oleh UST. DR. ABDUR ROSYID JUHRO M, Fil. I.
KAJIAN RAMADHAN 2025
Bertempat di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Kedinding Surabaya
JUMAT PAGI, 7 MARET 2025 (7 RAMADHAN 1446 H)

1. Hakikat Wali Allah: Menjadi “Instrumen” Ilahi
Seseorang yang istiqamah dalam ibadah fardhu dan menyempurnakannya dengan ibadah sunnah akan diangkat oleh Allah menjadi kekasih-Nya atau Wali Allah. Dalam Hadis Qudsi digambarkan bahwa jika Allah telah mencintai seorang hamba, maka:
- Pendengarannya menjadi pendengaran Allah.
- Pandangannya menjadi pandangan Allah.
- Tangan dan kakinya bergerak dalam bimbingan Allah.
Ini bukan berarti manusia menyatu secara fisik dengan Tuhan, melainkan penglihatan dan pendengaran mereka melampaui batas manusia normal.
Teladan Karomah para Wali
- Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu: Saat berkhutbah di Madinah, beliau mampu melihat pasukannya yang terancam di jarak ratusan kilometer dan berteriak memberikan instruksi yang didengar langsung oleh pasukannya.
- Mbah Son Haji (Mbah Bolong): Salah satu santri Sunan Ampel yang mampu melihat langsung Ka’bah di Makkah hanya melalui lubang di dinding masjid untuk menentukan arah kiblat yang presisi.
2. “Kabinet” Para Wali di Surabaya
Dalam tradisi ziarah, para wali seringkali memiliki “peran” atau wasilah yang berbeda-beda menurut para ulama:
- Sunan Ampel: Wasilah untuk kemuliaan derajat di sisi Allah.
- Mbah Bolong (Mbah Son Haji): Ibarat “Menteri Pendidikan”; wasilah untuk kecerdasan keturunan.
- Mbah Saleh: Ibarat “Menteri Agama”; wasilah agar keturunan menjadi orang saleh.
- Habib Syekh Bafaqih (Boto Putih): Ibarat “Menteri Keuangan”; wasilah untuk urusan rezeki dan bisnis.
3. Rahasia Allah Mengatur Keadaan Hamba
Allah mengatur keadaan setiap mukmin berdasarkan apa yang paling maslahat bagi hatinya. Tidak semua keinginan kita yang baik dikabulkan karena Allah Maha Tahu risiko di baliknya:
- Kekayaan vs Kemiskinan: Ada orang yang jika dibuat miskin akan menjadi kufur, maka Allah membuatnya kaya. Sebaliknya, ada orang yang jika kaya akan menjadi sombong/rusak agamanya, maka Allah menjaganya dalam kemiskinan.
- Kesehatan vs Sakit: Ada hamba yang terus sehat karena jika sakit ia akan malas ibadah. Namun, ada juga yang dibuat sakit terus-menerus agar ia selalu ingat dan berzikir kepada Allah.
4. Tiga Cara Allah Mengabulkan Doa
Setiap doa mukmin pasti dikabulkan selama tidak mengandung dosa atau memutus silaturahmi. Berdasarkan hadis, ada tiga cara pengabulannya:
- Kontan (Langsung): Diberikan langsung di dunia sesuai permintaannya.
- Tabungan Akhirat: Tidak diberikan di dunia, tetapi dikumpulkan sebagai pahala besar di akhirat.
- Dihindarkan dari Musibah: Doanya dikabulkan dengan cara Allah menghapus takdir buruk yang seharusnya menimpa orang tersebut.
Pesan Penting: Jangan berputus asa jika doa belum dikabulkan. Allah menjamin pengabulan doa sesuai waktu yang Dia inginkan (terbaik bagi kita), bukan sesuai waktu yang kita inginkan.
5. Keutamaan Saling Mencintai karena Allah
Rasulullah menyebutkan adanya sekelompok orang yang bukan Nabi dan bukan Syuhada, namun membuat para Nabi iri karena kedekatan mereka dengan Allah. Ciri mereka adalah:
- Saling mencintai dan menyayangi murni karena Allah.
- Bukan karena hubungan darah (saudara) atau karena urusan harta.
- Di akhirat, wajah mereka bercahaya dan mereka tidak merasa takut saat manusia lain ketakutan.
Sumber: Channel YT ALWAVA
Link Full Video Kajian
Pertanyaan, kerjasama, atau laporan konten hubungi kami:
Email : ngaji.anina99@gmail.com
Youtube : @anina99dotcom
Tiktok : @anina99dotcom
Whatsapp : +62 895-6117-07936
Saluran WA : Ngaji Bareng Anina