> 00:25:32,440\nenggak mau menerima Masbaiknya Mas\n\n481\n00:25:32,440 --> 00:25:34,320\nIndonesia dipersilakan untuk tinggal di\n\n482\n00:25:34,320 --> 00:25:37,919\nrumah beliau ngaji kepada beliau.\n\n483\n00:25:37,919 --> 00:25:39,840\nLuar biasa itu. Jadi ikatan rohani\n\n484\n00:25:39,840 --> 00:25:42,760\nantara Habib Umar dengan Hadratus Syekh\n\n485\n00:25:42,760 --> 00:25:46,520\ndari cerita ini. Gu ya.\n\n486\n00:25:46,520 --> 00:25:48,200\nMudah-mudahan keluarga dalam diberikan\n\n487\n00:25:48,200 --> 00:25:51,240\nkesehatan dan panjang umur.\n\n488\n00:25:51,240 --> 00:25:54,840\nQallahu taala\n\n489\n00:25:54,840 --> 00:25:57,240\nfaqsusil qososo.\n\n490\n00:25:57,240 --> 00:26:00,240\nIni dalil anu ya, dalil apa namanya?\n\n491\n00:26:00,240 --> 00:26:04,559\nManaqib. Nanti ee Quran dulu, kemudian\n\n492\n00:26:04,559 --> 00:26:07,520\nhadis kemudian dan seterusnya. Pendapat\n\n493\n00:26:07,520 --> 00:26:09,000\nulama.\n\n494\n00:26:09,000 --> 00:26:12,320\nFaksus nyeritno sopo siro alqosaso ing\n\n495\n00:26:12,320 --> 00:26:14,640\npiro-piro cerito\n\n496\n00:26:14,640 --> 00:26:17,360\nlahum menowo-menowo kaum iku\n\n497\n00:26:17,360 --> 00:26:19,039\nyatafakaruna\n\n498\n00:26:19,039 --> 00:26:22,640\npodo mikir-mikir sopo kaum.\n\n499\n00:26:22,640 --> 00:26:25,240\nKata Allah,\n\n500\n00:26:25,240 --> 00:26:28,120\n\"Ceritakanlah cerita masa lalu itu wahai\n\n501\n00:26:28,120 --> 00:26:30,080\nMuhammad kepada mereka ketika dakwah\n\n502\n00:26:30,080 --> 00:26:33,240\nitu. Siapa tahu mereka mau ngambil\n\n503\n00:26:33,240 --> 00:26:35,880\npelajaran\n\n504\n00:26:35,880 --> 00:26:39,520\nsuruh bercerita.\" Waqalallahu taala,\n\n505\n00:26:39,520 --> 00:26:42,360\n\"Laqad kan\n\n506\n00:26:42,360 --> 00:26:44,720\nyang di Madinah itu tadi Habib Zain bin\n\n507\n00:26:44,720 --> 00:26:48,279\nSmith yang pondoknya dibubarkan oleh\n\n508\n00:26:48,279 --> 00:26:50,480\nkerajaan Saudi karena beliau ahlus\n\n509\n00:26:50,480 --> 00:26:53,760\nsunah. Santrinya santri Habib Zain Habib\n\n510\n00:26:53,760 --> 00:26:56,279\nZain bin ee\n\n511\n00:26:56,279 --> 00:26:58,720\nbin Smit itu kemudian buyar murat wong\n\n512\n00:26:58,720 --> 00:27:01,520\npondoknya dibubarkan sebagian san kepada\n\n513\n00:27:01,520 --> 00:27:05,440\nHabib Umar Aljilani.\n\n514\n00:27:05,760 --> 00:27:09,240\nTeman-teman ono iku fiqosihim\n\n515\n00:27:09,240 --> 00:27:12,000\ning dalam piro-piro\n\n516\n00:27:12,000 --> 00:27:16,000\nceritone kaum opo ibratun pelajaran\n\n517\n00:27:16,000 --> 00:27:19,760\ntulodo liulil albabi maring piro-piro\n\n518\n00:27:19,760 --> 00:27:22,799\nkang anduwene peningal atti\n\n519\n00:27:22,799 --> 00:27:25,720\ndalam cerita mereka itu cerita masa lalu\n\n520\n00:27:25,720 --> 00:27:29,600\nitu benar-benar ada pelajaran bagi\n\n521\n00:27:29,600 --> 00:27:32,200\norang-orang yang mau mengambilnya\n\n522\n00:27:32,200 --> 00:27:35,080\nwaqala taala nahnu\n\n523\n00:27:35,080 --> 00:27:38,520\nutawi kito ikuusu\n\n524\n00:27:38,520 --> 00:27:41,559\nnyeritaken sopo kito alaika ing atase\n\n525\n00:27:41,559 --> 00:27:44,120\nsiro ahsanalosi\n\n526\n00:27:44,120 --> 00:27:46,320\ning luwih bagus-baguse cerito surat\n\n527\n00:27:46,320 --> 00:27:49,679\nyusuf ini ya\n\n528\n00:27:49,679 --> 00:27:54,880\nbima aaina ilaika bimaan perkoro ahina\n\n529\n00:27:54,880 --> 00:27:57,960\nkang ngahyuaken sopo kito ilaika maring\n\n530\n00:27:57,960 --> 00:28:03,279\nsiro hadal qurana ing iki alquran\n\n531\n00:28:04,240 --> 00:28:06,240\nSir\n\n532\n00:28:06,240 --> 00:28:09,960\nAlquran iku\n\n533\n00:28:10,120 --> 00:28:14,480\nyekti saking wong kang ora weruh akan\n\n534\n00:28:14,480 --> 00:28:17,679\naku ceritakan kepadamu cerita terindah\n\n535\n00:28:17,679 --> 00:28:20,720\ncerita terbaik ya itu tentang Nabi\n\n536\n00:28:20,720 --> 00:28:22,120\nYusuf.\n\n537\n00:28:22,120 --> 00:28:24,120\nJadi cerita tentang Nabi Yusuf itu\n\n538\n00:28:24,120 --> 00:28:26,000\ncerita yang paling utuh di dalam\n\n539\n00:28:26,000 --> 00:28:29,440\nAl-Qur'an dan kronologinya jelas sekali.\n\n540\n00:28:29,440 --> 00:28:32,000\nMulai beliau sama ayahnya kemudian\n\n541\n00:28:32,000 --> 00:28:34,559\nsampai dibuang sampai menjadi bendara\n\n542\n00:28:34,559 --> 00:28:36,200\nkerajaan dan seterusnya. Lengkap sekali\n\n543\n00:28:36,200 --> 00:28:38,120\nitu kan. Makanya disebutkan di situ\n\n544\n00:28:38,120 --> 00:28:41,000\nahsanal qasosasi. Sementara yang lain\n\n545\n00:28:41,000 --> 00:28:42,880\nkan sering melengkapi misalnya cerita\n\n546\n00:28:42,880 --> 00:28:45,360\nNabi Adam dan Siti Hawa diat Albaqarah\n\n547\n00:28:45,360 --> 00:28:48,720\nada di mana ada gitu sering melengkapi.\n\n548\n00:28:48,720 --> 00:28:52,080\nWaqala taala tilkal kuro utawi\n\n549\n00:28:52,080 --> 00:28:53,600\nmengkono-mengkono\n\n550\n00:28:53,600 --> 00:28:57,679\ndeso kang den bina binasaaken\n\n551\n00:28:57,679 --> 00:29:02,600\nseperti saba kemarin itu\n\n552\n00:29:02,679 --> 00:29:06,200\niku nakusu nyeritaken sopo kito ala kang\n\n553\n00:29:06,200 --> 00:29:09,360\nsiro min ambaiha saking piro-piro\n\n554\n00:29:09,360 --> 00:29:12,559\nceritone tilkal quro demikianlah\n\n555\n00:29:12,559 --> 00:29:14,720\ndesa-desa yang aku binasakan itu aku\n\n556\n00:29:14,720 --> 00:29:16,679\nceritakan kepadamu wahai Muhammad gitu\n\n557\n00:29:16,679 --> 00:29:19,679\nyaq\n\n558\n00:29:19,799 --> 00:29:24,399\nLan wis teman-teman teko ing\n\n559\n00:29:24,399 --> 00:29:26,360\nalquro\n\n560\n00:29:26,360 --> 00:29:31,080\nsopo rusuluhum piro-piro rasule alquro.\n\n561\n00:29:31,080 --> 00:29:34,360\nIni majaz yang dimaksud bukan quronya\n\n562\n00:29:34,360 --> 00:29:37,240\ntapi ahlul quronya. Bil bayyinati\n\n563\n00:29:37,240 --> 00:29:39,799\nkelawan piro-piro saksi.\n\n564\n00:29:39,799 --> 00:29:43,720\nFama kanu mko ora ono sopo kuro iku\n\n565\n00:29:43,720 --> 00:29:45,320\nliyukminu\n\n566\n00:29:45,320 --> 00:29:50,519\nkokan sopo kuro lam muke lam yang\n\n567\n00:29:50,519 --> 00:29:54,159\ndiduluhi didahului oleh makana atau lam\n\n568\n00:29:54,159 --> 00:29:58,760\nyakun fama kanu ikul yukminu\n\n569\n00:29:58,760 --> 00:30:02,320\nbima sebab perkoro kadabu kang podo\n\n570\n00:30:02,320 --> 00:30:05,320\ngorohaken sopo kaum minqoblu dalam\n\n571\n00:30:05,320 --> 00:30:10,240\nsakurunge jaathum rusuluhum\n\n572\n00:30:14,640 --> 00:30:20,000\nnutup s Allah alubil kafir atase at\n\n573\n00:30:20,000 --> 00:30:24,279\npiro-piro wong kang kafir\n\n574\n00:30:25,000 --> 00:30:29,640\ndemikianlah aku binasakan mereka\n\n575\n00:30:30,000 --> 00:30:32,279\npadahal\n\n576\n00:30:32,279 --> 00:30:34,720\ntelah datang kepada mereka para rasul\n\n577\n00:30:34,720 --> 00:30:37,760\nmembawa saksi-saksi yang jelas tentang\n\n578\n00:30:37,760 --> 00:30:39,200\nkeben Kebenaran Allah, kebenaran\n\n579\n00:30:39,200 --> 00:30:40,720\nAl-Qur'an. Kok mereka enggak mau\n\n580\n00:30:40,720 --> 00:30:43,480\nberiman? Gitu ya.\n\n581\n00:30:43,480 --> 00:30:45,720\nBegitulah aku tutup hati mereka sehingga\n\n582\n00:30:45,720 --> 00:30:48,799\nmereka menjadi orang-orang kafir. Waqala\n\n583\n00:30:48,799 --> 00:30:50,760\nshallallahu alaihi wa alihi asahbihi\n\n584\n00:30:50,760 --> 00:30:53,080\nwasallam.\n\n585\n00:30:53,080 --> 00:30:56,399\nTadi ayat Al-Qur'an yang menyatakan\n\n586\n00:30:56,399 --> 00:30:57,960\ntentang\n\n587\n00:30:57,960 --> 00:31:01,080\nperlunya manaqib. Dalil landasan\n\n588\n00:31:01,080 --> 00:31:04,440\nmanaqib. Sekarang hadis zikrul anbiya\n\n589\n00:31:04,440 --> 00:31:07,720\nutawi eling\n\n590\n00:31:07,720 --> 00:31:11,480\natau nuturaken atau nyeritaaken\n\n591\n00:31:11,480 --> 00:31:13,919\npiro-piro nabi iku ibadati setengah\n\n592\n00:31:13,919 --> 00:31:17,159\nsaking ibadah. Cerita tentang para nabi\n\n593\n00:31:17,159 --> 00:31:20,840\nitu termasuk ibadah. Membaca kisah para\n\n594\n00:31:20,840 --> 00:31:24,080\nrasul itu termasuk ibadah.\n\n595\n00:31:24,080 --> 00:31:28,240\nshihin utawi eling atau nuturaken\n\n596\n00:31:28,240 --> 00:31:30,960\nshihin iku kafarah\n\n597\n00:31:30,960 --> 00:31:34,519\nngelebur doso cerita tentang waliwali\n\n598\n00:31:34,519 --> 00:31:38,320\nwaliwali itu bisa menghapus dosa wikrul\n\n599\n00:31:38,320 --> 00:31:41,960\nmauti lan utawi iling mati iku shodqatun\n\n600\n00:31:41,960 --> 00:31:46,279\nshodqoh ingat kematian pahalanya sama\n\n601\n00:31:46,279 --> 00:31:48,600\ndengan shodqoh\n\n602\n00:31:48,600 --> 00:31:54,000\nwikrul qobri lan utawi iling kuburan\n\n603\n00:31:56,200 --> 00:31:58,960\nmengingat kuburan\n\n604\n00:31:58,960 --> 00:32:01,159\niku yuqoribukum\n\n605\n00:32:01,159 --> 00:32:04,799\nmarkaken opoik qobri ilal jannati maring\n\n606\n00:32:04,799 --> 00:32:09,360\nsurga mengingat kuburan akan mendekatkan\n\n607\n00:32:09,360 --> 00:32:12,720\nke surga itu salah satu hikmah ziarah\n\n608\n00:32:12,720 --> 00:32:15,000\nbiasanya hikmah ziarah itu kan artinya\n\n609\n00:32:15,000 --> 00:32:18,960\nloh ini lahirnya kok meninggalnya baru\n\n610\n00:32:18,960 --> 00:32:21,679\nmelamar lihat lahirnya tanggalnya masih\n\n611\n00:32:21,679 --> 00:32:22,960\nmuda. Oh, berarti orang ini ninggal\n\n612\n00:32:22,960 --> 00:32:25,120\nmuda. Nanti bisa, \"Ya Allah, berarti\n\n613\n00:32:25,120 --> 00:32:27,799\nsaya tinggal siap-siap nunggu waktu.\"\n\n614\n00:32:27,799 --> 00:32:31,919\nItu salah satu hikmahnya ziarah.\n\n615\n00:32:31,919 --> 00:32:34,960\nMenjelang Ramadan, orang-orang ziarah.\n\n616\n00:32:34,960 --> 00:32:38,039\nSelain kirim doa kepada ahlul kubur,\n\n617\n00:32:38,039 --> 00:32:40,440\nminta maaf karena kepada orang tuanya\n\n618\n00:32:40,440 --> 00:32:42,320\nkarena mau\n\n619\n00:32:42,320 --> 00:32:44,799\nee puasa sekaligus hikmahnya\n\n620\n00:32:44,799 --> 00:32:47,480\nmengingatkan akan kemaatian. Ingat\n\n621\n00:32:47,480 --> 00:32:51,519\nkematian mendekatkan kepada surga. Ya,\n\n622\n00:32:51,519 --> 00:32:54,840\nyang enggak boleh itu yang haram itu\n\n623\n00:32:54,840 --> 00:32:58,279\norang ziarah di kubur. Itu enggak boleh.\n\n624\n00:32:58,279 --> 00:33:02,279\nHaram hukumnya orang ziarah di kubur.\n\n625\n00:33:02,279 --> 00:33:04,519\nNgerti?\n\n626\n00:33:04,519 --> 00:33:06,760\nHaram itu hukumnya\n\n627\n00:33:06,760 --> 00:33:10,760\nharam hukumnya orang ziarah di kubur.\n\n628\n00:33:10,760 --> 00:33:13,360\nWadikrun nari lan utawi eling neroko iku\n\n629\n00:33:13,360 --> 00:33:17,760\nminal jihadi setengah saking jihad.\n\n630\n00:33:17,760 --> 00:33:22,519\nWadikrul kiamat utawi eling ing kiamah.\n\n631\n00:33:23,200 --> 00:33:25,240\nngedo\n\n632\n00:33:25,240 --> 00:33:30,279\nin sir kabeh minar saking neroko.\n\n633\n00:33:30,279 --> 00:33:34,279\nIngat kiamat menjauhkan eh ingat kiamat\n\n634\n00:33:34,279 --> 00:33:36,080\nmengingat kiamat akan menjauhkan kita\n\n635\n00:33:36,080 --> 00:33:39,080\ndari neraka.\n\n636\n00:33:39,080 --> 00:33:42,480\nKalau lagi nganggur-nganggur gu apa lagi\n\n637\n00:33:42,480 --> 00:33:45,840\nlagi di luar itu ciri kiamat itu\n\n638\n00:33:45,840 --> 00:33:48,279\nsepertinya sudah lengkap sepertinya ciri\n\n639\n00:33:48,279 --> 00:33:51,639\nkiamat itu kecuali munculnya Dajjal gitu\n\n640\n00:33:51,639 --> 00:33:54,039\nya kemudian\n\n641\n00:33:54,039 --> 00:33:57,440\nee Nabi Isa gitu ya kecuali itu yang\n\n642\n00:33:57,440 --> 00:33:59,480\nlain sudah lengkap ciri-ciri ikamat itu\n\n643\n00:33:59,480 --> 00:34:02,720\nalhamdulillah kok alhamdulillah misalnya\n\n644\n00:34:02,720 --> 00:34:04,880\nlaki-laki sudah menyerai perempuan,\n\n645\n00:34:04,880 --> 00:34:09,279\nmenyer perempuan menyerupai laki-laki.\n\n646\n00:34:09,399 --> 00:34:11,200\nPakaian laki-laki pakaian perempuan,\n\n647\n00:34:11,200 --> 00:34:12,359\npakaian perempuan dipakai laki dan\n\n648\n00:34:12,359 --> 00:34:14,560\nseterusnya. Sudah banyaklah ciri-ciri\n\n649\n00:34:14,560 --> 00:34:18,119\norang ciri-cirinya kiamat itu. Orang\n\n650\n00:34:18,119 --> 00:34:20,320\namanah orang yang amanah enggak\n\n651\n00:34:20,320 --> 00:34:21,599\ndipercaya. Justru orang-orang yang\n\n652\n00:34:21,599 --> 00:34:23,960\nkhianat yang dipercaya. Lengkap banget.