{"id":95,"date":"2026-02-11T02:10:40","date_gmt":"2026-02-11T02:10:40","guid":{"rendered":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/?p=95"},"modified":"2026-02-11T02:10:40","modified_gmt":"2026-02-11T02:10:40","slug":"keutamaan-majelis-dzikir-taman-surga-di-dunia-dan-tempat-berkumpulnya-malaikat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/2026\/02\/11\/keutamaan-majelis-dzikir-taman-surga-di-dunia-dan-tempat-berkumpulnya-malaikat\/","title":{"rendered":"Keutamaan Majelis Dzikir: Taman Surga di Dunia dan Tempat Berkumpulnya Malaikat"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mauidhoh Hasanah oleh KH M Husni Mubarak\u00a0<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size wp-block-paragraph\">MAJLIS DZIKIR MAULIDURRASUL SAW &amp; HAUL AKBAR KAB. MUSIRAWAS UTARA, SUMATERA SELATAN 2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size wp-block-paragraph\">Bertempat di Masjid Agung Al Muhajirin, Desa Sumber Makmur, Kec. Nibung, Kab. Musi Rawas<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size wp-block-paragraph\">AHAD PAGI, 11 JANUARI 2026 (22 RAJAB 1447 H)<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"614\" height=\"410\" src=\"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/THUMBNAIL-2026-01-11-HAUL-AKBAR-MUSIRAWAS-UTARA-SUMATERA-SELATAN-Custom.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-96\" srcset=\"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/THUMBNAIL-2026-01-11-HAUL-AKBAR-MUSIRAWAS-UTARA-SUMATERA-SELATAN-Custom.png 614w, https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/THUMBNAIL-2026-01-11-HAUL-AKBAR-MUSIRAWAS-UTARA-SUMATERA-SELATAN-Custom-300x200.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 614px) 100vw, 614px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam kesempatan yang mulia ini, di tengah-tengah para masyayikh, kiai, bu nyai, para tokoh masyarakat, serta jajaran pejabat pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara, kita berkumpul untuk mengagungkan Allah dan mengenang para kekasih-Nya. Kita hadir di sini dalam rangka melanjutkan tradisi mulia yang telah dirumuskan oleh guru kita, Hadratus Syekh Ahmad Asrori Al-Ishaqi, yang mencakup tawasul, istighasah, pembacaan Manaqib Sultanul Auliya Syekh Abdul Qadir Al-Jilani, hingga pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Majelis yang Dibanggakan Rasulullah<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seluruh rangkaian ibadah yang kita lakukan sejak pagi hingga siang ini disebut sebagai <strong>Majelis Dzikir<\/strong>. Ketahuilah bahwa majelis semacam ini memiliki keutamaan yang luar biasa di sisi Allah dan sangat dibanggakan oleh Rasulullah SAW. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Abu Said al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT memiliki malaikat-malaikat (<em>Malaikatan Sayyarah<\/em>) yang bertugas berkeliling ke seluruh penjuru bumi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika para malaikat ini melihat sebuah majelis dzikir, mereka akan berhenti dan ikut duduk bersama jamaah. Bahkan, ketika mereka melintasi wilayah Sumatera Selatan dan melihat cahaya dari majelis dzikir di Kabupaten Musi Rawas Utara ini, mereka akan turun dan memenuhi tempat ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Keistimewaan bagi Jamaah yang Hadir<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada tiga keberkahan utama bagi siapa saja yang berada di dalam majelis dzikir ini:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Doa yang Diaminkan Malaikat:<\/strong> Saat jamaah mengangkat tangan memohon hajat\u2014baik hajat dunia seperti kelancaran rezeki dan keluarga bahagia, maupun hajat akhirat\u2014para malaikat ikut mengangkat tangan dan mengaminkan doa tersebut. Doa yang diaminkan malaikat adalah doa yang insyaallah dikabulkan oleh Allah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Selawat Bersama Malaikat:<\/strong> Ketika kita berselawat kepada Nabi Muhammad SAW, malaikat pun ikut berselawat bersama kita hingga acara selesai.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pulang dalam Keadaan Diampuni:<\/strong> Ketika jamaah beranjak pulang ke rumah masing-masing, para malaikat berkata, &#8220;Alangkah beruntung orang-orang itu, mereka pulang dalam keadaan dosa-dosanya telah diampuni oleh Allah SWT.&#8221;<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Majelis dzikir bukan sekadar perkumpulan biasa, melainkan &#8220;Taman-taman Surga Allah&#8221; yang ada di muka bumi. Kita berharap, sebagaimana kita berkumpul dengan tertib dan khidmat di sini, kelak Allah akan mengumpulkan kita kembali di surga-Nya bersama Nabi Muhammad SAW.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pesan Akhir: Adab Mengikuti Majelis<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai penutup, mengacu pada bimbingan Hadratus Syekh Ahmad Asrori Al-Ishaqi, hendaknya para jamaah tidak terburu-buru pulang sebelum seluruh rangkaian acara, terutama doa Fatihah terakhir, selesai dibacakan. Mari kita jaga ketertiban ini sebagai bagian dari khidmah kita kepada guru dan para kekasih Allah. Semoga segala amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber: Channel YT <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/@ALFITHRAH\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">ALWAVA<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Link <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=QYAnUINaz5g\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Full Video<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Keutamaan Majelis Dzikir: Taman Surga di Dunia dan Tempat Berkumpulnya Malaikat - KH M Husni Mubarak\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/QYAnUINaz5g?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertanyaan, kerjasama, atau laporan konten hubungi kami:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Email : ngaji.anina99@gmail.com<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Youtube : <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/@anina99dotcom\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">@anina99dotcom<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tiktok : <a href=\"https:\/\/www.tiktok.com\/@anina99dotcom\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">@anina99dotcom<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Whatsapp : <a href=\"https:\/\/wa.me\/+62895611707936\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">+62 895-6117-07936<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saluran WA : <a href=\"https:\/\/whatsapp.com\/channel\/0029Vb76nco2P59hlSsFjH2i\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Ngaji Bareng Anina<\/a><\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>subtitle:\nTibalah acara yang kita nanti-nantikan.\nMauidah hasanah.\nyang akan disampaikan\noleh panjenenganipun Alkarim ibnil Karim\nBapak K. Haji\nHusni Mubarok dari Surabaya. Kepada yang\nmulia\ndihaturkan\nAllahumma sholli ala sayyidina\nMuhammadin.\nAllahumma sholli ala sayyidina Muhammad.\nAmin.\nAllahumma shidina\nMuhammad.\nAmin. Amin.\nBismillahirrahmanirrahim.\nAsalamualaikum\nwarahmatullahi\nwabarakatuh.\nWaalaikumsalam warahmatullahi\nwabarakatuh.\nAlhamdulillah.\nAlhamdulillahi rabbil alamin\nwasalatu wassalamu ala sayyidina\nwa maulana wa nuri qulubina Muhammadin\nwa ala alihi wa ashabihi ajmain.\nQolu subhanaka\nla ilma lana illa maa alamtana\ninnaka antal alimul hakim.\nAmma ba'du.\nYang sangat kami muliakan\npara masyaikh,\npara kiai, para buyai,\npara aimmatul khususiyah, serta\nseluruh tokoh masyarakat yang hadir di\ntempat yang mulia ini.\nwabil khusus\nalmukarram\nK. Haj\nFadli selaku shahibul bait\nalmukarram\nK. Haj\nZainul Abidin\nalmukarram\nK. Haj\nAhmad Kunawi dari Pondok Pesantren\nAssalafi Alfitrah Surabaya.\ndan juga kepada seluruh masyaikh lainnya\nyang mohon maaf belum bisa kami sebut\nsatu persatu tanpa mengurangi rasa\nhormat kami.\nYang kami muliakan\nkeluarga sanad dan kerabat min Hadratus\nSyekh\nMuhammad Utsman Al-Ishaqi radhiallahu\nanhu.\njuga yang sangat kami muliakan,\nkami cintai\nkeluarga\ndaripada guru kita semua,\ndaripada Hadratus Syekh\nAhmad Asrori Al-Ishaqi radhiallahu anhu.\nyang juga sangat kami muliakan\npara pejabat pemerintah\nbaik sipil maupun TNI Polri\nwabil khusus\nBupati Kabupaten\nSirawas Utara\nyang dalam hal ini diwakili oleh Bapak\nWakil Bupati\nBapak Bapak H. Junius Wahyudi\nbeserta seluruh pejabat-pejabat lainnya\nyang hadir\ndi tempat yang mulia ini yang semoga\nsenantiasa dijaga oleh Allah subhanahu\nwa taala.\njuga\nsegenap jajaran\nkepengurusan\nalkhidmah dan thariqah\nbaik di tingkat pusat, wilayah maupun\ndaerah.\nWabil khusus\nketua\npengurus pusat Jamah Alkhidmah\nBapak K. H. Muhammadan\ndan juga ketua pengurus pusat thariqoh\nDr. K. H. Abdul Rasyid\njuga seluruh panitia yang telah\nmengkhidmahkan\ntenaganya, waktunya, pikirannya,\ndan hartanya demi terwujudnya acara pada\npagi hari ini.\nSehingga kita bisa melihat bahwa acara\npada pagi hari ini berjalan dengan\nlancar.\nberjalan dengan khidmat,\nberjalan dengan tertib\nyang kita yakin bahwa acara pada pagi\nhari ini akan menjadikan sebab\nsenangnya guru kita Hadratus Syekh Ahmad\nAsrori Alisqi radhiallahu anhu akan\nmenjadikan sebab senangnya, bahagianya\nkedua orang tua kita yang telah\nmendahului kita semua.\nYang kami muliakan, kami cintai, kami\nbanggakan hadirin hadirat\nseluruh jemaah alkhidmah yang hadir di\ntempat mulia ini\nyang semoga senantiasa dirahmati oleh\nAllah,\nsenantiasa dibimbing oleh Allah berada\ndi atas jalannya Nabi Besar Muhammad\nsallallahu alaihi wasallam.\nAlhamdulillah kita bersyukur kepada\nAllah\natas aneka nikmat yang Allah berikan\nkepada kita semua.\nwabil khusus nikmat iman, nikmat Islam,\nnikmat kesehatan dan kesempatan sehingga\npada pagi hari ini\nAllah mudahkan langkah kaki kita untuk\nbisa sama-sama hadir di dalam majelis\nzikir alkhidmah yang luar biasa ini.\nBapak, Ibu sekalian rahimakumullah.\nAcara ini dimulai tadi pagi dengan\nmembaca tawasul,\nmenyambungkan hati kita semua kepada\npara kekasih Allah.\nKita semua juga telah sama-sama memulai\nacara ini dengan membaca istighasah,\nmembaca suratul Quran,\nmembaca manaqib atau biografinya\nSultanul Auliya, Sayidina Syekh Abdul\nQadir Aljilani.\nKita semua tadi juga telah sama-sama\nmembaca maulidnya Nabi Besar Muhammad,\nsejarah perjalanan kehidupan Nabi Besar\nMuhammad, akhlaknya Nabi Besar Muhammad.\nSyamailnya Nabi Besar Muhammad.\nKumpulan daripada apa yang kita kerjakan\nsaat ini,\napa yang telah dirumuskan oleh Hadratus\nSyekh Ahmad Asrari Al-Ishaqi yang kita\namalkan pada pagi hari ini, pagi sampai\nsiang hari ini, itu semua disebut dengan\nmajelis zikir.\nMajelis zikir adalah sebuah majelis yang\nkeutamaannya luar biasa di sisi Allah.\nMajelis zikir adalah sebuah majelis yang\ndibanggakan oleh Nabi Besar Muhammad.\nMajelis zikir adalah sebuah majelis yang\nmempunyai nilai yang begitu luar biasa.\nSebagaimana disebutkan dalam sekian\nbanyak dalil dari Al-Qur'an dan\nsunah-sunahnya Nabi besar Muhammad.\nAda satu hadis\nyang hadis ini sering kami sampaikan di\nacara seperti ini.\nYakni sebuah hadis yang diriwayatkan\noleh Al Imam Abu Said al-Qadi\nbahwa Nabi Muhammad sallallahu alaihi\nwasallam pada satu kesempatan beliau\nbersabda kepada para sahabatnya.\nApa kata Nabi besar Muhammad? Innillahi\ntaala malaikatan sayyarah.\nSesungguhnya Allah Subhanahu wa taala\nmempunyai malaikat-malaikat yang\nbertugasnya yang tugasnya berkeliling ke\nseluruh penjuru bumi.\nFaid marru biqikri q baum'din\nuquudu.\nKetika malaikat-malaikat Allah tersebut\nketika mereka berkeliling ke seluruh\npenjuru bumi, mereka melihat ada sebuah\nkumpulan zikir, ada sebuah majelis\nzikir.\nKetika malaikat-malaikat Allah tersebut\nlewat di Sumatera Selatan, oh dari\ntempat yang jauh Kabupaten Sirawas,\nSirawas Utara ada majelis zikir. Karena\nkenapa? Bercahaya.\nMalaikat itu akan datang ke tempat\ntersebut, ke tempat ini, ikut sama-sama\nduduk berzikir kepada Allah. Maka\nmajelis zikir di sini, hadirin, kami\nyakin adalah majelis yang juga dipenuhi\noleh para malaikat.\nFaid daalmu amanuim.\nTidak hanya itu, kata Nabi Besar\nMuhammad, ketika orang-orang yang hadir\ndi dalam majelis zikir tersebut\nmengangkat kedua tangan mereka berdoa\nkepada Allah, meminta hajat-hajat mereka\nagar diberikan rezeki yang lancar, agar\ndiberikan keluarga yang bahagia,\nagar hidupnya dibahagiakan oleh Allah,\nagar anak-anaknya dijadikan oleh Allah\nsebagai anak-anak yang saleh dan shah\natau hajat apapun baik itu hajat dunia\nmaupun hajat akhirat. Maka\nmalaikat-malaikat\nyang hadir di dalam majelis zikir\ntersebut juga mengangkat kedua tangan\nmereka mengaminkan doa orang yang hadir\ndi dalam majelis zikir tersebut.\nDan tidak ada doa yang diaminkan oleh\npara malaikat kecuali doa itu insyaallah\nakan dikabulkan oleh Allah.\nFaid sha al nabi shallallahu alaihi\nwasallam shau maahum. Ketika orang-orang\nyang berada di dalam majelis zikir\ntersebut berselawat kepada Nabi Besar\nMuhammad seperti yang kita lakukan tadi,\nkita berkali-kali, ribuan kali tadi kita\ntelah berselawat kepada Nabi Besar\nMuhammad, maka malaikat ikut juga\nberselawat bersama kita.\nHatta yafrugu tumma yaqul tuba lihaula\nyarji libuyut magfur lahum. sampai\nmalaikat tersebut hadir di sini sampai\nacara ini selesai.\nDan ketika Anda-anda semua telah pulang\nke rumah masing-masing,\nmalaikat-malaikat tersebut sebagaimana\ndikatakan oleh Nabi Besar Muhammad,\nmalaikat itu berkata satu sama lain,\n\"Alangkah beruntung orang yang hadir di\ndalam majelis zikir tersebut.\" Karena\nkenapa? Karena mereka pulang ke rumah\nmereka dalam keadaan dosa-dosa mereka\ndiampuni oleh Allah Subhanahu wa taala.\nOleh karena itu kita berdoa semoga-\nsemoga apa yang kita zikirkan diterima\noleh Allah. Semoga apa yang kita amalkan\npada pagi dan sampai siang hari ini\nseluruhnya diterima oleh Allah Subhanahu\nwa taala. Kita tidak meninggalkan\nmajelis ini kecuali dosa-dosa kita, dosa\nkedua orang tua kita, dosa keluarga dan\nsemua orang yang kita cintai. Semoga\ndiampuni oleh Allah subhanahu wa taala.\nBagi kita yang datang punya sekian\nbanyak hajat, semoga hajat kita\ndiijabah, dimudahkan oleh Allah. Mungkin\nada yang rezekinya masih sempit, semoga\ndiluaskan oleh Allah. Mungkin ada di\nantara kita yang keluarganya sakit\nsemoga disembuhkan oleh Allah. Dan\nhadirin hadirat rahimakumullah. Majelis\nzikir kata Nabi Besar Muhammad adalah\ntaman-taman surga Allah yang ada di atas\npermukaan bumi. Maka kita semua berdoa\nsemoga sebagaimana saat ini kita kumpul\ndi sini, maka kelak kita kembali\ndikumpulkan oleh Allah di surga Allah\nbersama Nabi Besar Muhammad sallallahu\nalaihi wasallam. Amin. Amin. Allahumma\namin.\nMaaSyiral hadirin wal hadirat jamaah al\nkhidmah rahimakumullah.\nAda satu kisah yang mana kisah ini\ndiriwayatkan oleh Al Imam Alhafiz\nAlbaihaqi\ndalam kitab beliau Syuabul Iman\nbahwa suatu saat ada seorang badui yang\ndatang ke Madinah. Orang Badui itu\nartinya orang yang hidup di pedesaan.\nAda seorang badui yang datang ke Madinah\ningin berjumpa dengan Rasulullah\nsallallahu alaihi wasallam.\nKetika kemudian di masjid Nabi, dia\nmelihat bahwa saat itu Nabi sedang\nberkumpul dengan para sahabat beliau.\nBadui ini kemudian datang menghampiri\nNabi.\nDia mengucapkan salam kepada Nabi dan\nkemudian dia bertanya,\n\"Ya Rasulullah,\nalimni kalaman akuluh.\"\nYa Rasulullah, aku datang dari desa yang\njauh. Ya Rasul,\naku datang dari tempat yang jauh.\nSengaja aku datang ke Madinah ini,\nsengaja aku datang ke tempatmu ini,\ningin berjumpa dan bertanya kepada\nengkau, \"Ya Rasulullah,\napa yang ingin engkau tanyakan wahai\nFulan?\" kata Rasulullah,\n\"Ya Rasul, ajarkanlah kepadaku satu\nkalimat, satu amalan, satu perbuatan.\nyang mana kalimat-kalimat ini kalau aku\namalkan maka kalimat-kalimat ini akan\nmenjadi kunci kebahagiaanku.\nKalau kalimat-kalimat ini aku amalkan,\nmaka dia akan bisa menjadi andalanku.\nKalau kalimat-kalimat ini aku amalkan,\nmaka dia bisa menjadi andalanku baik itu\ndi dunia maupun di akhirat.\nRasul kemudian menjawab pertanyaan si\nbadui tersebut. Beliau bersabda, \"Ya\nFulan, qul subhanallah walhamdulillah\nwalailahaillallah Allahu Akbar. Wahai\nFulan, ucapkanlah sesering mungkin\nsubhanallah tasbih walhamdulillah\ntahmid, lailahaillallah tahlil dan\nAllahu Akbar takbir.\"\nSi batu ini kemudian kembali memikirkan\nkembali jawaban Nabi Besar Muhammad.\nDia merasa tidak puas dengan jawaban\nNabi Besar Muhammad.\nDia kemudian bertanya lagi kepada\nRasulullah, \"Ya Rasul,\nhad lillah.\"\nYa Rasulullah, apa yang engkau ajarkan\nitu agar aku mengucapkan subhanallah?\nArtinya aku bertasbih mensucikan nama\nAllah\nagar aku mengucapkan alhamdulillah\nsegala puji bagi Allah. Agar aku\nmengucapkan lailahaillallah tiada Tuhan\nkecuali hanya Allah. Agar aku\nmengucapkan Allahu Akbar, Allah Maha\nBesar. Ya Rasulullah, kalau aku\nlihat-lihat, bukankah kalimat-kalimat\nitu untuk Allah yang artinya kalimat itu\nmanfaatnya untuk Allah. Lalu yang\nmanfaat untukku mana, ya Rasulullah?\nJadi hadirin, dia berpikir seperti\nseorang pedagang. Ketika dia zikir\nmenyebut nama Allah, seolah zikir itu\nbermanfaat untuk Allah.\nRasul sallallahu alaihi wasallam\ntersenyum mendengar jawaban si badui\ntersebut.\nMendengar jawaban polos si badui\ntersebut, beliau kemudian bersabda,\n\"Ya Fulan idza qulta subhanallah qala\ntaala shodqta. Waidza qulta\nalhamdulillah. Waidza qulta\nlailahaillallah.\nWaidza qulta Allahu Akbar. Qala taala\nshodqta.\nWahai fulan, kalau engkau berzikir\nmengucapkan subhanallah, aku bertasbih\nmensucikan nama Allah. Engkau\nmengucapkan alhamdulillah. Segala puji\nbagi Allah. Lailahaillallah. Tiada Tuhan\nkecuali hanya Allah. Kalau engkau\nmengucapkan Allahu Akbar, Allah Maha\nBesar. Saat itu zikir-zikirmu tersebut\nlangsung dijawab oleh Allah, \"Shodta\nengkau betul wahai hambaku. Perkataanmu\nitu betul kata Allah. Karena aku adalah\nAllah zat yang maha suci. Aku adalah\nAllah tiada Tuhan kecuali hanya aku. Aku\nadalah Allah yang zat yang layak\nmenerima pujian yang mutlak.\"\nTapi tidak berhenti sampai di sini,\nBapak, Ibu rahimakumullah.\nRasul kemudian menjelaskan\nbaik\nAllahumfirli\nqalq faal wa allahumhamni q taala q faal\nwa qulta allahumzuqni qala taala qad\nfa'altu setelah engkau berzikir kata\nnabi besar Muhammad kemudian engkau\nmengangkat kedua tanganmu berdoa kepada\nAllah engkau mengangkat tanganmu berdoa\nkepada Allah ya Allah ampunilah lah\nseluruh dosa-dosaku. Ampunilah seluruh\ndosa kedua orang tuaku. Ampunilah\nseluruh dosa orang yang aku cintai.\nSetelah engkau berzikir, engkau kemudian\nberdoa kepada Allah, \"Ya Allah, berikan\nkepadaku rezeki yang halal, rezeki yang\nluas, rezeki yang berkah. Bahagiakanlah\nhidupku dan keluargaku.\" Langsung\ndijawab oleh Allah, \"Qad fa'altu.\nSungguh aku telah mengabulkan semua\npermintaanmu wahai hambaku.\nMaka hadirin hadirat rahimakumullah,\nmajelis zikir seperti ini yang didirikan\noleh Hadratus Syekh Ahmad Asrari\nAl-Ishaqi radhiallahu anhu adalah sebuah\nmajelis yang mana keinginan beliau\nmengumpulkan kita semua di dalam majelis\nseperti ini, baik di tempat ini maupun\ndi tempat yang lain. Tujuan utamanya\nadalah agar kita semua bahagia hidupnya\ndunia akhirat.\nVisi dan misi daripada alkhidmah ini\ndidirikan oleh pendirinya agar semua\njemaah beliau, semua murid beliau, semua\npecinta beliau selamat dunia akhirat.\nTujuan daripada beliau mendirikan\nalkhidmah ini, daripada mengumpulkan\nkita semua di tempat ini agar\nhajat-hajat kita semua diijabah oleh\nAllah. Karena kata Nabi tadi, zikir itu\ntidak hanya urusan zikir, tetapi setelah\norang itu berzikir, dia masuk ke dalam\nsaatul ijabah, saat-saat yang semua doa\nakan dikabulkan oleh Allah. Jadi, Bapak\nIbu, tempat mustajabah untuk berdoa itu\ntidak hanya di Makkah dan Madinah, tidak\nhanya di Raudah, tidak hanya di\nMultazam, tetapi kalau kita ingin cari\ntempat yang mustajabah doa, salah\nsatunya adalah di majelis zikir seperti\nini.\nMaka hadirin hadirat rahimakumullah,\ninilah jemaah alkhidmah.\nInilah perkumpulan al-khidmah.\nsebuah perkumpulan\nyang nyalanya, yang cahayanya telah\ndinyalakan oleh Hadratus Syekh Ahmad\nAsrani Al-Ishaqi 20 tahun yang lalu.\nSepeninggal beliau kata ketua alkhidmah\ntadi, alkhidmah tidak semakin mundur,\njustru semakin berkembang besar.\nnyalanya dinyalakan. Cahaya yang\ndinyalakan oleh beliau 20 tahun yang\nlalu setelah beliau meninggal, cahaya\nitu, cahaya al-khitmah berkembang dari\nSabang sampai Merauke.\nBeberapa hari yang lalu\nada Khaul Akbar di Kota Batam.\nBeberapa waktu yang lalu, Khal Akbar\nSingapura.\nBeberapa waktu yang lalu, Khal Akbar\nAlkhidmah di Malaysia.\nAda Khal Akbar alkhidmah di Bali, ada\nKhal Akbar alkhitmah di Sulawesi,\nbahkan ada Khul Alkhitmah di Papua sana.\nCahaya yang dinyalakan oleh Hadratus\nSyekh telah tersebar ke seluruh\nIndonesia. Ini menunjukkan apa?\nMenunjukkan keikhlasan dari pendiri\nalkhidmah dan menunjukkan ketinggian\nmakam daripada pendiri alkhitmah di sisi\nAllah Subhanahu wa taala.\nMaka hadirin hadirat rahimakumullah,\ninilah majelis yang kelak ketika kita\ntelah meninggalkan dunia ini, ketika\nkita semua telah meninggalkan dunia ini,\nmaka kelak kita akan tahu betapa tinggi\nnilai majelis seperti ini.\nKarena kenapa di dalam majelis zikir\nalkitmah kita semua diajarkan untuk\nmembaca aneka zikir?\nDi antara sekian banyak zikir, ada satu\nzikir yang menjadi simbol atau ikon\nalkhidmah adalah membaca\nlailahaillallah.\nYang mana satu kalimat lailahaillallah\nini dalam sebuah hadis qudsi Allah\nberfirman satu kalimat lailahaillallah.\nKetika kalimat ini satu saja ditimbang\ndengan langit, bumi, dan seluruh isinya,\nmaka kalimat yang timbangan yang\nterdapat kalimat lailahaillallah itulah\ntimbangan yang lebih berat.\nMajelis seperti ini adalah sebuah\nmajelis\nyang di antara tujuan utamanya yang\nlainnya adalah mendekatkan kita dengan\nNabi Besar Muhammad.\nMenjadikan kita cinta kepada Nabi Besar\nMuhammad.\nMenjadikan kita semua punya ikatan kuat\ndengan Nabi Besar Muhammad sallallahu\nalaihi wasallam.\nApa kata Sayyidina Syekh Abdul Qadir\nAljilani? Beliau dalam sebuah kesempatan\nmengatakan tiftu masyariqal ard wa\nmagari\nfama wajadtu baban lil wusuli ilallah gi\nbabi sayyidina Muhammad. Sungguh aku\ntelah keliling ke seluruh penjuru bumi,\"\nkata Syekh Abdul Qadir AlJailani,\n\"Aku tidak mendapatkan satu pintu yang\nmengantarkan orang itu mendapatkan\nampunan Allah, mendapatkan rida Allah,\nkecuali pintu itu adalah pintu yang\nharus lewat satu-satunya kepada Nabi\nBesar Muhammad sallallahu alaihi\nwasallam.\" Maka Hadratus Syekh Ahmad\nAsrori Al-Isqi membimbing kita semua\ndalam majelis zikir alkhidmah. Kita\nmemperbanyak selawat, kita membaca\nMaulid Nabi Besar Muhammad, kita membaca\nakhlak akhlaknya Nabi Besar Muhammad\nagar apa? Agar kita punya ikatan yang\nkuat dengan Nabi Besar Muhammad. Ketika\nkita punya ikatan yang kuat dengan Nabi\nMuhammad, maka insyaallah Anda semua\nakan diselamatkan oleh Allah subhanahu\nwa taala. Hadirin, ada sebuah kisah.\nKisah ini disampaikan oleh\nAl Imam Abu Nuaim al-Asfihani\ndalam kitab beliau Hilyatul Auliya.\nBahwa pernah pada zaman Nabi Musa\nalaihialatu wasalam pada zaman Bani\nIsrail\nada seorang yang yang ahli maksiat.\nSetiap hari dia bermaksiat kepada Allah\nsubhanahu wa taala.\nBahkan karena saking ahli maksiatnya dia\nsampai dijauhi oleh masyarakat sekitar\nkarena takut terhadap dirinya.\nHadirin, ketika si pendosa ini kemudian\ndia wafat, ketika dia meninggal, tidak\nada satu orang pun daripada penduduk\ndesa tersebut yang mau merawat\njenazahnya.\nJenazah si pendosa ini kemudian dibuang\nke tempat sampah oleh masyarakatnya.\nMaka saat itu Allah Subhanahu wa taala\nkemudian memberikan wahyu kepada Nabi\nMusa alaihialatu wasalam.\n\"Wahai Musa, pergilah engkau ke desa\nini. Di situ ada seorang hambaku, ada\nseorang waliku yang mana dia telah\nwafat. Tidak ada seorang pun yang mau\nmerawat jenazahnya.\" Kata Allah. \"Maka\nengkau wahai Musa, pergilah ke desa\ntersebut, cari mayat tersebut, cari\njenazah tersebut. Kemudian rawatlah\njenazahnya dan salatilah jenazahnya dan\nkuburkan.\nNabi Musa mendapatkan wahyu dari Allah\nkemudian pergi ke desa yang dimaksud\ntersebut. Kemudian beliau mendapati ada\njenazah yang dibuang ke tempat sampah.\nNabi Musa kemudian tanya kepada\nmasyarakat sekitar, \"Kenapa kalian tidak\nmau mensalati jenazah ini? Kenapa kalian\ntidak mau merawat jenazah ini?\"\nNabi Musa kemudian mendapatkan\npenjelasan wahai Musa, itu ahli maksiat.\nDia menghabiskan seluruh hidupnya untuk\nbermaksiat kepada Allah. Bahkan itu\ndilakukan selama 200 tahun lamanya.\nNabi Musa kemudian bermunajat kepada\nAllah, berdoa kepada Allah, \"Ya Rabb\nisrail syahidu annahu miatin.\"\nYa Allah, kenapa Bani Israil tidak mau\nmerawat jenazah ini? Karena orang ini,\nYa Allah,\nmenghabiskan 200 tahun usianya untuk\nbermaksiat kepadamu, Ya Allah. Apa kata\nAllah? Apakah engkau pikir aku tidak\ntahu wahai Musa? Aku adalah Allah zat\nyang maha tahu.\nTapi tahukah engkau wahai Musa?\nSeburuk-buruk orang dia tetap mempunyai\nkebaikan.\nOrang ini jenazah ini betul dia telah\nbermaksiat kepadaku selama 200 tahun.\nTetapi pernah pada satu siang dia\nmembuka kitab Taurat. Ketika dia membuka\nkitab Taurat dia melihat di dalam kitab\nTaurat tersebut tulisan nama Nabi besar\nMuhammad.\nDia tahu bahwa sosok nabi yang bernama\nMuhammad itu belum dilahirkan.\nDia tahu bahwa sosok yang bernama Nabi\nMuhammad itu adalah nabi akhir zaman.\nDia tahu bahwa sosok yang bernama Nabi\nMuhammad itu adalah pemimpin nabi dan\nrasul dan manusia yang paling dicintai\noleh Allah. Maka kemudian si ahli\nmaksiat ini mencium\ntulisan yang bertulis Muhammad tersebut.\nKemudian dia menciumi tulisan yang bern\nyang tertulis Muhammad tersebut. Dia\nmeletakkan kitab Taurat di atas\nkepalanya dan dia berselawat\nsatu kali kepada Nabi Besar Muhammad\nmeski Nabi Muhammad belum dilahirkan.\nAllah kemudian berfirman kepada Nabi\nMusa, \"Berkat itu wahai Musa, aku berkat\ncintanya dia kepada manusia yang paling\naku cintai yakni Muhammad maka semua\ndosanya telah aku ampun dan saat ini dia\ntelah aku masukkan ke dalam surgaku.\"\nKata Allah Subhanahu wa taala. Hadirin,\nini umatnya Nabi Musa. Berselawat kepada\nNabi Muhammad satu kali cinta kepada\nNabi Muhammad, dia mendapatkan syafaat\ndari Nabi Muhammad. Apalagi kita yang\nhadir di sini. Kita semua cinta kepada\nNabi Muhammad. Kita semua hadir di sini\nkarena cinta kepada Nabi Besar Muhammad.\nKita semua hadir di sini ratusan kali\natau bahkan ribuan kali membaca selawat\nkepada Nabi Muhammad. Insyaallah kita\nsemua di sini kelak akan mendapatkan\nsyafaat daripada Nabi Besar Muhammad.\nMaka hadirin, sebagai penutup mari kita\nsemarakkan alkhidmah. Mari kita\nmakmurkan alkhidmah ini. Kami dari\nkeluarga besar Hadrat Syekh Ahmad Asrod\nAlisaki radhiallahu anhu ikut mendoakan\nsemoga alkhidmah ini semakin berkembang\ndi tempat ini. Semoga alkhidmah ini\nsemakin berkembang tidak hanya di tempat\nini, tetapi juga di seluruh Sumatera\nSelatan. Tidak hanya di seluruh Sumatera\nSumatera Selatan, tetapi juga di seluruh\nIndonesia. Amin. Amin. Amin. Allahum\namin. Kita makmurkan alkhidmah. Kita\njaga alkhidmah. Dan kita berharap semoga\nalkhidmah ini di antaranya menjadi\nperahu yang menyelamatkan kita dalam\nkehidupan kita di dunia ini maupun di\nakhirat. Hadirin hadirat rahimakumullah,\nmari kita sejenak menundukkan pandangan\nkita berdoa kepada Allah subhanahu wa\ntaala. Mari sejenak kita menundukkan\npandangan kita berdoa kepada Allah\nSubhanahu wa taala. mengangkat kedua\ntangan kita, merendahkan hati kita,\nmerendahkan hati kita, mengakui\ndosa-dosa kita kepada Allah. Kita minta\nhajat kulo panjenengan, hajat kita semua\nhajat itu baik itu hajat dunia maupun\nhajat akhirat. Bismillahirrahmanirrahim.\nBismillahirrahmanirrahim.\nAlhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma\nsholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali\nMuhammad. Ya Allah, ya Rahman, ya Rahim,\nya Raufu, ya Karim. Inilah kami ya Allah\njemaah alkidmah. Inilah kami ya Allah\npara pecinta dari guru kami, Hadratus\nSyekh Ahmad Asr Alishaqi. Ya Allah, kami\nberkumpul di sini melaksanakan tuntunan\nyang telah diajarkan oleh guru kami,\nHadratus Syekh Ahmad Asrari. Semasa\nbeliau ada di tengah-tengah kami, ya\nAllah, beliau senantiasa mengajak kami\nuntuk mencintai Nabi Besar Muhammad.\nSemasa beliau ada di tengah-tengah kami,\nbeliau mengajarkan kepada kami untuk\nmengamalkan sunah-sunahnya Nabi Besar\nMuhammad. Ya Allah, mata ini memang\ntidak pernah melihat Nabi Besar\nMuhammad, tapi mata ini pernah menangis\nrindu kepada Nabi Besar Muhammad. Berkah\ndaripada Hadratus Syekh Ahmad Asrari\nAl-Ishaqi guru kami. Izinkanlah kami\nberjumpa dengan Nabi Besar Muhammad.\nIzinkanlah mata kami memandang Nabi\nBesar Muhammad. Dan kumpulkanlah kami\nkelak bersama Nabi Besar Muhammad.\nYa Allah, ya Rahman, sebagaimana Engkau\nkumpulkan kami di acara majelis yang\nmulia ini, karena cinta kepada Nabi\nBesar Muhammad, karena cinta kepada\nSultanul Auliya, Sayidina Syekh Abdul\nQadir Aljilani. Karena cinta kepada\nHadratus Syekh Muhammad Utsman\nAl-Ishaqi, karena cinta kepada guru\nkami, Hadratus Syekh Ahmad Asrari\nAl-Ishaqi. Kumpulkanlah kami bersama\nbeliau semua. Ya Allah, kumpulkanlah\nkami bersama beliau semua bersama\nrombongannya Nabi Besar Muhammad.\nYa Allah, walaupun mata ini masih sering\nmelihat yang haram, walaupun tubuh kami\nmasih sering bermaksiat kepada-Mu ya\nAllah, tapi ya Allah hari ini kami\ndatang mengakui dosa-dosa kami, berkah\ndaripada Hadratus Syekh. Jangan Engkau\nhalangi mata ini daripada melihat\nkeindahan Nabi Besar Muhammad. Ya Allah,\njika yang pantas berkumpul dengan Nabi\nMuhammad hanyalah orang yang hatinya\nbersih dan kami di sini adalah\norang-orang yang hatinya kotor. Maka\nberkat daripada guru kami Hadratus\nSyekh, berkat daripada majelis zikir\nalkhidmah ini, bersihkanlah hati kami\nsemua ya Allah. Bersihkanlah hati kami\nsemua ya Allah. Bersihkanlah hati kami\nsemua ya Allah agar pantas bertemu dan\nberkumpul bersama Nabi Besar Muhammad.\nBersihkanlah hati kami ya Allah dari\nsifat ujub. Bersihkanlah hati kami dari\nsifat hasud. Bersihkanlah hati kami dari\nsifat sombong. Dari sifat dendam. Dari\nsifat kebencian dan permusuhan kepada\norang lain. Ya Allah. Jika yang pantas\nbersama Nabi Besar Muhammad adalah\nhamba-hamba-Mu yang saleh yang tidak\npernah meninggalkan salat, yang\nistiqamah dalam berzikir dan membaca\nAl-Qur'an, dan kami belum mampu untuk\nmelakukan itu, maka jadikanlah kami\ntermasuk di antara orang-orang yang\nmampu melakukan itu dan jadikan kami di\nantara hamba-Mu yang saleh itu, Ya\nAllah. Ya Allah,\njika yang pantas bersama Nabi Besar\nMuhammad adalah hamba-hamba-Mu yang\nbertakwa, yang jauh daripada perbuatan\ndosa, maka berkat daripada Hadratus\nSyikh, jadikanlah kami semua yang hadir\ndi sini, jadikanlah kami semua yang\nhadir di sini menjadi orang yang mampu\nbertaubat daripada perbuatan dosa\nsetelah ini. Ya Allah. Ya Allah. Kami\nbertawasul berkah daripada kedudukan\nHadratus Syekh Ahmad Asrari, berkah\ndaripada Hadratus Syekh Muhammad Utsman,\nberkah daripada Sultanul Auliya,\nSayidina Syekh Abdul Qadir AlJailani.\nAmpunilah dosa kami ya Allah. Ampunilah\ndosa kami ya Allah. Tutuplah seluruh aib\nkami ya Allah. Tutuplah seluruh aib\nkeluarga kami ya Allah. dan seluruh aib\nsemua orang yang hadir di sini. Ya Allah\nsemoga seluruh keluarga Hadratus Syekh\ndiberikan kesehatan dan panjang umur\nsehingga terus bisa melanjutkan warisan\ndan perjuangan daripada ayahanda beliau.\nSemoga semua yang hadir di sini ya\nAllah, Engkau ampuni seluruh dosanya,\nEngkau mudahkan seluruh hajatnya, Engkau\nluaskan seluruh rezekinya, Engkau\nsembuhkan siapapun di antara orang yang\nsakitnya. Dan ya Allah secara khusus\nkami berdoa kepada-Mu untuk kabupaten\nyang kami cintai ini dan untuk Provinsi\nSulawesi Selatan secara umum dan\nIndonesia pada umumnya. Jadikanlah\nnegeri ini negeri yang makmur, negeri\nyang aman, negeri yang subur.\nAnugerahkanlah kepada penduduknya rezeki\nyang luas, rezeki yang halal, rezeki\nyang berkah. Ya Allah, jadikanlah\nperkumpulan alkhidmah ini sebagai\nwasilah kami, anak-anak kami, kedua\norang tua kami, semua orang yang kami\ncintai sebagai wasilah untuk mendapatkan\nrida-Mu agar kelak kami semua memandang\nwajah keagungan dan keindahan-Mu, ya\nAllah. Ya Allah, jika yang berdoa ini\ntidak layak Engkau ijabah, bukankah di\nantara yang mendengar dan yang\nmengaminkan ada yang layak Engkau\nijabah? Ya Allah, jika hanya orang yang\nsaleh saja yang doanya Engkau terima,\nmaka kepada siapa kami para pendosa ini\nmemohon berdoa. Ya Allah, Rabbana\ntaqobbal minna innaka antas samiul\nalimba ala innaka ant tawaburahim.\nWalhamdulillahiabbil alamin. Hadirin\nhadirat seluruh jemah alkhidmah\nrahimakumullah. Di antara bimbingan\ndaripada Hadratus Syekh Ahmad Asrari\nketika kita mengikuti jemah acara\nalkhidmah adalah jangan terlebih dahulu\npulang, jangan dahulu beranjak sebelum\ndoa fatihah selesai dibacakan. Dan\nsetelah ini doa Fatihah akan dibacakan.\nBaru setelah doa Fatihah selesai dibaca,\nkita bisa meninggalkan tempat. Itu di\nantara bimbingan daripada Hadratus Syekh\nAhmad Asrul As'i. Kita semua berdoa\nsemoga kita semua yang hadir di sini\nsemua apa yang kita lakukan diterima\noleh Allah subhanahu wa taala. Hadirin\nhadirat rahimakumullah. Demikian apa\nyang bisa kami sampaikan yang benar dari\nAllah yang salah murni kekhilafan dan\nkebodohan kami secara pribadi. Walu\nminkum ihdinasiratal mustaqim.\nWasalamualaikum warahmatullahi\nwabarakatuh.<\/code><\/pre>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mauidhoh Hasanah oleh KH M Husni Mubarak\u00a0 MAJLIS DZIKIR MAULIDURRASUL SAW &amp; HAUL AKBAR KAB.&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[9,12,36,37],"class_list":["post-95","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-mauidhoh-hasanah","tag-al-khidmah","tag-kh-m-husni-mubarok","tag-majlis-dzikir","tag-taman-surga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=95"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":97,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/95\/revisions\/97"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=95"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=95"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=95"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}