Menjaga Kesabaran dan Istiqomah: Memaknai Imdad Hadratus Syekh KH Ahmad Asrori Al Ishaqi

Sambutan oleh KH. Ali Syairozi Yusuf 

MAJLIS DZIKIR MAULIDURRASUL SAW & HAUL DESA WANAR LAMONGAN 2026

Bertempat di Pondok Pesantren Roudlotul Muta’allimin Wonosalam, Jl. Ronggopati RT 04 RW 01 Desa Wanar Kec. Pucuk Lamongan

SELASA PAGI, 6 JANUARI 2026 (17 RAJAB 1447 H)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT. Pada kesempatan pagi yang penuh berkah ini, kita semua dikumpulkan oleh Allah SWT, dikumpulkan oleh Kanjeng Syekh, dalam sebuah majelis yang mulia. Kehadiran Bapak, Ibu, dan saudara sekalian di sini merupakan sebuah anugerah yang besar. Semoga kehadiran kita semua menjadi jalan untuk menambah keistiqomahan, ketenangan (tumaninah), serta rasa dzauqiyah dalam beribadah.

Harapan kita bersama, kelak di saat ruh kita dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, para guru dan silsilah berkenan hadir menjemput kita. Semoga kita semua dianugerahi akhir yang baik (husnul khotimah) serta mendapatkan syafaat uzma dari Rasulullah SAW.

Permohonan Maaf dan Amanah Pendidikan

Saya mewakili segenap panitia ingin menyampaikan ribuan terima kasih atas kehadiran jamaah sekalian. Jazakumullah khairon katsiron. Kami juga memohon maaf yang sebesar-besarnya jika dalam penyambutan, tempat, maupun hidangan yang disajikan terdapat banyak kekurangan.

Secara khusus, saya memohon doa dari para jamaah sekalian. Semoga putra-putri yang Bapak/Ibu percayakan dan amanahkan kepada kami, baik kepada para dewan asatidz maupun pengasuh pondok pesantren ini, senantiasa diberikan keberkahan. Melalui barokah para guru dan silsilah, semoga mereka dianugerahi ilmu yang bermanfaat dan barokah.

Wasiat Terakhir Hadratus Syekh KH Ahmad Asrori Al Ishaqi: “Sing Sabar”

Melihat majelis ini, saya teringat akan kenangan bersama Hadratus Syekh KH. Achmad Asrori Al-Ishaqi RA. Saya ingat betul saat beliau hadir dalam keadaan gerah (sakit) dan harus menggunakan kursi roda hingga naik ke atas panggung. Kala itu, beliau tidak banyak memberikan dawuh. Kalimat yang terus beliau ulang-ulang dengan penuh penekanan hanyalah: “Konco-konco sing sabar… muga-muga diparingi sabar.”

Bahkan sebelum kehadiran beliau yang terakhir di Wanar, terjadi dialog yang mengharukan. Ketika saya matur agar beliau mendoakan dari kediaman saja karena kondisi kesehatan beliau dan jalanan yang sedang diperbaiki, beliau tetap bersikeras untuk hadir. Beliau dawuh, “Aku dongakno waras, engko aku teko nang nggonmu.” Keinginan beliau untuk menemui para jamaah dan murid-muridnya sangatlah besar hingga akhirnya beliau benar-benar rawuh bersama Mbah Maimun Zubair.

Wasiat “Sabar” ini mungkin terdengar ringan di lisan, namun untuk mengamalkannya—untuk tetap istiqomah dan tumaninah mengikuti jalan yang telah ditunjukkan oleh Hadratus Syekh—memang membutuhkan kesabaran yang luar biasa.

Bukti Pertolongan (Imdad) Sang Mursyid

Kehadiran jamaah yang begitu banyak pagi ini bukanlah semata-mata karena kerja keras panitia atau imam khususiyah, melainkan bukti nyata imdad (pertolongan rohani) dari Hadratus Syekh. Dalam kitab Al-Manhajus Sahawi, disebutkan bahwa pertolongan dari seorang guru yang telah wafat justru bisa lebih kuat.

Hal ini diperkuat dengan kisah Syekh Ali Al-Muttaqi. Saat beliau hendak wafat, muridnya yang bernama Abdul Wahab merasa sangat sedih. Namun sang Mursyid berkata, “Jangan susah. Aku termasuk orang yang dijadikan Allah untuk tetap membimbing dan mengasuh murid-muridku setelah aku wafat. Setelah aku wafat, bimbinganku justru lebih kuat, lebih luas, dan lebih lebar.”

Inilah yang kita rasakan sekarang. Hadratus Syekh-lah yang menggerakkan hati panjenengan semua untuk hadir di sini. Semoga wasiat sabar ini benar-benar kita pegang agar kita tetap istiqomah dan tidak berpaling dari tuntunan yang ada di buku panduan.

Kita berdoa, semoga kelak di akhirat kita tetap dikumpulkan bersama Hadratus Syekh, para guru, dan orang tua kita, hingga bersama-sama menghadap Allah SWT di surga-Nya dalam bimbingan Rasulullah SAW. Semoga majelis ini istiqomah hingga hari kiamat.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Sumber: Channel YT ALWAVA

Link Full Video

Pertanyaan, kerjasama, atau laporan konten hubungi kami:

Email : ngaji.anina99@gmail.com

Youtube : @anina99dotcom

Tiktok : @anina99dotcom

Whatsapp : +62 895-6117-07936

Saluran WA : Ngaji Bareng Anina

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *