Pentingnya Memiliki Guru dan Penuntun Menuju Allah SWT

Mauidhoh Hasanah oleh KH. ABDUR ROSYID JUHRO 

MAJLIS DZIKIR MAULIDURRASUL SAW & HAUL SUNGONLEGOWO BUNGAH GRESIK

Bertempat di Halaman Masjid Jami’ Al Jami SungonLegowo Bungah Gresik

SABTU PAGI, 3 JANUARI 2026 (14 RAJAB 1447 H)

Dalam sebuah majelis yang penuh barakah di Desa Sungonlegowo, kita diingatkan kembali tentang hakikat penciptaan dan pentingnya memiliki sosok pembimbing spiritual. Masyarakat Sungonlegowo harus memiliki sifat legowo (lapang dada) agar hatinya senantiasa bunga (bahagia) dan resik (bersih). Terlebih bagi jemaah Al Khidmah, keterlibatan dalam majelis ini diharapkan membawa kegembiraan hati dan istiqamah hingga generasi muda melalui komunitas seperti Ukhsafi Copler Community.

Terdapat tiga fakta sejarah dan realita spiritual luar biasa yang mengantarkan kita pada satu kesimpulan penting mengenai kedudukan Rasulullah SAW dan kebutuhan manusia akan seorang guru.

1. Nur Muhammad sebagai Awal Segala Makhluk

Fakta pertama merujuk pada hadis saat sahabat Jabir RA bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai hal pertama yang diciptakan Allah. Rasulullah menjawab bahwa yang pertama kali diciptakan adalah Nur Nabimu. Bahkan dalam riwayat Ali bin Husin RA, dijelaskan bahwa jarak penciptaan Nur Muhammad dengan penciptaan Nabi Adam AS di surga terpaut selama 14.000 tahun.

Hal ini menunjukkan bahwa segala sesuatu—termasuk surga, malaikat, dan para nabi lainnya—berasal dari Nur Muhammad. Bahkan, Nabi Adam AS dapat diterima tobatnya oleh Allah setelah memakan buah khuldi karena beliau bertawasul dengan menyebut nama Rasulullah SAW, meskipun saat itu Rasulullah secara fisik belum dilahirkan ke dunia.

2. Al-Qur’an dan Perantara Malaikat Jibril

Fakta kedua adalah mengenai turunnya Al-Qur’an. Meskipun Rasulullah SAW adalah makhluk yang paling mulia, Allah tidak menurunkan Al-Qur’an secara langsung, melainkan melalui perantara Malaikat Jibril.

Padahal, jika merujuk pada hakikat penciptaan, Malaikat Jibril sendiri diciptakan dari Nur Muhammad. Bahkan saat peristiwa Mikraj, Malaikat Jibril tidak sanggup menemani Rasulullah menuju Arasy atau Sidratul Muntaha karena akan terbakar oleh 70.000 hijab. Namun, Allah tetap menggunakan perantara (wasilah) dalam menyampaikan kalam-Nya kepada Nabi Muhammad.

3. Perjalanan Nabi Musa Berguru kepada Nabi Khidir

Fakta ketiga adalah kisah Nabi Musa AS. Sebagai seorang Rasul Ulul Azmi, Nabi Musa pernah ditegur Allah ketika merasa sebagai orang paling alim di bumi. Beliau kemudian diperintahkan untuk mencari dan belajar kepada Nabi Khidir AS.

Meskipun status kenabian Nabi Khidir masih diperdebatkan (apakah nabi atau wali), seorang rasul besar sekelas Nabi Musa tetap diwajibkan oleh Allah untuk menjadi murid dan mengikuti tuntunan Nabi Khidir demi mendapatkan ilmu petunjuk.

Kesimpulan: Urgensi Sosok Mursyid

Ketiga peristiwa tersebut membawa kita pada kesimpulan bahwa siapa pun orangnya, tanpa kecuali, harus memiliki guru atau penuntun untuk menyampaikannya kepada Allah SWT.

Beruntunglah kita yang tergabung dalam jemaah Al Khidmah yang didirikan oleh seorang Waliyan Mursyidan, yaitu Hadratus Syekh Ahmad Asrori bin Muhammad Usman Al Ishaqi. Meskipun mungkin ada di antara kita yang tidak sempat berjumpa langsung atau berbaiat saat beliau masih hidup, hal itu tidak menjadi masalah.

Hadratus Syekh telah membagi klasifikasi jemaahnya agar semua tetap mendapat perlindungan:

  • Muhibbin: Orang yang memiliki iktikad kuat mengikuti amaliah dan akhlak para guru.
  • Muktaqidin/Jemaah Al Khidmah: Orang-orang yang mengikuti kegiatan beliau secara umum, seperti menghadiri Haul Akbar.
  • Muttabiin & UCC: Kelompok pendukung dan pengikut yang lebih spesifik.

Hadratus Syekh dalam kitab Al-Muntakhobat berpesan agar kita memegang teguh ajaran dan bimbingan guru dengan sekuat tenaga—ibarat menggigit dengan gigi geraham. Beliau akan menuntun kita tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat, untuk bersama-sama menghadap Sultanil Aulia Syekh Abdul Qadir Jailani, Rasulullah SAW, hingga akhirnya sampai kepada Allah SWT.

Sumber: Channel YT ALWAVA

Link Full Video

Pertanyaan, kerjasama, atau laporan konten hubungi kami:

Email : ngaji.anina99@gmail.com

Youtube : @anina99dotcom

Tiktok : @anina99dotcom

Whatsapp : +62 895-6117-07936

Saluran WA : Ngaji Bareng Anina

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *