Mauidhoh Hasanah oleh Habib Abdul Qadir Bin Umar Maula Dawilah
MAJLIS DZIKIR MAULIDURRASUL SAW & HAUL KELURAHAN KENDUNG KEC. BENOWO – SURABAYA
Bertempat di Halaman Gedung Mekar Semanggi, Jl. Kendung IX No. 26 Sememi Benowo Surabaya
SABTU MALAM, 3 JANUARI 2026 (15 RAJAB 1447 H)

Kehadiran kita dalam Majelis Al-Khidmah, khususnya pada malam yang penuh berkah di Kelurahan Kendung ini, merupakan sebuah anugerah. Meski cuaca sedang hujan, semoga setiap tetesnya membawa rahmat dari Allah SWT bagi kita semua. Kita berdoa agar jemaah yang sedang sakit diberikan kesembuhan, yang sedang susah diberikan kebahagiaan, dan segala hajat—baik itu keinginan untuk berhaji maupun umrah—segera diijabah oleh Allah SWT.
Keberkahan majelis ini tidak lepas dari tawasul kita kepada para kekasih Allah, khususnya Hadratus Syekh Romo Kiai Ahmad Asrori Al-Ishaqi. Melalui bimbingan dan wasilah beliau, kita berharap putra-putri kita menjadi generasi yang saleh-salehah serta rumah tangga kita senantiasa dalam keadaan sakinah, mawadah, dan warahmah.
Tiga Nasihat Berharga dari Imam Sufyan bin Uyainah
Dalam kesempatan ini, mari kita merenungkan tiga nasihat berharga dari Sayyidina Sufyan bin Uyainah, salah seorang tokoh dari generasi Tabiin (generasi setelah sahabat Nabi):
- Memperbaiki Batin (Hati): Siapa pun yang senantiasa memperbaiki batinnya, maka Allah SWT akan memperbaiki lahiriahnya. Inilah inti dari ajaran Hadratus Syekh di Majelis Al-Khidmah; kita diajak berzikir untuk membersihkan hati (ngresiki manah).
- Memperbaiki Hubungan dengan Allah: Barang siapa yang memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan sesama manusia. Sering kali kita terlalu sibuk memoles citra di depan manusia, namun lupa memperbaiki kedudukan kita di hadapan Sang Pencipta.
- Beramal untuk Akhirat: Siapa pun yang beramal demi akhiratnya, maka Allah akan mencukupkan dan memperbaiki urusan dunianya. Dunia ini adalah tempat yang fana (mata’ul ghurur) dan pasti akan berakhir.
Mengingat Kematian dan Pentingnya Guru Mursyid
Majelis Al-Khidmah selalu mengajarkan kita untuk mengingat kematian melalui zikir dan doa-doa untuk para arwah (Fatihatul Arwah). Namun, yang terpenting bukanlah sekadar kematian itu sendiri, melainkan apa yang akan terjadi setelahnya (lima ba’dal maut).
Menghadapi sakaratul maut bukanlah perkara yang main-main. Namun, ada jaminan bagi seorang murid yang memiliki itikad kuat dan setia mengamalkan ajaran guru mursyidnya—guru yang mengenalkan kita kepada Allah dan Rasul-Nya—maka insyaallah ia akan meninggalkan dunia ini dalam keadaan tersenyum atau husnul khatimah.
Cinta sebagai Pengikat di Akhirat
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Al-mar’u ma’a man ahab”—seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang dicintainya. Meskipun amal ibadah kita mungkin jauh di bawah tingkatan para guru, namun rasa cinta (mahabbah) kita kepada Hadratus Syekh, kepada Sultanul Auliya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, dan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW adalah modal besar kita. Semoga dengan berkah majelis ini, Allah mengampuni dosa-dosa kita, dosa kedua orang tua kita, serta melapangkan kubur para guru-guru kita. Kita juga memohon agar diberikan keberkahan di bulan Rajab dan Sya’ban, serta dipertemukan dengan bulan suci Ramadan dalam keadaan sehat dan penuh iman.
Sumber: Channel YT ALWAVA
Link Full Video
Pertanyaan, kerjasama, atau laporan konten hubungi kami:
Email : ngaji.anina99@gmail.com
Youtube : @anina99dotcom
Tiktok : @anina99dotcom
Whatsapp : +62 895-6117-07936
Saluran WA : Ngaji Bareng Anina