{"id":98,"date":"2026-02-12T01:56:13","date_gmt":"2026-02-12T01:56:13","guid":{"rendered":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/?p=98"},"modified":"2026-02-12T01:56:14","modified_gmt":"2026-02-12T01:56:14","slug":"menjemput-rahmat-melalui-mahabbah-dan-istiqamah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/2026\/02\/12\/menjemput-rahmat-melalui-mahabbah-dan-istiqamah\/","title":{"rendered":"Menjemput Rahmat Melalui Mahabbah dan Istiqamah"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mauidhoh Hasanah oleh Habib Abdul Qadir bin Ahmad bin Husein Assegaf\u00a0<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size wp-block-paragraph\">MAJLIS DZIKIR MAULIDURRASUL SAW HAUL AKBAR PASURUAN 2026 DI MAJELIS MAULID WATTA&#8217;LIM ROUDHOTUSSALAF<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size wp-block-paragraph\">Bertempat di Majelis Maulid Wa Ta&#8217;lim ROUDHOTUSSALAF , Sepanjang Jalan Utara Masjid Agung Bangil Pasuruan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-small-font-size wp-block-paragraph\">AHAD PAGI, 18 JANUARI 2026 (29 RAJAB 1447 H)<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"614\" height=\"410\" src=\"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/THUMBNAIL-2026-01-18-HAUL-AKBAR-PASURUAN-2026-Custom.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-99\" srcset=\"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/THUMBNAIL-2026-01-18-HAUL-AKBAR-PASURUAN-2026-Custom.png 614w, https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/THUMBNAIL-2026-01-18-HAUL-AKBAR-PASURUAN-2026-Custom-300x200.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 614px) 100vw, 614px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di siang hari yang penuh barokah ini, kita patut bersyukur atas hidayah dan taufik Allah SWT yang telah menggiring langkah kita menuju tempat yang mulia ini. Majelis ini bukan sekadar perkumpulan biasa, melainkan salah satu majelis Rasulullah SAW yang dinaungi oleh para malaikat. Kita meyakini sepenuhnya bahwa di tempat seperti inilah malaikat Allah turun, dan semoga hati kita semua diisi dengan cahaya (<em>nur<\/em>) baik saat datang maupun ketika pulang nanti.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kekuatan Doa di Majelis Para Wali<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kehadiran para habaib, kiai, asatidz, dan seluruh jamaah menjadi sebab turunnya rahmat Allah. Rasulullah SAW dalam hadis Imam Bukhari pernah mengingatkan kita untuk berdoa pada waktu-waktu istijabah. Salah satu tandanya adalah saat ayam berkokok, karena saat itu ia sedang melihat malaikat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika terhadap suara ayam saja kita diperintahkan untuk percaya akan turunnya malaikat dan segera berdoa, apalagi di dalam majelis zikir seperti ini. Jangan menunggu berdoa sendirian di rumah. Di sini, kita menggunakan &#8220;kekuatan&#8221; dan nama para kekasih Allah (<em>Aulia<\/em>) serta keyakinan akan hadirnya malaikat agar doa-doa kita mustajab. Sebagaimana kata para ulama, rahmat turun ketika banyak orang bersatu dalam zikir kepada Allah SWT.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Meneruskan Misi Rasulullah SAW<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita beruntung memiliki teladan seperti Al Habib Umar bin Abdullah Assegaf dan Almarhum Kiai Asrori rahimahullah. Semangat mereka luar biasa dalam menghimpun umat untuk berzikir dan berselawat, bahkan dalam keadaan sakit sekalipun. Inilah sosok-sosok yang meneruskan misi suci Rasulullah SAW.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebaliknya, waspadalah terhadap pihak-pihak yang mengumpulkan massa hanya untuk memfitnah, mencaci, atau meragukan karamah para orang saleh. Perbuatan tersebut bukanlah misi Nabi, melainkan misi Abu Jahal dan setan. Tujuan utama kita hadir di majelis adalah agar tumbuh semangat ibadah dan keinginan kuat mencari ilmu agama di dalam hati kita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Hakikat Rahmat: Meneladani Orang Saleh<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Imam Ghazali dalam <em>Ihya Ulumiddin<\/em> menjelaskan hadis <em>&#8220;Inda zikri sholihin tanzilur rahmah&#8221;<\/em> (saat nama orang saleh disebut, turunlah rahmat). Namun, beliau menekankan bahwa rahmat yang sebenarnya adalah <em>dukhulul jannah<\/em> atau masuk surga. Rahmat ini tidak turun secara instan dalam bentuk fisik, melainkan berupa gerakan hati (<em>harakatul qalb<\/em>) untuk meneladani (<em>iqtida<\/em>) perilaku orang-orang saleh tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai contoh, sahabat Imran bin Husein yang tetap bersabar meski sakit selama 20 tahun di atas tempat tidur. Beliau menolak disembuhkan karena merasa nyaman dengan karunia Allah berupa jabat tangan dari para malaikat setiap pagi dan sore. Membaca sejarah beliau seharusnya menumbuhkan semangat sabar dalam diri kita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penutup: Menjaga Cinta di Tengah Gempuran<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perlu diingat bahwa sekadar keinginan untuk meniru belum berarti rahmat telah turun sepenuhnya. Rahmat yang hakiki dirasakan saat kita mulai mempraktikkan amal mereka, seperti istiqamah dalam salat sunah dan wirid. Dengan meniru amalan tersebut, kita berharap mendapatkan <em>husnul khatimah<\/em> sebagai pintu menuju surga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun kita merasa penuh dosa dan tidak memiliki amal yang membanggakan, setidaknya kita memiliki satu hal: <em>Mahabbah<\/em> (rasa cinta). Di tengah gempuran pihak-pihak yang ingin membuat kita benci kepada para habaib dan wali, kita harus berusaha sekuat tenaga agar rasa cinta ini tidak hilang. Semoga kita tetap istiqamah dalam mencintai para kekasih Allah dan kelak wafat dalam keadaan <em>husnul khatimah<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber: Channel YT <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/@ALFITHRAH\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">ALWAVA<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Link <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=CCAvUCzMd1g\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Full Video<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Menjemput Rahmat Melalui Mahabbah dan Istiqamah - Habib Abdul Qadir bin Ahmad bin Husein Assegaf\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/CCAvUCzMd1g?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertanyaan, kerjasama, atau laporan konten hubungi kami:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Email : ngaji.anina99@gmail.com<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Youtube : <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/@anina99dotcom\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">@anina99dotcom<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tiktok : <a href=\"https:\/\/www.tiktok.com\/@anina99dotcom\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">@anina99dotcom<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Whatsapp : <a href=\"https:\/\/wa.me\/+62895611707936\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">+62 895-6117-07936<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saluran WA : <a href=\"https:\/\/whatsapp.com\/channel\/0029Vb76nco2P59hlSsFjH2i\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Ngaji Bareng Anina<\/a><\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>subtitle:\nHadirin, Bapak, Ibu yang kami hormati.\nSelanjutnya sejenak marilah kita dengar\nbersama dengan saksama mawiidatul\nhasanah yang akan disampaikan oleh Al\nHabib Abdul Qadir bin Ahmad bin Husein\nAsgaf.\nBeliau adalah mudirul maahad Pondok\nPesantren Darul Ihya Ulumuddin Bendo\nMungal Bangil Pasuruan. Kepada beliau\ndengan segala hormat disilakan.\nAllahumma sholli ala sayyidina\nMuhammad\nwa ala ali sayyidina Muhammad.\nAhmad bin Zain Abu Bakar.\nAsalamualaikum warahmatullahi\nwabarakatuh.\nBismillahirrahmanirrahim.\nApin? Alhamdulillahi rabbil alamin\nwasalatu wassalam ala asrofil mursalin\nsayyidina\nMuhammadin hadir hadir had\nwa ala alihi\nwasohbihi\najmain.\nRabbisrohli sodri\nwa yassirli amri qalbi\nbihaqqi sayyidina\nMuhammad.\nAllahumma shalliim alai wa.\nDi siang hari,\ndi siang hari yang penuh barokah ini\nkita diberi hidayah\ndan taufik oleh Allah Subhanahu wa\ntaala.\nkita digiring\ndiarahkan\nke tempat yang mulia.\nSatu majelis\ndaripada\nmajelisnya Rasulullah sallallahu alaihi\nwasallam.\nSatu tempat\nyang di situ dinaungi oleh para\nmalaikat.\nNaam. Naam.\nKita yakin\npasti\nmajelis seperti ini\nmenjadi\ntempat turunnya para malaikat Allah.\nMudah-mudahan insyaallah kita yang hadir\ntempat ini\ndatang ke tempat ini\ndalam keadaan\ndiisi hati kita dengan nur. Allah\ndiisi dengan cahaya.\nAmin.\nDan pulang kita juga nanti insyaallah\nmembawa nur\ncahayah.\nAmin. Amin ya rabbal\nalamin. Dan semua para syiban, para\nhabaib, para kiai, para asatid,\nhadirin, hadirat yang mudah-mudahan\ninsyaallah\namin\nhadirnya antum ke sini semua menjadi\nsebab turunnya rahmat Allah. Amin.\nAmin yaabbalamin.\nHadirin hadirat yang dirahmati oleh\nAllah.\nAda satu hadis dalam kitab Bukhari\nyang menjelaskan\nkita diperintahkan\nberdoa.\nKita diperintahkan untuk berdoa\nkarena saat itu waktu itu adalah waktu\nyang istijabah. Allah.\nWaktu yang mustajab\nkita diperintahkan oleh Rasulullah\nsallallahu alaihi wasallam\nuntuk meminta kepada Allah apapun yang\nkita inginkan.\nDan waktu itu adalah ketika kita\nmendengarkan\nsuara ayam berkokok.\nNabi sallallahu alaihi wasallam\nbersabda, \"Id samum minta karunia Allah,\ndoamu mustajab.\" Kenapa? Karena ketika\nayam itu berkokok, dia sedang melihat\nmalaikat Allah.\nMaka saya berpikir\nkita diperintahkan oleh Rasulullah\nsallallahu alaihi wasallam percaya\nbahwasanya\nayam berkokok ini menandakan malaikat\nturun.\nBahwasanya malaikat turun kita percaya.\nKita diperintahkan percaya dan\ndiperintahkan berdoa.\nApalagi hadirin hadirat\nkita enggak ragu lagi\nkita enggak bimbang ragu lagi\nkita enggak bimbang kita enggak ragu\nsama sekali di tempat seperti ini\ninsyaallah\nya Allah\npara malaikat Allah turun.\nDan ketika para malaikat Allah turun,\ndoa kita mustajab. Amin ya rabbal amin.\nMakanya punya hajat apa saja kesempatan.\nJangan nunggu di rumah.\nDoa kita di rumah itu sendiri.\nKita sendiri. Kita minta kepada Allah\nsendiri. Tapi ketika di majelis seperti\nini, kita pakai kekuatan para aulia\nAllah.\nKita pakai nama para aulia Allah\ndan kita yakin para malaikat hadir. Maka\nberdoalah ketika di tempat seperti ini.\nIndastimail himam. Kata para ulama\nketika banyaknya orang yang bersatu\nsama-sama berzikir kepada Allah\nSubhanahu\nwa taala.\nAlhamdulillah\nkita punya para ulama,\npara habaib, para kiai\nyang selama hidup mereka dihabiskan\nwaktunya, umurnya, tenaganya untuk\nmenghimpun\nmasyarakat umat untuk diajak berzikir,\nberselawat kepada Rasulullah sallallahu\nalaihi wasallam.\nAl Habib Umar bin Abdullah Assegaf.\nCoba kita lihat\nsemangat beliau\ndalam mengadakan pengajian majelis\nmengumpulkan sebanyak-banyaknya orang\nuntuk apa? Diajak sama-sama berzikir,\nberselawat kepada Rasulullah sallallahu\nalaihi wasallam.\nAlmarhum\nKiai Asrari rahimahullah bagaimana\nbeliau?\nBeliau posisi keadaan apapun keadaan\nsakit pun diusahakan.\nBagaimana caranya mengumpulkan\nsebanyaknya umat untuk sama-sama\nberzikir, berselawat kepada Rasulullah\nsallallahu alaihi wasallam.\nInilah ulama-ulama, kiai-kiai,\nhabaib-habaib yang meneruskan misi\nRasulullah sallallahu alaihi wasallam.\nKalau ada ulama, ada kiai atau ada\nhabaib yang kerjanya ngumpulkan orang\nuntuk memfitnah, untuk mencaci, untuk\nmenghina,\nini bukan meneruskan misinya Rasulullah.\nIni meneruskan misinya Abu Jahal.\nIni meneruskan misinya setan.\nCoba kita lihat\nngumpulkan orang sebanyak-banyaknya\nnanti diajak untuk mengkritik ulama,\nuntuk meragukan hati kita kepada\norang-orang saleh,\nsupaya kita ragu dengan karamah.\nNauzubillah\nminzalik.\nMaka majelis seperti ini\nharus kita punya tujuan.\nKita harus punya tujuan.\nTujuan kita hadir majelis semacam ini\nsupaya tumbuh\nsemangat kita untuk beribadah kepada\nAllah Subhanahu wa taala.\nSemangat dari hati kita untuk mencari\nilmu agama.\nKalau seumpama seumpama\nkita pulang dari majelis\natau kita setelah pulang dari majelis\nmanaun\nkeluar dari majelis\nhati kita kurang semangat dalam ibadah\ndalam mencari ilmu.\nAl Imam Ghazali dalam kitab Ihya\nUlumiddin\nbeliau mengomentari\nsabda Nabi sallallahu alaihi wasallam\nindzikri shihin tanzilur rahmah. Ketika\ndisebut nama orang saleh turun rahmat.\nKetika disebut nama orang saleh turun\nrahmat.\nKita kalau hadir khul\npasti yang dikhali ini orang saleh,\npasti seorang wali, orang saleh, seorang\nulama.\nKetika disebut namanya,\ndisebut sejarahnya, manaqibnya,\ntanzilur rahmat turun Rah rahmah.\nKata Imam Ghazali,\nwa innamar rahmah dukhulul jannah.\nRahmat yang sebenarnya itu adalah masuk\nsurga.\nRahmat yang sebenarnya itu adalah ketika\nseseorang berhasil masuk surga.\nWala tanzil\nfakal wqat. Enggak langsung turun di\nwaktu itu rahmatnya.\nEnggak langsung turun.\nKarena rahmat itu sendiri adalah masuk\nsurga. Terus bagaimana kata Imam\nGhazali? Arrahmah tanzil rahmah yaitu\nadalah harakatulis\nalal iktid bihim.\nTimbul gerakan dari hati.\ntimbul semangat yang baru. Lil iqtida\nbihim untuk mengikuti mereka orang-orang\nsaleh.\nAllahumma shallli ala sayyidina\nMuhammad.\nKita kalau baca\nkitab\nkemudian di situ ada nama sahabat Imran\nbin Husein.\nImran bin Husein. Kita diperintahkan\nuntuk baca doa.\nUmpama kita baca\nan Imran bin Husein. Kita langsung doa\nAllah afuiah.\nLoh kenapa kok di kita disuruh baca doa?\nDan kenapa beliau ini termasuk golongan\norang indza zikrihi tanzil rahmah?\nImran bin Husin ini termasuk sahabat\nyang ketiga disebut namanya tur rahmat.\nKenapa?\nKata Imam Ghazali, ketika kita\ndisebutkan nama sahabat tadi,\nkita langsung ingat\nbagaimana\nkesabaran beliau.\nBeliau sakit selama 20 tahun di atas\ntempat tidur. Enggak bisa berdiri,\nenggak bisa duduk, tidur saja di atas\ntempat tidur.\nSelama 20 tahun\ndatang para sahabat menawarkan,\n\"Wahai Imran, bagaimana kalau saya\nmintakan ke Rasulullah supaya kau\ndisembuhkan oleh Allah?\" Apa?\nSahabat Imran bin Husein mengatakan,\n\"Tidak,\nsaya merasa nyaman dengan keadaanku\nseperti ini. Kenapa?\nSetiap pagi dan setiap sore para\nmalaikat datang kepadaku berjabat tangan\ndenganku.\"\nSehingga beliau lebih memilih sakit\ndaripada sembuh. Karena sakitnya\nmendatangkan karunia Allah.\nKita baca kitab-kitab, sebut nama\nbeliau, harapannya timbul semangat dari\nhati kita ingin sabar seperti beliau.\nIngin meniru beliau. Kalau sudah niru,\nkata Imam Ghazali, kalau sudah ada\nkeinginan meniru\nitu belum turun rahmat. Belum, masih\nbelum.\nAnda keluar dari majelis ingin meniru\nKiai Asrari, ingin meniru Al Habib\nAbdullah bin Saleh itu belum dapat\nrahmat masih\nsampai apa? Sampai akhirnya beramal\nmempraktikkan apa yang dilakukan oleh\npara aulia Allah, para saleh.\nBagaimana dulu hidupnya\nKiai Asrori Habib Abdullah bin Shoh? Oh,\nhidupnya istiqamah. salat sunah enggak\nditinggalkan, wirid dibaca terus terus\nkita tiru.\nMaka ketika kita meniru melakukan apa\nyang mereka lakukan, di situlah kita\nakhirnya mendapatkan husnulah.\nHusnul.\nMaka ketika kita dapat husnul khatimah,\ndi situlah kita mendapatkan dukhulul\njannah, masuk surga, yaitu arrahmah yang\nsebenarnya. Oleh karena itu,\nmudah-mudahan insyaallah di majelis yang\nmulia ini, mudah-mudahan kita\norang-orang yang kecil, kita ini\norang-orang yang penuh dosa, kita ini\norang-orang yang penuh hina, kita ini\nkalau seumpama jadi\ntempat\ninjakan kaki mereka para aulia, kita\npantes.\nPantes kita\nkarena kita enggak punya apa-apa. Kita\nenggak punya apa-apa. Kita enggak punya\namal, enggak punya ibadah, dosa kita\nbanyak.\nBah satu, satu aja kita yang punya. Kita\npunya mahabbah\ndan kita enggak mau mahabbah ini hilang.\nKita akan berusaha jangan sampai cinta\nini hilang.\nDi tengah gempuran-gempuran orang-orang\nyang ingin membuat kita benci kepada\npara habaib, benci kepada para wali,\nkita berusaha sekuat tenaga tidak\nmenghilangkan rasa cinta kepada para\naulia, para salihin. Mudah-mudahan kita\ntetap istikamah dalam mencintai para\naulia, para salihin, para habaib, para\nkiai. Dan mudah-mudahan kita semua\nmendapatkan husnul khatimah, husnul\nkhatimah, husnul khatimah.\nFah umnilimah.\nWasalamualaikum warahmatullah\nwabarakatuh.<\/code><\/pre>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mauidhoh Hasanah oleh Habib Abdul Qadir bin Ahmad bin Husein Assegaf\u00a0 MAJLIS DZIKIR MAULIDURRASUL SAW&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[9,11,22,38,40,32,39,41],"class_list":["post-98","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-mauidhoh-hasanah","tag-al-khidmah","tag-al-khidmah-jawa-timur","tag-al-khidmah-pasuruan","tag-habib-abdul-qadir-bin-ahmad-bin-husein-assegaf","tag-istiqamah","tag-mahabbah","tag-rahmat","tag-wali"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=98"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":100,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98\/revisions\/100"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=98"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=98"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/anina99.com\/ngaji\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=98"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}