oleh UST. DR. ABDUR ROSYID JUHRO M, Fil. I.
KAJIAN RAMADHAN 2025
Bertempat di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Kedinding Surabaya
KAMIS PAGI, 6 MARET 2025 (6 RAMADHAN 1446 H)

1. Keutamaan Bersiwak dan Adab Ibadah
Kajian dibuka dengan penjelasan mengenai pentingnya menjaga kesucian dan sunah sebelum salat, khususnya penggunaan siwak.
- Pahala Siwak: Salat yang didahului dengan bersiwak memiliki keutamaan 70 kali lipat dibandingkan tanpa siwak.
- Ketentuan Saat Puasa: Setelah masuk waktu zuhur (zawal) di bulan Ramadan, penggunaan siwak tidak diperbolehkan.
- Alternatif Siwak: Jika tidak ada kayu siwak, Imam Nawawi menyebutkan boleh menggunakan ujung lengan baju atau bahkan jari tangan teman (dalam konteks darurat/pendapat fiqih tertentu) untuk membersihkan gigi.
2. Mengenal Wali Allah dan Prinsip Husnudzon
Salah satu inti kajian ini adalah kisah Hadratush Syekh Ahmad Asrori Al-Ishaqi saat menunaikan ibadah haji tahun 1970 bersama Kiai Sepuh (Kiai Utsman Al-Ishaqi).
Pesan Kiai Sepuh saat Tawaf:
- Jangan terlalu dekat dengan Ka’bah.
- Jangan berprasangka buruk (suuzon): Jika melihat orang dengan penampilan tidak umum (tampak kumal atau seperti gelandangan), segera kembalikan hati kepada Allah dengan membaca: Allāhumma anta maqṣūdī wa riḍāka maṭlūbī….
Kisah Wali yang Menyamar:
Hadratush Syekh menceritakan pengalamannya bertemu orang tua berpakaian compang-camping di makam Ma’la yang ternyata adalah seorang Wali. Melalui peristiwa ini, ditegaskan kaidah:
“La ya’riful wali illal wali”
(Tidak ada yang mengenal seorang Wali kecuali sesama Wali) .
Banyak Wali yang bersifat Mastur (tersembunyi) untuk menghindari fitnah zaman. Mereka bisa berwujud apa saja: mulai dari pengemis, tukang becak, hingga pejabat yang berpakaian rapi.
3. Eksistensi dan Jumlah Wali di Dunia
Berdasarkan kitab Futuhatul Makkiyah karya Syekh Muhyiddin Ibnu Arabi, jumlah Wali Allah di bumi selalu tetap, yakni 124.000 orang, sesuai dengan jumlah nabi.
- Keseimbangan Alam: Jika jumlah Wali berkurang satu saja tanpa ada penggantinya, maka rumput tidak akan tumbuh hijau dan hujan tidak akan turun dari langit.
- Ciri Utama: Berdasarkan Al-Qur’an, ciri utama Wali adalah Iman dan Takwa. Barangsiapa mendustakan keberadaan Wali, dikhawatirkan ia akan meninggal dalam keadaan suul khatimah karena berarti ia mendustakan esensi iman dan takwa itu sendiri.
4. Pentingnya Ibadah Sunah (Nawafil)
Dalam perspektif tasawuf, tanda Allah menghendaki kebaikan pada hamba-Nya adalah dengan menjadikannya percaya pada para Wali dan karomahnya. Salah satu jalan menjadi kekasih Allah adalah melalui konsistensi ibadah sunah.
Hadis Qudsi Kedekatan pada Allah:
Allah berfirman bahwa tidak ada yang lebih Dia cintai selain hamba yang menjalankan kewajiban fardu. Namun, hamba tersebut dapat terus mendekat hingga mencapai tingkatan “Dicintai Allah” melalui ibadah-ibadah sunah (nawafil).
Manfaat Salat Sunah:
- Menambal Kekurangan: Salat fardu kita seringkali tidak sempurna (kurang khusyuk atau kurang adab). Salat sunah (seperti Rawatib, Tahajud, Tasbih, Duha, dll.) berfungsi untuk menambal kekurangan tersebut saat dihisab di akhirat nanti.
- Prinsip Thariqah: Dalam Thariqah dan Al-Khidmah, diajarkan untuk menganggap ibadah sunah seolah-olah menjadi “kewajiban” bagi diri sendiri agar istiqamah dijalankan.
Kesimpulan:
Kita diajarkan untuk selalu mengedepankan husnudzon kepada siapa pun karena kita tidak tahu siapa kekasih Allah di antara manusia. Selain itu, perbanyaklah salat sunah sebagai bekal untuk menyempurnakan amal fardhu kita.
Sumber: Channel YT ALWAVA
Link Full Video Kajian
Pertanyaan, kerjasama, atau laporan konten hubungi kami:
Email : ngaji.anina99@gmail.com
Youtube : @anina99dotcom
Tiktok : @anina99dotcom
Whatsapp : +62 895-6117-07936
Saluran WA : Ngaji Bareng Anina