Mauidhoh Hasanah oleh HABIB ALI ZAINAL ABIDIN BIN ABDULLAH ASSEGAF
MAJLIS DZIKIR MAULIDURRASUL SAW & HAUL DESA ABAR ABIR GRESIK
Bertempat di Halaman Masjid Baitul Abror Desa Abar Abir Bungah Gresik
RABU MALAM, 31 DESEMBER 2025 (12 RAJAB 1447 H)

Kemuliaan Majelis Dzikir di Malam Pergantian Tahun
Alhamdulillah, atas izin dan inayah Allah SWT, kita dapat berkumpul di halaman Masjid Baitul Abror, Desa Abar-Abir, untuk melakukan taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah dan menyambung tali spiritual (taalluk) dengan para wali Allah. Rasulullah SAW bersabda bahwa tidaklah suatu kaum berkumpul di rumah Allah untuk berdzikir, kecuali mereka tidak akan keluar dari tempat tersebut melainkan dosa-dosanya telah diampuni oleh Allah SWT. Bahkan lebih dari itu, Allah tidak hanya menghapus dosa, tetapi juga menggantinya dengan pahala (wabaddala sayiatihim hasanat).
Keistimewaan Bulan Rajab Menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani
Momen ini menjadi semakin istimewa karena kita berada di dalam bulan Rajab, bulan yang sangat dimuliakan oleh Allah. Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab Al-Ghunyah menjelaskan bahwa setiap huruf dalam kata “Rajab” memiliki makna mendalam:
- Huruf Ra (ر): Bermakna Rahmatun minallah (Rahmat dari Allah).
- Huruf Jim (ج): Bermakna Judun minallah (Kedermawanan Allah kepada hamba-Nya).
- Huruf Ba (ب): Bermakna Birrun (Kebaikan yang Allah berikan kepada hamba pilihan).
Melalui keberkahan majelis ini, kita berharap mendapatkan tiga perkara utama di bulan Rajab: rahmat tanpa azab, kedermawanan tanpa sifat kikir, serta tambahan sifat dermawan dalam diri kita. Salah satu bentuk nyata kedermawanan adalah bersedekah di bulan Rajab, yang menurut para ulama, sekecil apa pun sedekah tersebut jika diterima Allah, maka fadhilah minimalnya adalah dijauhkan dari api neraka Jahannam.
Menjaga Diri dari Maksiat di Bulan Mulia
Allah SWT berfirman: “Janganlah kalian menzalimi diri kalian sendiri” (QS. At-Taubah: 36). Sayyidina Ibnu Abbas menjelaskan bahwa sebagaimana amal saleh dilipatgandakan di bulan Rajab, maka dosa dari maksiat yang dilakukan dengan sengaja di bulan ini juga akan dilipatgandakan.
Sangat disayangkan jika di saat banyak umat lain merayakan pergantian tahun dengan kemaksiatan, kita tidak memanfaatkan waktu untuk intropeksi diri. Sejatinya, bergantinya tahun berarti berkurangnya umur kita. Sahabat Abdullah bin Mas’ud yang telah dijamin surga pun pernah berkata bahwa beliau sangat menyesal jika ada hari di mana matahari terbenam, umurnya berkurang, namun amalnya tidak bertambah.
Rasulullah SAW memberikan ukuran keberuntungan manusia berdasarkan perubahan waktunya:
- Beruntung: Jika tahun 2026 lebih baik amalnya dari tahun 2025.
- Tertipu: Jika amal dan ketaatannya stagnan atau sama saja meski tahun berganti.
- Terlaknat: Jika bertambah umur, namun ketaatannya berkurang dan kemaksiatannya bertambah.
Amalan Praktis di Bulan Rajab dan Pergantian Tahun
Bagi yang merasa berat menjalankan puasa atau amal besar lainnya, setidaknya amalkanlah Istighfar Rajab sebagaimana diajarkan Imam Wahab bin Munabbah:
“Rabbighfirli warhamni watub ‘alayya” (Dibaca 70 kali pagi dan 70 kali sore/malam).
Fadhilahnya, minimal kulit seseorang tidak akan tersentuh api neraka. Beliau juga mengisahkan seorang wanita salehah yang sangat menghormati bulan Rajab hingga memiliki mukena khusus untuk bulan tersebut. Karena penghormatannya pada bulan Rajab, Allah memuliakan jenazahnya hingga tidak dibiarkan berada di bawah tanah (diangkat oleh malaikat).
Berikut adalah detail dialog dan percakapan dalam kisah ibu ahli ibadah asal Desa Abar-Abir yang diceritakan oleh Alhabib Ali Zainal Abidin bin Abdullah Assegaf:
1. Wasiat Sang Ibu Sebelum Wafat
Saat sang ibu yang ahli ibadah tersebut mulai menua dan sakit-sakitan, ia memanggil putranya untuk menyampaikan wasiat khusus mengenai kain kafannya:
“Nak, besok kalau Ibu meninggal, kalau Ibu sudah wafat, tolong ini wasiat: besok saat aku dikafani, tolong mukena Rajab itu ikutkan ke dalam kain kafan.”
Sang anak, yang saat itu sedang sibuk dengan ponselnya, hanya menjawab singkat tanpa benar-benar menyimak dengan serius:
“Oh, iya Bu, siap-siap.”
2. Teguran dalam Mimpi (Malam Pertama Pemakaman)
Karena sang anak lupa akan wasiat tersebut dan justru membelikan kain kafan baru yang mahal , sang ibu mendatangi anaknya di dalam mimpi dengan wajah yang memerah karena marah:
“Tega sekali kamu! Kamu lupa dengan wasiatku?”
3. Suara Gaib dari Langit (Saat Pembongkaran Makam)
Terbangun karena kaget, sang anak mencoba membongkar makam ibunya di tengah malam untuk memasukkan mukena tersebut. Namun, setelah menggali hingga kedalaman 3 meter, ia tidak menemukan jenazah ibunya. Saat itulah terdengar suara gaib dari langit:
“Wahai pemuda, apakah kamu tidak tahu informasinya? Ini informasi A1 (akurat)!”
“Siapa saja yang mengaplikasikan ketaatannya kepada Allah tanpa maksiat, berkat hormat datangnya bulan Rajab selama hidupnya, maka Allah tidak akan membiarkan jenazah orang tersebut ada di bawah tanah.”
Terakhir, terdapat amalan dari As-Sayyid Abdul Qadir bin Abdullah Bilfaqih untuk dibaca tepat pada pukul 00.00 saat pergantian tahun:
“Lailahaillallah (3x), Muhammadur Rasulullah SAW”.
Barangsiapa membacanya di detik pergantian tahun, ia akan mendapatkan 1 juta pahala, dinaikkan 1 juta derajat, dan dihapus 1 juta dosanya. Semoga kita mengakhiri tahun 2025 dengan ampunan dan menyambut tahun 2026 dengan rahmat Allah SWT.
Sumber: Channel YT ALWAVA
Link Full Video Kajian
Pertanyaan, kerjasama, atau laporan konten hubungi kami:
Email : ngaji.anina99@gmail.com
Youtube : @anina99dotcom
Tiktok : @anina99dotcom
Whatsapp : +62 895-6117-07936
Saluran WA : Ngaji Bareng Anina