\n\n653\n00:34:23,960 --> 00:34:26,079\nSudah\n\n654\n00:34:26,079 --> 00:34:27,960\nseperti mata kiamatnya sudah di depan\n\n655\n00:34:27,960 --> 00:34:31,720\nmata. tinggal sebentar lagi. Tapi kalau\n\n656\n00:34:31,720 --> 00:34:33,320\ndi majelis, kalau lagi ikut majelis\n\n657\n00:34:33,320 --> 00:34:36,119\nalkhidmah lagi haul akbar di mana pun\n\n658\n00:34:36,119 --> 00:34:39,159\napalagi akbar di sini perasaan kiamat\n\n659\n00:34:39,159 --> 00:34:41,280\nitu masih lama. Ini orang-orang saleh,\n\n660\n00:34:41,280 --> 00:34:44,599\norang-orang baik masih lama gitu. Itu\n\n661\n00:34:44,599 --> 00:34:46,000\nsalah satu hikmahnya hal itu.\n\n662\n00:34:46,000 --> 00:34:48,240\nSeolah-olah kiamat masih lama gitu.\n\n663\n00:34:48,240 --> 00:34:50,879\nSebab ternyata orang saleh, orang baik\n\n664\n00:34:50,879 --> 00:34:52,720\nmasih lama. Kiamat itu akan terjadi kan\n\n665\n00:34:52,720 --> 00:34:55,520\nketika orang sudah enggak saleh kan.\n\n666\n00:34:55,520 --> 00:34:57,599\nZaman sudah rusak.\n\n667\n00:34:57,599 --> 00:34:59,760\nAlhidmah wal akbar. Di sini konon kata\n\n668\n00:34:59,760 --> 00:35:03,640\norang ada 850.000 orang yang datang.\n\n669\n00:35:03,640 --> 00:35:06,280\nBerarti kiamat masih lama dong.\n\n670\n00:35:06,280 --> 00:35:10,000\nWafdolul ibadat utawi lewih utomo-utom\n\n671\n00:35:10,000 --> 00:35:12,599\nibadah. Orang saleh masih banyak, habaib\n\n672\n00:35:12,599 --> 00:35:14,720\nyang saleh masih banyak ulama yang\n\n673\n00:35:14,720 --> 00:35:16,320\nsaleh. Imam muslim masih banyak\n\n674\n00:35:16,320 --> 00:35:18,440\nkiamatnya masih lama gitu.\n\n675\n00:35:18,440 --> 00:35:21,599\nWadolul ibadah utawi utama-utaman ibadah\n\n676\n00:35:21,599 --> 00:35:26,280\niku tarkulali ninggal rekodo.\n\n677\n00:35:26,280 --> 00:35:30,640\nIbadah terbaik adalah tidak meninggalkan\n\n678\n00:35:30,640 --> 00:35:32,800\nrekayasa.\n\n679\n00:35:32,800 --> 00:35:37,640\nWarumil alimi lan utawi bondone\n\n680\n00:35:37,640 --> 00:35:40,920\nwong alim.\n\n681\n00:35:41,160 --> 00:35:44,640\nRasul rasul mal itu ini modal modalnya\n\n682\n00:35:44,640 --> 00:35:48,000\norang alim iku iku tarquut takaburi\n\n683\n00:35:48,000 --> 00:35:51,079\nninggalaken takabur modal utama orang\n\n684\n00:35:51,079 --> 00:35:54,359\nalim itu adalah tidak takabur\n\n685\n00:35:54,359 --> 00:35:57,200\nilmu itu filosofinya ilmu itu bagikan\n\n686\n00:35:57,200 --> 00:36:02,280\nair air selalu mengalir ke bawah orang\n\n687\n00:36:02,280 --> 00:36:06,240\nsombong itu bagaikan bukit air ilmu juga\n\n688\n00:36:06,240 --> 00:36:08,560\nbagaikan air mengalirnya ke bawah menuju\n\n689\n00:36:08,560 --> 00:36:10,240\norang yang tawaduk itu maka tidak\n\n690\n00:36:10,240 --> 00:36:13,040\nmungkin air akan mengalir naik ke bukit\n\n691\n00:36:13,040 --> 00:36:14,760\ndimiliki oleh orang-orang yang\n\n692\n00:36:14,760 --> 00:36:18,480\norang-orang yang takabur gitu.\n\n693\n00:36:18,480 --> 00:36:23,720\nul jan surgo iku tarkul hasadi ninggal\n\n694\n00:36:23,720 --> 00:36:26,560\nunak-unak\n\n695\n00:36:26,560 --> 00:36:29,280\nfarimarul farimarul jannat iku tarkul\n\n696\n00:36:29,280 --> 00:36:31,599\nhasadi\n\n697\n00:36:31,599 --> 00:36:33,800\nenggak punya\n\n698\n00:36:33,800 --> 00:36:36,200\napa un-un bahasa anunya bahasa\n\n699\n00:36:36,200 --> 00:36:39,319\nIndonesianya hasudnya\n\n700\n00:36:39,319 --> 00:36:41,960\nwanadamatu hasud itu enggak boleh kalau\n\n701\n00:36:41,960 --> 00:36:46,240\ngibtoh boleh hasud itu kita iri kepada\n\n702\n00:36:46,240 --> 00:36:49,319\nnikmat yang diterima oleh orang lain.\n\n703\n00:36:49,319 --> 00:36:52,119\nBaik nikmat kekayaan, nikmat rezeki, apa\n\n704\n00:36:52,119 --> 00:36:54,520\ntuh nikmat ilmu iku alfiah kok hafal\n\n705\n00:36:54,520 --> 00:36:57,520\nakeh yo iku alfia kok sudah hafal\n\n706\n00:36:57,520 --> 00:36:59,280\nratusan saya kok belum. Kemudian\n\n707\n00:36:59,280 --> 00:37:02,359\ndiganggu orang itu untuk agar rezekinya\n\n708\n00:37:02,359 --> 00:37:05,280\nberkurang, agar hartanya berkurang, agar\n\n709\n00:37:05,280 --> 00:37:06,760\nhafalannya berkurang diganggu misalnya\n\n710\n00:37:06,760 --> 00:37:09,560\nitu enggak boleh hasud namanya.\n\n711\n00:37:09,560 --> 00:37:12,599\nAda yang praktiknya sama dengan hasud,\n\n712\n00:37:12,599 --> 00:37:16,680\ntapi boleh namanya gibth,\n\n713\n00:37:16,680 --> 00:37:20,119\ngho ghin ba th ha. Ghibth. Ghibtoh itu\n\n714\n00:37:20,119 --> 00:37:22,119\niri dengan nikmat yang diterima orang\n\n715\n00:37:22,119 --> 00:37:24,560\nlain. Kemudian kita niru apa yang dian\n\n716\n00:37:24,560 --> 00:37:27,480\noleh orang itu agar kita sama dengan dia\n\n717\n00:37:27,480 --> 00:37:30,000\ngitu. Oh, dia rajin sekali menghafalnya\n\n718\n00:37:30,000 --> 00:37:32,359\ntiap habis subuh. Saya juga ah baca\n\n719\n00:37:32,359 --> 00:37:34,000\nQuran dulu satu juz kemudian nambah\n\n720\n00:37:34,000 --> 00:37:37,920\nhafalan itu boleh itu\n\n721\n00:37:37,920 --> 00:37:43,640\nwanadamatu lan utawi getun menyesal\n\n722\n00:37:43,640 --> 00:37:47,280\ntonah minadzunubi saking piro-piro doso\n\n723\n00:37:47,280 --> 00:37:51,079\niku attaubatu taubat asodqatu kang temen\n\n724\n00:37:51,079 --> 00:37:53,000\ngetun\n\n725\n00:37:53,000 --> 00:37:55,640\nnyesel dari perbuatan dosa adalah tobat\n\n726\n00:37:55,640 --> 00:37:58,520\nyang sesungguhnya karena orang kalau\n\n727\n00:37:58,520 --> 00:38:00,880\nnyesal akan diikuti dengan perbuatan\n\n728\n00:38:00,880 --> 00:38:03,480\nlainnya itu tidak mengulangi pekerjaan\n\n729\n00:38:03,480 --> 00:38:05,960\ntersebut.\n\n730\n00:38:05,960 --> 00:38:09,000\nWaq sayidut thaifah\n\n731\n00:38:09,000 --> 00:38:11,440\nasyekh Abul Qasim Junaid Albaghdadi\n\n732\n00:38:11,440 --> 00:38:14,319\nradhiallahu taala anhu.\n\n733\n00:38:14,319 --> 00:38:16,280\nSyekh Junaid Albaghdadi beliau\n\n734\n00:38:16,280 --> 00:38:20,280\njulukannya sayidut Thaifah. Sayidu itu\n\n735\n00:38:20,280 --> 00:38:23,359\npemimpin. Thaifah itu kelompok ulama\n\n736\n00:38:23,359 --> 00:38:25,720\ntasawuf. Jadi beliau itu gelarnya\n\n737\n00:38:25,720 --> 00:38:32,040\npemimpin ulama sufi. Sayidu Thaifah.\n\n738\n00:38:32,160 --> 00:38:34,800\nSayidul Ulama.\n\n739\n00:38:34,800 --> 00:38:36,920\nSiapa? Sayidul Ulama. Sultanul Ulama.\n\n740\n00:38:36,920 --> 00:38:40,119\nSyekh Izzuddin Ibnu Abdus Salam.\n\n741\n00:38:40,119 --> 00:38:41,880\nSultanul Ulama. Syekh Izzuddin Ibnu\n\n742\n00:38:41,880 --> 00:38:45,160\nAbdus Salam. Sultanil Auliya Syekh Abdul\n\n743\n00:38:45,160 --> 00:38:47,839\nQadir Jilani.\n\n744\n00:38:47,839 --> 00:38:50,240\nSayid Thaifah Syekh Abasim Junaid\n\n745\n00:38:50,240 --> 00:38:53,000\nAlbaghdadi.\n\n746\n00:38:53,000 --> 00:38:55,760\nHadratus Syekh sering sekali menukil\n\n747\n00:38:55,760 --> 00:38:57,640\nmenyebut nama beliau. Ngapunten kok saya\n\n748\n00:38:57,640 --> 00:38:59,319\njadi ingat. Jemah alkhidmah yang di\n\n749\n00:38:59,319 --> 00:39:00,319\nrumah.\n\n750\n00:39:00,319 --> 00:39:03,400\ndan santri-santri kelas 12 asatid\n\n751\n00:39:03,400 --> 00:39:06,160\nHadratus itu punya keinginan, punya\n\n752\n00:39:06,160 --> 00:39:08,000\ncita-cita\n\n753\n00:39:08,000 --> 00:39:12,280\nyang secara lahiriah belum terkabul,\n\n754\n00:39:12,280 --> 00:39:15,839\nyaitu ada satu ya secara lahiriah beliau\n\n755\n00:39:15,839 --> 00:39:19,680\nbelum belum kesampaian melakukan ini.\n\n756\n00:39:19,680 --> 00:39:22,680\nZiarah ke Baghdad. Beliau itu ingin\n\n757\n00:39:22,680 --> 00:39:24,440\nsekali ziarah ke Baghdad. Beliau\n\n758\n00:39:24,440 --> 00:39:26,000\nsampaikan kepada beberapa orang dan\n\n759\n00:39:26,000 --> 00:39:28,319\nsudah merencanakan.\n\n760\n00:39:28,319 --> 00:39:30,440\nEnggak sempat ke sana. karena faktor\n\n761\n00:39:30,440 --> 00:39:33,280\nkeamanan.\n\n762\n00:39:33,280 --> 00:39:35,680\nSejak tahun 90-an\n\n763\n00:39:35,680 --> 00:39:38,079\nIrak kan perang sampai sekarang belum\n\n764\n00:39:38,079 --> 00:39:40,680\naman belum aman 100%.\n\n765\n00:39:40,680 --> 00:39:43,119\nKadang dibuka Irak itu apa Baghdad\n\n766\n00:39:43,119 --> 00:39:45,599\nkadang tutup tergantung keamanannya\n\n767\n00:39:45,599 --> 00:39:49,800\nkarena konflik internal sana antar suku.\n\n768\n00:39:49,800 --> 00:39:51,599\nSuku Kurdi dengan suku apa gitu loh.\n\n769\n00:39:51,599 --> 00:39:54,680\nAntara Syi dengan Sunni gitu.\n\n770\n00:39:54,680 --> 00:39:58,560\nEeah, Imam Khusi\n\n771\n00:39:58,560 --> 00:40:00,680\nSingapura, Kiai Badrus Salam itu sudah\n\n772\n00:40:00,680 --> 00:40:03,240\ntinggal berangkat, sudah beli visa,\n\n773\n00:40:03,240 --> 00:40:05,680\nhotelnya sudah ditentukan, tiketnya\n\n774\n00:40:05,680 --> 00:40:08,960\nsudah, tinggal berangkat ditutup closing\n\n775\n00:40:08,960 --> 00:40:11,520\nBaghdadnya karena ini lagi, karena\n\n776\n00:40:11,520 --> 00:40:14,119\nkeamanan terganggu lagi. Nah, hadir itu\n\n777\n00:40:14,119 --> 00:40:16,319\nsaya pengin ke sana belum sempat karena\n\n778\n00:40:16,319 --> 00:40:19,520\nee faktor keamanan itu beliau ingin ke\n\n779\n00:40:19,520 --> 00:40:21,359\nBaghdad itu pengin ziarah ke tiga\n\n780\n00:40:21,359 --> 00:40:23,839\nkuburan, tiga makam.\n\n781\n00:40:23,839 --> 00:40:27,480\nSultanil Auliya, Syekh Abqoril Jilani,\n\n782\n00:40:27,480 --> 00:40:31,240\nSyekh Junaid Albaghdadi dan Syekh Sarri\n\n783\n00:40:31,240 --> 00:40:35,319\nAssaqati radhiallahu taala anhum.\n\n784\n00:40:35,319 --> 00:40:38,960\nJadi jemah yang di rumah monggo ee\n\n785\n00:40:38,960 --> 00:40:40,800\ndisempatkan yang punya rezeki, punya\n\n786\n00:40:40,800 --> 00:40:42,960\nwaktu untuk ziarah ke sana kelas 12.\n\n787\n00:40:42,960 --> 00:40:44,560\nNanti kalau sudah pulang ke rumah ayo\n\n788\n00:40:44,560 --> 00:40:46,319\nnabung\n\n789\n00:40:46,319 --> 00:40:50,200\numroh sambil ziarah ke Baghdad.\n\n790\n00:40:50,200 --> 00:40:52,680\nAmin. Saya siapkan bawain tasnya. Saya\n\n791\n00:40:52,680 --> 00:40:55,280\nsiap untuk bawain tasnya. Pokoknya katut\n\n792\n00:40:55,280 --> 00:40:57,720\nke sana gitu ya.\n\n793\n00:40:57,720 --> 00:40:59,720\nAyo cita-citakan dalam hati. Saya siap\n\n794\n00:40:59,720 --> 00:41:03,960\nbawain tas ziarah jadi umrah. Ziarah\n\n795\n00:41:03,960 --> 00:41:07,000\numrah plus Baghdad misal gitu ya.\n\n796\n00:41:07,000 --> 00:41:09,640\nSyekh Abdul Qadir Jailani, Sayidi\n\n797\n00:41:09,640 --> 00:41:11,400\nthaifah, Syekh Abdul Qal Baghdadi dan\n\n798\n00:41:11,400 --> 00:41:14,200\nSyekh Syarri Saqoti. Syarri saqoti,\n\n799\n00:41:14,200 --> 00:41:17,920\nsirri saqoti, sirri Sakti. Banyak ini\n\n800\n00:41:17,920 --> 00:41:20,200\nbanyak lghat.\n\n801\n00:41:20,200 --> 00:41:23,200\nsama dengan Aljilani, Alkailani,\n\n802\n00:41:23,200 --> 00:41:27,880\nmacam-macam itu ya ee\n\n803\n00:41:27,880 --> 00:41:30,880\nmacam-macam ee itu luguh intinya tadi\n\n804\n00:41:30,880 --> 00:41:33,240\nitu ziarah ketiga tempat itu ya. Beliau\n\n805\n00:41:33,240 --> 00:41:35,040\nberkata,\n\n806\n00:41:35,040 --> 00:41:38,079\nbeliau gurunya Imam alhalaj, ar Husein\n\n807\n00:41:38,079 --> 00:41:40,800\nalhaallaj gitu ya.\n\n808\n00:41:40,800 --> 00:41:44,520\nImam Alhalaj itu berkata bahwa\n\n809\n00:41:44,520 --> 00:41:47,960\nee Satohat ya, Satohat e mengungkapkan\n\n810\n00:41:47,960 --> 00:41:51,200\nkalimat saking makrifatnya, saking\n\n811\n00:41:51,200 --> 00:41:52,839\nmukasyafahnya\n\n812\n00:41:52,839 --> 00:41:54,359\nsehingga\n\n813\n00:41:54,359 --> 00:41:56,520\nbeliau merasa\n\n814\n00:41:56,520 --> 00:41:58,800\nbahwa Allah itu sudah menyatu dalam diri\n\n815\n00:41:58,800 --> 00:42:00,720\nbeliau.\n\n816\n00:42:00,720 --> 00:42:03,319\nSudah menyatu dalam diri beliau.\n\n817\n00:42:03,319 --> 00:42:05,960\nDan itu di dalam biasa di dalam dunia\n\n818\n00:42:05,960 --> 00:42:08,079\ntasawuf. Hadratus Syekh menulis ini\n\n819\n00:42:08,079 --> 00:42:09,960\ndengan lengkap, dengan sempurna di dalam\n\n820\n00:42:09,960 --> 00:42:13,520\nkitab almakhabat jilid 5. Silakan baca.\n\n821\n00:42:13,520 --> 00:42:16,480\nInsyaallah enggak paham.\n\n822\n00:42:16,480 --> 00:42:18,560\nItu tasawuf kelas tinggi itu tentang\n\n823\n00:42:18,560 --> 00:42:21,520\nwahdatul wujud, tentang wahdatus syuhud,\n\n824\n00:42:21,520 --> 00:42:24,760\ntentang ee wah apa luar biasa. Luar\n\n825\n00:42:24,760 --> 00:42:27,480\nbiasa tentang khulul, tentang ittihad.\n\n826\n00:42:27,480 --> 00:42:29,440\nSaya enggak paham kok apalagi praktiknya\n\n827\n00:42:29,440 --> 00:42:32,440\ngitu ya. Detail banget hadratusa itu.\n\n828\n00:42:32,440 --> 00:42:35,160\nImam Alhalaji berkata,\n\n829\n00:42:35,160 --> 00:42:39,559\n\"Eh, inni anallah katanya. Inni ana\n\n830\n00:42:39,559 --> 00:42:44,599\nAllah subhani mah suci aku.\" Karena\n\n831\n00:42:44,599 --> 00:42:46,079\nmerasa Allah sudah menyatu dalam\n\n832\n00:42:46,079 --> 00:42:49,240\ndirinya. Salah, Ustaz? Enggak, enggak.\n\n833\n00:42:49,240 --> 00:42:51,559\nEnggak salah. Dalam tanda kutip jadi\n\n834\n00:42:51,559 --> 00:42:53,760\nsalah itu karena diungkapkan ke orang\n\n835\n00:42:53,760 --> 00:42:56,359\nbanyak segi orang bingung. Moso iku\n\n836\n00:42:56,359 --> 00:42:58,319\nAllah gitu.\n\n837\n00:42:58,319 --> 00:43:00,720\ndidatangilah oleh Imam Al didatangi Imam\n\n838\n00:43:00,720 --> 00:43:04,599\nAlhaj itu ulama pada masa itu\n\n839\n00:43:04,599 --> 00:43:07,359\ndisuratilah oleh khalifah khalifah\n\n840\n00:43:07,359 --> 00:43:11,240\nAbbasiyah disurati\n\n841\n00:43:11,480 --> 00:43:14,000\nsampai enam kali\n\n842\n00:43:14,000 --> 00:43:16,559\nee maaf yang disurati gurunya Syekh\n\n843\n00:43:16,559 --> 00:43:21,720\nJundir Albaghdadi bukan ee bukan ee Imam\n\n844\n00:43:21,720 --> 00:43:24,559\nAlhlaj. Imam Ahlajnya kan sedang sedang\n\n845\n00:43:24,559 --> 00:43:26,720\nsedang jazab, sedang tidak sadar dalam\n\n846\n00:43:26,720 --> 00:43:29,079\ntanda kutip.\n\n847\n00:43:29,079 --> 00:43:31,920\nDisurati gurunya ya oleh khalifah ya\n\n848\n00:43:31,920 --> 00:43:33,680\nSyekh Judin ini gimana murid jenengan\n\n849\n00:43:33,680 --> 00:43:36,000\nitu kok seperti itu? Tolong tegur dong.\n\n850\n00:43:36,000 --> 00:43:39,559\nTolong ingetin jangan begitu.\n\n851\n00:43:39,559 --> 00:43:41,839\nSurat pertama dibaca dibuka enggak\n\n852\n00:43:41,839 --> 00:43:43,680\ndijawab.\n\n853\n00:43:43,680 --> 00:43:48,119\nCentang biru dua tapi enggak dibalas.\n\n854\n00:43:48,119 --> 00:43:50,160\nSurat kedua, ketiga, keempat, kelima,\n\n855\n00:43:50,160 --> 00:43:53,480\nkeenam. Yang ketujuh baru beliau\n\n856\n00:43:53,480 --> 00:43:56,520\nberaksi. Syekh Junaid baru kemudian\n\n857\n00:43:56,520 --> 00:43:59,319\nmengambil tindakan. Syekh Junaid karena\n\n858\n00:43:59,319 --> 00:44:01,720\nbeliau ulama sufi. Ulama sufi itu\n\n859\n00:44:01,720 --> 00:44:04,960\npakaiannya, jubahnya terbuat dari wall,\n\n860\n00:44:04,960 --> 00:44:07,119\ndari bulu halus. Beliau lepaskan\n\n861\n00:44:07,119 --> 00:44:09,599\njubahnya, beliau cantolin di rumah.\n\n862\n00:44:09,599 --> 00:44:13,119\ntinggal beliau pakai jubah ulama fikih,\n\n863\n00:44:13,119 --> 00:44:15,880\nulama syariah. Saya akan mutusi murid\n\n864\n00:44:15,880 --> 00:44:20,400\nsaya Alhalaj sebagai seorang ulama\n\n865\n00:44:20,400 --> 00:44:23,240\nfikih, bukan sebagai ulama sufi. Kenapa\n\n866\n00:44:23,240 --> 00:44:25,079\nsi Junaid? Karena kalau saya nilai\n\n867\n00:44:25,079 --> 00:44:27,559\nberdasarkan pandangan tasawuf, murid\n\n868\n00:44:27,559 --> 00:44:30,000\nsaya alhaji ini enggak salah.\n\n869\n00:44:30,000 --> 00:44:32,920\nOleh karena itu, saya akan putusi dengan\n\n870\n00:44:32,920 --> 00:44:35,880\nputusan dari sudut pandang fikih.\n\n871\n00:44:35,880 --> 00:44:39,640\nDiputusilah oleh beliau Imam Ahlalaj itu\n\n872\n00:44:39,640 --> 00:44:43,960\nsalah dalam kacamata fikih.\n\n873\n00:44:43,960 --> 00:44:46,960\nKemudian dieksekusi, dihukum, maaf di\n\n874\n00:44:46,960 --> 00:44:49,760\ndieksekusi di\n\n875\n00:44:49,760 --> 00:44:51,880\ndikumpulkan para pengikutnya di tengah\n\n876\n00:44:51,880 --> 00:44:53,920\nlapangan disaksikan juga oleh orang\n\n877\n00:44:53,920 --> 00:44:57,359\nbanyak dipotong-potong anggota tubuhnya.\n\n878\n00:44:57,359 --> 00:45:00,000\nTapi setiap kali dipotong ke tubuhnya,\n\n879\n00:45:00,000 --> 00:45:02,880\nkupingnya misalnya setiap kali darah\n\n880\n00:45:02,880 --> 00:45:06,160\nnetes ke tanah, netes ke tanah membentuk\n\n881\n00:45:06,160 --> 00:45:09,599\nlafaz Allah, Allah\n\n882\n00:45:09,599 --> 00:45:11,160\nitu menunjukkan bahwa beliau orang\n\n883\n00:45:11,160 --> 00:45:13,640\nbenar.\n\n884\n00:45:13,640 --> 00:45:15,200\nPak Tong beliau berkata kepada\n\n885\n00:45:15,200 --> 00:45:17,079\npengikutnya, \"Wahai para pengikutku,\n\n886\n00:45:17,079 --> 00:45:18,599\njemahku,\n\n887\n00:45:18,599 --> 00:45:21,400\nkalian ikut saya dapat dua pahala. Dapat\n\n888\n00:45:21,400 --> 00:45:23,359\nsatu pahala. Maaf. Mereka yang\n\n889\n00:45:23,359 --> 00:45:25,640\nmengeksekusi saya, yang menyatakan saya\n\n890\n00:45:25,640 --> 00:45:28,119\nsalah, mereka ini dapat dua pahala.\n\n891\n00:45:28,119 --> 00:45:31,480\nGitu. Keren. Tidak saling menyalahkan\n\n892\n00:45:31,480 --> 00:45:34,480\ngitu loh. Karena beda sudut pandang.\n\n893\n00:45:34,480 --> 00:45:38,960\nSyekh Junaid berkata, \"Alhikayatu\n\n894\n00:45:38,960 --> 00:45:40,720\nalbaghdadi nih ya berarti di Baghdad\n\n895\n00:45:40,720 --> 00:45:43,960\nbeliau. Alhikayat utawi piro-pikiro\n\n896\n00:45:43,960 --> 00:45:49,400\nhikayat utawi cerito iku jundun pasukan\n\n897\n00:45:49,400 --> 00:45:51,760\nmin junudillahi taala setengah saking\n\n898\n00:45:51,760 --> 00:45:56,359\npiro-piro pasukane Allah Taala\n\n899\n00:45:56,520 --> 00:46:00,119\nyukowi nguataken sopa Allah biha kelawan\n\n900\n00:46:00,119 --> 00:46:03,599\njundud kelawan junud qulubal muridina\n\n901\n00:46:03,599 --> 00:46:07,680\ning piro-piro atine murid murid itu\n\n902\n00:46:07,680 --> 00:46:11,800\nkalau dimaknani lengkap wong kang ngarep\n\n903\n00:46:11,800 --> 00:46:14,720\nWong kang ngarepaken\n\n904\n00:46:14,720 --> 00:46:18,640\ndalan maring akhirat. Murid itu ardu\n\n905\n00:46:18,640 --> 00:46:20,520\nfahua murid.\n\n906\n00:46:20,520 --> 00:46:23,480\nWong kang ngarap wong kang ngarepaken\n\n907\n00:46:23,480 --> 00:46:25,760\nngambah dalan maling akhirat. Itu itu\n\n908\n00:46:25,760 --> 00:46:30,680\nmurid itu orang yang berjalan menuju\n\n909\n00:46:30,680 --> 00:46:33,640\njalan akhirat. murid itu kata beliau,\n\n910\n00:46:33,640 --> 00:46:35,319\nkata beliau ini ya, ini pernyataan\n\n911\n00:46:35,319 --> 00:46:38,200\nbeliau manaqib\n\n912\n00:46:38,200 --> 00:46:41,240\ncerita tentang orang-orang saleh itu\n\n913\n00:46:41,240 --> 00:46:44,119\nbagaikan pasukan yang diturunkan oleh\n\n914\n00:46:44,119 --> 00:46:47,240\nAllah dari langit dimasukkan ke dalam\n\n915\n00:46:47,240 --> 00:46:51,880\nhati para pengikut thaqoh agar hati\n\n916\n00:46:51,880 --> 00:46:55,200\nmereka menjadi kuat.\n\n917\n00:46:55,200 --> 00:46:57,760\nTanya salah seorang jemahnya\n\n918\n00:46:57,760 --> 00:47:01,160\ndi ucapkan lahu maring Syekh Junaid\n\n919\n00:47:01,160 --> 00:47:02,680\nfahalika\n\n920\n00:47:02,680 --> 00:47:04,800\nono toh\n\n921\n00:47:04,800 --> 00:47:07,359\niku ked mengkono-engkonono alhikayat\n\n922\n00:47:07,359 --> 00:47:11,440\njundun min junudillah min syahid utawi\n\n923\n00:47:11,440 --> 00:47:13,680\ndalil\n\n924\n00:47:13,680 --> 00:47:15,559\nSyekh Junaid pernyataan jenengan ini ada\n\n925\n00:47:15,559 --> 00:47:18,480\ndalilnya enggak kok bisa menyatakan\n\n926\n00:47:18,480 --> 00:47:21,760\nbahwa manaqib itu pasukannya Allah yang\n\n927\n00:47:21,760 --> 00:47:24,599\ndimasakan ke dalam hati mana Dalilnya\n\n928\n00:47:24,599 --> 00:47:28,520\nqola ngucap Syekh Junaid naam io syahid\n\n929\n00:47:28,520 --> 00:47:31,160\nya tentu ada dalilnya masa saya bicara\n\n930\n00:47:31,160 --> 00:47:34,559\ntanpa dalil quluhu taala yo iku dawi\n\n931\n00:47:34,559 --> 00:47:39,000\nAllah Taala a hua iku Allah Taala rupane\n\n932\n00:47:39,000 --> 00:47:43,720\nwaan sudah tadi di apa namanya\n\n933\n00:47:43,720 --> 00:47:49,160\noh belum ya wakulan ing saben-saban siji\n\n934\n00:47:49,160 --> 00:47:53,400\ne belum nakusu nyeritaken sopo kito\n\n935\n00:47:53,400 --> 00:47:56,359\nAl siro Muhammad\n\n936\n00:47:56,359 --> 00:47:57,960\nminuli\n\n937\n00:47:57,960 --> 00:48:01,200\nsetengah saking piro-piro ceritone\n\n938\n00:48:01,200 --> 00:48:05,640\npiro-piro rasul opo ma perkor nutabitu\n\n939\n00:48:05,640 --> 00:48:09,599\nkang netepaken sopo kitobihi kelawan ma\n\n940\n00:48:09,599 --> 00:48:13,920\nfuadaka ing ati siro\n\n941\n00:48:13,920 --> 00:48:16,839\nsemua cerita para nabi terdahul umat\n\n942\n00:48:16,839 --> 00:48:19,480\nterdahulu wahai Muhammad kata Allah aku\n\n943\n00:48:19,480 --> 00:48:22,680\nceritakan kepadamu agar hatimu menjadi\n\n944\n00:48:22,680 --> 00:48:25,920\nkuat, menjadi mantap.\n\n945\n00:48:25,920 --> 00:48:29,520\nRasulullah imannya kurang apa coba\n\n946\n00:48:29,520 --> 00:48:32,880\nkepada Allah itu? Allah merasa masih\n\n947\n00:48:32,880 --> 00:48:35,760\nbutuh menyampaikan cerita Rasul, cerita\n\n948\n00:48:35,760 --> 00:48:38,079\nNabi, cerita umat terdahulu agar hati\n\n949\n00:48:38,079 --> 00:48:41,000\nRasulullah semakin kuat, semakin mantap.\n\n950\n00:48:41,000 --> 00:48:44,000\nNabi loh beliau. Apalagi kita sing\n\n951\n00:48:44,000 --> 00:48:47,079\nenggak sepiro Nabi. Kasir maksudde ya\n\n952\n00:48:47,079 --> 00:48:48,640\nopo?\n\n953\n00:48:48,640 --> 00:48:50,720\nNabi saja butuh cerita apalagi kita gitu\n\n954\n00:48:50,720 --> 00:48:55,920\nya umatnya gitu ya. Wajaan teko ing siro\n\n955\n00:48:55,920 --> 00:48:59,480\nfi hadi dalam iki\n\n956\n00:48:59,480 --> 00:49:01,720\nee kisah\n\n957\n00:49:01,720 --> 00:49:07,319\nsebentar ya. Betul. Opo alhaqu\n\n958\n00:49:07,799 --> 00:49:11,119\ntemen widotun lan pitutur\n\n959\n00:49:11,119 --> 00:49:14,880\nwik lan pipiling pengingat lil mukminina\n\n960\n00:49:14,880 --> 00:49:19,440\nmaring piro-piro kang iman kabeh.\n\n961\n00:49:19,520 --> 00:49:21,280\nlil mukminin\n\n962\n00:49:21,280 --> 00:49:24,319\nlam lil milki walamul lil milki\n\n963\n00:49:24,319 --> 00:49:27,960\nwasibhihi wafi\n\n964\n00:49:27,960 --> 00:49:29,400\ndiatin\n\n965\n00:49:29,400 --> 00:49:33,559\nkufi ala lilis dan seterusnya lamnya lam\n\n966\n00:49:33,559 --> 00:49:36,119\nlil milki\n\n967\n00:49:36,119 --> 00:49:39,119\naku ceritakan kepadamu cerita pada rasul\n\n968\n00:49:39,119 --> 00:49:42,359\nagar hatimu menjadi kuat menjadi mantap\n\n969\n00:49:42,359 --> 00:49:45,440\nwafi kitabi latifa almardiyah\n\n970\n00:49:45,440 --> 00:49:47,799\nsampai hadrat pernah menyampaikan dalam\n\n971\n00:49:47,799 --> 00:49:50,480\npengajiannya. Saking hebatnya iman\n\n972\n00:49:50,480 --> 00:49:52,000\nbeliau,\n\n973\n00:49:52,000 --> 00:49:53,640\nsaking kuatnya iman Rasulullah\n\n974\n00:49:53,640 --> 00:49:56,640\nsallallahu alaihi wasallam, setan yang\n\n975\n00:49:56,640 --> 00:50:00,680\ndisuruh menggoda Rasulullah, ditugasi\n\n976\n00:50:00,680 --> 00:50:03,880\noleh iblis, dikasih SK oleh iblis untuk\n\n977\n00:50:03,880 --> 00:50:06,160\nmenggoda Rasulullah, setan itu malah\n\n978\n00:50:06,160 --> 00:50:09,160\nkatut masuk Islam kok baca syahadat.\n\n979\n00:50:09,160 --> 00:50:11,839\nSaking hebatnya iman Rasulullah itu\n\n980\n00:50:11,839 --> 00:50:15,559\nmasih perlu mendengarkan cerita,\n\n981\n00:50:15,559 --> 00:50:18,520\napalagi kita gitu.\n\n982\n00:50:18,520 --> 00:50:21,640\nWafi kitabi Latifah almardiyah niku\n\n983\n00:50:21,640 --> 00:50:26,000\ndalam kitab Latifah Almardiyah\n\n984\n00:50:26,000 --> 00:50:31,280\nqala utawi dawuh qala ada latifah ya.\n\n985\n00:50:33,880 --> 00:50:36,839\nQ utawi dawuh qa qa dawuh sayidina syekh\n\n986\n00:50:36,839 --> 00:50:40,079\nsyarofuddin radhiallahu anhu\n\n987\n00:50:40,079 --> 00:50:43,079\ninnahiban\n\n988\n00:50:44,799 --> 00:50:47,119\nbilat\n\n989\n00:50:47,119 --> 00:50:52,400\nbil inna qola innaur ing inhiban dibaca\n\n990\n00:50:52,400 --> 00:50:56,559\nkasrh auqiat fil innaibanuri\n\n991\n00:50:56,559 --> 00:50:59,760\ntemene kang duweni cahaya\n\n992\n00:50:59,760 --> 00:51:02,319\nalladang\n\n993\n00:51:02,319 --> 00:51:07,400\nbagi andum lahu maring\n\n994\n00:51:07,400 --> 00:51:12,599\nopo nasibun bagian minasadati saking\n\n995\n00:51:12,599 --> 00:51:14,839\nsaadah\n\n996\n00:51:14,839 --> 00:51:17,720\nkebahagiaan alilahiyati\n\n997\n00:51:17,720 --> 00:51:20,760\nkang bongso pangeran asabiqoti kang\n\n998\n00:51:20,760 --> 00:51:22,280\nwisdisi\n\n999\n00:51:22,280 --> 00:51:25,839\nalawaliyati kang awal sesungguhnya\n\n1000\n00:51:25,839 --> 00:51:29,559\norang-orang yang berhak mendapatkan\n\n1001\n00:51:29,559 --> 00:51:30,760\ncahaya\n\n1002\n00:51:30,760 --> 00:51:34,760\nyang telah diberikan kepada orang-orang\n\n1003\n00:51:34,760 --> 00:51:38,240\nterdahulu itu\n\n1004\n00:51:38,240 --> 00:51:42,240\ninna sohiban iku idiro\n\n1005\n00:51:42,240 --> 00:51:45,040\nlamun den sebutaken\n\n1006\n00:51:45,040 --> 00:51:48,440\nlahu maring shohiban nur opo saiun\n\n1007\n00:51:48,440 --> 00:51:51,160\nsewiji-wiji\n\n1008\n00:51:51,160 --> 00:51:54,040\nmin sifatil akabiri setengah saking\n\n1009\n00:51:54,040 --> 00:51:56,400\npiro-piro sifate piro-piro wong kang\n\n1010\n00:51:56,400 --> 00:51:59,400\ngedeofan\n\n1011\n00:51:59,440 --> 00:52:02,520\nSenajan sak pucuk\n\n1012\n00:52:02,520 --> 00:52:06,079\nmin akbarihim saking piro-piro khobare\n\n1013\n00:52:06,079 --> 00:52:08,440\nakabir\n\n1014\n00:52:08,440 --> 00:52:11,799\naulaha utowo cumleret\n\n1015\n00:52:11,799 --> 00:52:15,559\nlahu maring shohiban nur opo lami miun\n\n1016\n00:52:15,559 --> 00:52:18,599\nperkoro kang cumleret\n\n1017\n00:52:18,599 --> 00:52:22,880\nmin buruqi anwarihim saking piro-piro\n\n1018\n00:52:22,880 --> 00:52:28,119\nkilate piro-piro cahayane akabir\n\n1019\n00:52:28,119 --> 00:52:29,240\nidukiro\n\n1020\n00:52:29,240 --> 00:52:30,839\nJawabannya\n\n1021\n00:52:30,839 --> 00:52:32,559\nhasya\n\n1022\n00:52:32,559 --> 00:52:37,520\nmko nerimo sopo shohiban nur hasya itu\n\n1023\n00:52:37,520 --> 00:52:39,880\nmenyambut dengan gembira dengan tangan\n\n1024\n00:52:39,880 --> 00:52:43,440\nterbuka biqolbihi kelawan atine shohiban\n\n1025\n00:52:43,440 --> 00:52:48,920\nnur ilaiha maring sifatil akabir\n\n1026\n00:52:48,920 --> 00:52:52,240\nwaqbala lan madep sopo sohiban nur bil\n\n1027\n00:52:52,240 --> 00:52:56,319\nwudi kelawan demen alaiha ingat sifatil\n\n1028\n00:52:56,319 --> 00:52:58,280\nakabir\n\n1029\n00:52:58,280 --> 00:53:00,200\nIni\n\n1030\n00:53:00,200 --> 00:53:02,640\norang yang ditakdirkan\n\n1031\n00:53:02,640 --> 00:53:07,359\nakan menerima cahaya dalam hatinya itu\n\n1032\n00:53:07,359 --> 00:53:10,799\nmendapatkan hidayah. Itu adalah\n\n1033\n00:53:10,799 --> 00:53:15,160\njika dia mendengar cerita orang-orang\n\n1034\n00:53:15,160 --> 00:53:18,760\nsaleh zaman dulu atau dengar karamahnya\n\n1035\n00:53:18,760 --> 00:53:22,720\nsedikit saja atau dengar kelebihannya\n\n1036\n00:53:22,720 --> 00:53:26,480\nsatu sisi saja, maka dia akan menyambut\n\n1037\n00:53:26,480 --> 00:53:28,000\ngembira.\n\n1038\n00:53:28,000 --> 00:53:31,520\napa yang dia dengar, dia akan percaya\n\n1039\n00:53:31,520 --> 00:53:35,359\ndengan apa yang dia dengar. Itu ciri\n\n1040\n00:53:35,359 --> 00:53:38,000\norang yang akan mendapatkan cahaya\n\n1041\n00:53:38,000 --> 00:53:41,640\nhatinya dari Allah Subhanahu wa taala.\n\n1042\n00:53:41,640 --> 00:53:44,280\nDengar percaya, dengar percaya. Syekh\n\n1043\n00:53:44,280 --> 00:53:47,240\nAbdul Qadir Jalani iku ngene. Ee Sena\n\n1044\n00:53:47,240 --> 00:53:51,839\nAmpel itu begini, Sunan itu begini, eh\n\n1045\n00:53:51,839 --> 00:53:54,200\nHabib Abu Bakar Asag itu begini,\n\n1046\n00:53:54,200 --> 00:53:56,119\nSayidina Khalil Bangkalan itu begini,\n\n1047\n00:53:56,119 --> 00:53:57,760\nlangsung percaya.\n\n1048\n00:53:57,760 --> 00:54:00,359\nHadrutusa itu begini langsung percaya.\n\n1049\n00:54:00,359 --> 00:54:02,760\nItu ciri orang yang akan mendapatkan\n\n1050\n00:54:02,760 --> 00:54:04,119\ncahaya dalam hatinya dari Allah\n\n1051\n00:54:04,119 --> 00:54:06,000\nSubhanahu wa taala. Enggak pakai\n\n1052\n00:54:06,000 --> 00:54:10,040\ntawar-menawar gitu ya. Paham ya?\n\n1053\n00:54:10,040 --> 00:54:11,599\nSulit loh percaya hal-hal yang seperti\n\n1054\n00:54:11,599 --> 00:54:14,839\nitu. Oh moso kalau orang yang tidak\n\n1055\n00:54:14,839 --> 00:54:16,960\nmudah percaya malah nolak itu\n\n1056\n00:54:16,960 --> 00:54:18,559\nmenunjutkan orang itu hatinya tidak\n\n1057\n00:54:18,559 --> 00:54:20,599\ndibuka oleh Allah subhanahu wa taala.\n\n1058\n00:54:20,599 --> 00:54:24,200\nTidak mempercayai wali-wali Allah. Tipis\n\n1059\n00:54:24,200 --> 00:54:27,040\nloh ini bedanya.\n\n1060\n00:54:27,040 --> 00:54:30,160\nWalika lan utawi mengkono-mengkono hasy\n\n1061\n00:54:30,160 --> 00:54:31,839\nbiqolbihi\n\n1062\n00:54:31,839 --> 00:54:35,240\niku liwujudil munasabati krono onone\n\n1063\n00:54:35,240 --> 00:54:36,839\nhubungan\n\n1064\n00:54:36,839 --> 00:54:41,079\nalhakikiyati kang bongso hakiki.\n\n1065\n00:54:41,079 --> 00:54:43,559\nIni karena ada hubungan rohani antara\n\n1066\n00:54:43,559 --> 00:54:45,799\nwali yang diceritakan dengan orang yang\n\n1067\n00:54:45,799 --> 00:54:49,680\nmendengar mendengarkan gitu loh.\n\n1068\n00:54:49,680 --> 00:54:50,920\nDan zaman sekarang itu sulit loh\n\n1069\n00:54:50,920 --> 00:54:54,280\nmempercayai wali itu zaman sekarang bisa\n\n1070\n00:54:54,280 --> 00:54:57,400\ndikatakan minoritas lebih sedikit orang\n\n1071\n00:54:57,400 --> 00:55:00,119\nyang percaya daripada orang yang percaya\n\n1072\n00:55:00,119 --> 00:55:01,760\npara wali.\n\n1073\n00:55:01,760 --> 00:55:04,640\nApalagi kalau di X, di internet, di\n\n1074\n00:55:04,640 --> 00:55:06,160\nTwitter,\n\n1075\n00:55:06,160 --> 00:55:07,920\nenggak ada hal yang seperti itu. Di\n\n1076\n00:55:07,920 --> 00:55:11,559\nYouTube gitu loh, paham-paham Wahabi dan\n\n1077\n00:55:11,559 --> 00:55:13,760\nsebagainya gitu loh. Itu enggak ada\n\n1078\n00:55:13,760 --> 00:55:17,040\nsudah yang namanya wali itu.\n\n1079\n00:55:17,040 --> 00:55:20,000\nPadahal wali sampai kiamat sampai kapan\n\n1080\n00:55:20,000 --> 00:55:22,640\npun akan tetap ada.\n\n1081\n00:55:22,640 --> 00:55:24,920\n124.000\n\n1082\n00:55:24,920 --> 00:55:27,680\nIbu, jumlah wali\n\n1083\n00:55:27,680 --> 00:55:30,880\nitu akan jangkep, tidak akan berkurang\n\n1084\n00:55:30,880 --> 00:55:35,039\nsatuun sampai kiamat nanti. Nanti mereka\n\n1085\n00:55:35,039 --> 00:55:39,680\nditutup dengan Nabi Isa Alaih Salam.\n\n1086\n00:55:39,680 --> 00:55:41,880\nNabi Isa alaihi salam turun ke dunia di\n\n1087\n00:55:41,880 --> 00:55:45,240\nakhir zaman nanti sebagai wali, bukan\n\n1088\n00:55:45,240 --> 00:55:48,440\nsebagai nabi. Dinamakan wali khatam,\n\n1089\n00:55:48,440 --> 00:55:53,599\npenutup para wali gitu. Jadi itu\n\n1090\n00:55:53,599 --> 00:55:56,720\njangkepal itu ada\n\n1091\n00:55:56,720 --> 00:55:59,720\nsiapa ustaz? Di mana\n\n1092\n00:55:59,720 --> 00:56:02,839\nkon takon aku? Aku takon sopo yang\n\n1093\n00:56:02,839 --> 00:56:05,119\nenggak tahulah. La yariful wali illal\n\n1094\n00:56:05,119 --> 00:56:07,880\nwali. Yang tahu wali cuma sesama wali\n\n1095\n00:56:07,880 --> 00:56:10,400\nlagi gitu.\n\n1096\n00:56:10,400 --> 00:56:13,160\nAda lengkap jangkep gitu\n\n1097\n00:56:13,160 --> 00:56:15,880\nenggak akan enggak akan berkurang\n\n1098\n00:56:15,880 --> 00:56:18,160\nlah. Kita bagiendengar cerita begitu\n\n1099\n00:56:18,160 --> 00:56:20,960\ncerita apa? Mudah percaya, berbahagialah\n\n1100\n00:56:20,960 --> 00:56:22,559\norang. Berarti kita termasuk orang yang\n\n1101\n00:56:22,559 --> 00:56:24,160\nakan mendapatkan cahaya dari Allah\n\n1102\n00:56:24,160 --> 00:56:26,960\nSubhanahu wa taala.\n\n1103\n00:56:26,960 --> 00:56:30,720\nEe lima krono perkoro jaakang teko opo\n\n1104\n00:56:30,720 --> 00:56:34,599\nma fil hadis in dalam hadis asahih\n\n1105\n00:56:34,599 --> 00:56:37,960\nan sayidina abi abi hurai radhiallahu\n\n1106\n00:56:37,960 --> 00:56:40,079\ntaala anhu.\n\n1107\n00:56:40,079 --> 00:56:43,240\nQala daf Abu Hurairah qala dawuh\n\n1108\n00:56:43,240 --> 00:56:46,119\nshallallahu alaihi wasahbihi wasallam.\n\n1109\n00:56:46,119 --> 00:56:47,160\nAmin.\n\n1110\n00:56:47,160 --> 00:56:48,920\nContoh, contoh contoh paling nyata di\n\n1111\n00:56:48,920 --> 00:56:51,839\ndekat mata ini loh. Sahabat Abu Hurairah\n\n1112\n00:56:51,839 --> 00:56:53,640\nitu\n\n1113\n00:56:53,640 --> 00:56:57,319\nbergaul, berteman ikut dengan Rasulullah\n\n1114\n00:56:57,319 --> 00:56:59,760\ncuma beberapa tahun saja, sangat\n\n1115\n00:56:59,760 --> 00:57:02,319\nsebentar. dibandingkan dengan sahabat\n\n1116\n00:57:02,319 --> 00:57:04,160\nAbu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan\n\n1117\n00:57:04,160 --> 00:57:05,839\nsahabat-sahabat yang lain sangat\n\n1118\n00:57:05,839 --> 00:57:07,760\nsebentar dibandingkan beliau-beliau\n\n1119\n00:57:07,760 --> 00:57:11,119\nkhulafa rasyidin. Tapi jauh lebih banyak\n\n1120\n00:57:11,119 --> 00:57:14,400\nmeriwayatkan hadis Imam ee sahabat Abu\n\n1121\n00:57:14,400 --> 00:57:17,119\nHurairah din sahabat-sahabat yang lain.\n\n1122\n00:57:17,119 --> 00:57:19,520\nHadiskan dikit-dikit Abu Hurairah, dikit\n\n1123\n00:57:19,520 --> 00:57:21,160\nAbu Hurairah. Lebih banyak beliau\n\n1124\n00:57:21,160 --> 00:57:23,319\ndibanding sahabat yang lain. Itu karena\n\n1125\n00:57:23,319 --> 00:57:25,799\nsahabat Abu Hurairah tidak pernah jauh,\n\n1126\n00:57:25,799 --> 00:57:27,400\ntidak pernah berpisah, tidak pernah\n\n1127\n00:57:27,400 --> 00:57:28,839\nmeninggalkan Rasulullah sampai akhir\n\n1128\n00:57:28,839 --> 00:57:31,119\nhayatnya. Makanya lebih banyak hadis\n\n1129\n00:57:31,119 --> 00:57:33,319\ndiat oleh beliau lah. Ini bagi\n\n1130\n00:57:33,319 --> 00:57:34,960\norang-orang yang enggak suka ini\n\n1131\n00:57:34,960 --> 00:57:36,960\ndipelintir.\n\n1132\n00:57:36,960 --> 00:57:39,240\nPemalsu hadis Abu Hurairah itu masa\n\n1133\n00:57:39,240 --> 00:57:41,039\nlebih banyak rawi e meriwayatkan hadis\n\n1134\n00:57:41,039 --> 00:57:42,440\ndaripada sahabat Abu Bakar, Umar,\n\n1135\n00:57:42,440 --> 00:57:44,559\nUtsman, Ali. Itu contoh akhir zaman\n\n1136\n00:57:44,559 --> 00:57:47,400\nsudah begitu sekarang itu. Itu enggak\n\n1137\n00:57:47,400 --> 00:57:50,319\naneh itu\n\n1138\n00:57:50,319 --> 00:57:54,400\nngopinya kurang jauh. Mereka itu\n\n1139\n00:57:54,400 --> 00:57:57,280\nkurang jauh, pulangnya kurang pagi gitu.\n\n1140\n00:57:57,280 --> 00:58:02,000\nQala wallahu aam.\n\n1141\n00:58:03,000 --> 00:58:06,000\nAlfatihahmanikaidin.\n\n1142\n00:58:10,760 --> 00:58:12,400\nBismillahirrahmanirrahim.\n\n1143\n00:58:12,400 --> 00:58:15,400\nSubhanakallahummaahailla\n\n1144\n00:58:17,480 --> 00:58:20,480\nasagfir\n\n1145\n00:58:21,599 --> 00:58:22,839\nAsalamualaikum warahmatullahi\n\n1146\n00:58:22,839 --> 00:58:24,119\nwabarakatuh.\n\n1147\n00:58:24,119 --> 00:58:26,799\nWaalaikumsalam warahmatullahi\n\n1148\n00:58:26,799 --> 00:58:29,799\nwabarakatuh.\n\n1149\n00:58:32,150 --> 00:58:34,170\n&#91;musik]\n\n1150\n00:58:34,799 --> 00:58:36,400\ne\n\n1151\n00:58:36,400 --> 00:58:39,400\ne\n\n1152\n00:58:42,630 --> 00:58:44,650\n&#91;musik]\n\n1153\n00:58:56,385 --> 00:58:58,405\n&#91;musik]\n\n1154\n00:59:02,280 --> 00:59:04,300\n&#91;musik]\n\n1155\n00:59:07,520 --> 00:59:09,540\n&#91;musik]\n\n1156\n00:59:14,725 --> 00:59:16,745\n&#91;musik]\n\n1157\n00:59:25,205 --> 00:59:27,225\n&#91;musik]\n\n1158\n00:59:34,376 --> 00:59:34,640\n&#91;musik]\n\n1159\n00:59:34,640 --> 00:59:37,640\nOh<\/code><\/pre>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>oleh UST. DR. ABDUR ROSYID JUHRO M, Fil. I.&nbsp; KAJIAN RAMADHAN 2026 Bertempat di&nbsp;Pondok Pesantren&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-144","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kajian-kitab-al-muntakhobat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/144","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=144"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/144\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":145,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/144\/revisions\/145"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=144"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=144"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=144"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}