Keutamaan Ulama, Syafaat, dan Hikmah Mengadakan Haul

Mauidhoh Hasanah oleh KH. Abdul Adzim Kholili 

MAJLIS DZIKIR MAULIDURRASUL SAW & HAUL MBAH SINDUJOYO – KROMAN – GRESIK 2026

Bertempat di Halaman Balai Metoko Jl RE Martadinata Kroman Gresik

JUMAT MALAM, 9 JANUARI 2026 (21 RAJAB 1447 H)

Puji syukur kita haturkan ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat, taufik, dan inayah-Nya, sehingga kita dapat berkumpul di majelis yang penuh rahmat dalam rangka memperingati Maulidur Rasul Muhammad SAW sekaligus Haul para masyaikh, khususnya Mbah Sindujoyo serta seluruh ahli kubur. Semoga perkumpulan ini membawa berkah dan menyambungkan sanad kita kepada para guru, terutama Syekh Utsman Al-Ishaqi dan Syekh Ahmad Asrori Al-Ishaqi.

Kedudukan Ulama di Hari Kiamat

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menjelaskan kedudukan istimewa para ulama di akhirat. Kelak pada hari kiamat, Allah SWT memerintahkan ahli ibadah dan para mujahid untuk segera masuk ke dalam surga. Namun, para ulama tidak langsung diperintahkan masuk. Mereka kemudian “protes” kepada Allah dengan menyampaikan bahwa para ahli ibadah dan mujahid tersebut bisa beribadah dengan benar serta berperang dengan semangat karena wasilah ilmu yang mereka ajarkan.

Mendengar hal itu, Allah SWT berfirman bahwa kedudukan ulama di sisi-Nya seperti sebagian malaikat yang diizinkan memberi syafaat. Allah berfirman: “Isyfa’u tusyafa’u” (Berilah syafaat, maka syafaatmu akan dikabulkan). Maka para ulama pun memberikan pertolongan kepada orang-orang yang perlu diselamatkan, termasuk anak cucu dan para santrinya. Melalui barokah hadir di acara haul ini, kita berharap diakui sebagai santri yang kelak mendapatkan syafaat mereka.

Kasih sayang para ulama begitu besar; mereka tidak langsung masuk surga setelah diberi izin. Rasulullah menggunakan kata “Tsumma” yang berarti ada jeda waktu, menunjukkan para ulama menunggu dan memastikan bahwa seluruh orang yang menjadi tanggung jawabnya telah selamat, barulah kemudian mereka sendiri masuk ke dalam surga.

Empat Tujuan Menziarahi dan Meng-haul-kan Orang Meninggal

Berdasarkan kitab Bughyatul Mustarsyidin, terdapat empat tujuan utama dalam berziarah kubur atau mengadakan haul:

1. Mengingat Kematian dan Akhirat (Litadzakkuril Mauti wal Akhirah) Haul berfungsi sebagai pengingat bahwa kita semua akan menyusul meninggal dunia dan kembali menghadap Allah SWT. Kesadaran ini sangat penting agar kita hidup lebih berhati-hati di dunia. Jika kita berhati-hati, insyaAllah kita akan selamat dan menghadap Allah dalam keadaan membawa iman dan Islam (husnul khatimah).

2. Mengikuti Pesan Rasulullah Tentang Dunia Rasulullah SAW pernah berpesan kepada sahabat Abdullah bin Abbas RA sambil memegang pundaknya: “Kun fid dunya kaannaka ghoribun” (Hiduplah di dunia seakan-akan kamu adalah seorang pengembara). Dunia hanyalah tempat singgah sementara. Kita tidak akan selamanya di sini, melainkan akan pulang ke rumah yang sebenarnya di akhirat, di mana Allah telah menyediakan dua tempat: surga atau neraka.

3. Amalan Penjaga Iman: Zikir dan Salat

Untuk menjaga iman agar tetap selamat hingga akhir hayat, ada dua hal yang ditekankan. Pertama, memperbanyak zikir kepada Allah SWT karena zikir dapat menghapus dosa. Kedua, menjaga salat lima waktu, terutama secara berjamaah. Salat laksana sungai di depan pintu rumah yang digunakan untuk mandi lima kali sehari; ia membersihkan dosa-dosa dan menjaga pelakunya dari kemurkaan Allah serta mencegah mati dalam keadaan kafir.

Penutup

Melalui majelis haul dan zikir ini, mari kita perkuat sambungan batin dengan para ulama dan memperbaiki amal ibadah kita. Semoga segala khilaf kita diampuni oleh Allah SWT dan kita semua dikumpulkan bersama para kekasih Allah di surga-Nya kelak. Amin ya Rabbal Alamin.

Sumber: Channel YT ALWAVA

Link Full Video

Pertanyaan, kerjasama, atau laporan konten hubungi kami:

Email : ngaji.anina99@gmail.com

Youtube : @anina99dotcom

Tiktok : @anina99dotcom

Whatsapp : +62 895-6117-07936

Saluran WA : Ngaji Bareng Anina

Transkrip / subtitle video
Hadirin hadirat yang dirahmati Allah.
Selanjutnya marilah kita ikuti dan kita
dengarkan dengan seksama muidatul
hasanah pada kesempatan yang mulia ini
yang akan diaturaken ala fadilatikum
waulumikum falyatafadol K. H. Abdul Adim
Al Kholili dari Bangkalan Madura.
Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad
Allah
Asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Bismillah. Billahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahiabbil
alamin
wabihi nasta'inu ala umurid dunya waddin
wasalatu wassalamu ala asrofilyaai
wal mursalin
sayyidina wa maulana wa habibina
wa qurati a'yunina Muhammadin
amin
wa ala alihi wasohbihi ajmain.
Rabbisrohli shodri wa yassirli amri
wahlul uqdatan lisani yafqohu qauli.
Subhanaka la ilma lana illa maa alamtana
innaka antal alimul hakim.
Allahumma arinal haqqo haqqo
warzuqnattibaahu
wa arinal batila batila
warzuqna jtinabahu
la haula wala quwwata illa billahil
aliyil adzim
astagfirullahaladzim
amma ba'du
Hadratul muhtaramin,
para alim ulama, para masyaikh,
para habaib.
Wa alal akhas
salahiran sembolja
Hadratul Habib Mustofa Al Jubri.
Wa hadratul mukarom hadratul habib
alhabib Muhammad
al-Attos
wa Hadratul Habib Al Habib Mustofa
ibn Abdullah
Al-Haddar.
Wa hadratul mukarom
Hadratul Habib
Al Habib Muhammad Haidar ibn Ahmad.
Al Idrus
wa Hadratul Habib
Al Habib
Salim Ibin Aqil
Baharun
wa Hadratul Habib Al Habib
Isa ibn Aqil Baharun
wa Hadratul Habib Al Habib Abu Bakar
Al-Habsyi.
Wadratul mukaram asyekh riad
jugan tak ketinggalan guru badan kaula
sedaj
agus muhammad kusai
ibin sikhina asror
juga agus muhammad Utsman
Ibin Syikhona Asrori
sedja sesangat amul yakin
tak langkung kulo
sekaprase biasa bahasa Madura
menapi lain takok gerh takok koco mak
kadi kadir
para hadirin para hadirat
jemaah alkhidmah
khususnya para imam khususi
semua yang saya hormati.
Pertama, mari kita
haturkan puji syukur ke hadirat Allah
Subhanahu wa taala
atas nikmat, taufik, hidayah, serta
inayah-Nya
sehingga
pada malam ini kita bisa berkumpul
di suatu majelis
yang insyaallah
penuh
dengan rahmat magfirah maunah dari Allah
Subhanahu wa taala
dalam rangka
zikro Maulidir Rasul Muhammad sallallahu
alaihi wasallam
sekaligus khos khol dari para masyaikh
guru kita semua,
terutama
Mbah Sinduyoyo ya Sindu
Joyo
juga semua ahli kubur.
Semoga
perkumpulan ini
membawa berkah
dan bisa bersambung
pada semua para masyaikh kita, terutama
Syikhana Utsman Al-Ishaqi
dan Syekh
Muhammad Asrori al-Ishaqi.
Sebab para ulama
kelak di akhirat
kata Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam
oleh Allah subhanahu wa taala
tidak dipersilakan untuk masuk surga
sebelum memberi syafaat
kepada siapa yang perlu diberi syafaat
kepada siapa yang perlu diberi pertolong
Golongan
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi
wasallam bersabda
dalam suatu hadis, "Idza kaana yaumul
qiamah
yaquulullahu taala lil abidina
wal mujahidina fi sabilillah
udkulu al jannah."
Ketika hari kiamat datang,
Allah Subhanahu wa taala memerintahkan
terhadap semua orang-orang yang ahli
ibadah dan orang-orang yang berperang
membela agama Allah.
Allah Taala memerintahkan,
"Udkhulu aljannah."
Ayo kalian semua masuk ke surga.
Setelah para ahli ibadah dan orang-orang
yang berperang membela agama Allah,
diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa
taala untuk masuk ke surga,
semua masuk ke surga.
Amin.
Para ulama
karena tidak diperintahkan oleh Allah
Subhanahu wa taala untuk masuk ke surga.
Kemudian para ulama
matur kepada Allah subhanahu wa taala.
Ya Allah ya Rabbi bifadli ilmina
abadu wahadu.
Ya Allah mereka semua orang yang ahli
ibadah.
Semangat dan benar cara beribadah.
Begitu juga orang-orang yang berperang.
Semangat untuk berperang. Semua itu
bifadli ilmina karena mendapatkan ilmu
dari saya.
Setelah itu Allah Subhanahu wa taala
menyampaikan kepada para ulama, antum
indi kabdi malaikati.
Antum kalian semua indi menurut saya
kata Allah
kaba malaikati.
Sama halnya sebagian dari malaikat saya,
yaitu para malaikat yang bisa memberi
syafaat. Oleh karena itu, oleh Allah
Subhanahu wa taala para ulama
diperintahkan,
isyfa'u
tusyafa'u. Ayo kalian semua minta izin
untuk memberi syafaat kepada siapa yang
kalian mau beri syafaat. Setelah itu
para ulama
memberi syafaat. Fasfauna.
Maka para ulama tadi memberi syafaat,
memberi pertolongan terhadap orang-orang
yang perlu ditolong, yang perlu
diselamatkan. Ya, termasuk anak cucunya,
termasuk para santrinya. Dari itu semoga
kita semua barokahnya hadir ke khulnya
para guru kita semua ini sampai kelak di
akhirat kita diakui sebagai santrinya
yang nantinya akan mendapatkan
syafaatnya. Amin. Allahuma amin.
Para hadirin yang saya muliakan,
setelah para ulama ini memberi syafaat,
memasukkan dan menyelamatkan semua
orang-orang yang perlu diselamatkan ini
para ulama gak langsung masuk.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi
wasallam
menggunakan ibarat tsumma. Jadi tidak
menggunakan faadkulunal jannah. Tidak.
Tapi Rasulullah Muhammad sallallahu
alaihi wasallam mengatakan, "Tumma
yadkhuluna." Artinya setelah para ulama
memberi syafaat kepada para santrinya,
kepada anak cucunya ini tidak langsung
masuk tapi masih menunggu apakah
benar-benar sudah selamat semua
orang-orang yang perlu saya beri
syafaat. Baru setelah itu fayadulunal
jannah. Setelah itu masuk sendiri. Jadi
para ulama ini oleh Allah Subhanahu wa
taala tidak diperbolehkan masuk ke surga
sebelum apa? Sebelum memberi syafaat
kepada siapa yang perlu diberi syafaat.
Semoga kita semua yang hadir ini kelak
ditunggu oleh para masyayikh di pintu
surga sehingga kita semua menjadi orang
yang selamat. Amin. Amin. Allahuma
amin.
Para rabu sesangat boten kalakin adik
akad sayur kul
tak peri
bonten
ngertos.
Para hadirin yang saya muliakan,
kita semua seperti yang telah disebutkan
yaitu dalam acara Zikra Maulidir Rasul
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Yang kedua yaitu dalam rangka khol dari
para masyaikh khususnya yaitu masyarakat
di sini. lebih khusus lagi yaitu Mbah
Sindujo.
Sekarang apa tujuan dari mengadakan khol
dari para masyaikh, khul dari para
almarhumin?
Saya pernah membaca dalam satu kitab
yaitu kitab Bughiatul Mustarsyidin.
Di sana dikatakan tujuan mengkhali orang
meninggal dunia yaitu tujuan dari ziarah
ke kekuburan ini ada empat tujuannya.
Yang pertama
yaitu
imma litadakkuril mauti wal akhirah.
Untuk mengingat mengingatkan kita bahwa
kita semua ini
akan meninggal dunia dan akan kembali
menghadap ke Allah subhanahu wa taala.
Ini termasuk manfaat yang kembali kepada
kita yang hadir kehaladan, yaitu agar
kita semua ingat kalau kita ini akan
meninggal dunia.
Kalau kita sudah mendapatkan hikmah yang
pertama ini, yaitu agar kita ingat kalau
kita ini akan meninggal dunia, maka
paling tidak kita akan ingat dan akan
berhati-hati.
Kalau kita berhati-hati hidup di dunia
ini, maka kita akan selamat. selamat
sehingga kelak sowan kepada Allah
Subhanahu wa taala dengan membawa iman
dan Islam. Amin. Allahuma
amin.
Dari itu Rasulullah Muhammad sallallahu
alaihi wasallam menggambarkan kita hidup
di dunia ini
oleh Rasulullah digambarkan bagaikan
orang yang berjalan
di jalan raya.
Suatu saat Rasulullah Muhammad
sallallahu alaihi wasallam bersabda
kepada sahabat Abdullah bin Abbas
radhiallahu taala anhu.
Itu sepupu misananya sepupu sepupu dari
apa? Putra dari sepupunya Rasulullah
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Rasulullah yang bersabda kepada sahabat
Abdullah bin Abbas
dengan memegang baunya,
pundaknya.
Kemudian Rasulullah mengatakan kepada
sahabat Abdullah bin Abbas, "Kun fid
dunya kaannaka goribun.
Kun
hiduplah kamu di dunia kaannaka
seakan-akan kalian
garibun,
orang yang mengembara.
Jadi oleh Rasulullah Muhammad sallallahu
alaihi wasallam orang hidup di dunia ini
disuruh
jadikan seakan-akan
ada di tempat
pengembaraan.
Kalau kita masih dalam
tempat pengembaraan ini gak mungkin
selamanya mestinya akan pulang ke
rumahnya lah.
Begitu juga kita hidup di dunia ini
sementara
kelak akan kembali ke rumah yang
disediakan oleh Allah Subhanahu wa
taala. yaitu kelak di akhirat Allah
Subhanahu wa taala menyediakan semua
hambanya dua tempat rumah yang satu ada
di surga dan yang satu lagi ada di
neraka. Ini semua orang, semua manusia
oleh Allah Taala disediakan dua tempat
baik itu orang Islam atau orang kafir.
Semua ini sudah disediakan dua tempat.
Yang satu di surga, yang satu di nerakan
oleh Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Ma min ahadin illa walahu
baitani. Baitun fil jannah wa baitun
finar.
Tidaklah setiap manusia melainkan oleh
Allah Subhanahu wa taala disediakan dua
rumah. Yang satu yaitu kaplingan di
surga. yang satu kaplingan di neraka.
Baitun fil jannah, satu rumah di surga.
Wa baitun finar. Dan satu lagi yaitu
disediakan di neraka.
Para hadirin yang saya muliakan,
dari itu oleh Rasulullah Muhammad
sallallahu alaihi wasallam dalam hadis
itu diteruskan kalau ingin
sampai ke rumah dengan keadaan selamat.
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
memerintahkan terhadap sahabat Abdullah
bin Abbas, airu
sabilin. Kamu hidup di dunia jadikan
seperti halnya orang yang berjalan di
jalan raya.
Bagaimana kita kalau ingin selamat
berjalan di jalan raya mau pulang ke
rumah? Ya gak boleh tidak kita harus
mengikuti aturan yang ada di jalan.
Begitu juga kita kalau ingin kembali ke
rumah yang sediak yang disediakan oleh
Allah Subhanahu wa taala kelak di
akhirat sehingga tidak apa tidak kesasar
pulang ke rumah yang disediakan di
neraka. Makanya oleh Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam digambarkan
kita atau hidup di dunia ini jadikan
seakan-akan kita berjalan di jalan raya.
Jadi kita supaya selamat berjalan di
jalan raya, bagaimana caranya? Yaitu
kita harus mengikuti rambu-rambu,
ngikuti aturan yang ada di tengah jalan.
Para hadirin yang saya muliakan, ini
sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa
taala.
Pada saat Allah Subhanahu wa taala
mengeluarkan Nabi Adam dan Siti Hawa
dari surga, Allah Subhanahu wa taala
menyampaikan, "Qul nahbitu minha jamiah.
Turunlah kalian
Adam dan Hawa dan anak cucumu."
Jadi di sini Allah Subhanahu wa taala
menggunakan ibarat jamak.
Nahbitu bukan qul nahbit tapi Allah
Taala mengatakan qul nahbitu turunlah
kalian semua lah siapa di surga kok
dikatakan klahbitu kok ndak qul nahbit
sedangkan di surga itu yang adakan Nabi
Adam dan Siti Hawa tapi kenapa Allah
Subhanahu wa taala mengatakan qul
nahbitu ini katanya tafsir Jalalen itu
ditafsiri qul nahbitu ay antuma
Turunlah kamu Adam dan Hawa dan anak
cucumu yang ada di punggungmu.
Siapa? Yaitu termasuk kita semua ini.
Makanya bisa kita dikatakan aslinya
penduduk surga. Makanya oleh Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam dikatakan,
"Kun fid dunya kaannaka gorbun." Jadilah
kamu hidup di dunia seakan-akan kamu
orang yang apa? Yang menggembara
melihat zahirnya ayat itu bukan sekedar
kenapa mengembara memang apa bukan
seperti mengembara memang mengembara
sebab aslinya kita semua ini penduduk
sur surga.
Makanya Allah Taala mengatakan qul
nahbitu minha jamia. Tapi katanya Allah,
"Jangan khawatir kamu Adam dan Hawa dan
semua cucumu, anak turunmu bisa akan
kembali ke surga." Kapan itu? Faimma
ya'tannakum minni hudan
tabi hudaya fala khaufun alaihim w hum
yahzanun.
Faimatium minni hudan. Apabila datang
petunjuk dariku, apabila kamu mengikuti,
la yadillu wala yasqo
la khaufun alaihim wala hum yahzanun.
Jadi dua itu ayatnya itu. Yang pertama
mengata dikatakan
faimma yatiannakum minni hudan faman
tabi hudaya fala khaufun alaihim wala
hum yahzanun.
J kalau orang kak kalau orang itu
mengikuti
hidayah Allah Subhanahu wa taala maka
kata Allahbaa
hudaya fala yadillu wala yasqo. Kalau
kalau kalian semua mengikuti penunjukku
artinya penunjuk bagaimana? Larangan
dijauhi, perintah dilaksanakan,
la yadillu, maka kalian semua tidak akan
tersesat. Artinya bisa kembali ke rumah
yang disediakan kelak di surga. Wala
yasqo. Dan kamu tidak celaka artinya
masuk surga langsung tanpa kapa tanpa
berhenti di neraka dulu. Sebab orang
masuk ke surga itu bermacam-macam.
Ada orang yang tidak bisa masuk surga
sama sekali. Siapa? Orang yang meninggal
dunia tanpa membawa iman dan Islam.
Mustahil ini akan masuk ke surga. Kalau
memaksa bisa, tapi kapan? Hatta yalijal
jamalu fiil khiat. Sampai ada unta bisa
masuk ke lubang jarum. Artinya sama
sekali tidak tidak mungkin bagi orang
yang meninggal dunia tanpa membawa iman
akan masuk surga. Mustahil. Yang nomor
dua yaitu orang yang masuk surga tapi
masih berhenti ke neraka.
Siapa itu? Yaitu orang yang meninggal
dunia dengan membawa iman tapi masih
banyak dosanya.
Ini benar nanti masuk masuk surga.
Kenapa kok masuk surga? Karena membawa
karcisnya surga yaitu iman yang dibawa
sampai mati. Jadi iman yang dibawa
sampai mati ini menjadi tiket atau
karcis untuk bisa masuk ke surga.
Tapi walaupun sudah membawa iman tapi
masih banyak dosanya, tetap
sebelum masuk ke surga masih dibersihkan
dulu di di neraka.
Yang yang nomor tiga yaitu orang yang
masuk surga langsung tanpa berhenti ke
neraka. Siapa? Yaitu orang yang
meninggal dunia membawa iman dan apa?
Dan diampuni dosa-dosanya oleh Allah
Subhanahu wa taala. Semoga kita termasuk
golongan yang nomor tiga itu yaitu
meninggal dunia dengan membawa iman dan
mendapatkan ampunan dari Allah Subhanahu
wa taala. Amin. Allahuma
amin.
Termasuk yang bisa menghapus dosa
sehingga kita menghadap ke Allah
Subhanahu wa taala.
Kita diampuni dosa-dosanya yaitu
mulazamatuzik.
mendawami atau melanggengi zikir kepada
Allah subhanahu wa taala. Suatu saat
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
bersabda kepada sahabat Abu Hurairah,
"Ya Abu Hurairah,
laqini laqqini mautakum
lailahaillallah."
Hei Abu Hurairah,
suruh apa ya? Aba Hurairah. Hei Abu
Hurairah.
Laqinu atau lakinil mauta. Talkinilah
orang yang akan meninggal dunia yang
dalam keadaan sekarat. Lailahaillallah.
Suruh baca lailahaillallah.
Fainnaha
tahdimud dzunub. Katanya kata Rasulullah
faha karena kalimat lailahaillallah
tahdimu itu bisa menghancurkan azzunuba
apa azzumuda dan dosa-dosa yang banyak.
Jadi zikir kepada Allah Subhanahu wa
taala ini bisa menghapus dosa-dosa kita.
Semoga kita mulazamah untuk zikir ke
hadirat Allah Subhanahu wa taala. Amin.
Allahuma
amin.
Setelah itu Rasulullah sahabat Abu
Hurairah matur, "Wahza
lil mauta."
Ini kalau dibacakan untuk orang yang
meninggal dunia. Kalau kago orang hidup
bagaimana?
Fakaifa lil ahya. Bagaimana kalau yang
membaca itu kalau dibaca oleh
orang-orang yang hidup? Jawabnya
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam,
"Fainnaha
ahdamu wa ahdam." Bahwasanya kalimat
lailahaillallah
penikah sangat menghancurkan terhadap
dosa-dosanya orang yang masih hidup.
Jadi kalau orang yang mau meninggal
dunia dituntun dengan membaca
lailahaillallah maka dosanya akan
diampuni oleh Allah subhanahu wa taala.
Kalau dibaca oleh orang hidup
lebih-lebih katanya Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam termasuk yang
bisa menghapuskan dosa-dosa kita
kata Rasulullah Muhammad sallallahu
alaihi wasallam yaitu salat lima waktu.
Ya, sekarang ketepakan bulan Rejab,
yaitu bisa bisa dikatakan hari ulang
tahun salat 5 waktu. Sekarang ini
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
suatu saat bertanya kepada para sahabat,
"Hei tang sahabat,
bagaimana umpamanya ada orang mempunyai
rumah
terus di depan pintu rumahnya itu ada
sungai. besar luar biasa lah. Orang yang
mempunyai rumah itu setiap
setiap harinya mandi lima kali. Saya
sekarang tanya, kira-kira orang yang
mempunyai rumah itu masih adakah
kotor-kotornya badannya?
Para sahabat menjawab,
"Wah, ndak mungkin ya Rasulullah bersih
semua. Ndak ada kotorannya.
Wong setiap hari mandi lima kali sebelum
kotor badannya belum berkeringat
badannya sudah mandi lagi. Gak mungkin
ada kotornya Rasulullah bersih itu.
Setelah itu Rasulullah Muhammad
sallallahu alaihi wasallam bersabda,
"Daka matsalus shawatil khamsi." Itu
gambaran dari salat lima waktu. Salat
lima waktu itu bisa menghapus dosa-dosa
kita. Oleh karena itu, para ulama tiap
bulan Rajab mengadakan apa? Peringatan
Isra Wal Mikraj di mana-mana tempat. Ini
tujuannya agar kita apa? perhatian
terhadap salat yang lima waktu. Karena
apa? Karena salat lima waktu itu bisa
menjaga iman kita semua. Karena
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
bersabda dalam satu hadis, tarikus salat
mamkut waahairil islami yamut. Tarikus
salat. Orang yang meninggalkan salat
mamkutun itu dimurkai oleh Allah. Yang
paling khawatir wa ala ghairil islami
yamut. Dan mengkhawatirkan
matinya tidak membawa iman. artinya mati
kafir.
Jadi salat itu kalau dikerjakan bisa
menjaga iman kita semua sehingga kita
menjadi orang yang husnul khatimah. Yang
kedua yaitu salat itu menghapus terhadap
susah. Seperti yang digambarkan oleh
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Bagaikan orang mempunyai rumah kemudian
di depan pintunya dekat, di depan
pintunya dekat itu ada sungai besar dan
orang yang mempunyai rumah itu mandi
satu hari satu malam lima kali.
Artinya dosa-dosanya orang yang
menjalankan salat lima waktu akan
diampuni oleh Allah subhanahu wa taala.
Nah, jadi dua ini sampean bisa
dikerjakan zikir pembanyak zikir kepada
Allah Subhanahu wa taala karena zikir
itu bisa menghapus dosa. Kata Kanjeng
Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Begitu juga salat lima waktu
kalau bisa laksanakan dengan berjamaah.
Karena salat lima waktu itu termasuk
ibadah yang bisa menghapus dosa-dosa
kita. Amin. Allahuma amin.
Para hadirin yang saya muliakan. Kiranya
ini yang bisa yang kita sampaikan.
Semoga ee walaupun sedikit semoga
bermanfaat. Amin. Allahumma amin.
Ihdinasiratal mustaqim. Wallahul muwafiq
ila thalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *