Mauidhoh Hasanah oleh KH. Najib Zamzami
MAJLIS DZIKIR MAULIDURRASUL SAW & HAUL DESA WANAR LAMONGAN 2026
Bertempat di Pondok Pesantren Roudlotul Muta’allimin Wonosalam, Jl. Ronggopati RT 04 RW 01 Desa Wanar Kec. Pucuk Lamongan
SELASA PAGI, 6 JANUARI 2026 (17 RAJAB 1447 H)

Alhamdulillah, di bulan Rajab yang mulia ini, Allah SWT masih mempertemukan kita dengan bulan penuh berkah sebagaimana doa yang diajarkan Rasulullah SAW: Allahumma Barik lana fi Rajaba wa Sha’bana wa ballighna Ramadan. Di bulan ini, terdapat begitu banyak hidayah dan hikmah yang bisa kita petik, terutama dari peristiwa agung Isra Mikraj.
Manusia dan Kebutuhan akan Pendamping
Al-Imam Abuya Muhammad bin Alawi Al-Maliki menyampaikan bahwa Isra Mikraj adalah mukjizat paling utama setelah Al-Qur’an. Satu hal yang perlu kita renungkan adalah meskipun Rasulullah SAW adalah kekasih Allah, perjalanan beliau dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga naik ke Sidratul Muntaha selalu didampingi oleh Malaikat Jibril as.
Hal ini menunjukkan bahwa manusia secara umum adalah makhluk yang lemah (dhaif) dan memiliki kekurangan. Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Bahkan Nabi Musa as yang sudah mencapai derajat Kalimullah (berbicara langsung dengan Allah) masih memiliki keinginan kuat untuk berguru dan bertemu dengan Nabi Khidir as. Ini adalah pelajaran bagi kita bahwa tidak ada manusia yang bisa benar-benar mandiri tanpa bimbingan. Ibarat toko yang butuh pembeli, sopir yang butuh penumpang, atau pemimpin yang butuh rakyat, kita semua saling membutuhkan.
Pentingnya Sanad dan Sosok Guru
Dalam menuntut ilmu, terlebih ilmu tentang dzikrullah, kita memerlukan perantara berupa guru yang memiliki silsilah sanad bersambung hingga Baginda Nabi Muhammad SAW. Kita bersyukur ditakdirkan ikut dalam rombongan Romo Kiai Ahmad Asrori al-Ishaqi. Beliau adalah sosok yang telah melalui jalan riyadhah yang sangat berat.
Dikisahkan betapa patuhnya Kiai Ahmad Asrori muda kepada gurunya, Romo Kiai Juwaini bin Nuh. Suatu ketika, beliau disuapi tiga kali oleh gurunya dan setelah itu langsung mengaji dengan tekun hingga waktu zuhur. Pengabdian dan jalan spiritual inilah yang menjadikan beliau sebagai sosok Salikun tummal Majdubun—seorang hamba yang menempuh jalan syariat sekaligus mendapatkan tarikan jadzab (cinta) dari Allah SWT.
Dalam kitab Al-Muntakhobat, dijelaskan bahwa manusia secara umum terbagi menjadi empat golongan:
- Salikuna Faqat: Mereka yang hanya mengejar lahiriah atau ilmu zahir saja. Pintar namun belum tentu benar secara batin.
- Majdubuna Faqat: Mereka yang mendapat karunia tanpa terlihat belajar. Golongan ini baik untuk dirinya sendiri, namun mengkhawatirkan jika dijadikan panutan oleh orang awam.
- Salikuna Majdubun: Mereka yang menempuh jalan ilmu dan mendapat tarikan kasih sayang Allah.
- Majdubuna Salikun: Para guru kasepuhan yang telah sempurna.
Keutamaan Mahabbah (Rasa Cinta)
Seorang murid yang baik bukan sekadar mereka yang selalu mengingat gurunya di dalam hati, melainkan mereka yang namanya selalu ada di hati para gurunya. Untuk mencapai derajat ini, diperlukan mahabbah (cinta) yang kuat dan husnul adab. Jangan sampai kita menjadi pengikut yang “viral-viralan”—ikut ke sana kemari hanya karena mengikuti tren—sehingga mengurangi kemantapan hati kepada guru asli kita.
Kehebatan sebuah keyakinan (iktikad) dan prasangka baik (husnudzon) kepada orang saleh sangatlah luar biasa. Ada sebuah kisah tentang sekelompok perampok yang menginap di sebuah pondok pesantren. Sang Kiai yang tidak tahu siapa mereka, menganggap mereka adalah mujahid dan menyuguhi makanan dengan penuh hormat. Sisa makanan dari perampok tersebut (yang didoakan dengan husnudzon oleh Kiai) diberikan kepada anak Kiai yang lumpuh. Dengan izin Allah, anak tersebut sembuh. Melihat keajaiban itu, para perampok tersebut tersentuh dan melakukan taubatan nasuha.
Jika sisa makanan perampok saja bisa membawa berkah karena iktikad baik sang Kiai, apalagi sisa keberkahan dari para ulama dan guru-guru kita. Mari kita perkuat ketaatan dan cinta kita kepada guru agar nur dan sir (rahasia batin) dari para kekasih Allah bisa mengalir ke dalam hati kita semua.
Sumber: Channel YT ALWAVA
Link Full Video
Pertanyaan, kerjasama, atau laporan konten hubungi kami:
Email : ngaji.anina99@gmail.com
Youtube : @anina99dotcom
Tiktok : @anina99dotcom
Whatsapp : +62 895-6117-07936
Saluran WA : Ngaji Bareng Anina