oleh UST. DR. ABDUR ROSYID JUHRO M, Fil. I.
KAJIAN RAMADHAN 2025
Bertempat di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Kedinding Surabaya
SELASA PAGI, 3 MARET 2025 (3 RAMADHAN 1446 H)

1. Definisi dan Esensi Manaqib
Menurut penjelasan Hadratush Syekh, Manaqib bukan sekadar biografi biasa. Secara esensial, manaqib adalah segala hal yang diketahui dan dikenal dari diri seseorang yang meliputi:
- Kepribadian yang terpuji (Al-Hamidah).
- Sifat-sifat yang manis/menyenangkan (Al-Maliha).
- Akhlak yang baik dan indah (Al-Jamilah).
- Perjalanan batin (ahwal) yang suci (Az-Zakiyah).
- Kesempurnaan diri yang luhur (Al-Aliyah).
- Karamah (kemuliaan) yang nyata terjadi dan besar.
Singkatnya, manaqib adalah rekaman kemuliaan seorang kekasih Allah yang dibaca untuk mengambil teladan dan keberkahan.
2. Keutamaan dan Manfaat Manaqiban
Terdapat berbagai literatur mengenai manaqib, khususnya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, seperti Faidur Rahmani, Nurul Burhani, hingga Jawahirul Ma’ani.
45 Fadilah Manaqib
KH. Jauhari Umar (Pasuruan) menyebutkan dalam pengantar Jawahirul Ma’ani bahwa terdapat 45 manfaat bagi orang yang mengamalkan manaqiban. Beberapa di antaranya adalah:
- Kelancaran rezeki dan kesuksesan dagang.
- Kecerdasan dan kesuksesan studi.
- Terkabulnya doa-doa (hajat duniawi maupun ukhrawi).
Peringatan Hadratush Syekh
Meskipun manfaatnya besar, Hadratush Syekh dan Mbah Kyai Romli jarang merinci fadilah duniawi tersebut. Tujuannya agar jemaah tidak terjebak pada niat duniawi semata. Beliau khawatir jika kita hanya mengejar “n-max” atau “iPhone” di dunia melalui manaqib, kita tidak mendapatkan apa-apa di akhirat karena niat yang cacat.
3. Dampak Spiritual bagi Pembaca dan Pendengar
Manaqib memiliki kekuatan spiritual yang luar biasa (Yajlibu masami’as-sami’in), di antaranya:
- Menarik perhatian pendengar: Bahkan orang yang tidak paham bahasanya pun bisa merasakan keindahan dan getaran spiritualnya.
- Menguatkan hati: Memberi energi bagi para “murid” (orang yang ingin mendekat kepada Allah).
- Membangkitkan kerinduan: Mendorong keinginan untuk wushul (sampai) kepada Allah SWT.
- Keberkahan Majelis: Duduk di majelis manaqib, baik dalam kondisi paham maupun tidak, terjaga maupun mengantuk, tetap dicatat sebagai kebaikan oleh malaikat karena mereka berada dalam kelompok yang tidak akan merugi (Humul qaumu alladzina la yasyqa bihim jalisuhum).
4. Landasan Manaqib dalam Al-Qur’an dan Hadis
Manaqib memiliki landasan yang sangat kuat dalam sumber utama Islam.
Dalam Al-Qur’an
Mayoritas isi Al-Qur’an bukanlah hukum atau tauhid, melainkan cerita/kisah (Qisas). Syekh Muhammad Rasyid Ridho menyebutkan cerita adalah salah satu dari lima kandungan utama Al-Qur’an.
- Surah dengan Nama Tokoh: Allah mengabadikan nama-nama orang saleh dan nabi sebagai nama surah (Surah Muhammad, Ibrahim, Yusuf, Yunus, Hud, dll.).
- Kisah Teladan: Surah Al-Kahfi, Maryam, dan Ali Imran berisi manaqib (biografi kemuliaan) tokoh-tokoh pilihan untuk dijadikan pelajaran (Ibrah).
Dalam Hadis
Para imam hadis besar menyediakan bab khusus mengenai manaqib:
- Shahih Bukhari & Shahih Muslim: Terdapat Kitabul Manaqib dan Kitabu Fadhailis Shahabah.
- Sunan Abu Daud, Tirmidzi, & An-Nasai: Juga mencantumkan bab-bab mengenai keutamaan dan manaqib para sahabat serta keluarga Nabi.
5. Rahasia Ilmu Seorang Mursyid
Kajian ini juga menyinggung tentang kapasitas seorang Mursyid. Begitu seseorang diangkat menjadi Mursyid, Allah “menumpahkan” segala ilmu ke dalam hatinya (Subba Jami’ul Ulum).
- Seorang Mursyid tidak lagi bergantung pada sekadar membaca kitab karena ilmunya bersifat laduni.
- Mereka dianugerahi ilmu para ulama, siasat para raja, dan hikmah para ahli bijak.
- Contoh nyata adalah Hadratush Syekh yang mampu menjelaskan detail medis tentang jantung secara akurat meskipun beliau bukan dokter, karena akses ilmu yang diberikan Allah.
Sumber: Channel YT ALWAVA
Link Full Video Kajian
Pertanyaan, kerjasama, atau laporan konten hubungi kami:
Email : ngaji.anina99@gmail.com
Youtube : @anina99dotcom
Tiktok : @anina99dotcom
Whatsapp : +62 895-6117-07936
Saluran WA : Ngaji Bareng Anina