Keutamaan Majelis Dzikir: Taman Surga di Dunia dan Tempat Berkumpulnya Malaikat

Mauidhoh Hasanah oleh KH M Husni Mubarak 

MAJLIS DZIKIR MAULIDURRASUL SAW & HAUL AKBAR KAB. MUSIRAWAS UTARA, SUMATERA SELATAN 2026

Bertempat di Masjid Agung Al Muhajirin, Desa Sumber Makmur, Kec. Nibung, Kab. Musi Rawas

AHAD PAGI, 11 JANUARI 2026 (22 RAJAB 1447 H)

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya.

Dalam kesempatan yang mulia ini, di tengah-tengah para masyayikh, kiai, bu nyai, para tokoh masyarakat, serta jajaran pejabat pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara, kita berkumpul untuk mengagungkan Allah dan mengenang para kekasih-Nya. Kita hadir di sini dalam rangka melanjutkan tradisi mulia yang telah dirumuskan oleh guru kita, Hadratus Syekh Ahmad Asrori Al-Ishaqi, yang mencakup tawasul, istighasah, pembacaan Manaqib Sultanul Auliya Syekh Abdul Qadir Al-Jilani, hingga pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Majelis yang Dibanggakan Rasulullah

Seluruh rangkaian ibadah yang kita lakukan sejak pagi hingga siang ini disebut sebagai Majelis Dzikir. Ketahuilah bahwa majelis semacam ini memiliki keutamaan yang luar biasa di sisi Allah dan sangat dibanggakan oleh Rasulullah SAW. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Abu Said al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT memiliki malaikat-malaikat (Malaikatan Sayyarah) yang bertugas berkeliling ke seluruh penjuru bumi.

Ketika para malaikat ini melihat sebuah majelis dzikir, mereka akan berhenti dan ikut duduk bersama jamaah. Bahkan, ketika mereka melintasi wilayah Sumatera Selatan dan melihat cahaya dari majelis dzikir di Kabupaten Musi Rawas Utara ini, mereka akan turun dan memenuhi tempat ini.

Keistimewaan bagi Jamaah yang Hadir

Ada tiga keberkahan utama bagi siapa saja yang berada di dalam majelis dzikir ini:

  1. Doa yang Diaminkan Malaikat: Saat jamaah mengangkat tangan memohon hajat—baik hajat dunia seperti kelancaran rezeki dan keluarga bahagia, maupun hajat akhirat—para malaikat ikut mengangkat tangan dan mengaminkan doa tersebut. Doa yang diaminkan malaikat adalah doa yang insyaallah dikabulkan oleh Allah.
  2. Selawat Bersama Malaikat: Ketika kita berselawat kepada Nabi Muhammad SAW, malaikat pun ikut berselawat bersama kita hingga acara selesai.
  3. Pulang dalam Keadaan Diampuni: Ketika jamaah beranjak pulang ke rumah masing-masing, para malaikat berkata, “Alangkah beruntung orang-orang itu, mereka pulang dalam keadaan dosa-dosanya telah diampuni oleh Allah SWT.”

Majelis dzikir bukan sekadar perkumpulan biasa, melainkan “Taman-taman Surga Allah” yang ada di muka bumi. Kita berharap, sebagaimana kita berkumpul dengan tertib dan khidmat di sini, kelak Allah akan mengumpulkan kita kembali di surga-Nya bersama Nabi Muhammad SAW.

Pesan Akhir: Adab Mengikuti Majelis

Sebagai penutup, mengacu pada bimbingan Hadratus Syekh Ahmad Asrori Al-Ishaqi, hendaknya para jamaah tidak terburu-buru pulang sebelum seluruh rangkaian acara, terutama doa Fatihah terakhir, selesai dibacakan. Mari kita jaga ketertiban ini sebagai bagian dari khidmah kita kepada guru dan para kekasih Allah. Semoga segala amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

Sumber: Channel YT ALWAVA

Link Full Video

Pertanyaan, kerjasama, atau laporan konten hubungi kami:

Email : ngaji.anina99@gmail.com

Youtube : @anina99dotcom

Tiktok : @anina99dotcom

Whatsapp : +62 895-6117-07936

Saluran WA : Ngaji Bareng Anina

subtitle:
Tibalah acara yang kita nanti-nantikan.
Mauidah hasanah.
yang akan disampaikan
oleh panjenenganipun Alkarim ibnil Karim
Bapak K. Haji
Husni Mubarok dari Surabaya. Kepada yang
mulia
dihaturkan
Allahumma sholli ala sayyidina
Muhammadin.
Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad.
Amin.
Allahumma shidina
Muhammad.
Amin. Amin.
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillah.
Alhamdulillahi rabbil alamin
wasalatu wassalamu ala sayyidina
wa maulana wa nuri qulubina Muhammadin
wa ala alihi wa ashabihi ajmain.
Qolu subhanaka
la ilma lana illa maa alamtana
innaka antal alimul hakim.
Amma ba'du.
Yang sangat kami muliakan
para masyaikh,
para kiai, para buyai,
para aimmatul khususiyah, serta
seluruh tokoh masyarakat yang hadir di
tempat yang mulia ini.
wabil khusus
almukarram
K. Haj
Fadli selaku shahibul bait
almukarram
K. Haj
Zainul Abidin
almukarram
K. Haj
Ahmad Kunawi dari Pondok Pesantren
Assalafi Alfitrah Surabaya.
dan juga kepada seluruh masyaikh lainnya
yang mohon maaf belum bisa kami sebut
satu persatu tanpa mengurangi rasa
hormat kami.
Yang kami muliakan
keluarga sanad dan kerabat min Hadratus
Syekh
Muhammad Utsman Al-Ishaqi radhiallahu
anhu.
juga yang sangat kami muliakan,
kami cintai
keluarga
daripada guru kita semua,
daripada Hadratus Syekh
Ahmad Asrori Al-Ishaqi radhiallahu anhu.
yang juga sangat kami muliakan
para pejabat pemerintah
baik sipil maupun TNI Polri
wabil khusus
Bupati Kabupaten
Sirawas Utara
yang dalam hal ini diwakili oleh Bapak
Wakil Bupati
Bapak Bapak H. Junius Wahyudi
beserta seluruh pejabat-pejabat lainnya
yang hadir
di tempat yang mulia ini yang semoga
senantiasa dijaga oleh Allah subhanahu
wa taala.
juga
segenap jajaran
kepengurusan
alkhidmah dan thariqah
baik di tingkat pusat, wilayah maupun
daerah.
Wabil khusus
ketua
pengurus pusat Jamah Alkhidmah
Bapak K. H. Muhammadan
dan juga ketua pengurus pusat thariqoh
Dr. K. H. Abdul Rasyid
juga seluruh panitia yang telah
mengkhidmahkan
tenaganya, waktunya, pikirannya,
dan hartanya demi terwujudnya acara pada
pagi hari ini.
Sehingga kita bisa melihat bahwa acara
pada pagi hari ini berjalan dengan
lancar.
berjalan dengan khidmat,
berjalan dengan tertib
yang kita yakin bahwa acara pada pagi
hari ini akan menjadikan sebab
senangnya guru kita Hadratus Syekh Ahmad
Asrori Alisqi radhiallahu anhu akan
menjadikan sebab senangnya, bahagianya
kedua orang tua kita yang telah
mendahului kita semua.
Yang kami muliakan, kami cintai, kami
banggakan hadirin hadirat
seluruh jemaah alkhidmah yang hadir di
tempat mulia ini
yang semoga senantiasa dirahmati oleh
Allah,
senantiasa dibimbing oleh Allah berada
di atas jalannya Nabi Besar Muhammad
sallallahu alaihi wasallam.
Alhamdulillah kita bersyukur kepada
Allah
atas aneka nikmat yang Allah berikan
kepada kita semua.
wabil khusus nikmat iman, nikmat Islam,
nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga
pada pagi hari ini
Allah mudahkan langkah kaki kita untuk
bisa sama-sama hadir di dalam majelis
zikir alkhidmah yang luar biasa ini.
Bapak, Ibu sekalian rahimakumullah.
Acara ini dimulai tadi pagi dengan
membaca tawasul,
menyambungkan hati kita semua kepada
para kekasih Allah.
Kita semua juga telah sama-sama memulai
acara ini dengan membaca istighasah,
membaca suratul Quran,
membaca manaqib atau biografinya
Sultanul Auliya, Sayidina Syekh Abdul
Qadir Aljilani.
Kita semua tadi juga telah sama-sama
membaca maulidnya Nabi Besar Muhammad,
sejarah perjalanan kehidupan Nabi Besar
Muhammad, akhlaknya Nabi Besar Muhammad.
Syamailnya Nabi Besar Muhammad.
Kumpulan daripada apa yang kita kerjakan
saat ini,
apa yang telah dirumuskan oleh Hadratus
Syekh Ahmad Asrari Al-Ishaqi yang kita
amalkan pada pagi hari ini, pagi sampai
siang hari ini, itu semua disebut dengan
majelis zikir.
Majelis zikir adalah sebuah majelis yang
keutamaannya luar biasa di sisi Allah.
Majelis zikir adalah sebuah majelis yang
dibanggakan oleh Nabi Besar Muhammad.
Majelis zikir adalah sebuah majelis yang
mempunyai nilai yang begitu luar biasa.
Sebagaimana disebutkan dalam sekian
banyak dalil dari Al-Qur'an dan
sunah-sunahnya Nabi besar Muhammad.
Ada satu hadis
yang hadis ini sering kami sampaikan di
acara seperti ini.
Yakni sebuah hadis yang diriwayatkan
oleh Al Imam Abu Said al-Qadi
bahwa Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam pada satu kesempatan beliau
bersabda kepada para sahabatnya.
Apa kata Nabi besar Muhammad? Innillahi
taala malaikatan sayyarah.
Sesungguhnya Allah Subhanahu wa taala
mempunyai malaikat-malaikat yang
bertugasnya yang tugasnya berkeliling ke
seluruh penjuru bumi.
Faid marru biqikri q baum'din
uquudu.
Ketika malaikat-malaikat Allah tersebut
ketika mereka berkeliling ke seluruh
penjuru bumi, mereka melihat ada sebuah
kumpulan zikir, ada sebuah majelis
zikir.
Ketika malaikat-malaikat Allah tersebut
lewat di Sumatera Selatan, oh dari
tempat yang jauh Kabupaten Sirawas,
Sirawas Utara ada majelis zikir. Karena
kenapa? Bercahaya.
Malaikat itu akan datang ke tempat
tersebut, ke tempat ini, ikut sama-sama
duduk berzikir kepada Allah. Maka
majelis zikir di sini, hadirin, kami
yakin adalah majelis yang juga dipenuhi
oleh para malaikat.
Faid daalmu amanuim.
Tidak hanya itu, kata Nabi Besar
Muhammad, ketika orang-orang yang hadir
di dalam majelis zikir tersebut
mengangkat kedua tangan mereka berdoa
kepada Allah, meminta hajat-hajat mereka
agar diberikan rezeki yang lancar, agar
diberikan keluarga yang bahagia,
agar hidupnya dibahagiakan oleh Allah,
agar anak-anaknya dijadikan oleh Allah
sebagai anak-anak yang saleh dan shah
atau hajat apapun baik itu hajat dunia
maupun hajat akhirat. Maka
malaikat-malaikat
yang hadir di dalam majelis zikir
tersebut juga mengangkat kedua tangan
mereka mengaminkan doa orang yang hadir
di dalam majelis zikir tersebut.
Dan tidak ada doa yang diaminkan oleh
para malaikat kecuali doa itu insyaallah
akan dikabulkan oleh Allah.
Faid sha al nabi shallallahu alaihi
wasallam shau maahum. Ketika orang-orang
yang berada di dalam majelis zikir
tersebut berselawat kepada Nabi Besar
Muhammad seperti yang kita lakukan tadi,
kita berkali-kali, ribuan kali tadi kita
telah berselawat kepada Nabi Besar
Muhammad, maka malaikat ikut juga
berselawat bersama kita.
Hatta yafrugu tumma yaqul tuba lihaula
yarji libuyut magfur lahum. sampai
malaikat tersebut hadir di sini sampai
acara ini selesai.
Dan ketika Anda-anda semua telah pulang
ke rumah masing-masing,
malaikat-malaikat tersebut sebagaimana
dikatakan oleh Nabi Besar Muhammad,
malaikat itu berkata satu sama lain,
"Alangkah beruntung orang yang hadir di
dalam majelis zikir tersebut." Karena
kenapa? Karena mereka pulang ke rumah
mereka dalam keadaan dosa-dosa mereka
diampuni oleh Allah Subhanahu wa taala.
Oleh karena itu kita berdoa semoga-
semoga apa yang kita zikirkan diterima
oleh Allah. Semoga apa yang kita amalkan
pada pagi dan sampai siang hari ini
seluruhnya diterima oleh Allah Subhanahu
wa taala. Kita tidak meninggalkan
majelis ini kecuali dosa-dosa kita, dosa
kedua orang tua kita, dosa keluarga dan
semua orang yang kita cintai. Semoga
diampuni oleh Allah subhanahu wa taala.
Bagi kita yang datang punya sekian
banyak hajat, semoga hajat kita
diijabah, dimudahkan oleh Allah. Mungkin
ada yang rezekinya masih sempit, semoga
diluaskan oleh Allah. Mungkin ada di
antara kita yang keluarganya sakit
semoga disembuhkan oleh Allah. Dan
hadirin hadirat rahimakumullah. Majelis
zikir kata Nabi Besar Muhammad adalah
taman-taman surga Allah yang ada di atas
permukaan bumi. Maka kita semua berdoa
semoga sebagaimana saat ini kita kumpul
di sini, maka kelak kita kembali
dikumpulkan oleh Allah di surga Allah
bersama Nabi Besar Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Amin. Amin. Allahumma
amin.
MaaSyiral hadirin wal hadirat jamaah al
khidmah rahimakumullah.
Ada satu kisah yang mana kisah ini
diriwayatkan oleh Al Imam Alhafiz
Albaihaqi
dalam kitab beliau Syuabul Iman
bahwa suatu saat ada seorang badui yang
datang ke Madinah. Orang Badui itu
artinya orang yang hidup di pedesaan.
Ada seorang badui yang datang ke Madinah
ingin berjumpa dengan Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam.
Ketika kemudian di masjid Nabi, dia
melihat bahwa saat itu Nabi sedang
berkumpul dengan para sahabat beliau.
Badui ini kemudian datang menghampiri
Nabi.
Dia mengucapkan salam kepada Nabi dan
kemudian dia bertanya,
"Ya Rasulullah,
alimni kalaman akuluh."
Ya Rasulullah, aku datang dari desa yang
jauh. Ya Rasul,
aku datang dari tempat yang jauh.
Sengaja aku datang ke Madinah ini,
sengaja aku datang ke tempatmu ini,
ingin berjumpa dan bertanya kepada
engkau, "Ya Rasulullah,
apa yang ingin engkau tanyakan wahai
Fulan?" kata Rasulullah,
"Ya Rasul, ajarkanlah kepadaku satu
kalimat, satu amalan, satu perbuatan.
yang mana kalimat-kalimat ini kalau aku
amalkan maka kalimat-kalimat ini akan
menjadi kunci kebahagiaanku.
Kalau kalimat-kalimat ini aku amalkan,
maka dia akan bisa menjadi andalanku.
Kalau kalimat-kalimat ini aku amalkan,
maka dia bisa menjadi andalanku baik itu
di dunia maupun di akhirat.
Rasul kemudian menjawab pertanyaan si
badui tersebut. Beliau bersabda, "Ya
Fulan, qul subhanallah walhamdulillah
walailahaillallah Allahu Akbar. Wahai
Fulan, ucapkanlah sesering mungkin
subhanallah tasbih walhamdulillah
tahmid, lailahaillallah tahlil dan
Allahu Akbar takbir."
Si batu ini kemudian kembali memikirkan
kembali jawaban Nabi Besar Muhammad.
Dia merasa tidak puas dengan jawaban
Nabi Besar Muhammad.
Dia kemudian bertanya lagi kepada
Rasulullah, "Ya Rasul,
had lillah."
Ya Rasulullah, apa yang engkau ajarkan
itu agar aku mengucapkan subhanallah?
Artinya aku bertasbih mensucikan nama
Allah
agar aku mengucapkan alhamdulillah
segala puji bagi Allah. Agar aku
mengucapkan lailahaillallah tiada Tuhan
kecuali hanya Allah. Agar aku
mengucapkan Allahu Akbar, Allah Maha
Besar. Ya Rasulullah, kalau aku
lihat-lihat, bukankah kalimat-kalimat
itu untuk Allah yang artinya kalimat itu
manfaatnya untuk Allah. Lalu yang
manfaat untukku mana, ya Rasulullah?
Jadi hadirin, dia berpikir seperti
seorang pedagang. Ketika dia zikir
menyebut nama Allah, seolah zikir itu
bermanfaat untuk Allah.
Rasul sallallahu alaihi wasallam
tersenyum mendengar jawaban si badui
tersebut.
Mendengar jawaban polos si badui
tersebut, beliau kemudian bersabda,
"Ya Fulan idza qulta subhanallah qala
taala shodqta. Waidza qulta
alhamdulillah. Waidza qulta
lailahaillallah.
Waidza qulta Allahu Akbar. Qala taala
shodqta.
Wahai fulan, kalau engkau berzikir
mengucapkan subhanallah, aku bertasbih
mensucikan nama Allah. Engkau
mengucapkan alhamdulillah. Segala puji
bagi Allah. Lailahaillallah. Tiada Tuhan
kecuali hanya Allah. Kalau engkau
mengucapkan Allahu Akbar, Allah Maha
Besar. Saat itu zikir-zikirmu tersebut
langsung dijawab oleh Allah, "Shodta
engkau betul wahai hambaku. Perkataanmu
itu betul kata Allah. Karena aku adalah
Allah zat yang maha suci. Aku adalah
Allah tiada Tuhan kecuali hanya aku. Aku
adalah Allah yang zat yang layak
menerima pujian yang mutlak."
Tapi tidak berhenti sampai di sini,
Bapak, Ibu rahimakumullah.
Rasul kemudian menjelaskan
baik
Allahumfirli
qalq faal wa allahumhamni q taala q faal
wa qulta allahumzuqni qala taala qad
fa'altu setelah engkau berzikir kata
nabi besar Muhammad kemudian engkau
mengangkat kedua tanganmu berdoa kepada
Allah engkau mengangkat tanganmu berdoa
kepada Allah ya Allah ampunilah lah
seluruh dosa-dosaku. Ampunilah seluruh
dosa kedua orang tuaku. Ampunilah
seluruh dosa orang yang aku cintai.
Setelah engkau berzikir, engkau kemudian
berdoa kepada Allah, "Ya Allah, berikan
kepadaku rezeki yang halal, rezeki yang
luas, rezeki yang berkah. Bahagiakanlah
hidupku dan keluargaku." Langsung
dijawab oleh Allah, "Qad fa'altu.
Sungguh aku telah mengabulkan semua
permintaanmu wahai hambaku.
Maka hadirin hadirat rahimakumullah,
majelis zikir seperti ini yang didirikan
oleh Hadratus Syekh Ahmad Asrari
Al-Ishaqi radhiallahu anhu adalah sebuah
majelis yang mana keinginan beliau
mengumpulkan kita semua di dalam majelis
seperti ini, baik di tempat ini maupun
di tempat yang lain. Tujuan utamanya
adalah agar kita semua bahagia hidupnya
dunia akhirat.
Visi dan misi daripada alkhidmah ini
didirikan oleh pendirinya agar semua
jemaah beliau, semua murid beliau, semua
pecinta beliau selamat dunia akhirat.
Tujuan daripada beliau mendirikan
alkhidmah ini, daripada mengumpulkan
kita semua di tempat ini agar
hajat-hajat kita semua diijabah oleh
Allah. Karena kata Nabi tadi, zikir itu
tidak hanya urusan zikir, tetapi setelah
orang itu berzikir, dia masuk ke dalam
saatul ijabah, saat-saat yang semua doa
akan dikabulkan oleh Allah. Jadi, Bapak
Ibu, tempat mustajabah untuk berdoa itu
tidak hanya di Makkah dan Madinah, tidak
hanya di Raudah, tidak hanya di
Multazam, tetapi kalau kita ingin cari
tempat yang mustajabah doa, salah
satunya adalah di majelis zikir seperti
ini.
Maka hadirin hadirat rahimakumullah,
inilah jemaah alkhidmah.
Inilah perkumpulan al-khidmah.
sebuah perkumpulan
yang nyalanya, yang cahayanya telah
dinyalakan oleh Hadratus Syekh Ahmad
Asrani Al-Ishaqi 20 tahun yang lalu.
Sepeninggal beliau kata ketua alkhidmah
tadi, alkhidmah tidak semakin mundur,
justru semakin berkembang besar.
nyalanya dinyalakan. Cahaya yang
dinyalakan oleh beliau 20 tahun yang
lalu setelah beliau meninggal, cahaya
itu, cahaya al-khitmah berkembang dari
Sabang sampai Merauke.
Beberapa hari yang lalu
ada Khaul Akbar di Kota Batam.
Beberapa waktu yang lalu, Khal Akbar
Singapura.
Beberapa waktu yang lalu, Khal Akbar
Alkhidmah di Malaysia.
Ada Khal Akbar alkhidmah di Bali, ada
Khal Akbar alkhitmah di Sulawesi,
bahkan ada Khul Alkhitmah di Papua sana.
Cahaya yang dinyalakan oleh Hadratus
Syekh telah tersebar ke seluruh
Indonesia. Ini menunjukkan apa?
Menunjukkan keikhlasan dari pendiri
alkhidmah dan menunjukkan ketinggian
makam daripada pendiri alkhitmah di sisi
Allah Subhanahu wa taala.
Maka hadirin hadirat rahimakumullah,
inilah majelis yang kelak ketika kita
telah meninggalkan dunia ini, ketika
kita semua telah meninggalkan dunia ini,
maka kelak kita akan tahu betapa tinggi
nilai majelis seperti ini.
Karena kenapa di dalam majelis zikir
alkitmah kita semua diajarkan untuk
membaca aneka zikir?
Di antara sekian banyak zikir, ada satu
zikir yang menjadi simbol atau ikon
alkhidmah adalah membaca
lailahaillallah.
Yang mana satu kalimat lailahaillallah
ini dalam sebuah hadis qudsi Allah
berfirman satu kalimat lailahaillallah.
Ketika kalimat ini satu saja ditimbang
dengan langit, bumi, dan seluruh isinya,
maka kalimat yang timbangan yang
terdapat kalimat lailahaillallah itulah
timbangan yang lebih berat.
Majelis seperti ini adalah sebuah
majelis
yang di antara tujuan utamanya yang
lainnya adalah mendekatkan kita dengan
Nabi Besar Muhammad.
Menjadikan kita cinta kepada Nabi Besar
Muhammad.
Menjadikan kita semua punya ikatan kuat
dengan Nabi Besar Muhammad sallallahu
alaihi wasallam.
Apa kata Sayyidina Syekh Abdul Qadir
Aljilani? Beliau dalam sebuah kesempatan
mengatakan tiftu masyariqal ard wa
magari
fama wajadtu baban lil wusuli ilallah gi
babi sayyidina Muhammad. Sungguh aku
telah keliling ke seluruh penjuru bumi,"
kata Syekh Abdul Qadir AlJailani,
"Aku tidak mendapatkan satu pintu yang
mengantarkan orang itu mendapatkan
ampunan Allah, mendapatkan rida Allah,
kecuali pintu itu adalah pintu yang
harus lewat satu-satunya kepada Nabi
Besar Muhammad sallallahu alaihi
wasallam." Maka Hadratus Syekh Ahmad
Asrori Al-Isqi membimbing kita semua
dalam majelis zikir alkhidmah. Kita
memperbanyak selawat, kita membaca
Maulid Nabi Besar Muhammad, kita membaca
akhlak akhlaknya Nabi Besar Muhammad
agar apa? Agar kita punya ikatan yang
kuat dengan Nabi Besar Muhammad. Ketika
kita punya ikatan yang kuat dengan Nabi
Muhammad, maka insyaallah Anda semua
akan diselamatkan oleh Allah subhanahu
wa taala. Hadirin, ada sebuah kisah.
Kisah ini disampaikan oleh
Al Imam Abu Nuaim al-Asfihani
dalam kitab beliau Hilyatul Auliya.
Bahwa pernah pada zaman Nabi Musa
alaihialatu wasalam pada zaman Bani
Israil
ada seorang yang yang ahli maksiat.
Setiap hari dia bermaksiat kepada Allah
subhanahu wa taala.
Bahkan karena saking ahli maksiatnya dia
sampai dijauhi oleh masyarakat sekitar
karena takut terhadap dirinya.
Hadirin, ketika si pendosa ini kemudian
dia wafat, ketika dia meninggal, tidak
ada satu orang pun daripada penduduk
desa tersebut yang mau merawat
jenazahnya.
Jenazah si pendosa ini kemudian dibuang
ke tempat sampah oleh masyarakatnya.
Maka saat itu Allah Subhanahu wa taala
kemudian memberikan wahyu kepada Nabi
Musa alaihialatu wasalam.
"Wahai Musa, pergilah engkau ke desa
ini. Di situ ada seorang hambaku, ada
seorang waliku yang mana dia telah
wafat. Tidak ada seorang pun yang mau
merawat jenazahnya." Kata Allah. "Maka
engkau wahai Musa, pergilah ke desa
tersebut, cari mayat tersebut, cari
jenazah tersebut. Kemudian rawatlah
jenazahnya dan salatilah jenazahnya dan
kuburkan.
Nabi Musa mendapatkan wahyu dari Allah
kemudian pergi ke desa yang dimaksud
tersebut. Kemudian beliau mendapati ada
jenazah yang dibuang ke tempat sampah.
Nabi Musa kemudian tanya kepada
masyarakat sekitar, "Kenapa kalian tidak
mau mensalati jenazah ini? Kenapa kalian
tidak mau merawat jenazah ini?"
Nabi Musa kemudian mendapatkan
penjelasan wahai Musa, itu ahli maksiat.
Dia menghabiskan seluruh hidupnya untuk
bermaksiat kepada Allah. Bahkan itu
dilakukan selama 200 tahun lamanya.
Nabi Musa kemudian bermunajat kepada
Allah, berdoa kepada Allah, "Ya Rabb
israil syahidu annahu miatin."
Ya Allah, kenapa Bani Israil tidak mau
merawat jenazah ini? Karena orang ini,
Ya Allah,
menghabiskan 200 tahun usianya untuk
bermaksiat kepadamu, Ya Allah. Apa kata
Allah? Apakah engkau pikir aku tidak
tahu wahai Musa? Aku adalah Allah zat
yang maha tahu.
Tapi tahukah engkau wahai Musa?
Seburuk-buruk orang dia tetap mempunyai
kebaikan.
Orang ini jenazah ini betul dia telah
bermaksiat kepadaku selama 200 tahun.
Tetapi pernah pada satu siang dia
membuka kitab Taurat. Ketika dia membuka
kitab Taurat dia melihat di dalam kitab
Taurat tersebut tulisan nama Nabi besar
Muhammad.
Dia tahu bahwa sosok nabi yang bernama
Muhammad itu belum dilahirkan.
Dia tahu bahwa sosok yang bernama Nabi
Muhammad itu adalah nabi akhir zaman.
Dia tahu bahwa sosok yang bernama Nabi
Muhammad itu adalah pemimpin nabi dan
rasul dan manusia yang paling dicintai
oleh Allah. Maka kemudian si ahli
maksiat ini mencium
tulisan yang bertulis Muhammad tersebut.
Kemudian dia menciumi tulisan yang bern
yang tertulis Muhammad tersebut. Dia
meletakkan kitab Taurat di atas
kepalanya dan dia berselawat
satu kali kepada Nabi Besar Muhammad
meski Nabi Muhammad belum dilahirkan.
Allah kemudian berfirman kepada Nabi
Musa, "Berkat itu wahai Musa, aku berkat
cintanya dia kepada manusia yang paling
aku cintai yakni Muhammad maka semua
dosanya telah aku ampun dan saat ini dia
telah aku masukkan ke dalam surgaku."
Kata Allah Subhanahu wa taala. Hadirin,
ini umatnya Nabi Musa. Berselawat kepada
Nabi Muhammad satu kali cinta kepada
Nabi Muhammad, dia mendapatkan syafaat
dari Nabi Muhammad. Apalagi kita yang
hadir di sini. Kita semua cinta kepada
Nabi Muhammad. Kita semua hadir di sini
karena cinta kepada Nabi Besar Muhammad.
Kita semua hadir di sini ratusan kali
atau bahkan ribuan kali membaca selawat
kepada Nabi Muhammad. Insyaallah kita
semua di sini kelak akan mendapatkan
syafaat daripada Nabi Besar Muhammad.
Maka hadirin, sebagai penutup mari kita
semarakkan alkhidmah. Mari kita
makmurkan alkhidmah ini. Kami dari
keluarga besar Hadrat Syekh Ahmad Asrod
Alisaki radhiallahu anhu ikut mendoakan
semoga alkhidmah ini semakin berkembang
di tempat ini. Semoga alkhidmah ini
semakin berkembang tidak hanya di tempat
ini, tetapi juga di seluruh Sumatera
Selatan. Tidak hanya di seluruh Sumatera
Sumatera Selatan, tetapi juga di seluruh
Indonesia. Amin. Amin. Amin. Allahum
amin. Kita makmurkan alkhidmah. Kita
jaga alkhidmah. Dan kita berharap semoga
alkhidmah ini di antaranya menjadi
perahu yang menyelamatkan kita dalam
kehidupan kita di dunia ini maupun di
akhirat. Hadirin hadirat rahimakumullah,
mari kita sejenak menundukkan pandangan
kita berdoa kepada Allah subhanahu wa
taala. Mari sejenak kita menundukkan
pandangan kita berdoa kepada Allah
Subhanahu wa taala. mengangkat kedua
tangan kita, merendahkan hati kita,
merendahkan hati kita, mengakui
dosa-dosa kita kepada Allah. Kita minta
hajat kulo panjenengan, hajat kita semua
hajat itu baik itu hajat dunia maupun
hajat akhirat. Bismillahirrahmanirrahim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma
sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
Muhammad. Ya Allah, ya Rahman, ya Rahim,
ya Raufu, ya Karim. Inilah kami ya Allah
jemaah alkidmah. Inilah kami ya Allah
para pecinta dari guru kami, Hadratus
Syekh Ahmad Asr Alishaqi. Ya Allah, kami
berkumpul di sini melaksanakan tuntunan
yang telah diajarkan oleh guru kami,
Hadratus Syekh Ahmad Asrari. Semasa
beliau ada di tengah-tengah kami, ya
Allah, beliau senantiasa mengajak kami
untuk mencintai Nabi Besar Muhammad.
Semasa beliau ada di tengah-tengah kami,
beliau mengajarkan kepada kami untuk
mengamalkan sunah-sunahnya Nabi Besar
Muhammad. Ya Allah, mata ini memang
tidak pernah melihat Nabi Besar
Muhammad, tapi mata ini pernah menangis
rindu kepada Nabi Besar Muhammad. Berkah
daripada Hadratus Syekh Ahmad Asrari
Al-Ishaqi guru kami. Izinkanlah kami
berjumpa dengan Nabi Besar Muhammad.
Izinkanlah mata kami memandang Nabi
Besar Muhammad. Dan kumpulkanlah kami
kelak bersama Nabi Besar Muhammad.
Ya Allah, ya Rahman, sebagaimana Engkau
kumpulkan kami di acara majelis yang
mulia ini, karena cinta kepada Nabi
Besar Muhammad, karena cinta kepada
Sultanul Auliya, Sayidina Syekh Abdul
Qadir Aljilani. Karena cinta kepada
Hadratus Syekh Muhammad Utsman
Al-Ishaqi, karena cinta kepada guru
kami, Hadratus Syekh Ahmad Asrari
Al-Ishaqi. Kumpulkanlah kami bersama
beliau semua. Ya Allah, kumpulkanlah
kami bersama beliau semua bersama
rombongannya Nabi Besar Muhammad.
Ya Allah, walaupun mata ini masih sering
melihat yang haram, walaupun tubuh kami
masih sering bermaksiat kepada-Mu ya
Allah, tapi ya Allah hari ini kami
datang mengakui dosa-dosa kami, berkah
daripada Hadratus Syekh. Jangan Engkau
halangi mata ini daripada melihat
keindahan Nabi Besar Muhammad. Ya Allah,
jika yang pantas berkumpul dengan Nabi
Muhammad hanyalah orang yang hatinya
bersih dan kami di sini adalah
orang-orang yang hatinya kotor. Maka
berkat daripada guru kami Hadratus
Syekh, berkat daripada majelis zikir
alkhidmah ini, bersihkanlah hati kami
semua ya Allah. Bersihkanlah hati kami
semua ya Allah. Bersihkanlah hati kami
semua ya Allah agar pantas bertemu dan
berkumpul bersama Nabi Besar Muhammad.
Bersihkanlah hati kami ya Allah dari
sifat ujub. Bersihkanlah hati kami dari
sifat hasud. Bersihkanlah hati kami dari
sifat sombong. Dari sifat dendam. Dari
sifat kebencian dan permusuhan kepada
orang lain. Ya Allah. Jika yang pantas
bersama Nabi Besar Muhammad adalah
hamba-hamba-Mu yang saleh yang tidak
pernah meninggalkan salat, yang
istiqamah dalam berzikir dan membaca
Al-Qur'an, dan kami belum mampu untuk
melakukan itu, maka jadikanlah kami
termasuk di antara orang-orang yang
mampu melakukan itu dan jadikan kami di
antara hamba-Mu yang saleh itu, Ya
Allah. Ya Allah,
jika yang pantas bersama Nabi Besar
Muhammad adalah hamba-hamba-Mu yang
bertakwa, yang jauh daripada perbuatan
dosa, maka berkat daripada Hadratus
Syikh, jadikanlah kami semua yang hadir
di sini, jadikanlah kami semua yang
hadir di sini menjadi orang yang mampu
bertaubat daripada perbuatan dosa
setelah ini. Ya Allah. Ya Allah. Kami
bertawasul berkah daripada kedudukan
Hadratus Syekh Ahmad Asrari, berkah
daripada Hadratus Syekh Muhammad Utsman,
berkah daripada Sultanul Auliya,
Sayidina Syekh Abdul Qadir AlJailani.
Ampunilah dosa kami ya Allah. Ampunilah
dosa kami ya Allah. Tutuplah seluruh aib
kami ya Allah. Tutuplah seluruh aib
keluarga kami ya Allah. dan seluruh aib
semua orang yang hadir di sini. Ya Allah
semoga seluruh keluarga Hadratus Syekh
diberikan kesehatan dan panjang umur
sehingga terus bisa melanjutkan warisan
dan perjuangan daripada ayahanda beliau.
Semoga semua yang hadir di sini ya
Allah, Engkau ampuni seluruh dosanya,
Engkau mudahkan seluruh hajatnya, Engkau
luaskan seluruh rezekinya, Engkau
sembuhkan siapapun di antara orang yang
sakitnya. Dan ya Allah secara khusus
kami berdoa kepada-Mu untuk kabupaten
yang kami cintai ini dan untuk Provinsi
Sulawesi Selatan secara umum dan
Indonesia pada umumnya. Jadikanlah
negeri ini negeri yang makmur, negeri
yang aman, negeri yang subur.
Anugerahkanlah kepada penduduknya rezeki
yang luas, rezeki yang halal, rezeki
yang berkah. Ya Allah, jadikanlah
perkumpulan alkhidmah ini sebagai
wasilah kami, anak-anak kami, kedua
orang tua kami, semua orang yang kami
cintai sebagai wasilah untuk mendapatkan
rida-Mu agar kelak kami semua memandang
wajah keagungan dan keindahan-Mu, ya
Allah. Ya Allah, jika yang berdoa ini
tidak layak Engkau ijabah, bukankah di
antara yang mendengar dan yang
mengaminkan ada yang layak Engkau
ijabah? Ya Allah, jika hanya orang yang
saleh saja yang doanya Engkau terima,
maka kepada siapa kami para pendosa ini
memohon berdoa. Ya Allah, Rabbana
taqobbal minna innaka antas samiul
alimba ala innaka ant tawaburahim.
Walhamdulillahiabbil alamin. Hadirin
hadirat seluruh jemah alkhidmah
rahimakumullah. Di antara bimbingan
daripada Hadratus Syekh Ahmad Asrari
ketika kita mengikuti jemah acara
alkhidmah adalah jangan terlebih dahulu
pulang, jangan dahulu beranjak sebelum
doa fatihah selesai dibacakan. Dan
setelah ini doa Fatihah akan dibacakan.
Baru setelah doa Fatihah selesai dibaca,
kita bisa meninggalkan tempat. Itu di
antara bimbingan daripada Hadratus Syekh
Ahmad Asrul As'i. Kita semua berdoa
semoga kita semua yang hadir di sini
semua apa yang kita lakukan diterima
oleh Allah subhanahu wa taala. Hadirin
hadirat rahimakumullah. Demikian apa
yang bisa kami sampaikan yang benar dari
Allah yang salah murni kekhilafan dan
kebodohan kami secara pribadi. Walu
minkum ihdinasiratal mustaqim.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *