Menjalin Sambung Sanad dan Keberkahan Melalui Majelis Haul

Mauidhoh Hasanah oleh K.H. Sonhaji Abdus Somad 

MAJLIS DZIKIR DALAM RANGKA HAUL KYAI DJAELANI & SESEPUH DESA NGADIMULYO PASURUAN 2026

Bertempat di Masjid Al Ikhlas Ngulaan Ngadimulyo Sukorejo Pasuruan

SENIN MALAM, 5 JANUARI 2026 (17 RAJAB 1447 H)

Kehadiran Para Masyaikh dan Keberkahan Majelis

Puji syukur alhamdulillah, kita semua diberikan kesempatan untuk hadir bersama di dalam majelis yang penuh barokah ini. Majelis ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan majelisnya wali di antara wali-wali Allah, yaitu Romo Kiai Asrori Al Ishaqi. Di dalamnya terpancar keberkahan melalui pembacaan Maulid, Manaqib Sultanil Auliya Syekh Abdul Qadir Al Jailani, majelis ilmu, serta majelis haul. Kehadiran kita semua tidak lain adalah dalam rangka tabarukan (mencari berkah), dengan harapan saat kembali nanti kita benar-benar membawa limpahan rahmat dari Allah SWT.

Secara khusus, majelis ini diselenggarakan untuk memperingati haul Romo Kiai Djaelani. Beliau adalah sosok kiai sepuh yang sangat akrab dengan ayah saya, Kiai Abdus Somad. Saya masih ingat betul bagaimana alimnya Kiai Djaelani. Dahulu, saya sempat mengaji kitab Jurumiyah dan Riyadul Badiah kepada beliau. Salah satu tanda kealiman beliau adalah ketika mengajar, meski sempat tertidur sejenak karena lelah, saat terbangun beliau langsung melanjutkan bacaan kitabnya dengan tepat tanpa perlu mencari-cari lagi sampai di mana batasnya.

Peran Ulama dalam Menyebarkan Tarekat

Kiai Djaelani, bersama dengan ayah saya dan tokoh-tokoh seperti Kiai Sya’roni, merupakan sosok-sosok yang berjasa dalam mengembangkan Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah Al-Utsmaniyyah. Mereka mengajak masyarakat untuk masuk ke jalan tarekat, hingga daerah Ngadimulyo dan sekitarnya menjadi makmur secara spiritual. Semangat ini kemudian diteruskan oleh putra-putra dan cucu-cucu beliau, seperti Kiai Mahfud dan Ustaz Khuluqi.

Hadirnya Al-Karim Ibnu Karim, K.H. Agus Qushay Qarravy Al Ishaqy (Gus Kevin) bin Romo Kiai Asrori Al Ishaqi di tengah kita saat ini, merupakan sebuah kemuliaan. Beliau adalah penyambung nasab dan sanad langsung dari guru mulia kita, Romo Kiai Asrori dan Romo Kiai Utsman Al Ishaqi.

Hakikat Haul: Kebutuhan Santri untuk “Sowan”

Mungkin muncul pertanyaan, mengapa kita harus terus mengadakan haul bagi para wali dan kiai? Sebenarnya, para wali Allah tidak membutuhkan kiriman doa atau selamat dari kita; kedudukan mereka sudah cukup dan mulia di sisi Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, ulama adalah pewaris para nabi yang didoakan oleh penduduk langit dan bahkan ikan-ikan di lautan.

Namun, kitalah yang butuh kepada mereka. Kita mengadakan haul supaya hubungan batin antara santri dan guru tetap tersambung (ittishal). Menghadiri majelis seperti ini adalah bentuk “sowan” (berkunjung hormat) kepada guru kita, meski beliau telah tiada secara fisik. Dengan mengikuti jejak putra-putra beliau (seperti Gus Kevin), kita membangun alaqoh atau hubungan yang kuat. Hubungan inilah yang membawa barokah, yang membuat kita lebih khusyuk dalam beribadah dan dijauhkan dari rasa kantuk serta kelalaian saat berdzikir. Semoga para putra dan penerus Romo Kiai Asrori serta Romo Kiai Utsman senantiasa diberikan kesehatan dan panjang umur agar terus bisa membimbing kita semua. Semoga doa-doa yang kita panjatkan dikabulkan dan barokah guru senantiasa mengalir kepada kita semua.

Sumber: Channel YT ALWAVA

Link Full Video

Pertanyaan, kerjasama, atau laporan konten hubungi kami:

Email : ngaji.anina99@gmail.com

Youtube : @anina99dotcom

Tiktok : @anina99dotcom

Whatsapp : +62 895-6117-07936

Saluran WA : Ngaji Bareng Anina

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *