{"id":86,"date":"2026-02-09T03:27:05","date_gmt":"2026-02-09T03:27:05","guid":{"rendered":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/?p=86"},"modified":"2026-02-10T05:51:44","modified_gmt":"2026-02-10T05:51:44","slug":"keutamaan-ulama-syafaat-dan-hikmah-mengadakan-haul","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/2026\/02\/09\/keutamaan-ulama-syafaat-dan-hikmah-mengadakan-haul\/","title":{"rendered":"Keutamaan Ulama, Syafaat, dan Hikmah Mengadakan Haul"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mauidhoh Hasanah oleh KH. Abdul Adzim Kholili&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size wp-block-paragraph\">MAJLIS DZIKIR MAULIDURRASUL SAW &amp; HAUL MBAH SINDUJOYO &#8211; KROMAN &#8211; GRESIK 2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size wp-block-paragraph\">Bertempat di Halaman Balai Metoko Jl RE Martadinata Kroman Gresik<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size wp-block-paragraph\">JUMAT MALAM, 9 JANUARI 2026 (21 RAJAB 1447 H)<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/THUMBNAIL-GEMINI-2026-01-09-HAUL-MBAH-SINDUJOYO-KROMAN-GRESIK-1024x683.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-87\" srcset=\"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/THUMBNAIL-GEMINI-2026-01-09-HAUL-MBAH-SINDUJOYO-KROMAN-GRESIK-1024x683.png 1024w, https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/THUMBNAIL-GEMINI-2026-01-09-HAUL-MBAH-SINDUJOYO-KROMAN-GRESIK-300x200.png 300w, https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/THUMBNAIL-GEMINI-2026-01-09-HAUL-MBAH-SINDUJOYO-KROMAN-GRESIK-768x512.png 768w, https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/THUMBNAIL-GEMINI-2026-01-09-HAUL-MBAH-SINDUJOYO-KROMAN-GRESIK.png 1248w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Puji syukur kita haturkan ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat, taufik, dan inayah-Nya, sehingga kita dapat berkumpul di majelis yang penuh rahmat dalam rangka memperingati Maulidur Rasul Muhammad SAW sekaligus Haul para masyaikh, khususnya Mbah Sindujoyo serta seluruh ahli kubur. Semoga perkumpulan ini membawa berkah dan menyambungkan sanad kita kepada para guru, terutama Syekh Utsman Al-Ishaqi dan Syekh Ahmad Asrori Al-Ishaqi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kedudukan Ulama di Hari Kiamat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menjelaskan kedudukan istimewa para ulama di akhirat. Kelak pada hari kiamat, Allah SWT memerintahkan ahli ibadah dan para mujahid untuk segera masuk ke dalam surga. Namun, para ulama tidak langsung diperintahkan masuk. Mereka kemudian &#8220;protes&#8221; kepada Allah dengan menyampaikan bahwa para ahli ibadah dan mujahid tersebut bisa beribadah dengan benar serta berperang dengan semangat karena wasilah ilmu yang mereka ajarkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mendengar hal itu, Allah SWT berfirman bahwa kedudukan ulama di sisi-Nya seperti sebagian malaikat yang diizinkan memberi syafaat. Allah berfirman: <em>&#8220;Isyfa\u2019u tusyafa\u2019u&#8221;<\/em> (Berilah syafaat, maka syafaatmu akan dikabulkan). Maka para ulama pun memberikan pertolongan kepada orang-orang yang perlu diselamatkan, termasuk anak cucu dan para santrinya. Melalui barokah hadir di acara haul ini, kita berharap diakui sebagai santri yang kelak mendapatkan syafaat mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kasih sayang para ulama begitu besar; mereka tidak langsung masuk surga setelah diberi izin. Rasulullah menggunakan kata <em>&#8220;Tsumma&#8221;<\/em> yang berarti ada jeda waktu, menunjukkan para ulama menunggu dan memastikan bahwa seluruh orang yang menjadi tanggung jawabnya telah selamat, barulah kemudian mereka sendiri masuk ke dalam surga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Empat Tujuan Menziarahi dan Meng-haul-kan Orang Meninggal<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan kitab <em>Bughyatul Mustarsyidin<\/em>, terdapat empat tujuan utama dalam berziarah kubur atau mengadakan haul:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1. Mengingat Kematian dan Akhirat (<em>Litadzakkuril Mauti wal Akhirah<\/em>)<\/strong> Haul berfungsi sebagai pengingat bahwa kita semua akan menyusul meninggal dunia dan kembali menghadap Allah SWT. Kesadaran ini sangat penting agar kita hidup lebih berhati-hati di dunia. Jika kita berhati-hati, insyaAllah kita akan selamat dan menghadap Allah dalam keadaan membawa iman dan Islam (<em>husnul khatimah<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. Mengikuti Pesan Rasulullah Tentang Dunia<\/strong> Rasulullah SAW pernah berpesan kepada sahabat Abdullah bin Abbas RA sambil memegang pundaknya: <em>&#8220;Kun fid dunya kaannaka ghoribun&#8221;<\/em> (Hiduplah di dunia seakan-akan kamu adalah seorang pengembara). Dunia hanyalah tempat singgah sementara. Kita tidak akan selamanya di sini, melainkan akan pulang ke rumah yang sebenarnya di akhirat, di mana Allah telah menyediakan dua tempat: surga atau neraka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>3. Amalan Penjaga Iman: Zikir dan Salat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menjaga iman agar tetap selamat hingga akhir hayat, ada dua hal yang ditekankan. Pertama, memperbanyak zikir kepada Allah SWT karena zikir dapat menghapus dosa. Kedua, menjaga salat lima waktu, terutama secara berjamaah. Salat laksana sungai di depan pintu rumah yang digunakan untuk mandi lima kali sehari; ia membersihkan dosa-dosa dan menjaga pelakunya dari kemurkaan Allah serta mencegah mati dalam keadaan kafir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penutup<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui majelis haul dan zikir ini, mari kita perkuat sambungan batin dengan para ulama dan memperbaiki amal ibadah kita. Semoga segala khilaf kita diampuni oleh Allah SWT dan kita semua dikumpulkan bersama para kekasih Allah di surga-Nya kelak. Amin ya Rabbal Alamin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber: Channel YT <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/@ALFITHRAH\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">ALWAVA<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Link <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=o-hgCdmxT2M\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Full Video<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Keutamaan Ulama, Syafaat, dan Hikmah Mengadakan Haul - KH. Abdul Adzim Kholili\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/o-hgCdmxT2M?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertanyaan, kerjasama, atau laporan konten hubungi kami:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Email : ngaji.anina99@gmail.com<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Youtube : <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/@anina99dotcom\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">@anina99dotcom<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tiktok : <a href=\"https:\/\/www.tiktok.com\/@anina99dotcom\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">@anina99dotcom<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Whatsapp : <a href=\"https:\/\/wa.me\/+62895611707936\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">+62 895-6117-07936<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saluran WA : <a href=\"https:\/\/whatsapp.com\/channel\/0029Vb76nco2P59hlSsFjH2i\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Ngaji Bareng Anina<\/a><\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>Transkrip \/ subtitle video\nHadirin hadirat yang dirahmati Allah.\nSelanjutnya marilah kita ikuti dan kita\ndengarkan dengan seksama muidatul\nhasanah pada kesempatan yang mulia ini\nyang akan diaturaken ala fadilatikum\nwaulumikum falyatafadol K. H. Abdul Adim\nAl Kholili dari Bangkalan Madura.\nAllahumma sholli ala sayyidina Muhammad\nAllah\nAsalamualaikum\nwarahmatullahi\nwabarakatuh.\nWaalaikumsalam warahmatullahi\nwabarakatuh.\nBismillah. Billahirrahmanirrahim.\nAlhamdulillahiabbil\nalamin\nwabihi nasta'inu ala umurid dunya waddin\nwasalatu wassalamu ala asrofilyaai\nwal mursalin\nsayyidina wa maulana wa habibina\nwa qurati a'yunina Muhammadin\namin\nwa ala alihi wasohbihi ajmain.\nRabbisrohli shodri wa yassirli amri\nwahlul uqdatan lisani yafqohu qauli.\nSubhanaka la ilma lana illa maa alamtana\ninnaka antal alimul hakim.\nAllahumma arinal haqqo haqqo\nwarzuqnattibaahu\nwa arinal batila batila\nwarzuqna jtinabahu\nla haula wala quwwata illa billahil\naliyil adzim\nastagfirullahaladzim\namma ba'du\nHadratul muhtaramin,\npara alim ulama, para masyaikh,\npara habaib.\nWa alal akhas\nsalahiran sembolja\nHadratul Habib Mustofa Al Jubri.\nWa hadratul mukarom hadratul habib\nalhabib Muhammad\nal-Attos\nwa Hadratul Habib Al Habib Mustofa\nibn Abdullah\nAl-Haddar.\nWa hadratul mukarom\nHadratul Habib\nAl Habib Muhammad Haidar ibn Ahmad.\nAl Idrus\nwa Hadratul Habib\nAl Habib\nSalim Ibin Aqil\nBaharun\nwa Hadratul Habib Al Habib\nIsa ibn Aqil Baharun\nwa Hadratul Habib Al Habib Abu Bakar\nAl-Habsyi.\nWadratul mukaram asyekh riad\njugan tak ketinggalan guru badan kaula\nsedaj\nagus muhammad kusai\nibin sikhina asror\njuga agus muhammad Utsman\nIbin Syikhona Asrori\nsedja sesangat amul yakin\ntak langkung kulo\nsekaprase biasa bahasa Madura\nmenapi lain takok gerh takok koco mak\nkadi kadir\npara hadirin para hadirat\njemaah alkhidmah\nkhususnya para imam khususi\nsemua yang saya hormati.\nPertama, mari kita\nhaturkan puji syukur ke hadirat Allah\nSubhanahu wa taala\natas nikmat, taufik, hidayah, serta\ninayah-Nya\nsehingga\npada malam ini kita bisa berkumpul\ndi suatu majelis\nyang insyaallah\npenuh\ndengan rahmat magfirah maunah dari Allah\nSubhanahu wa taala\ndalam rangka\nzikro Maulidir Rasul Muhammad sallallahu\nalaihi wasallam\nsekaligus khos khol dari para masyaikh\nguru kita semua,\nterutama\nMbah Sinduyoyo ya Sindu\nJoyo\njuga semua ahli kubur.\nSemoga\nperkumpulan ini\nmembawa berkah\ndan bisa bersambung\npada semua para masyaikh kita, terutama\nSyikhana Utsman Al-Ishaqi\ndan Syekh\nMuhammad Asrori al-Ishaqi.\nSebab para ulama\nkelak di akhirat\nkata Rasulullah sallallahu alaihi\nwasallam\noleh Allah subhanahu wa taala\ntidak dipersilakan untuk masuk surga\nsebelum memberi syafaat\nkepada siapa yang perlu diberi syafaat\nkepada siapa yang perlu diberi pertolong\nGolongan\nRasulullah Muhammad sallallahu alaihi\nwasallam bersabda\ndalam suatu hadis, \"Idza kaana yaumul\nqiamah\nyaquulullahu taala lil abidina\nwal mujahidina fi sabilillah\nudkulu al jannah.\"\nKetika hari kiamat datang,\nAllah Subhanahu wa taala memerintahkan\nterhadap semua orang-orang yang ahli\nibadah dan orang-orang yang berperang\nmembela agama Allah.\nAllah Taala memerintahkan,\n\"Udkhulu aljannah.\"\nAyo kalian semua masuk ke surga.\nSetelah para ahli ibadah dan orang-orang\nyang berperang membela agama Allah,\ndiperintahkan oleh Allah Subhanahu wa\ntaala untuk masuk ke surga,\nsemua masuk ke surga.\nAmin.\nPara ulama\nkarena tidak diperintahkan oleh Allah\nSubhanahu wa taala untuk masuk ke surga.\nKemudian para ulama\nmatur kepada Allah subhanahu wa taala.\nYa Allah ya Rabbi bifadli ilmina\nabadu wahadu.\nYa Allah mereka semua orang yang ahli\nibadah.\nSemangat dan benar cara beribadah.\nBegitu juga orang-orang yang berperang.\nSemangat untuk berperang. Semua itu\nbifadli ilmina karena mendapatkan ilmu\ndari saya.\nSetelah itu Allah Subhanahu wa taala\nmenyampaikan kepada para ulama, antum\nindi kabdi malaikati.\nAntum kalian semua indi menurut saya\nkata Allah\nkaba malaikati.\nSama halnya sebagian dari malaikat saya,\nyaitu para malaikat yang bisa memberi\nsyafaat. Oleh karena itu, oleh Allah\nSubhanahu wa taala para ulama\ndiperintahkan,\nisyfa'u\ntusyafa'u. Ayo kalian semua minta izin\nuntuk memberi syafaat kepada siapa yang\nkalian mau beri syafaat. Setelah itu\npara ulama\nmemberi syafaat. Fasfauna.\nMaka para ulama tadi memberi syafaat,\nmemberi pertolongan terhadap orang-orang\nyang perlu ditolong, yang perlu\ndiselamatkan. Ya, termasuk anak cucunya,\ntermasuk para santrinya. Dari itu semoga\nkita semua barokahnya hadir ke khulnya\npara guru kita semua ini sampai kelak di\nakhirat kita diakui sebagai santrinya\nyang nantinya akan mendapatkan\nsyafaatnya. Amin. Allahuma amin.\nPara hadirin yang saya muliakan,\nsetelah para ulama ini memberi syafaat,\nmemasukkan dan menyelamatkan semua\norang-orang yang perlu diselamatkan ini\npara ulama gak langsung masuk.\nRasulullah Muhammad sallallahu alaihi\nwasallam\nmenggunakan ibarat tsumma. Jadi tidak\nmenggunakan faadkulunal jannah. Tidak.\nTapi Rasulullah Muhammad sallallahu\nalaihi wasallam mengatakan, \"Tumma\nyadkhuluna.\" Artinya setelah para ulama\nmemberi syafaat kepada para santrinya,\nkepada anak cucunya ini tidak langsung\nmasuk tapi masih menunggu apakah\nbenar-benar sudah selamat semua\norang-orang yang perlu saya beri\nsyafaat. Baru setelah itu fayadulunal\njannah. Setelah itu masuk sendiri. Jadi\npara ulama ini oleh Allah Subhanahu wa\ntaala tidak diperbolehkan masuk ke surga\nsebelum apa? Sebelum memberi syafaat\nkepada siapa yang perlu diberi syafaat.\nSemoga kita semua yang hadir ini kelak\nditunggu oleh para masyayikh di pintu\nsurga sehingga kita semua menjadi orang\nyang selamat. Amin. Amin. Allahuma\namin.\nPara rabu sesangat boten kalakin adik\nakad sayur kul\ntak peri\nbonten\nngertos.\nPara hadirin yang saya muliakan,\nkita semua seperti yang telah disebutkan\nyaitu dalam acara Zikra Maulidir Rasul\nMuhammad sallallahu alaihi wasallam.\nYang kedua yaitu dalam rangka khol dari\npara masyaikh khususnya yaitu masyarakat\ndi sini. lebih khusus lagi yaitu Mbah\nSindujo.\nSekarang apa tujuan dari mengadakan khol\ndari para masyaikh, khul dari para\nalmarhumin?\nSaya pernah membaca dalam satu kitab\nyaitu kitab Bughiatul Mustarsyidin.\nDi sana dikatakan tujuan mengkhali orang\nmeninggal dunia yaitu tujuan dari ziarah\nke kekuburan ini ada empat tujuannya.\nYang pertama\nyaitu\nimma litadakkuril mauti wal akhirah.\nUntuk mengingat mengingatkan kita bahwa\nkita semua ini\nakan meninggal dunia dan akan kembali\nmenghadap ke Allah subhanahu wa taala.\nIni termasuk manfaat yang kembali kepada\nkita yang hadir kehaladan, yaitu agar\nkita semua ingat kalau kita ini akan\nmeninggal dunia.\nKalau kita sudah mendapatkan hikmah yang\npertama ini, yaitu agar kita ingat kalau\nkita ini akan meninggal dunia, maka\npaling tidak kita akan ingat dan akan\nberhati-hati.\nKalau kita berhati-hati hidup di dunia\nini, maka kita akan selamat. selamat\nsehingga kelak sowan kepada Allah\nSubhanahu wa taala dengan membawa iman\ndan Islam. Amin. Allahuma\namin.\nDari itu Rasulullah Muhammad sallallahu\nalaihi wasallam menggambarkan kita hidup\ndi dunia ini\noleh Rasulullah digambarkan bagaikan\norang yang berjalan\ndi jalan raya.\nSuatu saat Rasulullah Muhammad\nsallallahu alaihi wasallam bersabda\nkepada sahabat Abdullah bin Abbas\nradhiallahu taala anhu.\nItu sepupu misananya sepupu sepupu dari\napa? Putra dari sepupunya Rasulullah\nMuhammad sallallahu alaihi wasallam.\nRasulullah yang bersabda kepada sahabat\nAbdullah bin Abbas\ndengan memegang baunya,\npundaknya.\nKemudian Rasulullah mengatakan kepada\nsahabat Abdullah bin Abbas, \"Kun fid\ndunya kaannaka goribun.\nKun\nhiduplah kamu di dunia kaannaka\nseakan-akan kalian\ngaribun,\norang yang mengembara.\nJadi oleh Rasulullah Muhammad sallallahu\nalaihi wasallam orang hidup di dunia ini\ndisuruh\njadikan seakan-akan\nada di tempat\npengembaraan.\nKalau kita masih dalam\ntempat pengembaraan ini gak mungkin\nselamanya mestinya akan pulang ke\nrumahnya lah.\nBegitu juga kita hidup di dunia ini\nsementara\nkelak akan kembali ke rumah yang\ndisediakan oleh Allah Subhanahu wa\ntaala. yaitu kelak di akhirat Allah\nSubhanahu wa taala menyediakan semua\nhambanya dua tempat rumah yang satu ada\ndi surga dan yang satu lagi ada di\nneraka. Ini semua orang, semua manusia\noleh Allah Taala disediakan dua tempat\nbaik itu orang Islam atau orang kafir.\nSemua ini sudah disediakan dua tempat.\nYang satu di surga, yang satu di nerakan\noleh Rasulullah sallallahu alaihi\nwasallam. Ma min ahadin illa walahu\nbaitani. Baitun fil jannah wa baitun\nfinar.\nTidaklah setiap manusia melainkan oleh\nAllah Subhanahu wa taala disediakan dua\nrumah. Yang satu yaitu kaplingan di\nsurga. yang satu kaplingan di neraka.\nBaitun fil jannah, satu rumah di surga.\nWa baitun finar. Dan satu lagi yaitu\ndisediakan di neraka.\nPara hadirin yang saya muliakan,\ndari itu oleh Rasulullah Muhammad\nsallallahu alaihi wasallam dalam hadis\nitu diteruskan kalau ingin\nsampai ke rumah dengan keadaan selamat.\nRasulullah sallallahu alaihi wasallam\nmemerintahkan terhadap sahabat Abdullah\nbin Abbas, airu\nsabilin. Kamu hidup di dunia jadikan\nseperti halnya orang yang berjalan di\njalan raya.\nBagaimana kita kalau ingin selamat\nberjalan di jalan raya mau pulang ke\nrumah? Ya gak boleh tidak kita harus\nmengikuti aturan yang ada di jalan.\nBegitu juga kita kalau ingin kembali ke\nrumah yang sediak yang disediakan oleh\nAllah Subhanahu wa taala kelak di\nakhirat sehingga tidak apa tidak kesasar\npulang ke rumah yang disediakan di\nneraka. Makanya oleh Rasulullah\nsallallahu alaihi wasallam digambarkan\nkita atau hidup di dunia ini jadikan\nseakan-akan kita berjalan di jalan raya.\nJadi kita supaya selamat berjalan di\njalan raya, bagaimana caranya? Yaitu\nkita harus mengikuti rambu-rambu,\nngikuti aturan yang ada di tengah jalan.\nPara hadirin yang saya muliakan, ini\nsesuai dengan firman Allah Subhanahu wa\ntaala.\nPada saat Allah Subhanahu wa taala\nmengeluarkan Nabi Adam dan Siti Hawa\ndari surga, Allah Subhanahu wa taala\nmenyampaikan, \"Qul nahbitu minha jamiah.\nTurunlah kalian\nAdam dan Hawa dan anak cucumu.\"\nJadi di sini Allah Subhanahu wa taala\nmenggunakan ibarat jamak.\nNahbitu bukan qul nahbit tapi Allah\nTaala mengatakan qul nahbitu turunlah\nkalian semua lah siapa di surga kok\ndikatakan klahbitu kok ndak qul nahbit\nsedangkan di surga itu yang adakan Nabi\nAdam dan Siti Hawa tapi kenapa Allah\nSubhanahu wa taala mengatakan qul\nnahbitu ini katanya tafsir Jalalen itu\nditafsiri qul nahbitu ay antuma\nTurunlah kamu Adam dan Hawa dan anak\ncucumu yang ada di punggungmu.\nSiapa? Yaitu termasuk kita semua ini.\nMakanya bisa kita dikatakan aslinya\npenduduk surga. Makanya oleh Rasulullah\nsallallahu alaihi wasallam dikatakan,\n\"Kun fid dunya kaannaka gorbun.\" Jadilah\nkamu hidup di dunia seakan-akan kamu\norang yang apa? Yang menggembara\nmelihat zahirnya ayat itu bukan sekedar\nkenapa mengembara memang apa bukan\nseperti mengembara memang mengembara\nsebab aslinya kita semua ini penduduk\nsur surga.\nMakanya Allah Taala mengatakan qul\nnahbitu minha jamia. Tapi katanya Allah,\n\"Jangan khawatir kamu Adam dan Hawa dan\nsemua cucumu, anak turunmu bisa akan\nkembali ke surga.\" Kapan itu? Faimma\nya'tannakum minni hudan\ntabi hudaya fala khaufun alaihim w hum\nyahzanun.\nFaimatium minni hudan. Apabila datang\npetunjuk dariku, apabila kamu mengikuti,\nla yadillu wala yasqo\nla khaufun alaihim wala hum yahzanun.\nJadi dua itu ayatnya itu. Yang pertama\nmengata dikatakan\nfaimma yatiannakum minni hudan faman\ntabi hudaya fala khaufun alaihim wala\nhum yahzanun.\nJ kalau orang kak kalau orang itu\nmengikuti\nhidayah Allah Subhanahu wa taala maka\nkata Allahbaa\nhudaya fala yadillu wala yasqo. Kalau\nkalau kalian semua mengikuti penunjukku\nartinya penunjuk bagaimana? Larangan\ndijauhi, perintah dilaksanakan,\nla yadillu, maka kalian semua tidak akan\ntersesat. Artinya bisa kembali ke rumah\nyang disediakan kelak di surga. Wala\nyasqo. Dan kamu tidak celaka artinya\nmasuk surga langsung tanpa kapa tanpa\nberhenti di neraka dulu. Sebab orang\nmasuk ke surga itu bermacam-macam.\nAda orang yang tidak bisa masuk surga\nsama sekali. Siapa? Orang yang meninggal\ndunia tanpa membawa iman dan Islam.\nMustahil ini akan masuk ke surga. Kalau\nmemaksa bisa, tapi kapan? Hatta yalijal\njamalu fiil khiat. Sampai ada unta bisa\nmasuk ke lubang jarum. Artinya sama\nsekali tidak tidak mungkin bagi orang\nyang meninggal dunia tanpa membawa iman\nakan masuk surga. Mustahil. Yang nomor\ndua yaitu orang yang masuk surga tapi\nmasih berhenti ke neraka.\nSiapa itu? Yaitu orang yang meninggal\ndunia dengan membawa iman tapi masih\nbanyak dosanya.\nIni benar nanti masuk masuk surga.\nKenapa kok masuk surga? Karena membawa\nkarcisnya surga yaitu iman yang dibawa\nsampai mati. Jadi iman yang dibawa\nsampai mati ini menjadi tiket atau\nkarcis untuk bisa masuk ke surga.\nTapi walaupun sudah membawa iman tapi\nmasih banyak dosanya, tetap\nsebelum masuk ke surga masih dibersihkan\ndulu di di neraka.\nYang yang nomor tiga yaitu orang yang\nmasuk surga langsung tanpa berhenti ke\nneraka. Siapa? Yaitu orang yang\nmeninggal dunia membawa iman dan apa?\nDan diampuni dosa-dosanya oleh Allah\nSubhanahu wa taala. Semoga kita termasuk\ngolongan yang nomor tiga itu yaitu\nmeninggal dunia dengan membawa iman dan\nmendapatkan ampunan dari Allah Subhanahu\nwa taala. Amin. Allahuma\namin.\nTermasuk yang bisa menghapus dosa\nsehingga kita menghadap ke Allah\nSubhanahu wa taala.\nKita diampuni dosa-dosanya yaitu\nmulazamatuzik.\nmendawami atau melanggengi zikir kepada\nAllah subhanahu wa taala. Suatu saat\nRasulullah sallallahu alaihi wasallam\nbersabda kepada sahabat Abu Hurairah,\n\"Ya Abu Hurairah,\nlaqini laqqini mautakum\nlailahaillallah.\"\nHei Abu Hurairah,\nsuruh apa ya? Aba Hurairah. Hei Abu\nHurairah.\nLaqinu atau lakinil mauta. Talkinilah\norang yang akan meninggal dunia yang\ndalam keadaan sekarat. Lailahaillallah.\nSuruh baca lailahaillallah.\nFainnaha\ntahdimud dzunub. Katanya kata Rasulullah\nfaha karena kalimat lailahaillallah\ntahdimu itu bisa menghancurkan azzunuba\napa azzumuda dan dosa-dosa yang banyak.\nJadi zikir kepada Allah Subhanahu wa\ntaala ini bisa menghapus dosa-dosa kita.\nSemoga kita mulazamah untuk zikir ke\nhadirat Allah Subhanahu wa taala. Amin.\nAllahuma\namin.\nSetelah itu Rasulullah sahabat Abu\nHurairah matur, \"Wahza\nlil mauta.\"\nIni kalau dibacakan untuk orang yang\nmeninggal dunia. Kalau kago orang hidup\nbagaimana?\nFakaifa lil ahya. Bagaimana kalau yang\nmembaca itu kalau dibaca oleh\norang-orang yang hidup? Jawabnya\nRasulullah sallallahu alaihi wasallam,\n\"Fainnaha\nahdamu wa ahdam.\" Bahwasanya kalimat\nlailahaillallah\npenikah sangat menghancurkan terhadap\ndosa-dosanya orang yang masih hidup.\nJadi kalau orang yang mau meninggal\ndunia dituntun dengan membaca\nlailahaillallah maka dosanya akan\ndiampuni oleh Allah subhanahu wa taala.\nKalau dibaca oleh orang hidup\nlebih-lebih katanya Rasulullah\nsallallahu alaihi wasallam termasuk yang\nbisa menghapuskan dosa-dosa kita\nkata Rasulullah Muhammad sallallahu\nalaihi wasallam yaitu salat lima waktu.\nYa, sekarang ketepakan bulan Rejab,\nyaitu bisa bisa dikatakan hari ulang\ntahun salat 5 waktu. Sekarang ini\nRasulullah sallallahu alaihi wasallam\nsuatu saat bertanya kepada para sahabat,\n\"Hei tang sahabat,\nbagaimana umpamanya ada orang mempunyai\nrumah\nterus di depan pintu rumahnya itu ada\nsungai. besar luar biasa lah. Orang yang\nmempunyai rumah itu setiap\nsetiap harinya mandi lima kali. Saya\nsekarang tanya, kira-kira orang yang\nmempunyai rumah itu masih adakah\nkotor-kotornya badannya?\nPara sahabat menjawab,\n\"Wah, ndak mungkin ya Rasulullah bersih\nsemua. Ndak ada kotorannya.\nWong setiap hari mandi lima kali sebelum\nkotor badannya belum berkeringat\nbadannya sudah mandi lagi. Gak mungkin\nada kotornya Rasulullah bersih itu.\nSetelah itu Rasulullah Muhammad\nsallallahu alaihi wasallam bersabda,\n\"Daka matsalus shawatil khamsi.\" Itu\ngambaran dari salat lima waktu. Salat\nlima waktu itu bisa menghapus dosa-dosa\nkita. Oleh karena itu, para ulama tiap\nbulan Rajab mengadakan apa? Peringatan\nIsra Wal Mikraj di mana-mana tempat. Ini\ntujuannya agar kita apa? perhatian\nterhadap salat yang lima waktu. Karena\napa? Karena salat lima waktu itu bisa\nmenjaga iman kita semua. Karena\nRasulullah sallallahu alaihi wasallam\nbersabda dalam satu hadis, tarikus salat\nmamkut waahairil islami yamut. Tarikus\nsalat. Orang yang meninggalkan salat\nmamkutun itu dimurkai oleh Allah. Yang\npaling khawatir wa ala ghairil islami\nyamut. Dan mengkhawatirkan\nmatinya tidak membawa iman. artinya mati\nkafir.\nJadi salat itu kalau dikerjakan bisa\nmenjaga iman kita semua sehingga kita\nmenjadi orang yang husnul khatimah. Yang\nkedua yaitu salat itu menghapus terhadap\nsusah. Seperti yang digambarkan oleh\nRasulullah sallallahu alaihi wasallam.\nBagaikan orang mempunyai rumah kemudian\ndi depan pintunya dekat, di depan\npintunya dekat itu ada sungai besar dan\norang yang mempunyai rumah itu mandi\nsatu hari satu malam lima kali.\nArtinya dosa-dosanya orang yang\nmenjalankan salat lima waktu akan\ndiampuni oleh Allah subhanahu wa taala.\nNah, jadi dua ini sampean bisa\ndikerjakan zikir pembanyak zikir kepada\nAllah Subhanahu wa taala karena zikir\nitu bisa menghapus dosa. Kata Kanjeng\nNabi Muhammad sallallahu alaihi\nwasallam. Begitu juga salat lima waktu\nkalau bisa laksanakan dengan berjamaah.\nKarena salat lima waktu itu termasuk\nibadah yang bisa menghapus dosa-dosa\nkita. Amin. Allahuma amin.\nPara hadirin yang saya muliakan. Kiranya\nini yang bisa yang kita sampaikan.\nSemoga ee walaupun sedikit semoga\nbermanfaat. Amin. Allahumma amin.\nIhdinasiratal mustaqim. Wallahul muwafiq\nila thalamualaikum warahmatullahi\nwabarakatuh.\n<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mauidhoh Hasanah oleh KH. Abdul Adzim Kholili&nbsp; MAJLIS DZIKIR MAULIDURRASUL SAW &amp; HAUL MBAH SINDUJOYO&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[9,13,11,25,33,34,35],"class_list":["post-86","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-mauidhoh-hasanah","tag-al-khidmah","tag-al-khidmah-gresik","tag-al-khidmah-jawa-timur","tag-haul","tag-kh-abdul-adzim-kholili","tag-syafaat","tag-ulama"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=86"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":94,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/86\/revisions\/94"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=86"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=86"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=86"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}