(7). KAJIAN KITAB AL MUNTAKHOBAT (2025) : FII MAA HUWA AL MANAQIB

oleh UST. DR. ABDUR ROSYID JUHRO M, Fil. I. 

KAJIAN RAMADHAN 2025

Bertempat di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Kedinding Surabaya

SABTU PAGI, 8 MARET 2025 (8 RAMADHAN 1446 H)

1. Mengenal Karakteristik Para Wali Allah

Dalam kajian ini, dijelaskan bahwa para Wali Allah memiliki tanda-tanda khusus yang dapat dirasakan langsung oleh hati orang yang melihatnya. Berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Sayidatuna Asma binti Yazid, Rasulullah SAW pernah menawarkan untuk memberitahukan siapa orang-orang pilihan (khiyarikum) di antara umatnya.

  • Definisi Wali: Rasulullah SAW menyebutkan bahwa Wali adalah orang-orang yang apabila dipandang wajahnya, maka orang yang melihat akan langsung ingat kepada Allah. Getaran spiritual mereka mampu menghubungkan hati seseorang kepada Sang Pencipta tanpa perlu banyak kata.
  • Kriteria Teman Duduk yang Baik: Saat ditanya mengenai siapa teman terbaik untuk bergaul, Rasulullah SAW memberikan tiga kriteria utama:
    1. Sosok yang melihatnya membuat kita ingat kepada Allah (dzakarallah Ta’ala ru’yatuhu).
    2. Sosok yang pembicaraannya menambah ilmu agama kita (zadakum fi ‘ilmikum mantiquhu).
    3. Sosok yang amal perbuatannya mengingatkan kita pada hari akhirat (dzakkarakum al-akhirata amaluhu).

2. Keteladanan Mutlak Rasulullah SAW

Hadis bukan hanya sekadar ucapan (qaul), melainkan mencakup perbuatan (fi’il) dan ketetapan (taqrir) Rasulullah SAW selama 24 jam. Segala aspek kehidupan beliau adalah pedoman (Uswah Hasanah) yang berlaku secara mutlak tanpa pengecualian.

  • Totalitas Mengikuti Sunnah: Dicontohkan bagaimana para ulama terdahulu, seperti Imam Syafi’i, sangat detail dalam mengikuti sunnah, hingga rela mengulang masuk masjid hanya demi memastikan melangkah dengan kaki kanan.
  • Kisah Pencinta Rasulullah: Ada kisah seorang saudagar yang sangat berhati-hati saat hendak memakan semangka. Ia menunda makannya karena belum mengetahui secara pasti bagaimana cara Rasulullah SAW memotong semangka (apakah berdiri atau miring), saking takutnya menyelisihi sunnah.

3. Mahabbah: Mencintai Rasulullah di Atas Segalanya

Iman seseorang dianggap belum sempurna hingga ia mencintai Rasulullah SAW melebihi cintanya kepada keluarga, harta, bahkan dirinya sendiri.

  • Dialog Umar bin Khattab: Awalnya Sayyidina Umar mengaku mencintai Rasulullah melebihi segalanya kecuali dirinya sendiri. Namun, setelah ditegur oleh Rasulullah, Umar kemudian menyadari dan menyatakan bahwa beliau mencintai Rasulullah lebih dari nyawanya sendiri. Saat itulah Rasulullah bersabda, “Sekarang (imanmu sempurna), wahai Umar”.
  • Kasih Sayang Rasulullah kepada Umat: Di hari kiamat, Rasulullah SAW digambarkan sebagai sosok yang paling sibuk menyelamatkan umatnya. Beliau enggan masuk surga selama masih ada satu pun umatnya yang berada di neraka. Inilah bukti bahwa kasih sayang Rasulullah kepada kita jauh melampaui kasih sayang kita kepada diri sendiri.

4. Implementasi Khidmah dan Keteladanan Mursyid

Kajian ini juga menyoroti keteladanan Hadratus Syekh (Ahmad Asrori al-Ishaqi) dalam mendidik jemaah.

  • Tarbiyah Adab: Beliau selalu memegang kitab saat memimpin majelis atau mengajar, meski beliau telah hafal di luar kepala. Hal ini dilakukan untuk mendidik murid agar tetap rendah hati, tidak sombong atas hafalannya, dan selalu bersandar pada literatur ulama (kitab).
  • Istiqamah dalam Ibadah: Disiplin beliau dalam duduk berjam-jam tanpa mengubah posisi kaki saat memimpin manaqib menjadi bukti nyata keteguhan lahir dan batin yang perlu dicontoh oleh para imam majelis.

Kesimpulan: Inti dari ajaran agama yang ditanamkan Rasulullah selama 10 tahun pertama di Makkah adalah Mahabbah (Cinta). Dengan adanya rasa cinta yang mendalam kepada Allah dan Rasul-Nya, segala perintah agama (seperti salat dan zakat) akan terasa ringan untuk dilaksanakan.

Sumber: Channel YT ALWAVA

Link Full Video Kajian

Pertanyaan, kerjasama, atau laporan konten hubungi kami:

Email : ngaji.anina99@gmail.com

Youtube : @anina99dotcom

Tiktok : @anina99dotcom

Whatsapp : +62 895-6117-07936

Saluran WA : Ngaji Bareng Anina

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *